
Menjengkelkan. Itu satu kata yang terus aku ucapkan dari tadi. Eliseo dan Deon mereka berdua pengecut.
Cuma bisa bersembunyi dan menyerangku dari belakang tanpa henti. Apalagi mereka cuma menggunakan medan dan merubah medan sesuka hatinya.
Seperti sekarang. Aku terkubur didalam tanah dengan bagian lava membara dibawahku yang akan meletus.
Meski setiap seranganya menjengkelkan jika aku bisa menangkap kalian. Kupastikan kalian akan langsung mati ditanganku.
Lava tidak bisa menyentuh tubuhku, dan aku keluar dari tanah hanya untuk kembali melihat longsong dari gunung didepanku.
"Menyingkir!!!" Dengan satu ayunan seluruh gunung itu hancur. Hanya saja tsunami raksasa menghantam tubuhku.
Aku keluar dari tsunami itu hanya untuk disambar petir dan terkena tsunami lain.
Air laut itu berubah jadi jeli yang mengurungku dan membeku jadi gunung es.
Aku kembali menghancurkan gunung es dan bagian bawahku keluar semburan lava lagi.
Astaga apa hanya ini saja yang kalian punya?
"Wave throne" Dengan ledakan besar semua yang ada digunung itu hancur, kehancurannya meluas sampai seluruh tanah dan akhirnya kedua orang itu terlihat.
"Kalian sangat suka kan berganti kemampuan seperti itu? Kalau begitu aku akan menggunakan semuanya sekaligus. Lebih baik kalian bisa menahan ini"
Throne milikku meluas. Kemampuan dari throne itu ada 3 yang pertama sihir yang hampir tidak terbatas. Dengan sihir itu satu serangan kecil bisa menghancurkan seluruh kerajaan.
Yang kedua kekebalan mutlak terhadap elemen yang dimaksud disini elemen yang berhubungan dengan pengguna.
Baik melemahkan atau memperkuat selama itu elemen pasti bisa saling mempengaruhi.
Dan yang terakhir ini adalah proyeksi.
Semua yang ada di proyeksi itu terbuat dari mana semua yang ada disitu bisa dikendalikan dan dihancurkan dengan mudah.
Tetapi untuk seseorang yang memiliki banyak elemen hal ini tidak bisa digunakan dengan jelas.
Karena elemen akan saling menimpa dan membuat kehancuran dunia. Tapi aku berbeda, aku bisa menggunakan ini secara total karena aku menguasai elemen ruang.
Aku bisa menarik mereka berdua kedalan ruang yang kubuat dan menghancurkan mereka disana
Efek buruknya Throne milikku akan semakin rusak bahkan bisa hancur. Jika itu terjadi aku bertarung bukan melawan mereka melainkan waktu.
Jika aku kalah dari mereka aku yang akan mati. Meski menangpun aku akan turun tingkat dan butuh waktu lagi untuk membentuk Throne.
__ADS_1
Mereka tidak bisa mengetahui ini selain tidak memiliki elemen ruang ini juga syarat dasar untuk jadi Great wizard.
"World throne Create the world. World of pillars" Dengan tepukan tanganku seluruh ruang hancur menampakan menara sihir.
Dan ruang pecah, dengan throne milikku Pilar raksasa dari mana terbentuk disini seluruh elemen berkumpul dan berpisah dengan jelas
"Apa-apaan ini? Proyeksi?"(Deon) "Kalian selalu bertarung secara pengecut dan aku sudah muak. Disini kalian tidak bisa menggunakan hal itu lagi"
"Tetap saja kamu akan mati disini"(Eliseo)
Petir menyambar kearahku, tetapi setelah mengenaiku petir keluar lagi dari tubuhku dan
mengenai Deon.
Eliseo mengeluarkan ular air raksasa yang menyerangku. Aku mengayunkan tanganku dari dataran es keluar ular es yang langsung mengigit ular air dan membekukannya.
Kedua ular itu berbalik dan menyerang Eliseo.
Tornado meliuk kearahku, dan hilang setelah terkena gelombang angin dariku.
"Jatuh!!" Deon langsung jatuh ketanah. Retakan terjadi di sekitar tanah tempat Deon terjatuh.
Eliseo kembali muncul dan menyerangku dengan 3 Ular raksasa hanya untuk kuhancurkan.
"Throne!!!"(Eliseo) Ini? Ditangan Eliseo muncul pedang besar yang dibentuk dengan mana Threat.
"Barrier" Pedang itu menembus Barrier tapi tubuh dari Eliseo tertahan.
Aku berpindah kebelakang Eliseo dan memukulnya kebawah. Ledakan terjadi dan Eliseo menatap kearahku dari bawah.
"Itu.... Cara membunuh Elder Wizard ya? Pantas saja aku merasa aneh selama ini"
"Memang apa yang kamu tahu? Sudah hampir 20 tahun kami jadi Elder Wizard. Yang lain sudah kamu bunuh sebelum sempat menggunakan teknik ini"(Eliseo)
Oh begitu. Berbeda dengan mana dan Elemen. Throne yang ditenun dari mana threat berisi kehendak, tekad, dan keinginan dari penenun.
Karena hal itu mana dari serangannya akan beracun jika terkena serangan meski tingkatnya sama.
Aku ceroboh. Aku tidak tahu karena baik Liana, Malvia, Geniviere, dan Maverick tidak sempat menggunakan hal itu untuk menyerangku.
Apalagi aku membunuhnya dengan elemen yang tidak berhubungan dengan mereka. Bahkan Malvia aku membunuhnya dengan elemen ruang.
Dengan Proyeksi sebesar ini Throne milikku rusak sedikit demi sedikit. Jika mengambil Mana thread untuk menenun senjata aku hanya mempercepat kerusakan dari Throne milikku.
__ADS_1
"Sudahlah. Aku masih bisa membunuh kalian ini" "Tidak perlu bermain lagi. Kita akhiri disini!!"(Deon)
Deon membentuk 2 pedang dan Eliseo dengan pedangnya. Mereka langsung melesat kearahku.
Dengan Gravitasi yang kuberikan hanya bisa memperlambatnya "Badai!!!"(Deon) Petir menyambar kearahku dan tornado mengurungku.
Eliseo muncul disampingku dan langsung kuterbangkan dia menjauh. Aku menggunakan elemen ruang dan pergi dari sana.
Ledakan terjadi dan tornado itu terbelah sebelum hilang. Aku mendarat ditanah dengan satu ayunan tanganku gunung keluar dari situ.
Hutaj juga tumbuh setiap pohon menyerang kearah mereka berdua. Dengan pedangnya mereka membelah semua itu dengan mudah.
Deon mendarat dengan satu ayunan pedangnya Tsunami batu terjadi. Semua yang dilewatinya hancur.
Aku terbang keatas dan Eliseo muncul dengan pedangnya "Mati!!!"(Eliseo) "Bagaimana kalau kau saja. Barrier box"
Barrier terbentuk menahan tangan Eliseo dan sekitarnya harusnya sulit untuk menebasnya dengan pedangnya.
Deon menebas pedangnya dari bawah. Mana thread memanjang seperti pedang kearahku.
"Teleport" Mana thread membelah dunia ini jadi 2 bahkan ruang yang kubuat terbelah.
Barrier yang menahan Eliseo hancur dan keduanya menyerang kearahku. Dengan memutar pedangnya mana Thread membentuk tornado kearahku yang menghancurkan segalanya yang dilewatinya.
Aku cuma bisa menjauhi itu semua dan menunggu dengan sabar. Karena aku telah menemukan kelemahan mereka.
Mereka sangat cepat dan sudah muncul didepanku. Ini semua sudah berakhir!!
Pedang mereka berhenti dari ayunannya.
Padahal jika berhasil mengayunkannya tubuhku akan terbelah jadi 2. Mana tread milikku mengikat seluruh tubuh mereka.
Tangannya, kaki, leher, kepala, badan sampai ke pergelangan tangannya.
"Jadi ini akhirnya ya?" "Sialan!!!"(Eliseo) "Kita kalah?"(Deon) "Kalian hebat kuakui. Aku yakin pertarungan sebelumnya juga begitu. Kalian menunggu aku lengah sebelum menyerang dengan ini kan?"
Aku menatap mereka berdua yang diam "Tapi ada satu kesalahan kalian disini. Menunjukkan senjata ini dan kalian cuma bisa menggunakannya sebagai pedang. Jadi aku akan mengatakan kalian hebat hanya saja ceroboh. Selamat tinggal"
Benang mana mengencang dan tubuh mereka terbelah-belah. Aku menghela nafas kali ini sudah berakhir.
Seluruh proyeksi jadi jutaaan benang yang langsung menghancurkan ini semua dan kembali menyusun throne milikku
Hasilnya cuma sepertiga saja yang masih ada sisanya hancur terpakai juga karena serangan mereka.
__ADS_1
Tapi itu sepadan. Aku dapat cara membunuh Sirha, lebih baik aku istirahat dan menyiapkan pernikahanku saja.
**TO BE COUNTINUE...***