
Kini Alana dan Zain tengah berada didalam kamar , namun tak ada interaksi antara keduanya bahkan mereka duduk ditempat yang terpisah , Alana duduk diatas tempat tidur sedangkan Zain duduk di sofa seraya sibuk memainkan ponselnya .
Dari pertama kali Alana bertemu dengan Zain , dia terkesan begitu dingin dan acuh , membuat Alana kesal dan semakin yakin kalau Zain tidak bisa menggantikan posisi Faisal dihatinya .
" Mmmm Bang Zain " , Panggil Alana memberanikan diri , sebenarnya Alana bingung harus memanggil Zain dengan sebuatan apa , dan mengingat Zain seumuran dengan bang Nizar , akhirnya Alana memutuskan untuk memanggil Abang .
" Iya " , Jawab Zain dan langsung menyimpan ponselnya , lalu menatap Alana .
" Alana harap bang Zain tidak berharap lebih dengan pernikahan ini , Alana masih bocah dan belum siap menjadi seorang istri " , Ucap Alana yang langsung to the point .
Zain hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepala , lalu ia kembali sibuk dengan ponselnya karna ada pekerjaan penting yang harus segera ia selesaikan .
Alana kesal dengan sikap Zain , ia langsung melempar bantal ke arah asal dan segera tidur dengan menutup semua tubuhnya dengan selimut .
Tengah malam Alana terjaga dan ia langsung melihat Zain yang tertidur di sofa .
" Bagus deh dia sadar diri " , batin Alana lega .
Alana membenarkan selimutnya dan kembali melanjutkan tidurnya .
Disepertiga malam Zain terbangun dan ia berniat ingin sholat malam . Zain melihat Alana yang tertidur pulas , rasanya tak tega untuk membangunkan Alana , tapi Zain akhirnya mencoba membangunkan Alana namun hasilnya ternyata Alana tidak bangun bahkan setelah Zain membangunkan nya beberapa kali .
Zain Sholat malam seorang diri seperti biasanya , dan ia akan muruja'ah seraya menunggu waktu subuh .
*****
Setelah sarapan bersama Zain mengutarakan niatnya untuk membawa Alana pindah ke apartemen agar dekat dengan kantor cabangnya yang ada didaerah yang sama .
Alana tercengang kaget , dan tak percaya bahwa ia akan secepatnya meninggalkan rumah yang sudah membesarkan dirinya bersama keluarga yang amat ia cintai .
" Apa-apa sih kok mengambil keputusan sendiri tanpa berunding dulu atau meminta pendapat ? " , Alana mengumpat kesal pasalnya Zain tidak berbicara terlebih dahulu dengan Alana tentang rencananya itu .
" Apakah tidak sebaiknya kalian tinggal disini dulu nak ? " , tanya mamah Nazia yang merasa keberatan harus berpisah dengan anak bungsunya .
" Mah , kasihan nak Zain kalau harus pergi ke kantor dari sini , jaraknya cukup jauh dan pasti memakan waktu yang cukup lama " , Timpal papah Nurzaki yang mengerti kondisi menantunya .
__ADS_1
" Maaf mah bukan Zain tidak ingin lama-lama tinggal disini tapi ada kerjaan yang harus cepat Zain selesaikan " , Balas Zain sopan .
" Iya tidak apa-apa nak , kami sangat mengerti " , jawab mamah Nazia mencoba mengerti .
" Iya dan sudah kewajiban seorang istri mengikuti kemana suaminya pergi atau tinggal " , Timpal papah Nurzaki seraya melirik Alana .
" Iya Zain gapapa lagian sekarang Alana sudah menjadi tanggung jawab kamu sepenuhnya " , Timpal Bang Nizar mendukung keputusan Zain .
Setelah obrolan itu , Zain dan Alana pamit kembali masuk kamar untuk segere membereskan keperluan Alana yang ingin dibawa ke apartemen .
" Al , ayo bereskan barang kamu yang ingin dibawa ke apartemen sejam lagi kita berangkat " , Ujar Zain lembut .
" Kenapa harus secepat ini kita pindah dari rumah papah dan kenapa tidak membicarakan terlebih dulu dengan Alana ? " , tanya Alana kesal .
" Maaf aku lupa , semalam juga kamu langsung tidur " , jawab Zain dan ia memang benar-benar lupa .
" Ck " , Decak Alana .
" Alana tidak mau ikut bang Zain ke apartemen , jika bang Zain ingin pergi , pergi aja sendiri " , Ucap Alana penuh penekanan seraya melipat kedua tangannya didepan dada .
" Bodo amat " , balas Alana kesal .
" Al cobalah bekerja sama , aku ada kerjaan yang harus segera diselesaikan dan gak mungkin jika aku harus pulang pergi dari sini " , Ucap Zain memberi pengertian .
" Aku tidak peduli ! , itu urusan kamu ! " , jawab Alana acuh .
Zain menggelengkan kepala .
" Ya udah tidak apa-apa jika tidak mau ikut tapi jangan salahkan aku jika bang Nizar dan kedua orang tua kamu marah " , Ucap bang Zain lalu ia membereskan isi kopernya .
Alana semakin kesal namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena yang dikatakan Zain memanglah benar dan jika Alana tidak ikut dengan Zain pasti kedua orangtuanya dan juga bang Nizar akan bertanya-tanya dan mungkin akan marah .
Alana menghentakkan kakinya dan menatap Zain dengan kesal .
Mau tidak mau Alana mengikuti langkah Zain , dan segera membereskan semua barang yang ingin ia bawa ke apartemen .
__ADS_1
Alana sengaja hanya membawa sedikit pakaian dan hal itu akan ia jadikan sebagai alasan untuk bisa sering-sering pulang ke rumah orang tuanya .
Tak lama kedua nya sudah siap , namun Zain merhatikan pakian Alana dari atas sampai bawah .
" Kenapa ngeliatin Alana kaya gitu ? , baru sadar ya kalau Alana cantik " , tanya Alana percaya diri .
" Dimata Allah SWT semua sama hanya satu yang membedakan yaitu ketaqwaannya kepada Allah SWT , dan percuma mempunyai paras cantik tapi suka diobral " , Jawab Zain lalu ia segera menyeret kopernya keluar tak lupa Zain pun membawa tas milik Alana .
Iya setelah acara ijab qabul Alana tidak pernah lagi menggunakan hijab bahkan didepan semua keluarga Zain , ia dengan santai memakai baju rumahan dan memperlihatkan rambutnya yang sebahu yang sengaja ia gerai .
Alana mematung ditempat dan tak bisa berkata apa-apa lagi .
" Maksudnya perkataan dia apa sih ? " , gumam Alana pelan .
Zain dan Alana mulai berpamitan pada Papah Nurzaki , mamah Nazia , bang Nizar dan Alena .
Air mata yang sedari tadi Alana tahan akhirnya keluar begitu saja dengan derasnya .
Alana menangis ketika berpamitan dan memeluk semua anggota keluarganya , tak lupa Alana pun berkali-kali meminta maaf jika ia sudah membuat kesalahan bahkan membuat semua orang kecewa .
" Sudah Al , kalian masih bisa bertemu setiap hari disekolah " , ucap papah Nurzaki yang melihat Alana dan Alena berpelukan dan menangis cukup lama .
Alana mulai melepaskan pelukannya dan mengusap lembut air matanya .
" Semua nya Zain dan Alana pamit dulu " , pamit Zain sopan .
" Assalamu'alaikum " , salam Zain dan langsung dijawab oleh semua orang .
" Assalamu'alaikum semuanya " , salam Alana lalu masuk ke dalam mobil dan sebelumnya Zain sudah membukakan pintu untuk dirinya .
" Nak Zain hati-hati bawa mobilnya ya , kalau sudah sampai kabari kami " , pesan papah Nurzaki dan langsung dianggukan oleh Zain .
Mobil milik Zain perlahan mulai meninggalkan pekarangan rumah papah Nurzaki , Dan Alana ia hanya menunduk tak sanggup melihat semua anggota keluarganya yang terus merhatikan dirinya didepan rumah .
😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏🙏🙏 .