
Aku berjalan ditemani prajurit kedalam ruang tahta. Dimana selain raja yang berada diatas tahta ada Carlice disampingnya.
Malas sekali melihat dia
"Oh, kamu sudah datang. Aku mendengar kamu membuat keributan"(Raja)
"Maafkan hamba yang mulia, itu terjadi karena prajurit ingin merampas sapi ternak milik warga"
"Warga? Bukan kerajaan?"(Raja) "Tentu saja bukan milik kerajaan. Jika iya pasti sudah lama sapi itu mati baik dimakan atau jadi bangkai"
"Jadi kamu mengatakan kalau itu pemberianmu begitu?"(Raja) "Maafkan hamba yang mulia. Tapi itu benar"
"Yang mulia. Menurut hamba dalam keadaan seperti ini seluruh bahan yang ada lebih baik diatur langsung oleh istana. Agar seluruh rakyat tidak kelaparan"(Carlice) "Itu benar"(Raja)
Lupakan dengan tata krama sialan ini. Mereka selalu meremehkanku disini. Tadinya aku menunduk bukan takut tapi menghormati raja tempat ini, tapi lihat mereka.
Aku langsung menatap raja itu.
"Aku tidak mengerti lagi. Kurang baik apa aku pada kerajaan ini? Padahal aku tidak mendapat keuntungan apapun"
"Membiarkan kamu tinggal disini adalah kemurahan hatiku"(Raja) "Apa yang mulia pikir aku tidak bisa melawan? Star fire"
Diatas kepalaku bola api raksasa tercipta.
"Meski hanya senior aku tetaplah penyihir. Dengan mudah aku bisa membunuhmu dan mengambil alih kerajaan ini. Lagipula cepat atau lambat aku juga akan bertarung dengan menara sihir"
Raja dan Carlice berkeringat melihat bola api diatas kepalaku. Aku yakin mereka semua tahu jika dikerajaan ini hampir tidak ada yang bisa melawan.
"Penawaranku masih berlaku. Ingin kerja sama denganku, atau musnah. Sudah cukup aku melihat kesombongan kalian"
"Tapi kamu tahu sendirikan bagaimana keadaan rakyat kerajaan ini? Apa hanya untuk kepentinganmu, rela mengorbankan mereka"(Carlice)
"Kenapa tidak? Semua yang terjadi dan menimpa rakyat kerajaan ini kan urusan kerajaan. Bahkan aku tidak ada hubunganya sedikitpun"
"Baik, aku akan kerja sama dengamu. Tapi aku tidak bisa mengabaikan rakyat maupun putraku"(Raja)
"Baiklah seperti ini saja. Aku akan berikan beberapa kwintal Sayur, kentang dan gandum serta belasan sapi mulai dari 2 bulan lagi.
Untuk sementara hanya 20kg setiap sayur dan belasan kambing dan domba bagaimana?"
Wajah Carlice dan raja sedikit cerah. Hanya saja sepertinya mereka masih sedikit khawatir pada sesuatu.
__ADS_1
"Hitung saja sebagai pajak. Aku yakin dengan bantuanku kota akan mulai aman dalam ekonomi setelah 6 bulan"
"Kalau begitu bagaimana dengan menara sihir?"(Carlice) "Mudah saja. Setelah beberapa kali lagi mereka kesini pasti kerja sama akan terhenti sendiri. Kristal sihir adalah sumber daya yang sangat mahal"
"Itu ada benarnya. Tapi bagaimana dengan putraku?"(Raja) "Untuk sekarang membawanya dari akademi adalah hal yang beresiko. Aku akan mencari cara agar kita bisa menghubungi putra mahkota setelah 3 bulan baru akan membawa putra mahkota dari sana"
"Apa kamu yakin dalam 3 bulan menara sihir tidak akan melakukan apapun pada putra mahkota?"(Carlice) "Kalau belum terlalu lama sih, seharusnya tidak. Yang jelas saya hanya bisa meminta yang mulia untuk menepati janji saja. Saya permisi"
Aku mengibaskan tangan. Seluruh bola api raksasa diatas kepala langsung hilang tanpa jejak.
"Shadow portal" Bayangan dikakiku berubah jadi lubang dan aku masuk kedalamnya.
Aku malas jika harus bertemu penjaga serakah lagi seperti yang ada di gerbang.
Aku keluar ratusan meter didekat pinggir kota.
Dan memutuskan untuk berjalan pulang, sepertinya terlalu menarik perhatian jika pulang menggunakan sihir.
Josh dan Michela yang melihatku langsung menghampiriku, Michela langsung mengecek seluruh tubuhku.
"Tuan gak papa kan?"(Michela) "Aku tidak apa-apa" "Tuan, maaf aku ingin memberitahukan pada anda"(Josh)
"Ada apa Josh?" "Tadi, prajurit meminta paksa sapi anda"(Josh) "Apa kamu terluka?" "Tidak, hanya saja. Nona Michela menghajar mereka semua. Aku khawatir mereka akan menimbulkan masalah bagi tuan"(Josh)
"Biarkan saja Josh. Biar mereka tahu siapa saya. Oh ya, besok bawa 20 kg dari setiap sayur dan 10 kambing dan domba ke istana"
"Baiklah, tapi bagaimana dengan prajurit disana?"(Josh) "Tidak perlu khawatir, jika mereka berani macam-macam akan ku bumi hanguskan istana itu"
Mendengar perkataanku membuat Josh merinding.
***
Setelah sarapan bersama. Carlice datang dengan kereta kudanya, setelah dia turun mengundang rasa benci dari semua warga disekitar.
"Saya datang menjemput anda"(Carlice) "Baiklah, Michel jaga baik-baik tempat ini ya"
"Baik tuan"(Michela) "Baik, Carlice kamu pasti tahu kan apa yang terjadi di istana kemarin. Sekarang aku mengirim seseorang untuk mengantar bahan makanan. Jika kejadian seperti kemarin terulang, jangankan bahan makanan. Aku akan kirimkan bintang ke istana"
"Aku mengerti. Hal seperti kemarin tidak akan terjadi lagi. Aku membawa pengawal biarkan mereka yang akan mengawal pengantaran bahan makanan"(Carlice) "Baiklah, ayo kita berangkat ke akademi"
Aku naik keatas kereta kuda disusul Carlice.
__ADS_1
Untuk ke akademi perlu menyusup dulu ke kerajaan Roschlake karena itu kereta kuda ini polos tanpa lambang apapun.
Kami berhasil menyusup melalui daerah tandus yang tidak ada penjaganya. Setelah masuk cukup dalam tempatnya mulai berubah.
Hutan lebat dan pepohonan rindang sejauh mata memandang. Kami semakin memasuki hutan hingga akhirnya kita harus turun dan berjalan kaki.
Aku dan Carlice terus berjalan semakin dalam kehutan hingga aku merasakan dinding mana didepan.
Kami sampai didepan Akademi, aku menahan Carlice "Berhenti. Kita sampai" "Tapi aku tidak melihat akademi"(Carlice) "Akademi masih jauh didalam sana. Didepan kita ada barrier milik akademi jika sembarangan akan ketahuan"
Aku memasang crystal dibalik pohon, ini adalah Crystal gate. Aku melapisinya dengan bubuk dari Antistone jadi sulit dideteksi.
Aku menodongkan tongkat kedepan.
"Space magic space edge" Sihir ruang keluar sedikit merobek barrier itu.
Aku menuangkan shadow golem lewat celah itu. Seluruh udara jadi merah. Gawat
"Ikuti aku!!!" Aku berlari ke Crystal sebelumnya.
Aku memberikan mana pada crystal dan portal ungu terbentuk.
"Ayo" "Tapi portal itu kemana?"(Carlice) "Sudah cepatlah!!! Apa kamu mau mati?"
Aku dan Carlice masuk kedalam portal. Aku sempat melihat belasan mage dan beberapa golem keluar dari Barrier.
Sepertinya sisanya hanya bisa dilakukan dari rumah. Portal ini kuhubungkan dengan pinggir kota.
Seharusnya kami bisa tiba lebih cepat daripada kereta kuda yang sebelumnya.
Aku sedikit merasa bersalah pada kusir kereta kuda itu.
Aku dan Carlice keluar di pinggir kota tepat dibelakang rumahku.
"Ini dimana?"(Carlice) "Rumahku"
Aku membuka pintu dan langsung disambut Michela "Tuan sudah kembali?"(Michela) "Ya aku sudah kembali. Beritahu pada yang mulia kalau aku akan menemuinya besok sore"
"Baiklah, tapi bagaimana aku kembali. Kereta kudanya belum kembali"(Carlice) "Jalan kaki"
"Bisa kamu antarkan aku?"(Carlice) "Tidak!!!"
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***