Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Temu Kangen


__ADS_3

Sore hari pesantren mulai kedatangan banyak tamu dari orang tua dan wali santri /santriwati yang menimba ilmu di pesantren .


Alana selalu setia disamping umi membantu melayani dan menyambut para tamu , sesekali umi memperkenalkan dengan bangga menantunya itu .


" Maaf bu nyai ngomong-ngomong ini siapa ya ? , santriwati baru disini ?, kok belum pernah lihat sebelumnya ? " ,


" Oh ini menantu saya Bu , namanya Alana " ,


" Masya Allah menantu Bu nyai ternyata cantik sekali ",


" Alhamdulillah , terimakasih bu " ,


Alana yang selalu berada disamping umi hanya bisa tersenyum dan mengangguk hormat .


Sebelum masuk waktu maghrib para tamu sudah kembali ke tempat penginapan dan mulai bersiap untuk sholat berjama'ah dimasjid , begitupun dengan Alana dan Umi yang langsung pulang ke rumah , namun tiba-tiba langkah mereka terhenti .


" Assalamu'alaikum " , Salam Zain menghentikan langkahnya umi dan Alana .


Zain langsung tersenyum seraya kedua matanya tak berkedip menatap Alana , ternyata tadi siang yang berjalan beriringan dengan umi adalah Alana dan mampu membuat semua orang terpana .


" Wa'alaikum salam warahmatullah " ", jawab Umi dan Alana .


" Assalamu'alaikum Bu nyai ", salam papah Nurzaki , mamah Nazia , Alena dan bang Nizar .


" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab Umi dan Alana .


" Papah , mamah " , Gumam Alana sedikit kaget .


Lalu tanpa aba-aba ia langsung dengan cepat memeluk kedua orang tuanya.


" Papah , mamah , Alana kangen , Alana kangen banget sama kalian " , ucap Alana seraya menitikan air mata .


" Kami juga kangen dengan kamu nak " , jawab mamah Nazia seraya memeluk putri bungsunya .


" Masya Allah kamu cantik sekali sayang " , Puji mamah Nazia seraya mengelap air mata Alana lembut .


" Iya nak , kamu sangat cantik sampai kami pangling tidak mengenali anak kami sendiri " , timpal papah Nurzaki seraya menggoda Alana .


" Papah kok gitu sih massa sama anak sendiri gak kenal ? ", balas Alana yang langsung cemberut .


Semua terkekeh melihat Alana , lalu mereka mulai bersalaman dengan Umi . Mamah Nazia , dan Alena ia mencium punggung tangan umi lalu berpelukan , sedangkan bang Nizar dan papah Nurzaki hanya menangkupkan kedua tangannya didepan dada .


" Ya sudah kalau begitu mari kita masuk rumah , tidak enak masa ngobrolnya diluar " , ajak Umi sopan .


Tak lupa sebelumnya Alana pun memeluk bang Nizar dan juga Alena .

__ADS_1


Umi dan yang lain mulai melangkahkan kakinya ke dalam rumah , namun bang Nizar menatap Zain yang masih mematung seraya senyum-senyum sendiri .


" Udah bro jangan dilihatin terus " , ucap bang Nizar seraya berbisik dibelakang kuping Zain .


" Astagfirullah , ngagetin aja ente " , kaget Zain .


Sedangkan bang Nizar malah terkekeh .


Zain dan bang Nizar mengikuti yang lain untuk masuk ke dalam rumah .


Tak lama Adzan Maghrib berkumandang , bang Nizar , Zian , papah Nurzaki dan juga Abi langsung ke masjid untuk mengikuti sholat berjama'ah .


Oh ya Abi melakukan sholat seraya duduk dikursi roda .


Sedangkan Umi melakukan sholat dikamar nya begitu pun dengan mamah Nazia , Alena dan Alana .


" Alana seneng bangat ternyata kalian datang ke sini " , ujar Alana seraya mengikuti ke kamar yang ditempati Alena .


" Memangnya bang Zain gak cerita ya kalau kita mau ke sini ? " , tanya Alena seraya menatap saudara kembarnya .


" Gak , memang sebelumnya bang Zain sudah tahu ya ? " , jawab Alana seraya bertanya balik .


" Iya " , jawab Alena seraya mengangguk .


" Udah-udah aku mau bersih-bersih dulu sekalian mau sholat magrib , kamu pergi sana ke kamar kamu ! " , Ujar Alena terkekeh .


" Dih katanya kangen ? " , balas Alana seraya cemberut .


" Iya nanti kangen-kangenan lagi kalau udah sholat , cepat nanti keburu bang Zain nyariin kamu lagi " , goda Alena seraya terkekeh .


" Ish " , Desis Alana , lalu ia segera melangkahkan kakinya ke kamar yang sudah beberapa hari ditempati oleh dirinya dan juga Zain .


*****


Kini semua sudah berada dimeja makan begitupun dengan Abi yang tak mau melewatkan acara makan malam bersama dengan keluarga besannya .


" Maaf pak Kyai kita baru bisa datang ke sini " , Ujar mamah Nazia sopan .


" Tidak-tidak apa besan , doanya juga sudah cukup dan Alhamdulillah saya sekarang sudah jauh lebih baik ", jawab pak Kyai ramah .


" Mari-mari kita makan , maaf umi gak sempat masak jadi Zain beli makanan dari luar " , Timpal Umi apa adanya .


" Tidak apa-apa umi , maaf kita selalu merepotkan " , balas mamah Nazia .


" Tidak sama sekali besan ", jawab Umi tersenyum .

__ADS_1


Umi mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Abi lalu dirinya , diikuti oleh mamah Nazia yang mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk papah Nurzaki , Alena dan bang Nizar lalu dirinya.


Alana melirik mamah Nazia yang tidak mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk dirinya seperti jika ada dirumah , lalu Alana juga melirik suaminya yang langsung mendapatkan kode dari Zain .


Alana mulai mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Zain lalu untuk dirinya .


Umi dan yang lain yang menyaksikan Alana , ia tersenyum senang , lalu semuanya mulai menikmati acara makan malam yang kini terasa ramai karena kedatangan keluarga papah Nurzaki .


Setelah makan malam Zain dan bang Nizar langsung pamit untuk melihat persiapan untuk acara besok .


Abi dan papah Nurzaki memutuskan untuk mengobrol diruang tamu , sedangkan Alana , Alena , mamah Nazia dan Umi mereka langsung membereskan meja makan dan membawa piring dan gelas kotor ke dapur .


" Biar Alana yang mencuci piring dan gelas kotornya umi " , ucap Alana yang langsung bersiap berdiri didepan wastafel ketika semua piring dan gelas kotor sudah terkumpul .


" Iya nak , makasih ya " , jawab Umi tersenyum .


Umi membuatkan teh hangat untuk Abi dan juga papah Nurzaki , lalu umi dan Mamah Nazia langsung ikut bergabung bersama para suami mereka .


Alana sibuk mencuci piring dan gelas kotor , sedangkan Alena ia hanya duduk dikursi seraya merhatikan kembarannya .


" Sepertinya Alana sudah banyak berubah berada disini " , batin Alena tersenyum senang .


Tak lama Alana sudah menyelesaikan pekerjaannya , ia melirik ke arah kembarannya yang masih melamum , ide jahil pun langsung muncul dibenaknya .


Dengan jahil Alana mencipratkan air ke wajah Alena dan membuat Alena kaget .


" Aaa Alana dingin " , kaget Alena sedikit berteriak .


Alana tertawa puas berhasil mengerjai kakaknya .


Tak ingin kalah , Akane langsung bangun dari duduknya dan ia mendekati wastafel dan membalas perbuatan Alana dengan hal yang sama .


" Aaa kakak " , teriak Alana namun kedua bibirnya membentuk sebuah senyuman .


Akhirnya mereka saling mencipratkan air seraya tertawa , lalu mereka saling memeluk dan terkekeh .


" Kangen banget , udah lama kita gak becanda kaya gini " , Ucap Alana .


" Iya Al , aku juga kangen banget rumah tanpa kamu sepi tahu " , jawab Alena seraya mempererat pelukannya .


Setelah itu keduanya langsung membersihkan dapur , dan pergi ke kamar Alene bercerita banyak melepas rasa rindu karna sudah lama tidak bertemu .


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .

__ADS_1


__ADS_2