
Zain memutuskan untuk sholat Dzuhur berjama'ah bersama Alana dikamar , dan karena Alana masih lemas Zain menyuruh Alana untuk sholat secara duduk .
" Assalamu'alaikum warahmatullah " ,
" Assalamu'alaikum warahmatullah " ,
Tanda sholat telah selesai , Zain langsung berbalik badan dan Alana dengan gugup mulai meraih tangan kanan suaminya lalu diciumnya secara takdzim yang langsung dibalas oleh Zain mencium kening Alana dengan lembut .
Zain tersenyum melihat Alana yang malu-malu , lalu ia kembali mengahadap kiblat , berdikir dan juga berdoa yang diikuti dan diaamiinkan oleh Alana .
Setelah itu Zain kembali membalikan badannya menghadap ke arah Alana yang langsung menunduk dan masih gak berani menatap wajah Zain .
Zain menaruh punggung tangannya dikening Alana .
" Alhamdulillah udah gak demam " , Ucap Zain bersyukur .
Zain tersenyum gemas melihat Alana yang terus menunduk , lalu tangannya perlahan mengangkat dagu Alana agar menatapnya dan untuk beberapa detik netra keduanya bertemu , mata Zain tiba-tiba melihat ke arah bibir ranum Alana yang menurutnya sangat menggoda iman .
Zain mendekatkan tubuhnya dan akhirnya Zain memberanikan mengecup sekilas bibir ranum milik Alana .
" Bang Zain " , Karena kaget dengan ulah Zain Alana langsung memukul dada bidang Zain pelan dengan kedua pipi yang memanas .
" Kenapa ? , itu sebagai tanda pengenalan biar kamu gak kaget " , tanya Zain seraya menggenggam tangan Alana .
" Mesum " , balas Alana seraya mulai bangkit dari duduknya dan membereskan alat sholatnya .
" Kok mesum ? , kita kan sudah halal " , Zain terkekeh sendiri lalu ia mengikuti Alana untuk membereskan alat sholatnya .
Tiba-tiba Zain memeluk Alana dari belakang dan hampir membuat Alana teriak karena kaget .
" Bang Zain kenapa sih selalu ngagetin Alana untung Alana gak sampai teriak " , kesal Alana .
" Habis aku gak tahan setiap lihat kamu ya Zaujati " , timpal Zain seraya menaruh kepalanya diceluk leher Alana , menghirup dalam-dalam wangi khas tubuh istrinya walau sedari tadi belum mandi namun tubuh Alana tetaplah sangat wangi menurut Zain .
" Bang Zain jangan seperti itu , Alana kan belum mandi " , Alana merasa tidak percaya diri .
" Gapapa , kamu tetap wangi kok walau belum mandi " , jawab Zain tanpa melepaskan pelukannya .
Setelah beberapa menit Zain mulai melepaskan pelukannya , lalu ia memutar tubuh Alana agar menghadap nya .
" Al makasih banyak , makasih kamu udah mau membuka hati untuk aku , walau aku tahu kamu masih butuh waktu tapi aku yakin kita bisa menjadi satu keluarga yang bahagia dan bisa kerja sama untuk meraih ridho-Nya " , Ucap Zain lembut dengan kedua mata berbinar .
Kedua mata Alana langsung berkaca-kaca karena terharu .
__ADS_1
" Maaf atas sikap Alana selama ini , dan makasih bang Zain udah bersabar mengahadapi Alana , disini Alana banyak belajar dan Alana ingin menjadi seorang istri yang sholehah seperti sayyidah Aisyah R.A walau Alana tahu Alana banyak kekurangan " , balas Alana seraya menitikan air matanya .
" Masya Allah " , Zain langsung membawa tubuh Alana kedalam pelukannya , ia ikut terharu mendengar kesungguhan Alana , tak lupa Zain pun beberapakali mengecup kepala Alana .
" Bang Zain mau bersabar dan membimbing Alana kan ? " , Alana melerai pelukannya dan menatap ke arah suaminya .
Zain langsung menganggukan kepala dengan cepat .
" Aku akan selalu bersabar dan kita belajar sama-sama ya " , Zain mengelap air mata Alana lembut .
" Makasih " , Alana langsung memeluk tubuh Zain dengan erat .
" Sama-sama sayang " , jawab Zain seraya membalas pelukan istrinya .
" Tok tok Assalamu'alaikum " , Suara umi yang mengetuk pintu kamar .
Alana langsung melepaskan pelukannya .
" Biar aku ya bukain ! " , tawar Zain namun sebelum itu ia mengelus kepala Alana dan mendaratkan satu kecupan sayang dikeningnya .
" Wa'alaikum salam umi " , Zain membukakan pintu .
" Nak , umi buatkan soup untuk Alana " , Ucap Umi yang membawa nampan berisi mangkuk soup ayam .
" Boleh ni umi masuk ? , umi gak ganggu kalian kan ? " , tanya Umi seraya tersenyum .
" Ngga lah umi asal jangan lama-lama aja " , jawab Zain seraya terkekeh .
" Kamu ini istri lagi sakit juga " , Umi melewati Zain dan mendekat ke arah Alana .
" Sayang bagaimana keadaan kamu nak ? " , Umi menaruh nampannya diatas nakas .
" Alhamdulillah Alana sudah sehat kok umi " , Jawab Alana tersenyum .
" Nak kamu habis nangis sayang ? , Kamu kenapa ? , pasti Zain kan yang bikin kamu nangis ? ", tanya Umi beruntun ketika melihat wajah sembab Alana .
" Kok nyalahin Zain sih umi ? , Zain gak berbuat apa-apa loh " , Zain mendekat ke arah Alana dan Umi yang sebelumnya ia sudah menutup pintu .
" Ini bukan karena bang Zain kok umi , mungkin karena Alana lagi kurang enak badannya aja jadi sedikit melow ", Timpal Alana beralasan .
" Ya Allah sayang pasti kamu kangennya sama keluarga kamu , disaat sakit seperti ini biasanya keluarga kamu yang selalu ada ya ", Umi mengelus lembut rambut Alana .
Alana hanya bisa tersenyum , walau tak dipungkiri ia sangat rindu dengan keluarganya disaat sakit biasnya mamah Nazia , papah Nurzaki pasti sangat memanjakan Alana .
__ADS_1
" Sekarang kamu makan dulu ya biar umi suapin , umi tadi sengaja sudah buatkan soup buat kamu biar cepet pulih " , Tawar Umi yang langsung memangku nampan berisi semangkuk soup ayam .
" Tidak perlu umi , Alana bisa makan sendiri nanti Alana merepotkan umi " , Tolak Alana merasa tidak enak.
" Gapapa sayang , umi ini sekarang ibu kamu juga sama seperti mamah Nazia walau umi tidak mengandung dan melahirkan kamu " , ucap Umi dan mulai menyuapi Alana .
Alana melirik ke arah Zain , dan Zain langsung mengangguk dan tersenyum .
Alana mulai membuka mulut menerima suapan demi suapan dari umi .
" Umi , Abi sedang apa ? " , Tanya Zain seraya merhatikan keduanya .
" Abi lagi membaca buku diruang tamu , barusan Abi sudah makan siang bareng umi " , Jawab Umi sangat jelas .
" Umi biar Zain yang melanjutkan menyuapi Alana , kasihan Abi sendiri " , tawar Zain .
" Iya umi , kasihan Abi sendiri " , timpal Alana yang setuju dengan Zain .
" Ya sudah , tapi dihabiskan ya makannya " , Umi menyerahkan nampan nya pada Zain , lalu segera pamit keluar dari kamar .
Zain duduk dikursi lalu ia mulai menyuapi Alana dengan telaten.
" Alhamdulillah " , ucap Zain diikuti Alana ketika semangkuk soup ayam sudah berpindah ke perut Alana .
" Makasih bang Zain " , ucap Alana tersenyum .
" Sama-sama sayang " , jawab Zain seraya mengelap bibir Alana dengan tisu .
" Sayang ? " , gumam Alana yang sudah berkali-kali mendengar suaminya memanggil sayang dan selalu membuat tubuhnya seraya mendapatkan sengatan listrik .
" Iya mulai hari ini aku mau manggil kamu sayang " , ucap Zain mantap .
Sebagai suami istri kita disunnahkan untuk memanggil pasangan kita dengan romantis seperti Rasullullah SAW dengan sayydiah Aisyah R.A .
Rasulullah SAW memanggilnya dengan sebutan Khumaira yang artinya kemerah-merahan .
" Gapapa kan jika aku panggil kamu sayang ? " , tanya Zain meminta persetujuan .
Alana hanya menganggukan kepalanya pelan seraya tersenyum malu .
🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .
__ADS_1