
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan kini Zain sudah berada di tempat penginapan , ia sengaja tidak lembur sampai larut malam bukan karena pekerjaan yang sudah selesai , tapi karena istri kecilnya , Zain sudah sangat rindu ingin mendengar suara istri kecilnya .
Sebelum jam setengah 10 , Zain harus sudah selesai membersihkan diri jangan sampai Alana nanti keburu tidur dan Zain gagal lagi menghubunginya .
Tepat pukul setengah 10 , Zain sudah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian , ia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Alana .
Zain tersenyum ketika nomor yang ia hubungi aktif dan tak menunggu lama panggilannya terhubung .
" Assalamu'alaikum " , Salam dari sebrang sana yang suaranya sangat dirindui oleh Zain .
" Wa'alaikum salam sayang " , Jawab Zain dengan perasaan yang penuh cinta .
" Bang Zain sibuk banget ya ?, kenapa baru menghubungi Alana ? , ga inginkan menyempatkan sedikit waktu untuk menghubungi Alana" , tanya Alana beruntun dan terdengar ia merajuk .
" Maaf sayang " , hanya itu yang bisa Zain katakan namun dalam hati Zain merasa sangat bahagia karena ternyata Alana juga merindukan dirinya .
" Bang Zain jahat " , Balas Alana yang entah kenapa tiba-tiba menitikan air mata .
" Al kamu nangis ? , maafkan aku sayang " , Zain kaget ia tidak menyangka Alana akan menangis .
Zain dengan cepat langsung mengalihkan panggilan telepon menjadi video call namun membutuhkan waktu beberapa menit untuk mendapatkan persetujuan dari Alana .
" Sayang , mana wajah kamu ? " , tanya Zain pasalnya Alana mengarahkan kamera ponselnya ke arah lain .
" Kamu disana baik-baik aja kan ?, " , Tanya Zain yang seketika menjadi khawatir .
" Sayang jawab aku ", pinta Zain lagi karena Alana tidak menanggapi perkataannya .
" Alana baik-baik aja bang Zain " , Jawab Alana seraya memperlihatkan wajahnya dikamera ponsel .
Zain tersenyum manis .
" Lalu kenapa kamu menangis ?, ada orang yang nyakitin kamu ? , atau terjadi sesuatu ? " , Tanya Zain lagi .
Alana hanya menggelengkan kepalanya pelan , ia sebenarnya sangat malu karena tidak bisa menahan air matanya ketika Zain menghubunginya , rasa senang dan kesal menjadi satu sampai pada akhirnya Alana menitikan air mata .
" Lalu kenapa menangis ? " , tanya Zain penasaran.
" Gapapa , udah jangan dibahas Alana gapapa kok, oh ya pekerjaan bang Zain disana bagaimana ? " , jawab Alana sekaligus bertanya untuk mengalihkan topik pembicaraan .
" Alhamdulillah masih dalam proses pengerjaan sayang , doakan terus ya biar pekerjaan nya cepat selesai biar aku cepat pulang dan bisa peluk-peluk kamu lagi " , Jawab Zain panjang lebar dan membuat Alana tersenyum malu .
" Semoga Allah memudahkan segala urusan bang Zain dan juga melindungi bang Zain dari segala marabahaya didunia dan juga diakhirat " , doa Alana .
__ADS_1
" Aamiin , Masya Allah istri aku semakin pintar " , puji Zain .
" Alhamdulillah dan itu atas bimbingan dari suami aku " , balas Alana seraya tersenyum manis .
" Masya Allah " ,
Zain dan Alana terus mengobrol panjang lebar berbagai cerita keseharian masing-masing sampai tak terasa waktu menunjukkan waktu hampir tengah malam .
" Sayang tidur yu , udah malam nanti kamu bisa telat bangun " , ajak Zain lembut .
" Bang Zain udah ngantuk ya ? " , tanya Alana yang merasa berat untuk mengakhiri sambungan video call dengan suaminya .
" Sedikit sayang , kenapa kamu masih kangen ya ? " , goda Zain seraya terkekeh .
" Dih percaya diri banget anda Gus Zain " , elak Alana walau dalam hati ia bertaka iya .
" Ya udah ayo kita , besok aku telpon lagi ya " , Ajak Zain lagi seraya menguap menahan kantuk .
Alan tidak menjawab namun ia hanya cemberut .
" Ayo sekarang kita ambil wudhu dulu , lalu tidur tapi panggilan video call tetap berlanjut ya " , Ujar Zain dan seketika Alana langsung tersenyum dan mengangguk cepat , Zain memang paling bisa mengerti perasaan istrinya .
Alana sudah kembali ke atas tempat tidur ia sudah berbaring seraya menghadap ke arah layar ponselnya yang sengaja ia taruh disampingnya .
" Iya sayang " , jawab Zain yang langsung mengarahkan kamera ponselnya .
Zain lansung mengajak Alana untuk membaca dia tidur sama-sama , namun kelihatannya Alana masih segar dan enggan untuk tertidur .
" Tidur sayang udah malam ! " , instruksi Zain lembut .
" Iya tahu kata siapa siang " , jawab Alana seraya terkekeh.
Dan Zain langsung ikut terkekeh.
" Kita baca surah Al-mulk sama-sama yu , setelah itu kita tidur ya " , Ajak Zain .
" Tapi Alana belum hapal semuanya bang Zain " , jawab Alana jujur .
" Gapapa , kita belajar sama-sama ya ! " , balas Zain tersenyum .
Zain dan Alana mengucapkan ta'awudz sama-sama lalu Zain membaca surah Al-mulk yang diikuti oleh Alana .
Setelah menyelesaikan membaca surah Al-mulk Zain dan Alana mengucapkan selamat malam dan mulai memejamkan kedua mata dengan panggilan video call yang terus berlangsung.
__ADS_1
" Anna uhibbuka fillah Zaujati " , Ucap Zain sebelum benar-benar memejamkan kedua matanya .
" Anna uhibbuki fillah Zauji " , jawab Alana pelan namun masih bisa didengar oleh Zain.
Keduanya benar-benar tertidur setelah saling mengutarakan perasaannya masing-masing , dipisahkan oleh jarak membuat keduanya saling lengket dan baru tersadar jika mereka saling membutuhkan dan tidak bisa berjauhan lama-lama .
Pukul setengah 3 dini hari Zain terjaga lebih dulu dan ia langsung melihat ke arah layar ponsel yang memperlihatkan istrinya yang masih tertidur cantik .
" Masya Allah begitu indah ciptaan-Mu ya Rabb , makasih ya Rabb engkau telah hadirkan ia dihidupku dan jagalah keluarga kecil kami yang baru ingin dimulai ini " , Batin Zain tersenyum mengamati wajah Alana yang tertidur .
" Sayang " , panggil Zain lembut .
" Sayang , ya Zaujati " , panggil Zain lagi , dan panggilan keduanya berhasil mengusik tidur Alana .
" Mmmm bang Zain " , Alana langsung mengucek kedua mata .
" Masih nagantuk ya ? , kita sholat malam dulu yu ! " , Tanya Zain sekaligus mengajak Alana .
" Ayo bang Zain ", Jawab Alana seraya tersenyum .
Alana dan Zain sama-sama mengambil air wudhu lalu melaksanakan qiamul lail secara sendiri ditempat masing-masing .
Panggilan Video call mereka masih berlanjut dan setelah berdzikir dan bermunajat kepada sang pencipta , kali ini Zain tidak muruja'ah Al-qur'an untuk menunggu waktu subuh , tapi Zain mendengarkan muruja'ah istrinya dan sesekali ia membenarkan bacaan Alana yang sedikit kurang pas .
Sampai terdengar suara adzan subuh , Alana menyudahi membaca ayat suci Al-Qur'an dan mereka mulai berpamitan untuk melaksanakan sholat subuh berjama'ah ditempat masing-masing .
" Semangat terus belajar ya sayang , jaga diri baik-baik " , pesan Zain lembut .
" Iya bang Zain , bang Zain juga jaga diri baik-baik jangan lupa jaga kesehatan juga , jangan sampai telat makan ! ", Pesan Alana perhatian .
" Iya sayang" , jawab Zain tersenyum .
" Ya udah aku matiin panggilan video call nya ya , nanti abis makan siang kalau ada waktu aku hubungi lagi " , pamit Zain tersenyum .
" Iya , bang Zain hati-hati kerja nya , cepat pulang " , Balas Alana sendu .
" Iya doain terus ya biar kerjaannya cepat selai " , timpal Zain yang langsung dianggukan Alana .
Setelah mengucapkan kata salam Zain langsung mematikan sambungan video callnya karena Alana tidak mau mematikan lebih dulu , jika masih ada waktu Zain pun tidak ingin mematikan sambungan video callnya namun ia dan Alana harus segera bersiap untuk sholat subuh .
🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .
__ADS_1