
" Sudah tenang ? , sudah tidak marah lagi ? " , tanya Zain lembut seraya memegang kedua pundak Alana .
Dan Alana hanya bisa menganggukan kepalanya pelan .
Zain tersenyum lega karena usahanya berhasil , lalu ia membawa Alana untuk duduk di sofa yang ada diruangan itu .
" Bang Zain kenapa tidak marah sama Alana ? " , tanya Alana pelan seraya masih menunduk .
Zain lagi-lagi tersenyum , menurutnya Alana sangat polos namun sangat menggemaskan .
" Jadi , aku harus marah ? ! " , tanya balik Zain , dan Alana dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya .
" Kenapa ? " , tanya Zain lagi .
" Abis situ marahnya beda , marahnya ngediemin orang " , batin Alana .
" Maaf untuk yang tadi " , Ucap Alana tanpa menjawab pertanyaan Zain , dan ia memberanikan diri melihat ke arah Zain .
" Iya gapapa tapi lain kali jangan diulangi ya ! " , balas Zain seraya mengelus kepala Alana lembut .
" Bang Zain beneran gak marah sama Alana ? " , tanya Alana merasa tidak percaya .
" Jadi aku harus marah-marah ni ? " , balas Zain seraya langsung berkacak pinggang .
" Jangan-jangan Alana takut kalau bang Zain marah " , mohon Alana seraya menggelengkan kepalanya .
Zain hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah Alana .
" Lain kali kalau apa-apa jangan dihadapi pake amarah ya ! , jangan sampai diri kamu terkuasai oleh hawa nafsu , semua pasti bisa dibicarakan secara baik-baik " , Tutur Zain lembut .
" Tapi tadi Ustazah Hawa sudah keterlaluan " , Adu Alana seraya memanyunkan bibirnya .
" Iya aku tahu , tapi kamu harus bisa mengendalikan amarah kamu ! " , Timpal Zain .
" Iya maaf " , balas Alana menunduk .
" Iya sudah dimaafin kok " , jawab Zain tersenyum .
Keduanya lalu saling diam , Alana mengamati sekitar dan baru sadar jika bangunan tersebut menyerupai sebuah rumah yang sudah lengkap dengan semua barang-barang yang tersusun rapi dan terlihat sangat nyaman dan juga bersih .
" Bang Zain " , panggil Alana .
" Iya " , jawab Zain singkat .
__ADS_1
" Ihhh jawabnya singkat banget " , balas Alana kesal dan membuat Zain langsung terkekeh .
Alana menatap Zain tidak suka dan langsung menyimpangkan kedua tangan nya didada .
" Eh maaf , iya ada apa Zaujati ? " , tanya Zain seraya tersenyum .
Semenjak berada dipesantren entah kenapa Zain semakin suka menggoda Alana , dan Zain merasa sangat gemas dengan istri kecilnya itu .
" Zaujati ? , artinya apa ? , bang Zain ngeledek Alana ya ? " , Tuduh Alana menatap Zain .
Dan Zain tak bisa lagi untuk menahan tawanya .
" Iih kok ketawa sih ? , beneran kan bang Zain ngeledek Alana ? " , ucap Alana yang semakin kesal .
" Ya udah Alana mau balik lagi ke pesantren mau bantuin Nada ! " , ucap Alana seraya berdiri dari duduknya .
Namun Zain dengan cepat menarik pergelangan tangan Alana , dan langsung membuat Alana kembali duduk .
" Lepasin ! " , ucap Alana seraya melihat kearah pergelangan tangannya yang digenggam oleh Zain .
" Maaf maaf Al , aku ketawa karena kamu itu sangat lucu bukan mau ngeledekin kamu " , ujar Zain seraya menatap Alana .
" Ya udah puas-puasin aja ketawanya , Alana mau pergi ! " , balas Alana seraya memalingkan wajahnya .
Alana tidak menjawab perkataan Zain , ia masih setia dengan mode juteknya .
" Jadi kamu pengen tahu artinya Zaujati ? " , tanya Zain .
Dan Alana langsung mengalihkan pandangannya untuk menatap Zain .
" Artinya apa ? " , tanya Alana balik .
" Artinya ? , mmm Kamu harus cari tahu sendiri artinya " , timpal Zain seraya menyentuh ujung hidung mancung Alana , lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah halaman belakang .
" Iii bang Zain mau kemana ? , kasih tahu dulu artinya Zaujati itu apa ? " , tanya Alana sedikit berteriak .
" Itu PR buat kamu , kalau sudah tahu artinya nanti aku kasih hadiah " , balas Zain sedikit berteriak .
" PR ? , sudah lulus sekolah aja masih dapet PR " , gerutu Alana kesal .
Alana bangkit dari duduknya dan ia mengikuti langkah Zain .
Kedua mata Alana tak bekedip setelah melihat keindahan yang ada dihalaman belakang rumah itu .
__ADS_1
" Indahnya ", gumam Alana yang langsung terpana .
Zain melirik ke arah Alana dan ia langsung tersenyum melihat Alana yang ternyata sangat menyukai keindahan dihalaman belakang rumah mereka .
" Aku sengaja membuat taman kecil dihalaman belakang rumah , suatu saat aku ingin tinggal dengan keluarga kecilku dirumah ini , kita bisa menghabiskan banyak waktu disini dan bisa bermain dengan anak-anak dihalaman belakang rumah " , Ujar Zain seraya menatap jauh dengan kedua bibir tersenyum .
Alana cukup kaget mendengar perkataan Zain , ia melirik ke arah Zain dengan tatapan tak percaya .
" Jadi , ini rumah bang Zain ? " , tanya Alana .
" Iya lebih tepatnya rumah kita " , jawab Zain seraya menatap Alana dan tersenyum .
Mendengar kata kita , seketika perasaan Alana menjadi menghangat dan ia seperti mendapatkan sengatan listrik yang membuat hatinya bergetar .
Alana menunduk menyembunyikan rona malu diwajahnya dengan kedua bibir yang membentuk sebuah senyuman , namun seketika senyum itu tiba-tiba pudar tatkala mengingat setatus pernikahan .
Sejauh ini Alana masih belum bisa menerima setatus pernikahan nya bahkan ia belum menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri , walau sekarang Alana sudah terbiasa menerima kehadiran sosok Zain dihidupinya .
" Maaf aku baru bisa ajak kamu kesini ", ucap Zain merasa tidak enak .
Alana hanya menganggukan kepalanya pelan .
" Kamu saat ini pasti bertanya-tanya kenapa sejak awal aku tidak mengajak kamu tinggal rumah ini ? " , ujar Zain yang melihat Alana yang sedari tadi diam .
" Maaf aku belum bisa ngajak kamu tinggal disini , untuk sementara kita tinggal dirumah Abi dulu lagian Abi juga tengah sakit jadi kasihan jika Abi dan umi tinggal berdua " , Ujar Zain mencoba memberi pengertian pada Alana , walau Alana tidak bertanya tapi Zain yakin pertanyaan itu pasti singgah dikepala Alana .
Zain memang berencana tinggal dipesantren maka dari itu sejak jauh-jauh hari ia sudah membuat satu istana kecil untuk keluarganya , Zain menyadari bahwa ia seorang anak tunggal dan ia akan menjadi penerus abinya kelak , Zain pun tak ingin jauh-jauh dari kedua orang tua nya apalagi diusia umi dan Abi yang mulai sepuh .
Zain sebenarnya tengah mencari waktu yang tepat untuk bisa menyinggahi rumah impiannya bersama Alana tentunya disaat hubungan pernikahan nya sudah baik .
Zain tidak mau hidup satu atap dengan Alana seperti dikota waktu mereka diapartement .
" Bang Zain kita pulang aja yu , takutnya kelamaan disini nanti umi nyari " , Ajak Alana setelah lumayan lama berdiam .
" Ga mau jalan-jalan dulu keliling-keliling rumah atau duduk dulu ditaman ? " , tawar Zain menatap Alana .
" Mmmm lain kali aja " , jawab Alana lalu ia segera membalikan badan dan berjalan ke arah luar .
Zain merasa aneh dengan perubahan sikap Alana , ia takut jika Alana tersinggung dengan sikap dan perkataannya .
Zain mengikuti langkah Alana , tak lupa ia kembali mengunci pintu rumah itu .
😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .