
Setelah sholat Zain kembali ke kamar ia berniat ingin mengajak Alana makan diluar sekaligus berbelanja kebutuhan makanan karena kebetulan stok makanan diapartemennya sudah habis .
" Tok , Tok , Alana " ,
Alana langsung bangun dari atas tempat tidur , niat ingin tidur siang kembali ia urungkan .
Alana langsung berjalan ke arah pintu tanpa menjawab panggilan Zain .
" Astagfirullah " , Zain beristigfar seraya memalingkan wajahnya ketika pintu dibuka dan melihatkan Alana yang hanya memakai dress pendek yang memperlihatkan paha mulusnya .
" Kenapa sih kaya lihat hantu aja ? " , tanya Alana kesal .
" Oh ngga gapapa " , jawab Zain cepat dan ia tak berani menatap ke arah Alana .
" Oh ya Al kita makan siang diluar ya kebetulan stok makanan juga habis " , Ajak Zain seraya masih melihat ke arah lain .
" Heem " , jawab Alana dengan berdeham lalu ia melangkahkan kakinya dan melewati Zain begitu saja .
Zain lagi-lagi harus menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alana , dan ia harus benar-benar menyetok kesabaran nya lebih banyak lagi .
Zain sebenarnya tipikal orang yang dingin dengan wanita ia memang sudah membatasi dirinya untuk tidak terlalu dekat dengan wanita apalagi yang bukan muhrimnya .
Dan Zain juga melakukan pernikahan ini karena rasa hormatnya kepada Abah dan umi sebagai kedua orang tua nya , Zain tidak bisa menolak dengan jodoh pilihan orang tuanya walau sebenarnya Zain mempunyai seseorang yang ia suka .
Zain berharap mempunyai pendamping yang bisa saling mengingatkan dan juga bisa bekerja sama untuk mencapai ridho Allah SWT .
Tapi ternyata Zain disatukan dengan seseorang yang keras kepala bahkan dihari pertama pernikahannya ia sudah bertingkah , iya Zain sempat kesal dengan Alana yang memakai baju ala rumahan yang cukup seksi didepan semua keluarganya yang keseluruhan menutup auratnya .
Zain cukup kaget dengan tingkah Alana namun ia tidak bisa berbuat apa-apa ditambah mereka belum saling kenal dan mungkin itu salah satu tugas Zain untuk membimbing Alana agar menjadi lebih baik lagi sebagimana seorang wanita yang harus menutup auratnya .
" Al apa kamu tidak akan mengganti pakaian dulu ? " , tanya Zain mengikuti langkah Alana namun ia masih setia melihat ke arah lain .
" Memangnya kenapa ? " , tanya Alana seraya berbalik badan .
__ADS_1
" Apa kamu tidak takut masuk angin ? " , balas Zain sekenanya .
" Ngga " , jawab Alana singkat .
" Hufh ... " , Zain membuang nafas secara kasar , lalu ia langsung mendudukan tubuhnya disofa .
Zain berharap setidaknya Alana mau memakai pakaian yang sedikit sopan walau tidak berhijab , untuk dirumah Zain tidak apa-apa tapi jika keluar rumah Zain tidak akan mengizinkannya karena Zain mengkhawatirkan keselamatan Alana dari mata dan tindakan lelaki hidung belang .
" Kenapa malah duduk di sofa ? , bukankah kita mau makan diluar ? " , tanya Alana heran .
" Kita makan dirumah aja , aku akan pesan makanannya sekarang " , jawab Zain seraya sibuk dengan ponselnya , mungkin ia akan memesan makanan melalui aplikasi yang ada diponselnya .
Alana langsung cemberut dan melipat kedua tangannya didada .
Alana menatap Zain kesal ternyata perkataan Zain tidak bisa ia percaya begitu saja .
Alana ikut mendudukan tubuhnya disofa dan mulai menyalakan tv .
Keduanya saling diam tanpa ada niatan untuk saling bertanya atau mengobrol .
" Al makananya sudah sampai " , Ucap Zain menenteng kresek berukuran sedang .
Tak ada reaksi dari Alana bahkan ia malah fokus menonton siaran tv yang menayangkan cerita kisah cinta para ABG .
Zain tak ambil pusing ia langsung meletakan kreseknya diatas meja lalu ia mengambil piring ke dapur .
Tak lama Zain sudah kembali , ia lantas langsung memindahkan semua makannya ke dalam piring .
" Al ayo makan , kamu pasti sudah lapar kan ? " , Ajak Zain lembut .
" He'em " , jawab Alana malas .
Alana langsung mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan ia langsung melahapnya begitu saja tanpa memperdulikan Zain apalagi mengambilkan makanan untuk Zain .
__ADS_1
Zain lagi-lagi menggelengkan kepalanya , dan ia selalu mencoba memaklumi sikap Alana karna memang Alana masih bocah dan mungkin ia belum tahu kewajiban sebagai seorang istri .
Zain mulai mengambil makanan sendiri lalu membaca doa dan mulai memakannya dengan tenang .
Sementara itu Alana ia menghabiskan makannya dengan cepat , lalu dengan sengaja ia bersendawa tanpa menutup mulutnya .
Dalam hati Alana tertawa puas , mengira kalau Zain saat ini pasti sangat kesal bahkan mungkin Zain merasa ilfil dengan dirinya .
*****
Malam hari setelah makan makan dan sudah pasti Zain yang memasak dan menyiapkannya , Alana ia hanya membantu mencuci piring kotor bekas mereka makan .
Oh ya karna tadi siang tidak jadi berbelanja kebutuhan makanan alhasil Zain membeli semuanya lewat aplikasi online .
" Al aku masih ada kerjaan , kamu istirahatlah lebih dulu , tidak harus nungguin aku " , Ujar Zain lalu ia mulai melangkahkan kakinya ke ruang kerja .
" Dih siapa juga yang mau nungguin dia , percaya diri amat " , gumam Alana sinis seraya menatap Zain yang sudah menghilang dibalik pintu ruang kerja .
Alana masuk ke kamar dan ia langsung mencuci muka dan mengganti pakaian nya dengan setelan baju tidur yang cukup seksi , celana pendek diatas lutut dan baju yang menyerupai tank top berwarna merah muda cocok sekali dengan warna kulitnya yang putih bersih .
Tak lupa Alana pun melakukan ritual sebelum tidur untuk menggunakan rangkaian skincare yang biasa ia gunakan mulai dari memakai toner , serum , night cream , dan sebagainya sampai yang terakhir ia menggunakan body lotion , lalu ia mulai tidur untuk menjemput mimpinya .
Pukul setengah 12 malam Zain baru masuk ke kamar , dengan perlahan Zain membuka pintu kamar karna takut mengganggu tidur Alana , namun lagi-lagi ia malah dibuat kaget sampai rasanya sangat susah untuk menelan salivanya sendiri , ketika kedua netra matanya melihat pemandangan Alana yang tengah tertidur dengan baju seksi bahkan 2 buah d*d* milik Alana terlihat jelas dibalik bajunya yang seksi dan sedikit tipis belum lagi dengan paha mulusnya , walau keadaan kamar temaram karna Alana sudah menggantinya dengan lampu tidur tapi Zain masih bisa melihat dengan jelas keindahan tubuh Alana .
Untuk beberapa menit Zain mematung menikmati keindahan didepan matanya , sampai akhirnya ia tersandar tatkala ada yang bangun dibalik celananya dan itu senjata pamungkasnya .
" Sabar tong masih pajangan belum bisa dinikmati " , gumam Zain pelan , lalu ia dengan cepat berniat ingin menyelimuti Alana .
Dari arah dekat Zain bisa mencium wangi khas dari tubuh Alana , dan ia dengan cepat untuk menyelimuti tubuh Alana lalu secepat mungkin menjauh dari Alana karena takut dirinya hilap .
Zain masuk ke kamar mandi membersihkan diri dan tak lupa mengambil air wudhu .
Zain memutuskan untuk tidur di sofa ia merasa tak tahan hanya karna mencium wangi khas dari tubuh istrinya yang masih menjadi pajangan .
__ADS_1
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .