
Alana kini hanya sendiri didalam rumah , umi ia sedang memimpin pengajian khusus ibu-ibu dimasjid .
Selepas kepergian Abi dan Zain tadi , umi dan Alana langsung membereskan rumah , lalu umi segera bersiap untuk ke masjid .
" Ngapain ya ? , sendirian dirumah kaya gini jadi bingung mau ngapain ? " , gumam Alana bertanya .
Alana melihat ke arah luar melalui jendela kamar , lalu ia segera mengambil jaket tak lupa dengan dompetnya .
Alana mendekat ke pedagang yang tengah dikerumuni oleh santri-santri .
Dan ternyata itu pedagang gerobak yang bertulisan cimol .
Alana merasa asing dengan nama makanan itu , dan ia merasa penasaran apalagi sampai dikerumuni para santri .
" Pak sebungkus ya " , Ujar Alana .
Semua mata langsung tertuju pada Alana , kebanyakan santri langsung beristigfar namun tetap melihat ke arah Alana .
Ada berapa dari mereka yang sudah tahu jika Alana menantunya Kyai dan ada juga yang belum tahu dan menganggap Alana santri baru , melihat dari penampilan nya , mereka mengira jika orang tua Alana sengaja mengirim Alana ke pesantren karena Alana nakal .
" Baik neng tunggu sebentar ya " , jawab penjual cimol ramah .
" Mau pake bumbu apa neng ? " , tanyanya lagi .
" Yang pedas ada pak ? " , timpal Alana karena ia tak tahu biasanya bumbu apa yang ada dicimol .
" Ada neng " , jawab pedagang .
" Iya boleh deh pak , yang banyak ya pak pedasnya " , pinta Alana dan langsung dianggukan oleh bapak penjual cimol .
" Ini neng " , bapak Penjual cimol menyodorkan pesanan Alana .
" Berapa pak ? " , tanya Alana seraya membuka dompetnya .
" 5 ribu rupiah neng " , jawabnya lagi , dan Alana langsung mengeluarkan selembar uang berwarna merah muda .
" Ini pak , dan kembaliannya untuk mereka aja " , ucap Alana lalu ia segera pergi mengikuti langkah kakinya yang entah mau kemana .
Alana merhatikan makanan bulat berwarna putih dengan bubuk cabe yang ada ditusukan , lalu ia mulai memasukan nya ke dalam mulut .
" Emmm enak juga ternyata " , Alana merasakan sensasi pedas , gurih dan kenyal dari cimol .
Seraya terus berjalan Alana terus menikmati cimol yang ada ditangannya sampai tak terasa cimolnya habis tak tersisa .
" Yah kok udah abis lagi sih ? " , gumam Alana lalu ia mulai merhatikan keadaan sekitar .
Alana tersenyum tatkala melihat pepohonan hijau , dengan berbagai tanaman sayuran .
Alana duduk dibawah pohon , ia merasa sangat nyaman , tenang berada disini karena suasananya yang masih asri .
Alana bahkan bisa dengan cepat melupakan kejadian pahit dengan Faisal dan bahkan ia tak mengingat Faisal sedikit pun .
__ADS_1
" Pantas bang Nizar betah pesantren disini , ternyata disini tempatnya sangat nyaman " , gumam Alana seraya tersenyum .
Sementara itu umi baru pulang dari masjid , ia langsung membuka pintu rumah seraya mengucapkan salam .
Umi mengira Alana tengah beristirahat didalam kamar dan umi tak ingin mengganggunya.
Adzan Dzuhur berkumandang , bertepatan dengan Zain dan Abi yang baru pulang .
" Assalamu'alaikum" , Salam Zain seraya mendorong Abi yang duduk dikursi roda .
" Wa'alaikum salam warohmatullah " , jawab Umi yang langsung menyambut kedatangan mereka .
" Gimana hasilnya ? '' , tanya Umi seraya mencium punggung tangan Abi .
" Alhamdulillah , insha Allah Abi bisa sembuh asal sering-sering melakukan pemeriksaan dan juga berlatih " , jawab Zain dan dianggukan oleh Abi .
" Alhamdulillah , mudah-mudahan Abi bisa sembuh seperti sediakala lagi " , timpal Umi senang .
" Aamiin " , jawab Abi dan Zain berbarengan .
" Oh ya mi Alana mana ? " , Abi yang bertanya bukan Zain .
" Dikamarnya mungkin bi , dari sepulang umi dari masjid , umi belum melihat Alana " , jawab Umi dan dianggukan oleh Zain dan juga Abi .
Zain mengantar Abi sampai ke kamar , lalu ia segera pamit untuk langsung ke masjid , takut tertinggal sholat jama'ah .
Setelah sholat jama'ah Zain berniat langsung pulang , namun tak sengaja ia mendengar obrolan para santri yang lagi berkumpul dihalaman masjid .
" Tapi kita gak bisa menilai orang dari luarnya saja " ,
" Iya kita juga gak bisa menganggap dia baik dengan sekali memberi kita jajan " ,
" Udah-udah ngapain sih kok kita jadi ngomongin orang ? " ,
" Astagfirullah " ,
Zain tersenyum seraya menggelengkan kepala , lalu ia mulai meneruskan jalanya .
Sesampai rumah Zain langsung mengucapkan salam , dan langsung menuju kamar .
Zain merebahkan tubuhnya diatas kasur , namun disaat akan memejamkan kedua matanya ia teringat dengan Alana .
" Al , Alana " , panggil Zain , namun tak ada yang menyahuti panggilannya .
Zain berjalan ke arah kamar mandi , memanggil-manggil nama Alana namun masih sama tak ada sahutan sama sekali , ia membuka pintu kamar mandi yang tertutup dan ternyata memang didalamnya kosong .
Zain masih mencoba untuk tenang , ia mencari Alana dirumah siapa tahu Alana lagi didapur .
" Al , Alana " , panggil Zain .
" Kenapa Zain ? " , tanya Umi yang berpapasan dengan Zain .
__ADS_1
" Umi melihat Alana gak didapur ? '' , tanya Zain kebetulan umi sudah dari dapur .
" Ngga nak , didapur ga ada siapa-siapa ", jawab Umi .
" Ya Allah kemana Alana ? " , batin Zain bertanya dan mulai khawatir .
" Memangnya dikamar tidak ada ? " , tanya Umi yang juga mulai ikut khawatir .
" Tidak ada mi , ya sudah mi Zain mencari Alana dulu ", jawab Zain sekaligus pamit .
Zain sangat mengkhawatirkan Alana , karena Alana belum mengenal daerah sekitar ditambah Zain juga tidak mempunyai nomor ponsel Alana , kemana ia harus mencari Alana ? .
" Al , Alana " , Zain terus memanggil-manggil nama Alana disekitar halaman pesantren .
" Ada apa Gus ? " , tanya Alif .
" Ustad melihat istri ana gak ? " , tanya Zain .
" Tidak Gus sedari tadi kan Anas pergi sama ente ", jawab ustad Alif .
Zain segera pamit , lalu ia kembali berjalan mencari Alana .
Iya yakin jika Alana masih berada disekitar pesantren .
Zain terus memanggil-manggil Alana seraya sesekali ia menanyakan Alana kepada santri yang ia temui namun tidak ada yang tahu kemana Alana pergi .
Zain menuju ke halaman belakang , Dari arah ladang Zain melihat seorang santriawati tengah mengobrol dengan seseorang yang sepertinya ia kenali .
Zain berjalan dengan cepat ingin memastikan jika penglihatannya tidak salah .
" Alhamdulillah ", ucap Zain lega ketika sudah berdiri didekat mereka .
Kedua orang itu kaget dan langsung berdiri seraya berbalik badan melihat ke arah Zain .
" Assalamu'alaikum Gus " , salam santriawati tadi .
" Wa'alaikum salam warohmatullah " , jawab Zain dengan suara yang terengah-engah .
" Al kenapa tidak bilang ? , jika mau keluar rumah , seenganya izin dulu sama umi biar kita gak khwatir " , Ujar Zain seraya menatap Alana .
" Maaf " , hanya itu yang bisa ucapkan .
" Ya udah ayo kita pulang " , Ajak Zain seraya menarik tangan Alana agar berjalan sejajar dengannya .
Seorang santri tadi yang belum tahu tentang Zain dan Alana , ia tampak menutup mulutnya kaget .
Baru pertama ia melihat seorang Zain sedekat itu dengan seorang wanita .
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .
__ADS_1