
Seharian Alana menyibukan diri dipondok , dan seperti biasa sekitar jam setengah 10 malam Alana baru masuk kamar , ia langsung membuka hijab dan mengambil baju ganti lalu masuk ke kamar mandi .
Alana sudah berganti pakaian dengan setelan tidur , ia melihat ke sekeliling kamar , rasanya ada yang hilang dan kamar menjadi terasa sangat sepi .
Zain baru saja pergi dan belum sampai satu hari meninggal Alana namun Alana merasa kesepian karena tidak ada Zain disamping nya , tidak ada canda tawa dan sikap usil Zain yang suka menggoda dirinya .
Sedari tadi Alana sudah beberapa kali mengecek ponselnya berharap Zain memberi kabar namun sepertinya Zain disana sangat sibuk sampai tidak ada waktu untuk memberi kabar pada Alana .
" Bang Zain pasti sibuk banget disana " , Gumam Alana sendu .
Alana segera melakukan ritual memakai skincare sebelum tidur , dari pada pusing memikirkan Zain lebih baik Alana beristirahat .
Alana sudah naik ke atas tempat tidur , namun lagi-lagi ia kepikiran dengan Zain , Alana melihat ke arah samping tempat tidur dimana biasanya Zain tidur disana .
Alana kembali mengecek ponselnya namun hasilnya sama tidak ada pesan satu pun dari Zain , ingin mengirim pesan lebih dulu tapi rasanya sangat gengsi , akhirnya Alana kembali menyimpan ponselnya diatas nakas .
" Ya Allah jagalah suami hamba dan mudahkanlah segala urusan nya , Aamiin " , batin Alana berdoa .
Alana segera membaca doa sebelum tidur dan bersiap untuk menjemput mimpinya , namun kedua mata nya tidak bisa terpejam , Alana mencari-cari posisi yang nyaman agar dirinya bisa segera tertidur , namun sudah beberapa menit berlalu tapi Alana tak kunjung tidur .
" Astagfirullah kenapa jadi gak bisa tidur kaya gini ?" , gumam Alana sedikit kesal .
'' Bang Zain kenapa mesti pergi keluar kota sih ? , Alana jadi gak bisa tidur kan ? " , gumam Alana sedikit kesal .
Alana sudah terbiasa tidur satu ranjang dengan suaminya bahkan saat ini ia sangat merindukan pelukan Zain yang hangat yang selalu berhasil membuatnya nyaman .
Alana menghembuskan nafasnya kasar , lalu ia bangun dari berbaringnya .
" Gini ya rasanya ditinggal suami " , Gumam Alana sendu .
Alana segera turun dari ranjang dan mengambil baju Koko Zain yang kebetulan belum ia cuci .
__ADS_1
Alana menghirup wangi parfum dari baju Koko Zain , dan hal itu sedikit bisa mengobati rasa rindunya .
Alana lengsung memeluk baju Koko itu dan membawanya ke atas ranjang , Alana mulai membaringkan tubuhnya kembali dan perlahan ia mulai memejamkan matanya dengan kedua tangan yang masih memeluk erat baju Koko milik Zain seakan-akan ia tengah memeluk suaminya .
*****
Jam masih menunjukan pukul 2 dini hari namun Alana sudah terjaga , ia tidak bisa tertidur dengan nyenyak bahkan sedari tadi Alana terus terbangun rasanya sangat beda jika tidak tidur didekapan suaminya .
Setelah membaca doa bangun tidur , Alana segera meraih ponselnya , namun hasilnya kecewa yang selalu ia dapat , tidak ada tanda-tanda jika Zain akan menghubunginya .
" Mungkin bang Zain sangat sibuk disana sampai tidak sempat menghubungi Alana ", gumam Alana yang selalu mencoba husnudzon .
Alana terdiam sejenak , lalu setelah itu ia beranjak mengambil air wudhu , melakukan sholat malam didalam kamar seorang diri .
Setelah menunaikan 2 raka'at , Alana langsung menadahkan kedua tangannya berdoa untuk segala kebaikan keluarga dan kedua mertuanya tak lupa untuk dirinya dan juga untuk Zain yang saat ini tengah berada jauh disana .
Alana melanjutkan dengan berdzikir , lalu membaca ayat suci Al-Qur'an seraya menunggu waktu subuh .
*
Sementara disebrang sana Zain baru terjaga ketika mendengar suara adzan dari ponselnya .
Zain mengerjap kaget , ia bangun kesiangan bahkan sampai meninggalkan sholat malam .
Sesampainya di kota tersebut Zain benar-benar langsung disibukan dengan berbagai pekerjaan bahkan ia harus lembur sampai larut malam , dan tadi ia baru tertidur sekitar pukul 1 dini hari .
" Astagfirullah " , Zain Istigfar seraya mengusap wajahnya , lalu ia mulai membersihkan diri dan bersiap untuk sholat subuh berjama'ah dimasjid terdekat .
Sekitar pukul 6 pagi Zain baru kembali ke tempat penginapan , dan ia berniat ingin menghubungi Alana .
Zain mencari kotak yang bernama Zaujati , dengan bibir tersenyum Zain mulai menghubungi namun senyuman itu tak kunjung lama karena terdengar sang operator yang memberitahu jika nomor yang dituju sedang tidak aktif .
__ADS_1
" Apa Alana belum balik dari kajian subuh ya ? " , Gumam Zain lalu ia memutuskan untuk sarapan , dan segera berangkat ke kantor .
Sekitar jam setengah 8 pagi Zain sudah berada dikantor , keadaan kantor masih sedikit sepi karna jam masuk kantor pukul 8 pagi kebanyakan dari pekerjanya akan masuk kantor sekitar jam 8 kurang 10 atau 15 menit .
Zain berniat menghubungi Alana sebelum nanti akan disibukan dengan pekerjaannya .
Namun lagi-lagi yang Zain dengar adalah suara operator yang memberitahu nomor yang dituju sedang tidak aktif .
" Al kamu lagi apa ?, apa kamu lagi sarapan bareng umi dan Abi ? " , Gumam Zain bertanya .
" Baru kali ini aku ninggalin kamu Al , aku harap kamu baik-baik aja disana , bisa menjaga diri dan Marwah seorang istri " , batin Zain yang sebenarnya sangat tak tega harus meninggalkan Alana .
Tak ingin menunggu jam masuk kantor , Zain langsung menyibukkan diri mengerjakan pekerjaannya agar ia bisa secepatnya pulang dan bertemu dengan istri kecilnya yang sudah mampu mencuri hatinya .
Zain benar-benar sibuk dengan segala pekerjaan nya dan ia hanya istirahat untuk menunaikan kewajiban , Zain bahkan melewatkan makan siangnya walau asistennya sudah memberi tahu bahkan membelikan makan untuk Zain , namun Zain mengesampingkan urusan perutnya .
Setelah menunaikan sholat asar berjama'ah dikantor bantulah Zain memakan makanan yang dibelikan asistennya .
" Pak itu sudah dingin biar saya belikan yang baru " , Ujar asisten Zain .
" Tidak usah ini masih bisa dimakan kok " , Tolak Zain , lalu ia mulai menikmati makan siangnya di jam setengah 4 sore .
Zain ingin menghubungi Alana namun ia sadar jika dijam seperti ini Alana tengah berada dipondok .
Zain dan Alana saling mengharapkan kabar namun sepertinya waktunya tidak pas sehingga mereka tidak bisa saling mengobrol atau menanyakan kabar , hanya sebatas doa yang mampu mereka panjatkan , mendoakan satu sama lain agar selalu dalam lindungan Allah SWT .
Menahan rasa rindu memanglah sulit namun tak ada hal lain yang bisa dilakukan keduanya selain fokus dengan kesibukannya masing-masing , Zain fokus dengan pekerjaan nya agar bisa cepat selesai dan kembali pulang ke pesantren , begitupun dengan Alana , Alana mencoba fokus dan semangat mengikuti setiap pelajaran dipondok demi mewujudkan mimpinya bersama Zain .
🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .
__ADS_1