
Setelah mengahabiskan waktu kurang lebih 2 jam karna harus terjebak macet , akhirnya mereka sampai dibangunan tinggi dan megah .
Zain langsung turun setelah memarkirkan mobilnya , tak lupa ia pun membukakan pintu untuk Alana lalu membuka bagasi dan mengeluarkan koper dan juga tas milik Alana .
" Ayo " , ajak Zain melirik Alana yang tampak masih bengong merhatikan bangunan apartemen .
Zain dan Alana masuk ke dalam lift , dan tak lama setelah menunjukan lantai 13 pintu lift terbuka .
Alana mengikuti langkah Zain yang lebih dulu sudah keluar dari lift .
Sesampainya di apartemen milik Zain , lagi-lagi Alana di dibuat melongo , ia merasa kagum selain luas dan bangunannya yang modern ternyata apartmen milik Zain sangatlah bersih , rapi dan wangi bahkan Alana saja dibuat langsung nyaman berada di apartemen ini .
" Maaf disini cuman ada satu kamar tidur karna disebelah sana digunakan sebagai ruang kerja " , Ucap Zain seraya menunjuk ke salah satu ruangan .
Alana langsung membulatkan kedua matanya , jadi maksudnya ia harus tinggal sekamar ? , pikir Alana .
" Masa iya apartemen semewah dan sebagus ini hanya memiliki satu kamar tidur " , umpat Alana kesal padahal ia berharap jika ikut dengan Zain , ia bisa tidur terpisah .
" Jika kamu ingin istirahat silahkan aja masuk ke kamar , aku mau ke ruang kerja banyak kerjaan yang harus segera aku selesaikan " , Ujar Zain lalu ia melangkahkan kakinya ke ruang kerja namun sebelum itu Zain sudah menyimpan koper dan tas milik Alana dikamar .
" So sibuk amat sih ? , kerja apaan dia ? , perasaan Papah dan bang Nizar aja gak seperti itu " , Gumam Alana kesal seraya merhatikan Zain yang semakin menjauh .
Sebelum ke kamar , Alana terlebih dulu ingin room tour , terserah mau disebut lancang atau apa lagian sekarang Alana sudah berstatus istri sah Zain Abdullah Alfarezi walau sampai sekarang ia masih belum bisa menerima pernikahan ini .
Tak lupa Alana pun mengecek setiap isi lemari dan juga kulkas agar jika ia butuh sesuatu ia tak harus bertanya pada Zain .
Setelah puas room tour mengelilingi apartemen milik Zain , Alana memutuskan untuk masuk ke kamar dan berniat ingin segera membersihkan diri .
__ADS_1
Perlahan Alana membuka pintu kamar dan sepertinya Zain masih berada diruang kerja , pertama Alana membawa tas miliknya yang masih tergeletak didekat sofa , Alana meluaskan pandangannya mencari lemari , dan mata Alana malah menangkap sebuah ruangan yang terdapat didalam kamar , Alana menduga jika itu merupakan sebuah ruang ganti .
Iya dan ternyata dugaannya benar ketika Alana masuk ke ruang tersebut ada beberapa lemari besar dan ada juga lemari yang memperlihatkan beberapa pasang sepatu Zain yang tersusun rapi .
Alana membuka lemari pertama yang berukuran cukup besar dan seketik Alana tercengang dan tak percaya ketika mengetahui isi lemari tersebut adalah baju perempuan seperti dress-dress panjang beserta hijabnya .
" Apa dia sudah pernah membawa perempuan ke apartemen ini ? , baju siapa sebanyak ini ? " , Gumam Alana dan ia tiba-tiba merasakan hatinya yang sakit seperti ditusuk ribuan belati .
" Jangan-jangan bang Zain sudah menikah ? " , gumam Alana lagi dengan perasaan yang sulit diartikan .
Dengan cepat Alana membuka lemari kedua yang berukuran sama dan ternyata isinya tak jauh berbeda , hanya saja didalam lemari ke dua terdapat beberapa baju tidur dan baju santai perempuan .
Alana semakin kesal dan marah , dan kini tinggal hanya 1 lemari yang belum Alana buka , tak mau menunggu lama Alana dengan cepat langsung membukanya dan ternyata isinya adalah pakaian Zain , ada beberapa baju kantor dan baju koko dan juga baju santai .
Dari ketiga lemari hanya satu lemari yang berisi pakaian Zain itu pun tidak terlalu banyak .
Hampir saja Alana meneteskan air matanya , namun dengan cepat ia mengelapnya karena ia mendengar suara Zain yang memanggil dirinya .
Alana segera membawa baju gantinya didalam tas , lalu ia segera keluar dan masuk ke kamar mandi tanpa memerdulikan Zain yang masih memanggil namanya .
Melihat Alana yang masuk ke kamar mandi begitu saja Zain hanya bisa mengusap dadanya , lalu ia segera ke ruang ganti , mengambil pakaiannya dan memutusakan membersihkan diri dikamar mandi yang ada didapur karna jika menunggu Alana ia takut terlalu lama ditambah sebentar lagi sudah masuk waktu sholat Dzuhur .
*****
Zain sudah kembali ke kamar dengan menggunakan pakaian Koko dan kain sarung , sudah siap untuk sholat dan berniat ingin mengajak Alana sholat berjama'ah .
" Tok , Tok Alana " , Zain mengetuk pintu seraya memanggil Alana .
__ADS_1
Zain mengulangi hal tersebut sampai 3 kali , namun hasilnya nihil tak ada sahutan sama sekali dari Alana .
Dengan perlahan Zain membuka pintu kamar yang kebetulan tidak terkunci , dan pemandangan yang pertama Zain lihat adalah Alana yang tengah melaksanakan sholat dengan khusu .
Untuk beberapa detik Zain terpana melihat kecantikan Alana yang memakai mukena , yang mampu membuat hatinya merasa adem , tentram dan tenang .
Namun ketika menyadari jika Alana hampir selesai sholat , Zain dengan cepat kembali menutup pintu kamar , dan ia memutuskan untuk sholat munfarid dimushola .
Setelah sholat Alana kembali membereskan alat sholatnya lalu ia memutuskan untuk tidur siang , walau biasanya Alana jarang sekali tidur siang namun kali ini tak ada pilihan lain karna Alana bingung tidak tahu harus melakukan apa selain tidur .
Ponsel milik Alana masih ada di dalam tasnya dalam keadaan mati karena sudah beberapa hari Alana sengaja mematikan ponselnya untuk menghindari Faisal .
Alana belum bisa berterus terang dengan Faisal , ia tidak mau membuat Faisal kecewa dan sakit hati ditambah Alana juga belum sanggup untuk berpisah dengan Faisal .
Faisal adalah laki-laki pertama yang bisa meluluhkan hati Alana , dan karena Faisal Alana bisa mengenal indahnya berpacaran , walau akhirnya hubungan itu yang membawa Alana ke pernikahan yang entah sampai kapan bisa bertahan .
" Sal maaf , Alana sudah menghianati hubungan kita dan maaf Alana tidak bisa menempati janji kita untuk terus sama-sama " , gumam Alana sedih .
" Pokoknya sampai kapan pun Alana gak akan menganggap bang Zain suami Alana " , gumam Alana yang langsung kesal ketika mengingat sosok Zain .
" Dia hanya ingin mempermainkan perempuan dan Alana tidak akan membiarkan hal itu terjadi " , gumam Alana lagi .
Alana mencari posisi yang nyaman untuk dirinya bisa tidur , namun setelah beberapa kali membalikan badannya ke kiri dan ke kanan , Alana masih saja tidak bisa memejamkan kedua matanya ditambah perut nya juga merasa lapar karena belum makan lagi setelah sarapan tadi .
Selama diperjalanan Alana sama sekali tidak memakan apa pun jangankan untuk makan , Alana dan Zain selama diperjalan hanya saling diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing .
😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .