I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Chapter 11 Mulai hidup baru


__ADS_3

Aku muncul jauh diatas langit dan jatuh kebawah. Sialan!!!! Zero gravity.


Berkat cepatnya reaksiku, aku bisa mendarat perlahan diatas batang pohon.


Aku duduk diatas pohon itu. Gila pengejaran tadi sangat mengerikan, cahaya mulai terlihat dan matahari terbit.


Sepertinya aku menghadap timur. Ngomong-ngomong dimana aku?


"Sepertinya kamu ber teleport sangat jauh, sekitar 20km dari akademi"(Sistem)


"Untungnya masih bisa hidup, sekarang harus cari desa atau kota dulu untuk memulai hidup baru"


Aku mengecek uang yang masih kupegang.


10 silver aku tidak tahu apa yang bisa kudapat dari ini.


"Selain penyihir apa ada pekerjaan petarung lain didunia ini?" "Sihir itu merupakan dasarnya jadi cukup banyak pekerjaan petarung lain"(Sistem)


"Baiklah itu cukup. Kemana kota terdekat ya?"


"Sebelah barat, aku merasakan banyak mana disana. Aku yakin itu kota"(Sistem)


Aku turun dari pohon dan berjalan kebarat.


"Bagaimana jika itu sarang monster atau penyihir dari menara sihir?"


"Kenapa kamu terus meragukanku sih?"(Sistem) "Entahlah"


Aku mengisi Grimore ini dengan mana yang tersisa. Untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa.


Setelah 1 jam berjalan ada desa yang terlihat.


"Kupikir kota?" "Apa penduduknya banyak? Mana disana cukup banyak"(Sistem) "Hei sistem. Kamu bisa menyimpan benda ini kan?"


"Tentu saja. Memang kamu pikir kemana semua hadiah yang belum kamu ambil"(Sistem)


Aku memberikan grimore, dan berpikir membuka jubahku. Tapi dibalik jubahku merupakan seragam akademi. Jika Akademi sudah menyebarkan pencarian diriku bukanya berarti aku dalam bahaya.


Portal kecil muncul dan Grimore hilang. Aku memutuskan membiarkan saja jubahku dan membuka toko.


Aku memilih Refraction light. Ini bisa merubah penampilan wajahku pada yang melihatnya, hanya saja ini tidak begitu berpengaruh pada orang yang pernah melihatku karena perbedaannya tidak jauh.


"Refraction light" Aku merasa cahaya menutupi wajahku sebentar dan tidak terasa apa-apa.


"Kenapa kamu tidak membuat topeng dari tanah baru menggunakan sihir itu?"(Sistem)

__ADS_1


"Karena teksturnya berbeda jika disentuh selain tidak nyaman, itu juga rawan"


Aku masuk kedalam desa. Desa ini cukup ramai dan hidup berbeda dengan di akademi.


Entah kenapa hal kecil ini terasa asing mengingat waktu di akademi.


Aku berjalan-jalan melihat pasar, dan beberapa rumah kecil dan beragam warga desa yang menggunakan sihir dalam aktivitas mereka.


Aku menemukan penginapan disini. Penginapan ini memiliki 2 tingkat, bagian bawah membuka bar untuk makan dan mengobrol.


Aku masuk kedalam yang langsung mengundang perhatian dari mereka semua.


Aku berusaha acuh dan berjalan kearah pria yang berada dibalik meja.


Gadis pelayan berputar-putar diantara meja dengan membawa 2 nampan ditangannya dan 2 nampan melayang dibelakang tubuhnya.


Ternyata itu kegunaan mana untuk desa kecil seperti ini. Aku berhenti tepat didepan pria yang berada di belakang meja.


"Selamat datang. Apa maumu?"(Pria itu) Wow sungguh luar biasa sambutannya.


"Berapa biaya menginap semalam?" "Apa kamu punya cukup uang untuk itu?"(Pria itu)


"Wah apa kamu merendahkan ku? Katakan saja berapa biayanya?" "3 silver permalam"(Pria itu)


"Tentu saja cukup. Nilai tertinggi mata uang disini itu Platinum baru emas setelah itu perak yang terendah perunggu"(Sistem)


"Mahal sekali" "Sudah kuduga kamu itu miskin"(Pria itu) "Hah?!"(Sistem) Jika aku kebingungan dia akan merasa aku tidak tahu nilai uang dan menaikkannya.


Jika merendahkan dan langsung membayar, aku akan dikira orang kaya dan memerasku.


"Aku paham"(Sistem) "Kalau tidak sanggup ya tidak perlu"(Pria itu)


Aku menggertakkan gigiku mengingat cuma punya 10 silver. Sulit untuk bertahan dengan cara biasa.


"Apa sudah dapat makan?" "Sudah 3 kali sehari jika ingin akholol tambah 2 silver lagi"(Pria itu) Aku meletakkan 6 silver sambil menggertakkan gigi.


"2 hari. Harusnya cukup" "Tidak ingin akholol?"(Pria itu) "Tidak. Itu uang terakhir ku"


Aku merasa diriku ini sangat menyedihkan.


"Baiklah. Candice antar Pria ini kekamar yang masih kosong"(Pria itu) Gadis pelayan yang membawa 4 nampan keluar dari kerumunan orang.


"Baik ayah. Mari ikut saya"(Candice) Aku mengikuti gadis itu naik ke tangga. Di lantai 2


kamar ke empat.

__ADS_1


Gadis itu membuka kamar itu. Yang menurutku cukup lumayan. Ada jendela sebesar setengah badanku dan 1 kasur.


Seluruh ruangan terbuat dari kayu.


"Untuk toilet ada diluar"(Candice) Candice membuka jendela yang memperlihatkan 4 kamar kecil yang kupikir adalah toilet.


"Untuk waktu makan pagi hari bisa langsung diantar kesini. Siang dan malam lebih baik makan dibawah. Pastikan pintu dibuka saat pagi, kalau tidak ya. Makanannya akan berserakan dilantai. Harus membayar lagi jika ingin makanan tambahan"(Candice)


"Baik aku mengerti" "Selamat beristirahat. Apa anda ingin makan siang?"(Candice) "Nanti siang saja saya turun" "Aku mengerti. Baik saya permisi"(Candice)


Candice pergi. Aku langsung mengunci pintu dan tidur. Aku lelah sekali berlari dengan mempertaruhkan hidupku seperti itu.


Ternyata kasur ini empuk sekali berbeda dengan di akademi sialan itu. Tempat bergengsi tapi aku dibiarkan tidur dilantai.


Tanpa sadar aku tertidur hingga siang hari.


Aku membuka mataku melihat matahari yang sudah berada dibarat.


Aku ketiduran, meski begitu ini pertama kalinya aku tidur senyenyak ini sejak didunia ini.


Baik, lebih baik makan dulu sebelum mencari cara mendapatkan uang. Aku turun ke bar dibawah, melihat pria itu yang sedang santai dan Candice yang duduk di salah satu kursi.


"Ouh kamu sudah turun. Ingin makan siang?"(Pria itu) "Ya tolong siapkan" "Candice"(Pria itu) "Baik"(Candice)


Candice pergi kebelakang. Dan aku duduk dibangku tepat didepannya.


"Apa kemarin hari yang buruk?"(Pria itu)


"Begitulah. Aku baru sampai didesa ini jadi tidak begitu mengenal tempat ini. Kira-kira apa anda tahu dimana Black market didesa ini?"


"Black market? Tentu saja tahu. Tapi disana tempat berbahaya, apa kamu yakin mau kesana?"(Pria itu) "Tentu saja. Hanya disana cara mendapatkan uang"


"Memang benar, semua tempat diawasi dan diatur menara sihir hanya black market saja satu-satunya tempat jual beli yang bebas dari pengaruh mereka"(Pria itu)


Bukanya aneh ya, jika warga biasa tahu tempat itu? "Tentu saja tidak. Karena menara sihir mengawasi arus perdagangan terutama benda sihir hal seperti ini wajar. Karena untuk menjual benda sihir perlu izin dan status dari menara sihir"(Sistem)


Jadi bisa dibilang. Selain benda dari menara sihir semuanya dilarang "Tepat sekali"(Sistem)


"Seingatku ada di gang kecil diperempatan jalan disana. Ada sebuah rumah itulah black market"(Pria itu) "Terima kasih, atas informasinya"


Candice datang membawa makanan yang berupa roti, sup, dan daging serta air didalam gelas.


Aku memakan makananku dengan perasaan senang dan tenang


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2