Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Cerai


__ADS_3

Alana berjalan lebih dulu dan langsung diikuti oleh Zain , namun sebelum itu tak lupa Zain mengunci pintu rumahnya kembali , Tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang merhatikan keduanya , dan ketika melihat Alana yang pergi dengan wajah sedih kedua bibir langsung tersenyum karena mengira Zain dan Alana habis bertengkar .


" Assalamu'alaikum " , salam Alana ketika masuk rumah dan ternyata Abi dan umi tengah mengobrol diruang tamu.


" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab Umi dan Abi .


" Nak kamu tidak apa-apa kan sayang ? '' , tanya Umi yang langsung berdiri .


Alana tersenyum , ia sudah mengira jika umi dan Abi pasti sudah mengetahui perselisihan antara dirinya dan ustazah Hawa .


" Assalamu'alaikum " , salam Zain yang baru datang .


" Wa'alaikum salam warahmatullah " , Jawab semuanya .


" Al kamu tidak apa-apa kan sayang ? ", tanya Umi sekali lagi .


" Alana tidak apa-apa umi , Alana baik-baik aja kok " , jawab Alana , lalu meraih tangan umi dan menciumnya , setelah itu ia meraih tangan Abi dan melakukan hal yang sama , dan juga diikuti oleh Zain .


" Maaf Abi , Umi Alana sudah membuat keributan dipesantren " , Ucap Alana seraya menunduk .


" Tidak apa-apa nak jangan terlalu dipikirkan " , jawab Abi dan disetujui oleh umi .


" Makasih umi , Abi " , balas Alana tersenyum .


" Iya sayang " , jawab Umi sedangkan Abi hanya menganggukan kepala dan tersenyum .


Alana langsung pamit untuk masuk ke kamarnya sedangkan Zain ia diajak Abi dan Umi untuk duduk terlebih dulu .


" Nak apa yang sudah kamu lakukan pada menantu umi ? " , tanya Umi ketika mereka bertiga sudah duduk .


Zain menatap bingung ke arah Umi .


" Maksudnya umi ? " , tanya Zain tidak mengerti .


" Nak , umi tahu jadi kamu sangatlah tidak mudah tapi umi pesan sama kamu , jangan sampai kamu memperlakukan istri kamu dengan tidak baik , contohlah Abi kamu , kamu juga tahu bagaimana masa lalu umi tapi Abi selalu memperlakukan umi dengan sangat baik " , Ujar Umi panjang lebar .


Zain cukup paham dengan perkataan umi , mungkin umi dan Abi mengira jika Zain sudah memarahi Alana .

__ADS_1


" Umi , Zain tidak melakukan apa-apa dengan menantu umi , Zain hanya membawa Alana ke rumah yang ada dibelakang pesantren , Zain hanya mencoba membuat dia tenang " , jawab Zain menjelaskan .


Abi langsung tersenyum , ia sedari tadi sudah meyakinkan umi jika Zain tidak mungkin berbuat yang tidak-tidak dengan Alana namun umi tetap mengkhawatirkan hal itu .


" Abi percaya sama anak kita mi , dia tidak mungkin berani menyakiti seorang perempuan apalagi istrinya sendiri " , ucap Abi yakin .


" Syukur Alhamdulillah , umi khawatir kamu sampai marah pada Alana dan akhirnya malah kalian yang berantem " , Balas Umi lega dan mencoba mencurahkan kekhawatiran nya .


" Insyaallah semua itu tidak akan terjadi umi " , ucap Zain seraya tersenyum .


" Tapi kenapa muka menantu umi tadi kelihatan sedih ? " , Tanya Umi seraya menatap tajam pada Zain .


Zain menghembuskan nafasnya dengan kasar , lalu ia mulai menceritakan obrolannya dengan Alana ketika mereka dirumah tadi .


" Begitulah nak , kita sebagai laki-laki harus bisa membaca isi pikiran wanita , dia bisa aja dengan tiba-tiba marah , menangis dan bahagia " , Ujar Abi ketika sudah mendengar cerita dari Zain .


" Jadi maksud Abi , umi seperti itu ? " , tanya Umi seraya menatap pada Abi .


Zain langsung pamit sebelum terjadi pertempuran antara Abi dan Umi .


" Assalamu'alaikum Al " ,


Zain membuka pintunya dan langsung menutup nya kembali .


Ia langsung menghampiri Alana yang tengah berbaring seraya menyandarkan kepalanya di headboard , Alana tengah asik memainkan ponsel sampai ia tidak melirik Zain sama sekali .


" Al " , panggil Zain lembut seraya mendudukan tubuhnya disamping ranjang .


Alana sama sekali tidak bergeming ia masih asik dengan aktivitasnya sendiri .


" Al aku minta maaf jika kata-kata aku tadi menyinggung perasaan kamu " , Ucap Zain seraya menatap Alana .


Walaupun ia tidak tahu alasan dari perubahan sikap Alana namun menurutnya meminta maaf adalah cara terbaik.


Alana melirik Zain sekilas lalu ia menyimpan ponselnya diatas nakas dan membenarkan posisi duduknya .


" Bang Zain sebaiknya kita sudahi aja pernikahan ini " , Ucap Alana pelan .

__ADS_1


" Maksud kamu apa Al ? " , tanya Zain kaget .


" Kita cerai , Alana tidak pantas buat bang Zain , bang Zain terlalu baik dan banyak wanita Sholehah disini yang pantas bersanding dengan bang Zain " , Jawab Alana menunduk seraya menahan air matanya agar tidak jatuh .


" Astagfirullah Al kamu ngomong apa ? , sebuah perceraian itu sangat dibenci oleh Allah SWT dan aku gak akan mau melakukan hal itu , bagaimana pun nasib rumah tangga kita , aku akan selalu berusaha mempertahankan nya agar rumah tangga kita tetap utuh " , timpal Zain mantap .


" Tapi Alana bukan wanita baik , Alana tidak pantas buat bang Zain " , balas Alana yang akhirnya terisak .


Zain kaget melihat Alana yang terisak , ia refleks membawa Alana kedalam pelukannya .


Alana tidak memberontak namun juga tidak membalas pelukan Zain .


Cukup lama Alana menagis didalam pelukan Zain bahkan sampai baju Koko yang dikenakan Zain basah , setelah Alana menghentikan tangisnya Zain pun perlahan melepaskan pelukannya , lalu ia memberi Alana segelas air minum .


" Minumlah biar kamu jauh lebih tenang ! " ,


Alana menerima gelas air minum yang disodorkan oleh Zain lalu ia meminumnya beberapa tegukan .


Zain Kembali mengambil gelasnya dan menyimpan diatas nakas .


" Al maaf aku udah membawa kamu kesini ! , disini kamu pasti tertekan dengan omongan semua orang ", Ucap Zain merasa sangat kasihan dengan Alana .


Alana yang biasa terlihat tegar dan masa bodo namun kali ini ia begitu lemah dan cengeng , entah kenapa Alana tiba-tiba selemah ini , apa karena seorang ustazah Hawa , Alana sampai selemah dan secengeng ini .


Iya sebelum Alana mendorong tubuh ustazah Hawa keduanya sempat adu mulut dan ustazah Hawa sempat mengatai jika Alana tidak pantas bersanding dengan Zain .


" Aku sudah pernah bilang , jangan ambil hati perkataan orang yang menilai diri kamu dan seharusnya kamu buktikan pada mereka kalau kamu bisa jauh lebih baik " , Ujar Zain seraya mengangkat dagu Alana agar menatap dirinya .


Kedua tangan Zain dengan lembut mengelap air mata Alana yang kembali jatuh .


" Dan satu hal lagi jangan pernah kamu berpikir untuk bercerai walau aku tahu saat ini kamu masih belum bisa menerima pernikahan kita tapi aku yakin suatu saat kamu pasti bisa menerima pernikahan ini dan aku juga yakin kamu bisa jadi istri dan ibu yang baik untuk aku dan anak-anak kita " ,Ujar Zain panjang lebar .


" Maaf " , ucap Alana dengan sesegukan .


" Iya dimaafin , ya udah jangan nangis lagi ! , kamu jelek kalau lagi nangis " , Goda Zain seraya kembali mengelap air mata dikedua pipi Alana .


Alana langsung memajukan bibirnya , lalu ia segera pamit untuk ke kamar mandi mencuci muka sekaligus membersihkan diri karena sebentar lagi masuk waktu Dzuhur dan Alana melupakan jika dirinya tengah datang bulan .

__ADS_1


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2