I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 60 Raja kerajaan Whalesboar


__ADS_3

Raja menatapku tajam seolah-olah dengan wibawanya aku akan jatuh. Memang kerajaan ini tidak selemah Boliverat.


Ada 3 komandan kerajaan ini yang memiliki mana setara Grand magus. Yang bisa setara dengan Wizard dengan mudah.


Tentu saja itu wizard biasa, aku percaya diri dengan kemampuan fisik milikku juga ko.


Aku mengangkat pangeran Wallsher dan melemparnya.


Tenang saja dia tidak jatuh melainkan melayang perlahan kearah raja itu.


"Pertama sebagai bukti ketulusan ku. Aku tidak berniat sedikitpun melukai keturunan yang mulia"


Raja langsung mengguncang pangeran itu


"Bangun nak. Ini ayahmu ayo bangun"(Raja)


Wallsher membuka matanya tapi yang pertama dia lakukan


"Aqua lance"(Wallsher) Raja terkejut sampai terjatuh. Hanya saja sihir yang digunakan pangeran itu mengenai penghalang yang kubuat.


"Dan aku tidak ingin melukai siapapun" Kurungan ruang terbentuk dan mengurung pangeran itu. Suaranya masih terdengar dengan keras yang membuat hati ayahnya terasa teriris-iris.


"Lepaskan aku!! Dasar manusia sampah yang tidak bisa menggunakan sihir. Kalian harusnya jadi bahan saja. Hanya menara sihir yang bisa menguasai dunia kalian tidak lebih dari lumpur bahkan lumpur saja lebih terhormat dari kalian-"(Wallsher)


Aku menggunakan sihirku agar mengisolasi kurungan itu. Raja berdiri dan mendekati pangeran itu, dia menyentuh barrier secara langsung.


"Nak kamu kenapa? Ini ayahmu nak?"(Raja)


"Percuma saja yang mulia. Dia tidak punya ingatan apapun setelah masuk ke menara sihir"


"Bagaimana jika ini tindakanmu? Perbuatanmu? Untuk memecah belah kerajaan dan menara sihir? Karena kalian para kerajaan yang ada memutuskan hubungan dengan menara sihir. Bisa saja ini sihirmu dan tindakanmu untuk mewujudkan hal itu?"(Raja)


"Terserah apa kamu mau percaya atau tidak tapi untuk bukti aku punya" Aku melempar 2 Kristal satu kristal memori dan satu kristal perekam.


"Maaf jika memeriksa ingatan anak-anak yang mulia tapi untuk bukti aku harus melakukannya"


Seorang pria menyentuh kristal memori dan memutar ingatan pangeran Wallsher. Dimulai dari ingatan 3 tahun yang lalu.

__ADS_1


Dimana pangeran berlutut pada kepala akademi, Melakukan pekerjaan kotor, membunuh, memutilasi orang, bereksperimen pada manusia dan sesama mage sendiri.


Membuat semua orang disana diam bahkan ada beberapa yang menangis mungkin karena mengenal orang yang di eksperimenkan.


"Bagaimana jika ini rekayasa mu? Agar kami perang dengan menara sihir"(Raja) "Sekali lagi aku tidak meminta agar kerajaan ini mendukungku atau membantuku, aku hanya menunjukkan apa yang dilakukan mereka pada semua muridnya"


"Apa kamu bisa menyembuhkan mereka?"(Komandan) Menatap komandan yang kehilangan rasa permusuhannya kepadaku membuatku sedikit merasa kasihan pada mereka.


"Bisa. Aku bisa membebaskan mereka dari pengaruh cuci otak ini" "Kalau begitu bebaskan mereka"(Raja)


"Cuma itu yang bisa kulakukan. Meski mereka bisa ingat semuanya lagi, rasa bersalah mereka tidak akan hilang bukan tidak mungkin mereka akan jadi gila atau memilih bunuh diri"


Mendengarku semuanya diam. Raja kembali lesu dan duduk diatas tahtanya "Apa yang kamu mau?"(Raja) "Tidak sudah kubilang-" "Katakan saja apa yang kamu mau!!"(Raja)


Aku menghela nafas "Baiklah aku jujur. Harap yang mulia dan kerajaan ini akan bersifat netral selama aku berperang dengan menara sihir. Juga aku minta area laut sebesar 1 km"


"Laut? Bukan pulau?"(Pria 2) "Ya laut. Aku akan membangun markas di dasar laut"


"Baiklah ambil saja"(Raja) "Terima kasih yang mulia"


Aku sengaja membuatnya jadi kecil. Aku bisa merasakan mana dari sihir kegelapan yang ada pada mereka.


'Berikan kedamaian hati dalam ingatan yang membahagiakan' Aturan sudah kutulis aturan ini memudahkan aku menghilangkan sihir cuci otak.


Sedikit demi sedikit mereka mulai ingat siapa mereka, keluarga mereka, hidup mereka hanya saja mereka tidak sadar.


Aku menanamkan kalau semua perbuatan mereka itu bukan salah mereka itu adalah kesalahan menara sihir yang memaksa tubuh mereka.


Setelah beberapa menit seluruh sihir cuci otaknya hilang dan mereka terbaring di lantai.


Dalam sekejap mereka yang tadinya diam segera membawa para pangeran dan putri pergi.


Bahkan raja juga pergi meninggalkan aku sendiri disini. Aku berharap saja usahaku ada hasilnya.


Setelah beberapa menit mereka semua kembali dan duduk di kursi masing-masing.


"Yang mulia seperti yang mulia tahu kalau perkataan pangeran dan putri sudah sesuai dengan yang ada di kristal ini. Jadi seharusnya-"(komandan) "Ya aku tahu. Mau laut atau bersikap netral akan kerajaan ini lakukan-"(Raja)

__ADS_1


"Tapi yang mulia-"(Pria 3) Raja mengangkat tangnnya "Tapi kami tidak mau menanggung kerugian karena pertarungan kalian. Dengan tidak mendukung menara sihir, pihak mereka juga pasti akan menarik semua bantuan dan bisa saja mereka menyerang kami"(Raja)


"Baik saya mengerti yang mulia. Kami juga akan mengirimkan senjata sihir dan bantuan jika menara sihir menyerang"


"Tidak cuma itu. Menara sihir menguasai beberapa tambang kristal sihir di daerah kami. Jadi bantu rebut tambang itu dengan nama kalian dan berikan pada kerajaan. Tentu saja kami akan membantu dan mendukung kalian juga jika ada masalah"(Raja)


Jadi maksudnya aku disuruh kerja gratis dan membiarkan kalian menerima hasilnya dan berjanji akan jadi pemandu sorak? Yang benar saja.


"Kami akan membantu menyelesaikan hal itu tapi untuk sekarang kami tidak bisa melakukan apapun. Beri kami waktu 1 bulan"


"Baiklah itu saja sudah cukup"(Raja) "Saya izin undur diri yang mulia" Aku menggunakan shadow portal dan kembali ke markas


"Daeva" "Ya guru"(Daeva) Aku menghadap Daeva yang ada dibelakangku "Apa urusan dengan Whalesboar lancar?"(Daeva)


"Sangat lancar sampai aku kesal. Pergi ke setiap tambang di Whalesboar dan pasang Dinamit bug. Hancurkan seluruh tambang itu dan pastikan tidak ada yang tahu"


"Bagaimana dengan pekerja disana?"(Daeva)


"Mereka orang-orang menara sihir jadi tidak perlu khawatir" "Kerajaan Whalesboar?"(Daeva)


"Masa bodo dengan mereka lakukan saja" "Aku mengerti guru"(Daeva) Daeva masuk kebayangan dan menghilang.


Yang benar saja dah, menyuruh membersihkan tambang dan mereka menerima hasilnya sementara kami yang akan bertarung dengan menara sihir.


"Manusia memang terkenal kelicikannya"(Sistem) "Begitu juga pelit dan menyebalkan"


Aku berjalan ke kandang yang disiapkan. Disini diletakkan para Chimera yang diambil dari akademi.


Ada 10 dari mereka. Ada Griffin badan singa dengan kepala serta sayap elang, Ada juga kambing berkepala singa, Ada juga banteng bersayap, kuda memiliki cakar.


Intinya sedikit kacau disini "Guru. Ada urusan apa kesini?"(Lores) "Oh sekarang giliran kamu ya?" "Begitulah guru. Apa tidak buat divisi baru saja? Mengingat sepertinya ini bukan yang terakhir kalinya kita akan menerima Chimera seperti ini"(Lores)


"Kamu benar. Setelah Deepocean selesai divisi yang berikutnya akan kubuat"


Lebih baik mempersiapkan serangan berikutnya. Target berikutnya urusan lama dengan akademi Rochlake


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2