Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Basah Kuyup


__ADS_3

Zain dan Alana sudah menyelesaikan makannya , lali Zain langsung membayar .


Keduanya pergi meninggalkan rumah makan setelah sebelumnya berpamitan dengan Hery .


Sampai diparkiran Zain dengan sigap langsung memasangkan helm dikepala Alana , dan berbarengan dengan itu suara adzan asar berkumandang .


" Kita sholat disini aja ya ! , biar diperjalanan nya tenang " , Zain kembali membuka helm yang telah ia pasangkan dikepala Alana .


Zain kembali menggenggam tangan Alana dan mereka berjalan beriringan menuju mushola rumah makan .


" Gus , wah kebetulan sekali ni sudah lama kita sholat tidak diimani oleh Gus Zain " , sapa Hery tersenyum senang ketika melihat Zain yang hendak mendak ke mushola .


" Ente bisa aja , oh ya Her ana boleh minta tolong gak ? " , Timpal Zain seraya menepuk bahu Hery pelan .


" Insyaallah kalau untuk Gus pasti diusahakan selalu bisa , mau minta tolong apa Gus ? " , Jawab Hery seraya terkekeh .


" Boleh cari pinjaman mukena untuk istri ana gak ? " , ucap Zain .


" Siap Gus itu mah masalah kecil " , timpal Hery , lalu ia pamit untuk meminjam mukena ke salah satu pekerjaan rumah makan .


Zain hanya terkekeh melihat sikap orang kepercayaannya , lalu ia mengantar Alana dan menunjukan kamar mandi khusus wanita .


" Makasih bang , bang Zain ga usah nungguin Alana , Alana nanti langsung masuk mushola sendiri aja " , Ucap Alana melihat suaminya berdiri tak jauh dari kamar mandi khusus wanita .


" Beneran gapapa gak usah ditungguin ? " , Tanya Zain memastikan .


" Iya " , Jawab Alana , lalu ia segera masuk ke kamar mandi .


Dan benar saja Zain mengimami sholat jama'ah asar dimushola rumah makan itu , mushola yang cukup luas tidak cukup untuk menampung para pekerja dan pengunjung yang ingin menunaikan sholat berjama'ah dan mereka rela sampai menunaikan sholat di teras mushola .


Suara merdu Zain yang melafadzkan ayat suci Al-Qur'an membuat semua jama'ah hanyut dalam khusuan menunaikan kewajiban nya .


Termasuk Alana yang baru kali ini mengikuti sholat berjama'ah yang diimami sang suami .


" Assalamu'alaikum warahmatullah " ,


Pertanda Sholat sudah selesai , Zain langsung duduk bersila dan mempim dzikir dan juga doa .


Semua masih setia ditempat duduknya sampai selesai berdoa semua bersalaman dan satu-satu mulai meninggalkan mushola .


Alana merapikan kembali mukenanya , lalu ia memutuskan untuk menunggu di pintu keluar dan tak lama Zain datang bersama Hery .

__ADS_1


" Ini mukena nya makasih banyak pak Heru maaf sudah merepotkan " , Ucap Alana sopan .


" Tidak sama sekali Ning " , jawab Hery ramah .


Zain dan Alana segera berpamitan kepada Hery dan mereka langsung menuju parkiran .


" Loh kok rumah makannya sudah tutup ? " , Tanya Alana heran .


" Bukan tutup tapi mereka lagi istirahat sekaligus menunaikan sholat berjama'ah " , Jawab Zain santai .


" Oh gitu ya " , balas Alana seraya mengangguk .


Alana cukup kagum dengan pemilik rumah makan yang menetapkan aturan untuk ikut sholat berjama'ah dan artinya para pekerja dirumah makan itu selalu menunaikan kewajibannya tepat waktu .


" Jadi para pekerja disini istirahatnya 5 kali dong kan sholat 5 waktu ? " , Tanya Alana lagi seraya berdecak kagum .


" Ya ngga rumah makan ini buka mulai dari jam 9 dan tutup jam 10 malam , mereka istirahat 4 kali , diwaktu Dzuhur , ashar , magrib dan isya " , Tutur Zain menjelaskan .


" Oh iya ya kan rumah makannya gak buka 24 jam , tapi ngomong-ngomong pemilik rumah makan ini gak takut rugi gitu setiap waktu sholat menutup rumah makannya " , tanya Alana lagi .


" Ya ngga kan rezeqi sudah ada yang ngatur " , jawab Zain mantap .


" Kok bang Zain tahu banget ? " , tanya Alana menatap Zain.


" Ya udah ayo mau pulang gak ? , sebentar lagi kayanya mau turun hujan ni " , Ajak Zain seraya melihat ke atas langit .


" Iya mau " , jawab Alana cepat .


Zain kembali membantu Alana mengenakan helm , lalu setelah itu baru dirinya yang memakai helm .


Zain mengendari motornya meninggalkan rumah makan , dan ia menarik tangan Alana untuk kembali masuk ke dalam saku jaketnya .


Benar saja belum setengah perjalanan air turun dari langit , cuaca akhir-akhir ini tidak nentu terkadang siang hari panas di sore hari bisa saja hujan seperti sekarang ini .


Zain memberhentikan motornya disebuah ruko dipinggir jalan .


" Sebentar Al aku cek dulu bagasi , siapa tahu ada jas hujan biar kamu gak basah kuyup " , Ujar Zain namun sayang setelah membuka bagasi motornya tak mendapati jas hujan .


" Jas hujannya gak ada , aku lupa cek juga " , ucap Zain seraya melihat Alana .


" Ya udah gapapa kita terobos aja " , jawab Alana mantap .

__ADS_1


" Maksudnya kita hujan-hujanan ? " , Tanya Zain dan Alana langsung menganggukan kepalanya dengan kedua bibir tersenyum .


" Gak ah nanti kamu bisa masuk angin Al " , Cegah Zain tidak setuju .


" Iii bang Zain sekali-kali kita main air hujan kenapa , lagian Alana belum pernah naik motor seraya hujan-hujanan , pasti seru deh , ayo lah mau ya " , bujuk Alana yang sudah membayangkan keseruan naik motor seraya hujan-hujanan .


" Tapi itu bahaya Al ditambah nanti kamu bisa sakit " , kekeh Zain .


" Gak akan bang Zain lagian hujannya tidak terlalu deras dan bang pelan-pelan aja bawa motornya , ayolah mau please " , balas Alana yang terus memohon seraya menampilkan wajah imutnya .


Zain sudah pasti luluh dengan melihat wajah imut Alana , rasanya Zain tak tega untuk kembali menolak .


" Ya udah ayo tapi kalau umi marah jangan salahkan aku ya ! " , timpal Zain , dan ia langsung membuka jaketnya lalu menyerahkannya pada Alana .


" Ayo pake ! , gak ada penolakan kalau ngga kita neduh dulu disini sampai hujannya berhenti " Ujar Zain yang melihat Alana langsung menatap dirinya .


" Iya iya bawel " , jawab Alana yang langsung memakai jaket milik Zain .


Walau bibirnya merenggut tapi dalam hati ia sangat senang karena bisa naik motor seraya main air hujan .


Zain kembali menjalankan motornya ditengah guyuran air hujan yang memang tidak terlalu deras .


Alana memang sangat senang main air hujan namun ia sangat takut jika ada petir , sangat aneh bukan .


" Aaaa Astagfirullah " , Alana memeluk Zain dengan saat erat ketika mendengar suara petir yang mengagetkannya .


Zain hanya tersenyum seraya melihat Alana dari pantulan kaca spion .


Semakin lama ternyata hujan semakin deras , Zain ingin memberhentikan motornya namun Alana menolaknya ditambah pakaian yang mereka kenakan sudah basah kuyup .


" Udah lanjut aja bang Zain lagian sebentar lagi sampai pesantren " , Ujar Alana dengan bibir yang mulai bergetar karena kedinginan .


Zain pun terus melajukan motornya karena jika harus berteduh dulu maka mereka akan masuk angin dengan pakaian yang basah kuyup .


Zain dan Alana masuk ke halaman pesantren , banyak pasang mata yang merhatikan mereka dari masjid dan juga mushola karena banyak santri-santriwati yang sudah bersiap menunggu waktu Maghrib .


Kedatangan mereka langsung disambut oleh umi yang memang sudah cemas menunggu kepulangan keduanya .


" Astagfirullah kok hujan-hujanan sih nak ? " , ujar Umi yang melihat anak dan menantunya basah kuyup .


🥰🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏 .


__ADS_2