
Alana dan Zain kini sudah berada didalam mobil , dan Zain langsung menjalankan mobilnya sebelum Faisal dan teman-temannya mengejar .
Zain mencoba fokus mengemudi disamping Alana yang masih terisak .
Setelah melihat ke belakang dan yakin Faisal tidak mengikutinya , Zain mulai meminggirkan mobilnya .
Dengan ragu-ragu Zain membawa Alana yang masih terisak kedalam pelukannya.
Alana tak memberontak justru ia langsung memeluk Zain dengan erat dan menumpahkan tangisnya didada bidangnya Zain sehingga membuat kemeja yang dipakainya basah .
Zain dengan lembut mengusap kelapa Alana dan dengan sabar ia menunggu Alana sampai menghentikan tangisnya .
" Bang Zain , ma maaf maafin Alana , Alana sungguh menyesal " , ucap Alana dengan sesegukan .
Zain hanya tersenyum dan mengangguk pelan .
" Bang Zain boleh marah sama Alana tapi Alana mohon jangan diamkan Alana seperti hari itu " , ucap Alana lagi disela Isaknya .
" Bang Zain boleh hukum Alana atau tidak memberi uang saku lagi tapi mohon maafin Alana " , mohon Alana seraya mendongak menatap wajah Zain .
" Al aku sudah maafkan kamu sebelum kamu meminta maaf " , ucap Zain lalu ia mengelap lembut kedua pipi Alana yang basah karena air mata .
Alana lansung menunduk dan kembali menangis , ia semakin bersalah dengan sikap Zain yang selalu baik dan sabar menghadapi tingkah nya .
" Al kamu kenapa ? , apa ada sakit ? , apa dia nyakitin kamu ? " , Tanya Zain khawatir .
" Ngga bukan itu bang , Alana merasa malu dengan tingkah Alana sendiri " , Jawab Alana jujur .
Zain tersenyum merhatikan Alana .
" Gapapa yang terpenting jangan sampai diulangi lagi ya , dan ingat jika ingin pergi kemana-mana minta izin dulu sama suami ! " , ucap Zain lembut seraya mengelus rambut Alana .
Alana langsung mengangguk mengerti .
" Ya udah kita pulang ya ? " , Ajak Zain dan Alana langsung menganggukan kepalanya pelan .
Zain kembali menyalakan mesin mobilnya , lalu ia mulai menjalankan mobilnya untuk segera pulang .
Sesekali Alana masih mengelap air mata yang masih keluar dari ujung matanya .
" Alhamdulillah , makasih ya Rabb akhirnya bisa menemukan Alana dengan cepat " , tak lupa Zain beberapa kali mengucapkan hamdalah .
Sesampainya di apartemen Zain mempersilahkan Alana untuk membersihkan diri lebih dulu sedangkan dirinya memilih ke ruangan kerja untuk menetralkan dirinya .
Tak dipungkiri saat ini Zain juga marah dan kesal apalagi ketika melihat Alana yang ketakutan , ingin rasanya Zain menghabisi Faisal .
" Astaghfirullah hal'adzim " , beberapa kali Zain beristigfar ketika mengingat hal ditempat haram tadi .
__ADS_1
" Maafkan hamba mu ini Ya Rabb karena sudah lalai menjaga istri hamba " , Zain sangat menyesal dan ia tak tahu jika dirinya sampai datang terlambat .
Sudah hampir satu jam Zain berada diruang kerja , dan ia teringat jika Alana pasti belum makan .
Zain memilih memesan makanan diaplikasi online yang ada diponselnya .
Lalu ia segera keluar dan mengecek Alana dikamar .
" Assalamu'alaikum Al " , salam Zain didepan pintu kamar .
Ceklek ,
" Wa'alaikum salam ", jawab Alana setelah membukakan pintu .
Zain melihat wajah Alana yang sembab .
" Udah jangan terlalu disesali , mudah-mudahan kamu bisa ambil pelajaran dari kejadian hari ini ", Ucap Zain lembut , dan Alana langsung mengangguk .
" Bang Zain mau mandi ? " , tanya Alana pelan .
" Iya " , jawab Zain .
" Ya udah kalau gitu Alana keluar kamar dulu " , balas Alana dan Zain hanya bisa tersenyum .
" Oh ya Al kamu jangan masak ya , aku udah pesan makanan dari luar " , ucap Zain sebelum melihat Alana benar-benar keluar kamar .
Alana berjalan ke arah sofa ruang tv , ia langsung duduk dan merenung .
Sekarang ia tahu kalau sifat Zain dan Faisal jelas-jelas jauh berbeda , Alana sangat menyesal selama ini selalu membela Faisal dan semua yang dikatakan oleh saudara kembarnya ternyata benar jika Faisal bukan cwo baik bahkan ia berani dekat dengan wanita lain dihadapan Alana .
Iya ketika tadi ditempat haram itu selain Faisal meminum minuman beralkohol ia pun tak segan-segan menggoda wanita bahkan sampai mencium pipi kiri dan kanan , sepertinya Faisal sudah sering datang ke tempat itu .
Setetes air mata kembali jatuh dikedua pipi Alana , namun dengan cepat ia langsung mengelapnya , karena takut ketahuan oleh Zain .
Ting tong , bell berbunyi dan Alana langsung bangkit dari duduknya .
" Al biar aku aja " , cegah Zain yang baru datang , entah baru datang atau Zain memang sedari tadi sudah berada disana .
Tak lama Zain sudah kembali dengan 2 papaerbag besar .
" Kenapa banyak sekali ? , apa mau ada tamu ? " , tanya Alana merasa aneh.
" Ngga ini buat makan kita " , jawab Zain santai lalu ia segera melangkahkan kakinya ke meja makan .
" Ini terlalu banyak bang Zain " , timpal Alana yang mengikuti langkah Zain ke meja makan .
Zain hanya melirik Alana sekilas seraya tersenyum , lalu ia mulai mengeluarkan makanan yang ada dipaperbag .
__ADS_1
" Siapa yang akan menghabiskan semua makanan ini ? " , tanya Alana tercengang melihat banyak makanan dan sepertinya Zain sengaja memesan 2 porsi lebih banyak dari biasanya .
" Makanlah secukupnya dan jika bisa berhenti lah sebelum kenyang , dan ini sisanya bisa disimpan di lemari pendingin untuk kita sarapan besok " , Ucap Zain dengan penuh kelembutan .
" Mmm kenapa tidak kita kasih aja ke pak satpam yang berjaga didepan ? " , tanya Alana .
Zain tersenyum ternyata ia baru tahu dibalik sifatnya yang selalu banyak tingkah Alana juga suka berbagi .
" Mereka sudah mendapatkan bagian " , jawab Zain santai .
Iya setiap Zain memesan makanan dari luar ia selalu membagi pak satpam dan juga kurir yang mengantarnya .
Keduanya duduk dimeja makan dan mulai menikmati makanan yang ada dimeja makan .
" Mmmm ini enak banget " , ucap Alana ketika memasukan rendang kedalam mulutnya .
" Suut ,... Jika lagi makan gak boleh bicara Alana ! " , Zain memperingati Alana dengan sangat lembut .
" Iya maaf bang Zain " , jawab Alana seraya menampilkan barisan giginya yang rapi dan bersih .
Lalu keduanya makan dengan tenang tanpa ada yang mengeluarkan suara .
*****
Keesokannya Alana bangun seperti biasa dan setelah sholat subuh , ia langsung turun ke dapur untuk menghangatkan makanan sisa semalam .
Tak lama Zain sudah kembali dari masjid dan ia terlihat sangat panik .
" Assalamu'alaikum , Al , Alana ", panggil Zain .
" Iya bang Zain Alana di dapur " , jawab Alana sedikit berteriak .
Zain langsung mengahampiri Alana yang ada didapur .
" Al kamu cepat bersiap ya , kita ke pesantren sekarang ! ", ucap Zain .
" Hah pesantren ? " , Alana sedikit kaget ketika mendengar kata pesantren , ia mengira Zain akan mengirimnya ke pesantren .
" Bang Zain jangan kirim Alana ke pesantren , Alana janji Alana akan berubah " , ucap Alana dengan wajah memohon .
" Al , Abi sakit jadi kita harus segera kesana " , timpal Zain menjelaskan .
" Oh Abi sakit " , gumam Alana pelan .
" Astagfirullah ya udah kalau gitu Alana siap-siap dulu bang Zain " , Ucap Alana cepat dan segera meninggalkan dapur bahkan Alana sampai lupa mematikan kompor , beruntung Zain melihat itu dan segera mematikannya.
😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .