I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 67 Setengah Elder Wizard


__ADS_3

Membentuk Throne itu sulit ternyata bisa dibilang ini rintangan untukku. Soalnya untuk membentuk Throne aku harus mengeluarkan dan menguraikan mana yang dulu kususun dan kubentuk.


Seperti menguraikan benang kusut sulitnya. Setelah terbentuk semua benang mananya perlu dirajut dan dibentuk lagi yang mana sama sulitnya.


Hebatnya hal ini adalah kekebalannya jika aku berhasil mencapai setengah saja tidak perduli cara apa yang digunakan musuh meski wizard sekalipun tidak akan bisa menembus pertahananku.


Ditambah semua elemen aku akan kebal. Meski begitu bukan berarti tidak ada kelemahan sama sekali.


Sekalipun elemen itu kebal bukan berarti terkena serangan elemen dari Elder Wizard lainnya akan kebal.


Bisa dibilang setelah memiliki mana Throne aku bisa memperluas mana dan elemen milikku.


Jadi jika ada elemen yang sejenis atau berhubungan dengan elemenku akan melemah jauh bahkan bisa kukendalikan secara langsung kecuali pemakainya juga elder wizard.


Dan aku gagal. Semua benang mana yang kubuat berantakan lagi dan tahta yang mau selesai langsung rusak berantakan.


Dan itu semua harus kumulai lagi dari awal.


Sisa waktu 1 bulan lagi dan bahkan aku belum bisa menyelesaikannya setengah menyebalkan.


"Tuan?"(Michela) "Michel? Ada apa?" Michela membawa makanan dan meletakkanya diatas meja.


"Apa tuan tidak berlebihan? Sudah 2 hari tuan tidak tidur bahkan makanpun baru sekali"(Michela) "Aku tidak apa-apa. Tenang saja"


"Tidak tuan harus istirahat!!"(Michela) Michela membaringkanku diatas pangkuannya.


Entah kenapa ini rasanya memalukan, anehnya juga nyaman "Tuan tidur saja. 1 jam bahkan satu hari tidak masalah. Istirahat tidak akan menyakiti siapapun--"(Michela)


Mata ku berat, aku menutup mataku sebentar dan aku bangun dari pangkuan Michela. Badanku rasanya segar dan ringan.


Tidak!!! Aku ketiduran. Michela tersenyum melihatku "Berapa lama aku ketiduran?"


"Tidak lama cuma 10 menit. Tuan jangan lupa istirahat latihan memang baik, kekuataan juga penting, cuma jika itu semua dikorbankan dengan tuan lebih baik tidak memilikinya sama sekali. Aku cuma punya tuan saja didunia ini. Aku tidak mau tuan kenapa-napa"(Michela)


"Aku mengerti. Aku tidak akan berlebihan lagi, terima kasih Michela" Aku mengusap kepala Michela


"Aku pergi dulu tuan"(Michela) "Ya, hati-hati"


Michela pergi ke luar. Aku tidak yakin kalau cuma 10 menit

__ADS_1


"Tenang saja tidurmu tidak lama cuma 2 jam"(Sistem) "2 jam? Aku keterlaluan juga" Aku menguraikan mana lagi untuk membentuk Throne.


Setelah 2 jam aku kembali gagal yang parahnya benang mana milikku putus beberapa yang membuatku langsung kehilangan mana.


"Arghh.... Kenapa ini begitu menyebalkan dan sulit" "Itu karena kamu bodoh. Manamu menarik elemen untuk itu sebelum membentuk Throne pisahkan dulu semua elemennya"(Sistem)


"Caranya bagaimana?" "Buat 6 bola mana dari domain dulu. Dan gabungkan dengan ke 6 elemen baru mulai kamu rajut membentuk throne milikmu"(Sistem)


"Aku mengerti" Aku membentuk 6 bola yang masing-masing memiliki elemen yang berbeda.


Aku menarik sedikit benang mana dari mereka dan mulai merajut Throne milikku.


Aku gagal 3 kali tapi aku tidak sekesal sebelumnya.


Aku menemukan kegagalannya sekarang pertama jika 2 elemen yang berlawanan disatukan akan menghancurkan 2 benang itu.


Yang kedua jumlah benang mana yang digunakan harus serupa tidak boleh berlebih.


Mungkin memang terdengar mudah tapi ternyata sangat sulit.


Aku tidak boleh merajut benang mana dengan elemen yang sama juga harus kordinasikan urutan elemennya agar tidak bertabrakan.


Meski baru setengah aku sudah cukup senang karena aku yakin aku sudah bisa mengalahkan salah satu dari pemilik menara sihir sekarang.


"Tuan"(Michela) "Michel!! Kamu mengagetkanku" "Tuan harus istirahat"(Michela) "Ya aku akan istirahat ini. Lagipula aku sudah selesai untuk sekarang"


Aku lelah dan mengantuk mungkin karena 2 hari tidak tidur dan baru 2 jam tidur kali ya.


Aku naik keatas ranjang dan berbaring.


Michela juga naik dan berbaring disampingku


Tidak menunggu lama aku tertidur karena sudah lelah.


Keesokan paginya aku rapat dengan semua muridku "Kita akan meruntuhkan menara sihir Alchemist" Semua muridku saling menatap


"Apa tidak terlalu buru-buru guru?"(Ansir) "Melawan mereka sekarang merupakan gerakan gegabah guru"(Alstor)


"Aku tahu. Tapi apa yang kalian khawatirkan? Wizard? Sudah ada 5 disini. Prajurit sudah ada mage lain ada homunculus, Golem juga sudah ada menundanya lebih lama tidak akan merubah apa-apa"

__ADS_1


"Bagaimana dengan pemilik menara sihirnya dan Monarch?"(Birsha) "Benar kita jatuhkan dulu Monarch itu. Daeva dimana lokasi terakhirnya?"


"500 meter diatas menara guru"(Daeva) Kota Rosh meski bukan termasuk kota utama tapi tetap saja merupakan kota penting.


Menjatuhkan Air Monarch dari sana bisa membuat seluruh kota hancur tidak tersisa.


Aku tidak tahu pasti tentang berapa orang didalam sana dan berapa banyak wizard didalamnya.


Karena mereka tidak pernah mendarat sama sekali jadi aku tidak tahu bagian dalamnya sama sekali.


"Pembuatan Blackhole cannon bagaimana?"


"Masih butuh waktu guru, itu merupakan meriam yang kompleks soalnya"(Birsha)


"Aku akan membantu nanti. Setelah meriam itu selesai kita akan menyerang menara itu. Ada 10 wizard disana kalian masing-masing pasti bisa mengatasi satu kan"


"Tapi beberapa dari kami belum jadi wizard guru"(Carmil) "Aku tahu makanya waktu yang tersisa kalian gunakan untuk latihan. Baiklah itu saja bubar"


Blackhole cannon. Merupakan meriam raksasa baru yang ingin kubuat. Meriam ini khusus untuk memusnahkan Monarch.


Setelah ditembakkan, meriam ini akan menarik sekitarnya dengan gravitasi yang luar biasa sambil membentuk barrier besar.


Dan setelahnya akan merobek ruang didalam barrier dan mengirim semua yang didalam Barrier ke dalam celah ruang yang akan hancur terkena badai ruang.


Butuh banyak waktu membuat meriam ini hampir sebulan lebih dan baru bisa membuat bagian luarnya.


Apalagi untuk amunisinya perlu sihir yang banyak dan formula yang tidak kalah banyak juga. Sekali menembak 100 kristal sihir tingkat 6 musnah bersamanya.


Kami tidak punya kristal sebanyak itu terpaksa menggunakan 100 generator sihir untuk mengoperasikan meriam itu.


Meski begitu meriam itu cuma bisa menembak 1 kali setiap bulannya karena overheath setelah menembak.


Setelah senjata ini kugunakan menara sihir akan memulai perang besar nanti. Aku sudah mengumpulkan setengah dukungan dari setiap kerajaan yang ada di tanah ini.


Kekaisaran masih tidak bisa kusentuh entah karena hal apa. Kaisar masih menolakku dan Magic ruller meski banyak bangsawan mereka yang mendukungku.


Jujur saja itu merupakan hal aneh sampai aku menemukan fakta kalau ketiga kaisar itu sudah dalam kendali menara sihir.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2