
Setelah sarapan Zain dan Alana sama-sama langsung menuju ke pesantren , Zain sebelumnya sudah menyarankan agar Alana istirahat namun Alana tidak mau karena ia pasti akan merasa bosan .
" Jangan terlalu cape ! , entar sakit lagi ! " , pesan Zain sebelum mereka berpisah .
Alana langsung mencium punggung tangan Zain , lalu setelah mengucapkan salam Zain segera melangkah masuk ke ruang aula sedangkan Alana masuk ke dapur umum .
Alana membantu para santriwati yang tengah beberes didapur umum , ia pun bertemu dengan ustazah hawa dan beberapa ustazah yang mengajar di pesantren .
" Assalamu'alaikum semuanya " , Salam Alana mencoba untuk ramah .
" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab semuanya .
" Eh Ning Alana " , sapa para ustazah kecuali ustazah Hawa yang langsung memalingkan wajahnya .
" Ada yang bisa Alana bantu ustazah " , ucap Alana seraya mengangguk .
" Tidak perlu Ning biar ini kami dan para santriwati yang mengerjakan " , jawab Ustazah Zahra .
" Gapapa ustazah , Alana ingin ikut bantu juga " , balas Alana seraya tersenyum .
" Ya udah noh sapu bersih halaman kebetulan belum ada yang ngerjain " , Jawab Ustazah Hawa ketus .
" Ustazah Hawa " , panggil salah satu Ustazah .
" Gapapa ustazah lagian sepertinya disini juga sudah banyak orang biar Alana kerjakan yang lain " , Timpal Alana cepat .
" Assalamu'alaikum " , Pamit Alana .
" Hufhhh.... " , Alana menghebuskan nafasnya kasar .
Dan Entah kenapa Alana merasa kalau Ustazah Hawa tidak menyukai dirinya , dari pertama kali bertemu ustazah Hawa sudah menunjukan sikap tidak sukanya terhadap Alana .
Alana mulai mengambil sapu lidi untuk menyapu halaman pesantren yang banyak sekali sampah berserakan dimana-mana .
" Ning biar saya bantu " , ucap Ustazah Zahra dari arah belakang .
" Gapapa ustazah lebih baik ustazah selesaikan dulu pekerjaan didapur umum " , Tolak Alana sopan .
" Disana sudah banyak orang Ning " , jawab Ustazah Zahra seraya tersenyum dan langsung dianggukan Alana .
Keduanya mulai menyapu halaman pesantren yang sangat luas dimulai dari arah depan .
Alana sebenarnya bukan tipe anak yang rajin , namun jika untuk menyapu dan mengepel Insha Allah Alana bisa .
__ADS_1
" Assalamu'alaikum ustazah , Ning Alana " , salam Nada yang juga sudah memegang sapu lidi .
" Wa'alaikum salam warahmatullah Nada " , jawab Alana dan Ustazah Zahra bersamaan .
" Nada boleh bantu kan ? " , izin Nada seraya tersenyum dan langsung disambut bahagia oleh ustazah Zahra dan Nada .
Ketiganya kembali menyapu dan mengumpulkan sampah-sampah disatu titik , walau matahari semakin naik tapi tak mematahkan semangat mereka untuk segera menyelesaikan kerjaannya .
Alana sesekali berhenti untuk mengelap keringat didahi ya yang mulai bercucuran .
" Masya Allah cuacanya hari ini panas ya Ning " , ucap Ustadzah Zahra yang kebetulan melakukan hal yang sama seperti Alana .
" Iya Ustazah bahkan saya sampai keringatan kaya gini " , jawab Alana seraya kembali mengelap keringatnya didahi .
" Ya sudah kita istirahat dulu aja Ning " , saran ustazah Zahra .
" Tapi kalau istirahat dulu nanti semakin siang dan semakin panas ustazah " , balas Alana , dan ustazah Zahra pun mengangguk membenarkan perkataan Alana .
" Ustazah Zahra dan Ning Alana istirahat dulu aja biar ini saya yang kerjakan " , timpal Nada .
" Tidak bisa begitu Nad , kita harus kerjakan sama-sama biar terasa ringan dan juga cepat selesai " , tolak Alana .
" Iya benar , ya sudah kalau begitu ayo kita kerjakan lagi biar cepat selesai " , ucap Ustadzah Zahra seraya terkekeh dan dianggukan oleh Alana dan Nada .
Ketiganya kembali fokus menyapu halaman dan tak terasa mereka hampir menyelesaikan pekerjaannya .
" Alhamdulillah selesai juga tinggal masukin sampahnya ke kantong kresek " , timpal Nada senang .
" Iya Alhamdulillah gak terasa akhirnya selesai juga " , balas Ustazah Zahra tersenyum .
" Ya sudah kalau begitu saya ambil dulu kantong kresek untuk sampahnya " , pamit Ustazah Zahra yang dianggukan oleh Alana dan Nada .
Alana dan Nada memutuskan untuk duduk di teras pesantren seraya menunggu ustazah Zahra yang mengambil kantung kresek .
Baru saja keduanya duduk namun tiba-tiba datang ustazah Hawa .
" Ada yang lihat sandal saya gak ? " , Tanya nya pada Alana dan Nada .
" Sandalnya yang seperti apa yang ustazah ? " , tanya balik Alana .
Namun pertanyaannya Alana tidak dijawab oleh ustazah Hawa , ia malah mengacak-acak sampah-sampah yang sudah dikumpulkan .
" Ustazah ", panggil Nada kecewa .
__ADS_1
Begitu pun dengan Alana , ia langsung berdiri dan mencoba menghentikan aksi ustazah Hawa .
" Sebenarnya kamu itu cari apa sih ? " , kesal Alana yang langsung menarik tangan Ustazah Hawa .
" Auws... , jadi perempua kok kasar banget ? ", Ringis ustazah Hawa seraya menepis tangan Alana dan menatanya dengan sinis .
" Oh Alana tahu , Ustazah Hawa sengaja kan melakukan ini ? " , balas Alana tak kalah menatap3 ustazah Hawa dengan tatapan penuh emosi .
" Kamu kalau ngomong dijaga ya ! , jangan sembarangan nuduh orang nanti jatuhnya fitnah " , tunjuk ustazah Hawa .
" Dasar benar-benar gak bisa ngehargain kerjaan orang " , ucap Alana seraya mendorong tubuh kecil ustazah Hawa sampai ia langsung terjatuh .
" Alana ! ", panggil Zain yang tiba-tiba sudah berada didekat mereka .
Sebenarnya Nada sedari tadi mencoba memisahkan namun kedua tak menghiraukan usaha Nada .
" Auws Gus Zain " , Ringis ustazah Hawa centil .
Zain melirik sekilas ke arah Ustazah Hawa yang masih berharap bantuan dari Zain , namun Zain sama sekali tak menghiraukan nya , ia langsung menarik tangan Alana untuk pergi karena banyak santri dan santriwati yang menonton mereka .
Melihat sikap Zain , Ustazah Hawa langsung cemberut namun detik berikutnya ia tersenyum senang karena berpikir pasti Zain akan memarahi Alana .
Sementara itu Zain membawa Alana kesebuah bangunan kecil dan sederhana yang masih berada tak jauh dari wilayah pesantren .
" Lepas bang Zain ! " , berontak Alana yang entah sudah berapa kali meminta dilepaskan tangannya namun Zain sama sekali tidak mau mendengarkan nya .
Zain melepaskan genggaman tangannya ketika mereka sudah berada didalam .
" Bang Zain kenapa bawa Alana kesini ? " , tanya Alana kesal seraya menatap lekat wajah Zain namun ia langsung dengan cepat ketika mendapati wajah Zain yang dingin .
Zain mendekati Alana , lalu dengan cepat ia memeluk Alana .
" Bang Zain mau apa ? , lepasin ! , lepasin Alana " , berontak Alana memukul dada bidang Zain .
" Biarkan seperti ini Al , aku hanya ingin meredamkan amarah kamu " , ucap Zain yang terdengar sangat lembut .
Dan Alana seketika menghentikan aksi memberontaknya . Ia mengatur nafasnya yang masih memburu namun ketika mencium wangi khas dari tubuh Zain , Alana seketik merasa nyaman dan tenang , dan tanpa sadar ia membalas pelukan Zain .
Zain tersenyum dan dengan lembut satu tangannya mengusap punggung Alana .
" Kata orang jika seorang istri sedang marah maka tugas suami yang harus meredakan amarahnya dan hanya dengan memeluknya maka amarah itu bisa hilang " , Ujar Zain bijak .
Alana langsung melepaskan pelukannya , dan seketika kedua pipinya langsung berwarna merah menahan malu .
__ADS_1
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .