
Sore hari pesantren mulai kedatangan banyak tamu dari orang tua dan wali santri /santriwati yang menimba ilmu di pesantren .
Alana selalu setia disamping umi membantu melayani dan menyambut para tamu , sesekali umi memperkenalkan dengan bangga menantunya itu .
" Maaf bu nyai ngomong-ngomong ini siapa ya ? , santriwati baru disini ?, kok belum pernah lihat sebelumnya ? " ,
" Oh ini menantu saya Bu , namanya Alana " ,
" Masya Allah menantu Bu nyai ternyata cantik sekali ",
" Alhamdulillah , terimakasih bu " ,
Alana yang selalu berada disamping umi hanya bisa tersenyum dan mengangguk hormat .
Sebelum masuk waktu maghrib para tamu sudah kembali ke tempat penginapan dan mulai bersiap untuk sholat berjama'ah dimasjid , begitupun dengan Alana dan Umi yang langsung pulang ke rumah , namun tiba-tiba langkah mereka terhenti .
" Assalamu'alaikum " , Salam Zain menghentikan langkahnya umi dan Alana .
Zain langsung tersenyum seraya kedua matanya tak berkedip menatap Alana , ternyata tadi siang yang berjalan beriringan dengan umi adalah Alana dan mampu membuat semua orang terpana .
" Wa'alaikum salam warahmatullah " ", jawab Umi dan Alana .
" Assalamu'alaikum Bu nyai ", salam papah Nurzaki , mamah Nazia , Alena dan bang Nizar .
" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab Umi dan Alana .
" Papah , mamah " , Gumam Alana sedikit kaget .
Lalu tanpa aba-aba ia langsung dengan cepat memeluk kedua orang tuanya.
" Papah , mamah , Alana kangen , Alana kangen banget sama kalian " , ucap Alana seraya menitikan air mata .
" Kami juga kangen dengan kamu nak " , jawab mamah Nazia seraya memeluk putri bungsunya .
" Masya Allah kamu cantik sekali sayang " , Puji mamah Nazia seraya mengelap air mata Alana lembut .
" Iya nak , kamu sangat cantik sampai kami pangling tidak mengenali anak kami sendiri " , timpal papah Nurzaki seraya menggoda Alana .
" Papah kok gitu sih massa sama anak sendiri gak kenal ? ", balas Alana yang langsung cemberut .
Semua terkekeh melihat Alana , lalu mereka mulai bersalaman dengan Umi . Mamah Nazia , dan Alena ia mencium punggung tangan umi lalu berpelukan , sedangkan bang Nizar dan papah Nurzaki hanya menangkupkan kedua tangannya didepan dada .
" Ya sudah kalau begitu mari kita masuk rumah , tidak enak masa ngobrolnya diluar " , ajak Umi sopan .
Tak lupa sebelumnya Alana pun memeluk bang Nizar dan juga Alena .
__ADS_1
Umi dan yang lain mulai melangkahkan kakinya ke dalam rumah , namun bang Nizar menatap Zain yang masih mematung seraya senyum-senyum sendiri .
" Udah bro jangan dilihatin terus " , ucap bang Nizar seraya berbisik dibelakang kuping Zain .
" Astagfirullah , ngagetin aja ente " , kaget Zain .
Sedangkan bang Nizar malah terkekeh .
Zain dan bang Nizar mengikuti yang lain untuk masuk ke dalam rumah .
Tak lama Adzan Maghrib berkumandang , bang Nizar , Zian , papah Nurzaki dan juga Abi langsung ke masjid untuk mengikuti sholat berjama'ah .
Oh ya Abi melakukan sholat seraya duduk dikursi roda .
Sedangkan Umi melakukan sholat dikamar nya begitu pun dengan mamah Nazia , Alena dan Alana .
" Alana seneng bangat ternyata kalian datang ke sini " , ujar Alana seraya mengikuti ke kamar yang ditempati Alena .
" Memangnya bang Zain gak cerita ya kalau kita mau ke sini ? " , tanya Alena seraya menatap saudara kembarnya .
" Gak , memang sebelumnya bang Zain sudah tahu ya ? " , jawab Alana seraya bertanya balik .
" Iya " , jawab Alena seraya mengangguk .
" Udah-udah aku mau bersih-bersih dulu sekalian mau sholat magrib , kamu pergi sana ke kamar kamu ! " , Ujar Alena terkekeh .
" Dih katanya kangen ? " , balas Alana seraya cemberut .
" Iya nanti kangen-kangenan lagi kalau udah sholat , cepat nanti keburu bang Zain nyariin kamu lagi " , goda Alena seraya terkekeh .
" Ish " , Desis Alana , lalu ia segera melangkahkan kakinya ke kamar yang sudah beberapa hari ditempati oleh dirinya dan juga Zain .
*****
Kini semua sudah berada dimeja makan begitupun dengan Abi yang tak mau melewatkan acara makan malam bersama dengan keluarga besannya .
" Maaf pak Kyai kita baru bisa datang ke sini " , Ujar mamah Nazia sopan .
" Tidak-tidak apa besan , doanya juga sudah cukup dan Alhamdulillah saya sekarang sudah jauh lebih baik ", jawab pak Kyai ramah .
" Mari-mari kita makan , maaf umi gak sempat masak jadi Zain beli makanan dari luar " , Timpal Umi apa adanya .
" Tidak apa-apa umi , maaf kita selalu merepotkan " , balas mamah Nazia .
" Tidak sama sekali besan ", jawab Umi tersenyum .
__ADS_1
Umi mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Abi lalu dirinya , diikuti oleh mamah Nazia yang mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk papah Nurzaki , Alena dan bang Nizar lalu dirinya.
Alana melirik mamah Nazia yang tidak mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk dirinya seperti jika ada dirumah , lalu Alana juga melirik suaminya yang langsung mendapatkan kode dari Zain .
Alana mulai mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Zain lalu untuk dirinya .
Umi dan yang lain yang menyaksikan Alana , ia tersenyum senang , lalu semuanya mulai menikmati acara makan malam yang kini terasa ramai karena kedatangan keluarga papah Nurzaki .
Setelah makan malam Zain dan bang Nizar langsung pamit untuk melihat persiapan untuk acara besok .
Abi dan papah Nurzaki memutuskan untuk mengobrol diruang tamu , sedangkan Alana , Alena , mamah Nazia dan Umi mereka langsung membereskan meja makan dan membawa piring dan gelas kotor ke dapur .
" Biar Alana yang mencuci piring dan gelas kotornya umi " , ucap Alana yang langsung bersiap berdiri didepan wastafel ketika semua piring dan gelas kotor sudah terkumpul .
" Iya nak , makasih ya " , jawab Umi tersenyum .
Umi membuatkan teh hangat untuk Abi dan juga papah Nurzaki , lalu umi dan Mamah Nazia langsung ikut bergabung bersama para suami mereka .
Alana sibuk mencuci piring dan gelas kotor , sedangkan Alena ia hanya duduk dikursi seraya merhatikan kembarannya .
" Sepertinya Alana sudah banyak berubah berada disini " , batin Alena tersenyum senang .
Tak lama Alana sudah menyelesaikan pekerjaannya , ia melirik ke arah kembarannya yang masih melamum , ide jahil pun langsung muncul dibenaknya .
Dengan jahil Alana mencipratkan air ke wajah Alena dan membuat Alena kaget .
" Aaa Alana dingin " , kaget Alena sedikit berteriak .
Alana tertawa puas berhasil mengerjai kakaknya .
Tak ingin kalah , Akane langsung bangun dari duduknya dan ia mendekati wastafel dan membalas perbuatan Alana dengan hal yang sama .
" Aaa kakak " , teriak Alana namun kedua bibirnya membentuk sebuah senyuman .
Akhirnya mereka saling mencipratkan air seraya tertawa , lalu mereka saling memeluk dan terkekeh .
" Kangen banget , udah lama kita gak becanda kaya gini " , Ucap Alana .
" Iya Al , aku juga kangen banget rumah tanpa kamu sepi tahu " , jawab Alena seraya mempererat pelukannya .
Setelah itu keduanya langsung membersihkan dapur , dan pergi ke kamar Alene bercerita banyak melepas rasa rindu karna sudah lama tidak bertemu .
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .
__ADS_1