Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Berantem


__ADS_3

Setelah sarapan Zain dan Alana sama-sama langsung menuju ke pesantren , Zain sebelumnya sudah menyarankan agar Alana istirahat namun Alana tidak mau karena ia pasti akan merasa bosan .


" Jangan terlalu cape ! , entar sakit lagi ! " , pesan Zain sebelum mereka berpisah .


Alana langsung mencium punggung tangan Zain , lalu setelah mengucapkan salam Zain segera melangkah masuk ke ruang aula sedangkan Alana masuk ke dapur umum .


Alana membantu para santriwati yang tengah beberes didapur umum , ia pun bertemu dengan ustazah hawa dan beberapa ustazah yang mengajar di pesantren .


" Assalamu'alaikum semuanya " , Salam Alana mencoba untuk ramah .


" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab semuanya .


" Eh Ning Alana " , sapa para ustazah kecuali ustazah Hawa yang langsung memalingkan wajahnya .


" Ada yang bisa Alana bantu ustazah " , ucap Alana seraya mengangguk .


" Tidak perlu Ning biar ini kami dan para santriwati yang mengerjakan " , jawab Ustazah Zahra .


" Gapapa ustazah , Alana ingin ikut bantu juga " , balas Alana seraya tersenyum .


" Ya udah noh sapu bersih halaman kebetulan belum ada yang ngerjain " , Jawab Ustazah Hawa ketus .


" Ustazah Hawa " , panggil salah satu Ustazah .


" Gapapa ustazah lagian sepertinya disini juga sudah banyak orang biar Alana kerjakan yang lain " , Timpal Alana cepat .


" Assalamu'alaikum " , Pamit Alana .


" Hufhhh.... " , Alana menghebuskan nafasnya kasar .


Dan Entah kenapa Alana merasa kalau Ustazah Hawa tidak menyukai dirinya , dari pertama kali bertemu ustazah Hawa sudah menunjukan sikap tidak sukanya terhadap Alana .


Alana mulai mengambil sapu lidi untuk menyapu halaman pesantren yang banyak sekali sampah berserakan dimana-mana .


" Ning biar saya bantu " , ucap Ustazah Zahra dari arah belakang .


" Gapapa ustazah lebih baik ustazah selesaikan dulu pekerjaan didapur umum " , Tolak Alana sopan .


" Disana sudah banyak orang Ning " , jawab Ustazah Zahra seraya tersenyum dan langsung dianggukan Alana .


Keduanya mulai menyapu halaman pesantren yang sangat luas dimulai dari arah depan .


Alana sebenarnya bukan tipe anak yang rajin , namun jika untuk menyapu dan mengepel Insha Allah Alana bisa .

__ADS_1


" Assalamu'alaikum ustazah , Ning Alana " , salam Nada yang juga sudah memegang sapu lidi .


" Wa'alaikum salam warahmatullah Nada " , jawab Alana dan Ustazah Zahra bersamaan .


" Nada boleh bantu kan ? " , izin Nada seraya tersenyum dan langsung disambut bahagia oleh ustazah Zahra dan Nada .


Ketiganya kembali menyapu dan mengumpulkan sampah-sampah disatu titik , walau matahari semakin naik tapi tak mematahkan semangat mereka untuk segera menyelesaikan kerjaannya .


Alana sesekali berhenti untuk mengelap keringat didahi ya yang mulai bercucuran .


" Masya Allah cuacanya hari ini panas ya Ning " , ucap Ustadzah Zahra yang kebetulan melakukan hal yang sama seperti Alana .


" Iya Ustazah bahkan saya sampai keringatan kaya gini " , jawab Alana seraya kembali mengelap keringatnya didahi .


" Ya sudah kita istirahat dulu aja Ning " , saran ustazah Zahra .


" Tapi kalau istirahat dulu nanti semakin siang dan semakin panas ustazah " , balas Alana , dan ustazah Zahra pun mengangguk membenarkan perkataan Alana .


" Ustazah Zahra dan Ning Alana istirahat dulu aja biar ini saya yang kerjakan " , timpal Nada .


" Tidak bisa begitu Nad , kita harus kerjakan sama-sama biar terasa ringan dan juga cepat selesai " , tolak Alana .


" Iya benar , ya sudah kalau begitu ayo kita kerjakan lagi biar cepat selesai " , ucap Ustadzah Zahra seraya terkekeh dan dianggukan oleh Alana dan Nada .


Ketiganya kembali fokus menyapu halaman dan tak terasa mereka hampir menyelesaikan pekerjaannya .


" Alhamdulillah selesai juga tinggal masukin sampahnya ke kantong kresek " , timpal Nada senang .


" Iya Alhamdulillah gak terasa akhirnya selesai juga " , balas Ustazah Zahra tersenyum .


" Ya sudah kalau begitu saya ambil dulu kantong kresek untuk sampahnya " , pamit Ustazah Zahra yang dianggukan oleh Alana dan Nada .


Alana dan Nada memutuskan untuk duduk di teras pesantren seraya menunggu ustazah Zahra yang mengambil kantung kresek .


Baru saja keduanya duduk namun tiba-tiba datang ustazah Hawa .


" Ada yang lihat sandal saya gak ? " , Tanya nya pada Alana dan Nada .


" Sandalnya yang seperti apa yang ustazah ? " , tanya balik Alana .


Namun pertanyaannya Alana tidak dijawab oleh ustazah Hawa , ia malah mengacak-acak sampah-sampah yang sudah dikumpulkan .


" Ustazah ", panggil Nada kecewa .

__ADS_1


Begitu pun dengan Alana , ia langsung berdiri dan mencoba menghentikan aksi ustazah Hawa .


" Sebenarnya kamu itu cari apa sih ? " , kesal Alana yang langsung menarik tangan Ustazah Hawa .


" Auws... , jadi perempua kok kasar banget ? ", Ringis ustazah Hawa seraya menepis tangan Alana dan menatanya dengan sinis .


" Oh Alana tahu , Ustazah Hawa sengaja kan melakukan ini ? " , balas Alana tak kalah menatap3 ustazah Hawa dengan tatapan penuh emosi .


" Kamu kalau ngomong dijaga ya ! , jangan sembarangan nuduh orang nanti jatuhnya fitnah " , tunjuk ustazah Hawa .


" Dasar benar-benar gak bisa ngehargain kerjaan orang " , ucap Alana seraya mendorong tubuh kecil ustazah Hawa sampai ia langsung terjatuh .


" Alana ! ", panggil Zain yang tiba-tiba sudah berada didekat mereka .


Sebenarnya Nada sedari tadi mencoba memisahkan namun kedua tak menghiraukan usaha Nada .


" Auws Gus Zain " , Ringis ustazah Hawa centil .


Zain melirik sekilas ke arah Ustazah Hawa yang masih berharap bantuan dari Zain , namun Zain sama sekali tak menghiraukan nya , ia langsung menarik tangan Alana untuk pergi karena banyak santri dan santriwati yang menonton mereka .


Melihat sikap Zain , Ustazah Hawa langsung cemberut namun detik berikutnya ia tersenyum senang karena berpikir pasti Zain akan memarahi Alana .


Sementara itu Zain membawa Alana kesebuah bangunan kecil dan sederhana yang masih berada tak jauh dari wilayah pesantren .


" Lepas bang Zain ! " , berontak Alana yang entah sudah berapa kali meminta dilepaskan tangannya namun Zain sama sekali tidak mau mendengarkan nya .


Zain melepaskan genggaman tangannya ketika mereka sudah berada didalam .


" Bang Zain kenapa bawa Alana kesini ? " , tanya Alana kesal seraya menatap lekat wajah Zain namun ia langsung dengan cepat ketika mendapati wajah Zain yang dingin .


Zain mendekati Alana , lalu dengan cepat ia memeluk Alana .


" Bang Zain mau apa ? , lepasin ! , lepasin Alana " , berontak Alana memukul dada bidang Zain .


" Biarkan seperti ini Al , aku hanya ingin meredamkan amarah kamu " , ucap Zain yang terdengar sangat lembut .


Dan Alana seketika menghentikan aksi memberontaknya . Ia mengatur nafasnya yang masih memburu namun ketika mencium wangi khas dari tubuh Zain , Alana seketik merasa nyaman dan tenang , dan tanpa sadar ia membalas pelukan Zain .


Zain tersenyum dan dengan lembut satu tangannya mengusap punggung Alana .


" Kata orang jika seorang istri sedang marah maka tugas suami yang harus meredakan amarahnya dan hanya dengan memeluknya maka amarah itu bisa hilang " , Ujar Zain bijak .


Alana langsung melepaskan pelukannya , dan seketika kedua pipinya langsung berwarna merah menahan malu .

__ADS_1


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2