Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Tentang Nada


__ADS_3

Rupanya Alana menjadi pusat perhatian , bahkan sampai didapur umum pun semua langsung menatap kagum karena kecantikan yang Alana miliki.


" Assalamu'alaikum " , Salam Umi diikuti Alana .


' Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu " , jawab semuanya .


" Masya Allah umi ini siapa ? , cantik banget ? '' , tanya salah satu juru masak .


" Oh perkenalkan ini mantu saya namanya Alana " , Jawab Umi seraya merangkul tubuh Alana .


Alana hanya mengangguk dan memberikan senyum manis nya .


" Maksudnya istrinya Gus Zian Umi ? ", tanya salah juru masak yang lain .


" Iya betul , Alana adalah istrinya Zain " , jawab Umi tersenyum .


" Masya Allah cantik sekali neng Alana , cocok banget dengan Gus Zain yang juga tampan dan Sholeh " , timpalnya lagi .


" Aamiin " , jawab Umi dan Alana pun ikut mengaamiinkan .


Perkataan mereka tak luput dari pandangan para santriawati yang juga tengah berada didapur umum .


Dan kedatangan umi bersama Alana mampu membuat salah satu santriawati menundukkan kepalanya karena malu .


Alana melihat sosok santriawati yang sepertinya ia kenal , Alana tersenyum ke arahnya dan hanya dijawab dengan anggukan hormat .


" Umi Alana pamit ke sebelah sana ya ! " , pamit Alana sopan .


" Iya nak , umi disini ya " , jawab umi lembut , dan dianggukan Alana .


" Mari ibu-ibu " , pamit Alana kepada beberapa juru masak .


" Iya mangga neng " , jawab mereka kompak .


Alana berjalan menghampiri kumpulan para santriawati dan salah satunya ada Nada disana .


Iya Nada adalah santriawati yang pernah mengobrol dengan Alana waktu diladang dan Nada orang nya cukup asik menurut Alana .


~ Flashback On .


Alana berjalan mengikuti langkah kakinya yang entah akan membawa kemana .


" Yah kok udah abis sih ? " , sedih Alana ketika mendapati bungkusan yang dipakai buat cimol sudah tak berisi .


Alana membuang bungkusan plastik itu , dan seketika kedua bibirnya langsung membentuk sebuah senyuman ketika melihat pemandangan didepan matanya yang menurutnya sangat indah.

__ADS_1


Banyak pepohonan hijau dan juga beberapa tanaman sayuran .


Alana memutuskan untuk duduk dibawah pohon dan matanya terus menatap kearah sekeliling yang menyajikan pemandangan yang membuat matanha tak ingin berkedip .


" Pantas bang Nizar betah pesantren disini , ternyata tempatnya nyaman " , gumam Alana seraya tersenyum .


Namun tiba-tiba ada seseorang yang mendekati Alana .


" Assalamu'alaikum " , salam orang itu yang memakai baju gamis dan kerudung panjang menutupi dada .


" Wa'alaikum salam " , jawab Alana seraya mendongakkan kepalanya .


" Boleh saya duduk ? " , izinnya .


Dan Alana hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban .


" Aku tahu pertama berada disini memang berat , bahkan sangat berat dan aku pernah mengalami hal itu " , Ucapnya tiba-tiba .


Alana hanya mendengarkan sesekali ia melirik ke arah santriawati itu dan kembali menikmati pemandangan sekitar .


" Aku dulu sama halnya seperti kamu , bahkan aku jauh lebih buruk dari kamu sampai pada akhirnya kedua orang tua aku mengirimkan aku kesini " , Ucapnya lagi seraya tersenyum tipis .


" Pertama aku kesini sama juga seperti kamu tidak mengenakan hijab bahkan pakaianku dulu persis seperti anak jalanan " , ucapnya dan Alana langsung menatap ke arah santriawati itu merasa ada ketertarikan dengan cerita hidupnya .


" Tapi disini aku banyak belajar dan dengan perlahan aku mulai membiasakan diri untuk mengikuti setiap aturan dan juga ajaran agama islam sesuai dengan apa yang diajarkan oleh para ustad dan ustadzah yang ada disini " , ceritanya lagi .


" Makasih " , ucap Alana dan hanya mampu mengucapkan kata terimakasih .


" Oh ya aku perkenalkan aku Nada " , ucapnya seraya menyodorkan satu tangan .


" Aku Alana " , jawab Alana yang langsung menjabat tangan Nada .


Dan tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kehadiran Zain .


" Alhamdulillah ", ucap Zain lega ketika sudah berdiri didekat mereka .


Alana dan Nada kaget dan langsung berdiri seraya berbalik badan melihat ke arah Zain .


" Assalamu'alaikum Gus " , salam Nada seraya menunduk .


" Wa'alaikum salam warohmatullah " , jawab Zain dengan suara yang terengah-engah .


" Al kenapa tidak bilang jika mau keluar rumah ? , seenganya izin dulu sama umi biar kita gak khawatir " , tanya Zain seraya menatap Alana .


" Maaf " , timpal Alana dengan suara pelan .

__ADS_1


" Ya udah ayo kita pulang ! " , Ajak Zain seraya menarik tangan Alana agar berjalan sejajar dengannya .


Nada sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat , dan ia hanya mampu menutup mulutnya dengan telapak tangan .


~ Flashback Off .


" Assalamu'alaikum " , salam Alana ketika sudah berada didekat para santriwati yang tengah memotong sayuran dan mengupas bawang .


" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab para santri .


" Boleh gabung ? , izin Alana dan dengan ragu-ragu para santriwati menganggukan kepala setelah mendapat instruksi dari umi .


Alana baru pertama kali mengikuti acara seperti ini , dan ia mengikuti feeling nya dan memberanikan diri agar mempunyai teman dipesantren , seenggaknya Alana tidak selalu sendiri jika ingin kemana-mana .


" Hai Nada apa kabar ? " , sapa Alana pada Nada yang sedari tadi menundukkan kepala .


" Hallo Ning ", jawab Nada sedikit malu-malu.


" Siapa Ning ? , nama aku Alana ! , kamu sudah lupa ya Nada ? " , tanya Alana bingung .


" Iya maksudnya Ning Alana ", timpal Nada pelan .


" Aku ga mau dipanggil Ning , cukup Alana aja karena namaku memang Alana ! " , balas Alana yang berisikekeh .


" Tidak enak Ning dan rasanya tidak sopan karena Ning Alana kan istrinya Gus Zain " , Timpal Nada merasa tidak enak


" Oh ya ning maaf atas kejadian waktu itu , aku tidak tahu kalau- ", ucap Nada lagi dengan gugup namun perkataannya langsung dipotong oleh Alana .


" Tidak nama aku Alana , Nada ! , kalau kamu panggil aku sekali lagi dengan sebutan Ning maka aku ga mau lagi berteman dengan kamu ! " , potong Alana seraya menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya .


" Maaf , iya maksud nya Alana maafkan atas kejadian diladang waktu itu aku kira kamu santriwati baru " , ucap Nada lagi dengan ragu-ragu .


" Oh tentang itu tidak apa-apa Nada kamu gak perlu meminta maaf , kita kan teman " , balas Alana seraya tersenyum .


Nada hanya mengangguk dan tersenyum kaku .


Nada benar-benar mengutuk kepercayaan dirinya yang terkadang suka over , karena ia yang terlalu percaya diri dan mengira Alana adalah santriawati baru , dan mengira juga kisah hidup Alana sama dengan dirinya yang dikirim kedua orang tua ke pesantren sebab kelakuannya yang sudah keterlaluan , tapi ternyata penilaian sangat sangat salah besar .


Jika tahu dari awal dan tidak percaya diri dengan semua perkiraan nya , Nada tidak akan pernah berani mendekati Alana seperti waktu dilarang itu .


Para santriwati saling melirik memberi kode karena merasa aneh melihat kedekatan Nada dengan istri seorang Gus Zain bahkan mereka menyebut sebagai teman .


Alana juga memberanikan diri untuk berbaur dengan para santriwati yang lain dan ikut membantu memotong sayuran .


😍😍😍

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2