Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Tak Berkedip


__ADS_3

Sekitar jam 5 sore bang Nizar dan ustad Alif menutup acara dan akan dilanjutkan lagi naanti ba'da maghrib , dimana nanti acara pasti akan tambah ramai dan meriah , ba'da maghrib sebenarnya acara puncaknya atau acara inti yang dimeriahkan oleh kyai-kyai besar dan para da'i kondang yang akan mengisi tausiyah .


Semua Jama'ah dan para santri / santriwati dan juga para pengurus atau panitia , semua meninggalkan tempat acara .


Dan mereka bersiap untuk sholat maghrib sekaligus untuk menyambut acara nanti malam .


Alana ia tak langsung masuk ke rumah namun ia malah mengajak Alena untuk jajan .


" Al ini sudah sore , kita mau jajan apa ? '' , tanya Alena .


" Udah ayo ikut aja kak , kak Ale harus cobain jajanan disini " , jawab Alana seraya terus menarik tangan Alena menghampiri para pedagang .


Alana membeli cimol yang menjadi makanan favorit baru-baru ini tak lupa ia pun membeli seblak dan juga eskrim .


" Ayo kak , Alana sudah tidak sabar ingin nyobain seblak nya katanya seblak disini lebih enak " , Ajak Alana tidak sabar ketika mereka sudah mendapatkan makanan yang Alana inginkan .


" Iya sabar kenapa Al , lagian makanan juga masih panas. , jawab Alena sedikit kesal .


Tak lama mereka sudah sampai dirumah , dan sepertinya semua orang tengah dikamarnya masing-masing .


Alana memutuskan untuk menyantap jajanannya dimeja makan .


" Kak Ale tunggu disini ya biar Alana ambil mangkuk dan juga sendok ! " , Ucap Alana dan langsung mendapat anggukan kepala dari Alena .


Alana sudah kembali dengan membawa mangkuk dan sendok , mereka langsung menuangkan seblak dan langsung menyantapnya .


" Oh ya kak , Kak Ale harus cobain ini dulu , ini namanya cimol kak , Alana sangat suka karena rasanya gurih dan pedas " , Ucap Alana menyuapi sang kakak .


" Enak kan ? " , tanya Alana .


" Enak " , jawab Alena seraya mengangkat ibu jarinya .


Lalu keduanya mulai menikmati seblak , makanan sejuta umat yang banyak digemari oleh semua orang terutama para pecinta pedas .


Disaat lagi asik menikmati makanannya tiba-tiba datang bang Nizar dan membuat keduanya kaget .


" Masya Allah yang lain sibuk bersiap , ini malah sibuk jajan " , Ujar bang Nizar seraya menggelengkan kepalanya .

__ADS_1


" Uhukh Uhukh ... " , Alana tersedak oleh makananya .


" Eh minum- minum Al , Abang sih ngagetin " , Ucap Alena seraya menyodorkan segelas air mineral pada Alana , lalu ia menatap tajam pada bang Nizar .


" Iya maaf " , timpal bang Nizar seraya mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V .


Zain yang kebetulan sudah siap dan ingin berangkat ke masjid , ia menghampiri meja makan lebih dulu karena mendengar suara keramaian .


" Eh bro sudah siap aja '' , sapa bang Nizar yang melihat Zain sudah siap menggunakan jubah gamis berwarna putih bersih dan juga peci dengan warna senada .


" Hmmm " , timpal Zain dengan berdehem .


Lalu ia melihat Alana yang bercucuran keringat dan juga kedua mata berkaca-kaca dengan bibir yang merah karena makan pedas .


" Al kamu kenapa ? " , tanya Zain khawatir .


" Kesedak seblak gara-gara bang Nizar ngagetin " , jawab Alana jujur seraya menunjuk ke arah bang Nizar .


" Loh kok nyalahin abang " , Timpal bang Nizar tak terima .


" Itu memang sebaliknya aja pedas " , ucap bang Nizar .


Zain hanya menggelengkan kepala melihat Alana yang kembali jajan makanan pedas padahal tadi sudah ia peringati .


Zain langsung pamit dan mengajak bang Nizar untuk segera ke masjid karena sebentar lagi sudah masuk waktu maghrib .


*****


Alana sudah melaksanakan kewajibannya dikamar lalu ia segera meraih hijab pasmina yang berwarna merah muda dan ia padukan dengan gamisnya yang berwarna hitam pekat .


Alana hanya mengolesi wajahnya dengan pelembab dan sedikit bedak tabur lalu memakai sedikit lipstik yang berwarna nude agar bibirnya tidak terlihat pucat .


Dihalaman pesantren sudah ramai , sudah banyak kembali jema'ah karena setelah selesai sholat Maghrib dimasjid semua langsung menuju ke tempat acara dan langsung dibuka dengan bertawasul dan berdzikir bersama yang dipimpin oleh Zain , ustad Alif , bang Nizar dan beberapa ustad .


Alana langsung menuju tempat acara bersama umi , Mamah Nazia dan Alena .


Mereka duduk didekat Abi yang duduk paling depan dan Abi duduk dikursi rodanya . Walau Abi belum sehat tapi Abi tak ingin tertinggal bahkan dari hari-hari sebelumnya Abi sangat antusias dari mulai ikut menyambut para tamu sampai sesekali mengecak persiapan acara .

__ADS_1


Mata Alana langsung tertuju ke arah Zain yang tampak terlihat ganteng dan menawan memakai jubah gamis berwarna putih bersih sesuai dengan kulitnya .


Zain memberikan senyum manis pada Alana dan berhasil membuat Alana berbunga-bunga dengan detak jantung yang tidak karuan .


" Kenapa jadi kaya gini ya ? , kenapa Alana sering salting jika berhadapan dengan bang Zain " , batin Alana merasa aneh .


Acara dzikir dan tawasul sudah dilalui kini sebelum acara dilanjut dengan tausiyah-tausiyah dari para guru-guru besar , acara dilanjut terlebih dahulu dengan membaca sholawat bersama-sama dan juga penyambutan-penyambutan dari pemimpin pesanteren , ketua panitia dan juga aparat pemerintahan setempat .


Sambutan diawali oleh Zain yang mewakili Abi sebagai pimpinan pesantren .


Zain memberi sambutan sangat singkat dan juga jelas .


Dan disaat Zain berbicara memberi sambutan kedua mata Alana tak berkedip menatap sosok laki-laki yang sudah hampir 2 bulan menjadi suaminya .


" Ekhem matanya kondisi Al , iya tahu itu suami halal kamu tapi ngelihatnya biasa aja kali " , Ucap Alena seraya menepuk tangan Alana pelan .


Umi , Abi , mamah Nazia dan papah Nurzaki langsung melirik ke arah Alana , dan mereka hanya bisa terkekeh seraya menggelengkan kepala .


" Anak umi ganteng kan Al ? " , tanya Umi menggoda Alana .


Alana hanya bisa menampilkan barisan giginya tanpa menjawab pertanyaan umi .


Sambutan demi sambutan sudah dilalui dan kini ke acara selanjutnya tausyiah dari para guru-guru besar yang langsung disambut meriah oleh semua jama'ah .


Sekitar pukul 11 malam para guru-guru sudah memberikan tausiyah yang sangat bermanfaat bagi para jama'ah dan untuk penutupan Zain disuruh Abi untuk bertausyah dan mengamalkan ilmu yang ia punya .


Walau hari semakin larut bahkan hampir tengah malam namun antusias jama'ah sangatlah luar biasa dan benar jama'ah sangat ramai melebihi tadi siang .


Lautan manusia berkumpul ingin ikut memeriahkan acara Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW .


Zain mengakhiri tausyiah pukul 12 malam sekaligus menutup acara dengan bersholawat .


" Udah Al ayo pulang , dari itu mata gak kedip-kedip ? " , ajak Alena seraya menggoda kembarannya .


" Ngarang aja , mana ada orang dari tadi Alana juga berkedip kalau gak kedip perih yang ada " , jawab Alana kesal karena sedari tadi digoda oleh kakaknya .


😍😍😍

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2