
" Al kamu kenapa ? '' , tanya Zain yang melihat Alana tiba-tiba langsung murung .
" Mmm gapapa kok " , Jawab Alana cepat , dan berbarengan dengan itu makanan yang mereka pesan sudah datang .
" Selamat menikmati " , ucap seorang pelayan ramah .
" Makasih mas " , timpal Zain dan langsung dianggukan oleh sipelayan tadi dan langsung berlalu pergi .
" Apa aku ga salah lihat ? , apa benar itu Faisal ? " , lamun Alana seraya mengaduk-aduk makanannya .
" Al kenapa ? , makanannya gak enak ? " , tanya Zain yang sedari tadi merhatikan Alana .
" Mmm gapapa , ngga kok justru ini enak banget " , jawab Alana seraya menampilkan barisan giginya yang rapi dan bersih lalu ia mulai memasukan makana ke dalam mulutnya .
" Ah sudahlah mungkin aku salah lihat , tadi Faisal sudah bilang kan kalau ia mau latihan basket " , batin Alana mencoba menepis semua pikiran jelek tentang Faisal .
Tak lama mereka sudah menyelesaikan makannya .
" Bentar ya aku bayar dulu ke kasir " , pamit Zain dan Alana hanya mengangguk .
" Tumben banget bang Zain baik , apa dia merasa bersalah karena kemarin mendiamkan Alana seharian " , gumam Alana seraya merhatikan punggung Zain yang semakin menjauh .
Setelah makan mereka memutuskan untuk berjalan mengelilingi area mall , bahkan sesekali mereka membeli minuman atau cemilan seraya mulai mengobrol .
Sampai akhirnya mereka sampai ditempat bermain .
Alana langsung tersenyum seraya melihat ke arah anak-anak yang tengah asik bermain dengan tertawa lepas tanpa beban sedikit pun .
Rasa ingin sekali Alana kembali ke masa kecil , kemasa dirinya masih anak-anak yang bisa tertawa lepas tanpa ada beban sedikit pun .
Zain mengikuti arah pandangan Alana , sama hal nya dengan Alana ia langsung tersenyum ketika melihat anak-anak yang ceria dan asik bermain .
" Kenapa ? , mau ikut bergabung ? " , tanya Zain seraya masih setia merhatikan anak-anak .
" Iya ngga lah masa pakai seragam SMA main nya bareng anak-anak " , jawab Alana terkekeh seraya melirik Zain sekilas .
" Lalu ? " , tanya Zain lagi .
" Enak ya jadi mereka , tertawa lepas tanpa ada beban dan hidupnya selalu ceria karena dipikirannya hanya main " , ucap Alana seraya kembali merhatikan anak-anak .
" Proses kehidupan akan terus berjalan dan semua ada masanya ada waktunya kita semua akan merasakan dan mungkin kita sudah merasakannya lebih dulu " , timpal Zain bijak .
Alana mengangguk setuju dengan perkataan Zain .
" Kita main yu " , Zain langsung menarik tangan Alana dan mencoba permainan yang ada disana .
Alana dan Zain bagai mengulang kembali masa kecil mereka , bahkan sesekali mereka tertawa dan saling bersorak karna kalah bermain .
__ADS_1
" Hufh cape " , keluh Alana berjongkok .
" Mau minum , aku beli dulu ya ? ", tanya Zain dengan cepat .
Alana menggelengkan kepalanya dengan cepat .
" Mau eskrim " , ucap Alana dengan nafas yang terengah-engah .
" Ya udah , tungguin disini " , balas Zain seraya tersenyum namun lagi-lagi Alana menggelengkan kepalanya .
" Mau ikut " , ucap Alana manja .
Zain mengangguk dan tersenyum melihat tingkah Alana , Ternyata dari sikapnya yang bar-bar terselip sikap nya yang manja dan terlihat sangat menggemaskan Dimata Zain .
Alana dan Zain duduk ditempat penjual es krim , dan Zain hanya memesan satu cup eskrim untuk Alana .
" Makasih mas " , ucap Alana girang ketika menerima es krim dari tangan penjualnya .
Alana langsung menikmatinya sesekali ia bergidik dingin karena merasa giginya yang sedikit ngilu .
Zain sedari tadi hanya tersenyum seraya merhatikan tingkah Alana .
" Bang Zain gak mesen ? '' , tanya Alana ketika menyadari Zain hanya memperhatikan nya .
" Ngga , aku kurang suka dengan es krim " , jawab Zain jujur .
Zain hanya terkekeh .
" Bang Zain harus cobain , aaaaaa " , Alana tiba-tiba menyendokan es krim untuk Zain .
" Ngga buat kamu aja " , tolak Zain lembut .
" Ngga bang Zain harus nyobain pasti nanti akan ketagihan , ayo aaaa " , timpal Alana lagi seraya memaksa Zain untuk membuka mulutnya .
Akhirnya Zain membuka mulutnya dan Alana langsung menyuapi es krim .
" Gimana enak kan ? " , tanya Alana lagi .
" Iya enak " , jawab Zain dengan tersenyum .
" Ya udah kalau gitu bang Zain juga pesan ya ? " , saran dari Alana namun Zain dengan cepat menggelengkan kepalanya .
" Loh kenapa ? " , tanya Alana seraya cemberut .
" Bang Zain gak terlalu suka makanan yang manis " , jawab Zain lalu tangannya mengambil sedikit es krim yang ada di cup Alana dan menempelkannya dihidung mancung Alana .
" Iii bang Zain " , kesal Alana cemberut namun Zain lebih dulu sudah berlari dan tertawa puas .
__ADS_1
" Bang Zain tunggu ... " , teriak Alana , lalu ia segera mengejar Zain .
Tanpa mereka sadari selama berada didalam mall keduanya sudah banyak interaksi bahkan mereka bisa sama-sama tertawa dan saling melempar candaan .
Menjelang magrib mereka sudah keluar dari mall , dan dipertahankan jalan Zain memberhentikan mobilnya didekat masjid .
" Kita sholat Maghrib disini ya " , ucap Zain dan Alana mengangguk setuju .
Zain mempersilahkan Alana untuk masuk lebih dulu , baru dirinya yang masuk dari arah pintu yang berbeda khusus jama'ah laki-laki .
Setelah menyelesaikan sholatnya Alana keluar lebih dulu dan ia menunggu Zain yang sepertinya masih berdzikir dan berdoa .
Hampir 15 menit Alana menunggu Zain dengan duduk didepan teras masjid .
" Al , maaf menunggu lama " , ucap Zain seraya memakai sandalnya .
" Iya gapapa " , Alana langsung berdiri dan berjalan dibelakang Zain .
Mereka masuk ke dalam mobil , dan seperti biasa suasana didalam mobil kini kembali hening bahkan rasanya mereka kembali canggung untuk mengobrol .
Sampai tak terasa mobil Zain sampai diapartement , Zain melirik ke arah samping dan ternyata Alana tertidur .
" Masya Allah pasti cape sampai ketiduran begini " , gumam Zain pelan .
Zain mencoba membangunkan Alana dengan lembut namun usahanya tak kunjung berhasil .
Akhirnya pilihan terkahir Zain harus menggendong Alana untuk sampai ke dalam apartemen .
" Bismillah " , Dengan ragu-ragu Zain mulai menyusupkan tangannya ke balik punggung dan kaki Alana .
Untuk menggendong seukuran tubuh Alana bagi Zain bukanlah hal yang sulit walau tubuh Alana tidak kurus namun juga tidak terbilang gendut .
Yang sulit saat ini ia lah mengatur detak jantungnya yang seakan ingin lepas dari tempat nya .
Zain menggendong tubuh Alana sampai ke dalam kamar , lalu ia membaringnya dengan perlahan diatas tempat tidur .
" Bang Zan tunggu ... " ,
Zain langsung menghentikan langkahnya yang akan masuk ke ruang ganti , namun detik berikutnya ia kembali mendengar suara nafas Alana yang teratur .
" Astagfirullah ternyata Alana tengah mengingau " , gumam Zain setelah memastikan jika Alana benar-benar tengah tidur .
" Apa kejadian tadi dimall sampai ke bawa ke alam mimpinya ya " , gumam Zain lagi , lalu ia segera melanjutkan niatnya yang sempat tertunda .
Zain sudah merasa tubuhnya sangat berkeringat , ditambah sepertinya sesuatu didalam sana meminta untuk diguyur agar tidak kembali tertidur .
😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .