
Alana hampir tidak bisa tidur karena memikirkan perubahan sikap Zain , dan rasanya baru saja Alana memejamkan kedua matanya tiba-tiba ia harus terjaga karena merasa tenggorokan nya yang kering .
Alana melihat sekeliling lalu matanya tertuju pada jam dinding yang terpajang rapi .
" Baru jam set 3 " , gumam Alana seraya mengucek matanya .
Lalu Alana kembali memperluaskan pandangannya , biasanya dijam seperti ini Zain tengah melakukan sholat malam .
" Kok ga ada ? " , gumam Alana ketika tidak mendapati Zain disana .
Ada rasa sedikit kecewa ketika tidak mendapati Zain didalam kamar .
" Apa dia tidak tidur dikamar ? " , tanya Alana lagi .
Alana turun dari atas tempat tidur dan ia berniat ingin mengambil air minum kebetulan botol minumnya kosong .
Ketika melewati ruang tv , Alana melihat seseorang yang tengah tertidur dengan suara nafas yang teratur.
" Bang Zain " , gumam Alana setelah memastikan nya sendiri .
" Kenapa ia sampai tidur disini ? , apa semua untuk menghindari Alana ? " , gumam Alana pelan .
Ada rasa tak tega melihat Zain tidur disofa bahkan tanpa bantal dan selimut .
" Apa Alana bangunkan aja bang Zain ? " tanya Alana namun ia merasa ragu .
Akhirnya dengan ragu-ragu Alana mencoba membangunkan Zain .
" Bang Zain bangun " , Alana mengguncangkan pelan tangan kekar Zain .
Dan Zain langsung mengerjap-ngerjapkan kedua matanya .
" Kenapa bang Zain tidur sini ? " , tanya Alana ketika melihat Zain yang langsung duduk dari berbaringnya .
" Ketiduran , kamu belum tidur ? " , jawab Zain sekaligus berbalik bertanya seraya menatap Alana yang berdiri tak jauh darinya .
" Udah , cuman tadi kebangun " , jawab Alana seraya menunjukkan botol minumnya .
Zain hanya menganggukan kepala lalu ia segera masuk ke kamar .
" Apa bang Zain masih marah ? " , gumam Alana sedih melihat Zain yang pergi begitu aja .
Alana langsung berjalan ke arah dapur untuk mengisi botol minumnya dan segera kembali masuk kamar , ternyata ketika ia kembali ke dalam kamar Zain tengah menunaikan sholat malam .
Pemandangan yang indah yang mampu membuat Alana merasakan sejuk dan tak ingin berpaling untuk tetap melihatnya .
__ADS_1
" Masya Allah " , gumam Alana pelan .
Cukup lama Alana merhatikan Zain yang tengah sholat malam , sampai ia menyadari jika Zain hampir menyelesaikan sholatnya , Alana langsung masuk dan kembali membaringkan badannya diatas tempat tidur .
Alana memunggungi Zain dan berpura-pura tidur , sampai ia bisa mendengar suara merdu Zain yang memulai membaca ayat suci Al-Qur'an .
" Ya Allah suara bang Zain merdu banget ? , rasanya hati ini menjadi adem mendengar bang Zain mengaji " , batin Alana dan tanpa sadar sedari tadi Alana terus memuji Zain .
Alana terus berpura-pura tidur seraya menikmati suara merdu Zain yang tengah membaca ayat suci Al-Qur'an sampai pada akhirnya ia benar-benar tertidur kembali .
*****
Pagi ini Alana memutuskan untuk sarapan dirumah bareng Zain , dan ternyata Zain sudah menyiapkan sarapan .
Setelah sarapan Zain langsung meninggalkan apartemen diikut oleh Alana .
mereka sama-sama masuk ke dalam mobil dan Zain langsung menjalankan mobilnya untuk mengantar Alana ke sekolah .
" Ni " , dipertengahan jalan Zain menyodorkan uang 6 lembar berwarna merah muda pada Alana .
Alana cukup kaget dengan uang yang disodorkan oleh Zain karena jumlahnya yang lumayan banyak .
Namun ketika melihat wajah dingin Zain , Alana langsung mengambilnya tanpa berani bertanya .
Disaat merasakan mobil Zain yang sudah benar-benar berhenti , Alana segera keluar dengan menutup pintu mobil yang sangat kencang hingga menimbulkan suara .
Bugh..,
" Astaghfirullah hal'adzim " , Zain beristigfar seraya menggelengkan kepalanya .
Zain sebenarnya tidak ingin membuat Alana marah , namun ia ingin tahu apa alasan Alana yang tidak mau diantar sampai ke depan sekolah .
Belum lagi selama ini Alana ternyata tidak jujur kalau ia mempunyai seorang kekasih .
Zain mulai menjalankan mobilnya dan ia menuju kesebuah Caffe dimana ia bisa merasa sedikit tenang disana .
" Assalamu'alaikum bro " , salam Syahrul salah satu sahabat Zain .
" Wa'alaikum salam , gimana semua aman ? ", jawab Zain sekaligus menanyakan keadaan Caffe .
" Beres bro " , jawab Syahrul seraya mengangkat ibu jarinya .
Zain langsung menuju ruangan khusus untuk menenangkan dirinya , diikuti oleh Syahrul .
" Ada apa bro ? , kayanya lagi ada masalah ? '' , tebak Syahrul seraya ikut duduk dihadapan Zain .
__ADS_1
" Tau aja ente " , jawab Zain dengan tersenyum tipis .
" Yee kan disitu datang ke Caffe disaat ada masalah aja , buat menenangkan diri kan ? " , jawab Syahrul yang terlalu jujur .
Zain tersenyum , ia memang kerap datang ke Caffe disaat ingin mencari ketenangan , tepatnya diruang pribadinya yang sudah didesain sedemian kian rupa agar Zain merasa nyaman berada disana .
" Ya udah kalau gitu ana pamit ya , kalau butuh apa-apa panggil ana " , pamit Syahrul dan dianggukan oleh Zain .
Zain menekan salah satu tombol dan tirai yang menutupi jendela langsung terbuka dengan lebar , Zain bisa langsung melihat pemandangan indah ditaman yang ada dicaffe .
Zain duduk lesehan diatas karpet berbulu tebal ,
seraya menghadap ke arah jendela .
" Apa aku salah mendiamkan Alana seperti sekarang ? " , tanya Zain pada dirinya sendiri .
" Apa aku bisa memimbing Alana menjadi istri yang baik ? " , tanya Zain lagi .
Zain masih membayangkan ketika Alana ikut ke tempat adrenalin balapan liar dan berteriak mendukung kekasihnya .
Saat ini Zain tengah dilema , ia merasa marah dan juga kecewa makanya Zain mendiamkan Alana hanya untuk menahan dirinya agar tidak menyakiti Alana .
Zain tak tahu harus berbuat apa dengan gadis kecil itu , sebenarnya Zain ingin sekali bertanya baik-baik pada Alana tapi ia takut dirinya merasakan sakit , iya bahkan ketika mendengar jika Alana mempunyai seorang kekasih hati Zain merasa amat sakit atau mungkin ini yang dinamakan patah hati .
Zain terus memikirkan tentang Alana , Zain tahu jika Alana saat ini tanggung jawabnya bahkan kesalahan yang Alana perbuat juga dosanya akan meminta pertanggungjawaban dari Zain .
Zain sangat menghargai dan menganggap pernikahannya adalah sebuah cara untuknya bisa lebih mendekatkan diri mencari ridho ilahi .
Sebuah pernikahan merupakan sesuatu yang sangat sakral dan ia tidak ingin bermain-main dengan namanya pernikahan .
Zain lalu teringat ia sudah memantapkan diri untuk menerima pernikahan ini maka ia harus siap menerima resiko atau ujian yang mungkin kerap akan datang .
Mungkin salah satunya dengan sikap Alana , Zain harus bisa mengahadapi dan menyelesaikan masalah yang ada dan mungkin Allah menguji pernikahannya melalui Alana .
Tanpa sadar Zain tertidur karna semalam ia susah sekali untuk memejamkan kedua matanya , pikirannya terlalu sibuk memikirkan istri kecilnya .
Mendengar suara adzan dari ponselnya Zain langsung bangun dan ia kaget karena sampai ketiduran di Caffe .
Zain melihat layar ponselnya , dan ternyata baru masuk waktu Dzuhur .
Zain mengambil air wudhu dan menunaikan sholat Dzuhur dimushola Caffe .
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏
__ADS_1