
Melihat pemimpin perampok yang terbang membuat setiap perampok ciut.
"Hajar mereka semua Michel. Asal jangan dibunuh" "Siap tuan. Kalian berani menghina tuan. Akan kuhajar kalian semua"(Michela)
Tidak butuh waktu lama melihat Michela menghajar mereka semua sampai pingsan.
Dasar menyedihkan, masa melawan gadis saja tidak bisa.
"Kalian yang monster"(Sistem) "Kok gitu?"
"Pada dasarnya mana juga memperkuat daging dan tubuh hanya kalian saja didunia ini yang menghisap mana melalui kulit tentu saja baik otot maupun pembuluh darah lebih kuat dari mage lain dengan tingkat sama"(Sistem)
"Tapi kan, kamu yang memberi teknik ini" "Aku hanya menawarkan saja. Untung saja aku tidak memberi misi pasti rugi jika aku melakukan itu"(Sistem)
"Ah... Kenapa kamu begitu" "Memang kamu mau membayar orang lain dengan harga tinggi untuk membunuh semut? Kan gak mau kan. Ya sama"(Sistem)
Michela mengikat mereka semua dengan tali.
Michela kembali sambil tersenyum seperti minta dipuji.
Aku mengelus kepalanya "Kerja bagus Michel" "hehe. Terima kasih tuan. Tapi udara disini tidak nyaman"(Michela)
Memang benar karena mana disini sangat tipis rasanya sedikit aneh dibanding dengan udara yang selama ini dihirup. Nanti setelah memiliki rumah, aku harus menggunakan formula yang kutahu untuk membuat sumber mana.
Diperjalanan tidak ada lagi halangan yang berarti sampai di kerajaan Boliverat yang anehnya tidak ada penjaga sama sekali.
Bahkan gerbangnya dibiarkan saja terbuka. Aneh. Kami terus berjalan mungkin sekitar 10 menit.
Dan sampai dibagian kota paling timur. Banyak rumah-rumah yang rusak dan tidak terurus. Disekitar juga banyak orang yang kelaparan.
Aku mencari rumah yang cocok hingga menemukan satu rumah. Rumah ini lebih kecil daripada rumah yang lain hanya saja bertingkat 2.
Aku mengetuk rumahnya. Setelah 20 menit tidak ada yang keluar. Aku melihat sekitar dan akhirnya menemukan pria.
Aku mendekatinya, melihat keadaannya yang menyedihkan. Aku mengeluarkan roti putih dan sup yang kupesan di penginapan dan bekas makan siang sebelumnya.
"Aku ingin menanyakan sesuatu" Begitu mencium bau makanan, dengan tergesa-gesa sambil merayap berusaha menggapai makanan itu.
"Janji dulu. Setelah makan, kamu harus menjawab apa yang kutanyakan" Pria itu mengganguk.
Aku memberikan makanan itu. Yang langsung dia makan dengan cepat meski sesekali tersedak. Aku juga memberikannya air agar dia tidak mati tersedak.
__ADS_1
Setelah 2 mangkuk sup dan 3 roti akhirnya pria itu tenang juga.
"Terima kasih tuan. Katakan saja apa yang anda butuhkan"(Pria itu)
Aku menunjuk rumah itu yang setelah kuperhatikan memiliki banyak lumut dan jamur. Benarkan itu rumah yang tadi?
"Oh penghuni disana sudah pindah dari 2 tahun yang lalu. Karena keadaan seperti ini terpaksa mereka menjual semua perabotan dengan murah sebelum pergi entah kemana"(Pria itu) "Begitu ya. Terima kasih"
Aku memberikan sekantung roti padanya yang membuatnya senang sampai bersudjud padaku.
Seharusnya kalau rumahnya kosong bisa kutempati kan? "Seharusnya tidak. Tanah yang kehilangan pemiliknya menjadi milik kerajaan. Tapi melihat keadaan seperti ini pastinya raja juga tidak perduli"(Sistem)
"Baiklah Michel. Ayo bersih-bersih" "Baik tuan"(Michel) Aku membuka pintu rumah itu yang tadinya terkunci.
Mungkin karena sudah tua. Ukurannya tidak terlalu luas. Dan tidak ada perabotan, yang membuatku bingung, apa harga perabotan lebih mahal daripada rumah dan tanahnya?
"Tentu saja tidak. Tapi dalam keadaan seperti ini siapa yang mau membeli rumah dan tanah? Mungkin sepanci sup basi lebih mahal daripada ini"(Sistem)
Aku memberi sapu pada Michela dan aku membersihkan bagian atas. Dibagian atas ada 3 kamar kosong.
Mungkin satu atau 2 bisa kugunakan untuk tempat kerjaku. Setelah selesai membersihkan semuanya hingga seperti baru. Tentu saja dengan sihir.
Begitu juga ruang belakang.
Michela sedang membersihkan seperti tungku dengan cerobong asap.
"Bagian situ tidak perlu" "Ah.. Tuan"(Michela)
Michela keluar dengan seluruh badan terbalut debu hitam "Sekarang kamu kotor. Michel"
"Maaf tuan"(Michela) "Sekarang bagaimana caranya kamu membersihkan diri?"
Di penginapan ada toilet dan kamar mandi,
disana sudah ada sumur untuk mengambil
air. Disini di tempat tandus mana ada air.
"bagaimana dengan manamu?"(Sistem) "Jika sembarangan menggunakan mana bagaimana nanti jika tidak bisa memulihkannya?
"Apa kamu akan membiarkan dia hitam karena debu asap itu?"(Sistem) Terpaksa. Aku harap kamu benar tentang bisa membuat kristal sihir.
__ADS_1
"Ayo ikut aku Michel" "Baik tuan"(Michela)
Kami ke bagian belakang yang merupakan tanah kosong.
"Earth magic earth wall" 3 dinding batu keluar menutupi sekitar. Aku juga membuat sumur dangkal dengan batu. Setelah menutupi semuanya dengan lumpur dan mengering.
Air tidak akan bocor lagi.
"Water magic life fountain" Air mengisi sumur dengan mudah. Hanya saja mana yang terkuras seperti menggunakan sihir tingkat 2 padahal yang kugunakan sihir tingkat 0
Sumurnya sudah penuh "Jangan terlalu banyak menggunakannya" Aku memberinya gayung dari kayu yang sempat kubuat dan tentu saja dilapisi sihir.
"Baik tuan" Aku meninggalkan Michel yang sedang mandi dibelakang. Sebenarnya ada toilet hanya saja tanpa air dan sangat bau busuk.
Setelah mencari kesana kemari aku menemukan pintu ke ruang bawah tanah.
Aku membuka pintu dan turun kebawah tercium bau akholol tapi tempat ini kosong.
Apa karena akholol? Aku merasa mana disini lebih banyak daripada diatas?
"Aku yakin ada yang aneh dengan kerajaan ini?"(Sistem) "Kenapa begitu?"
"Kebanyakan mage berpikir mana itu terbang bebas diudara. Tapi sebenarnya mana itu berasal dari dalam tanah. Itulah alasan kenapa magic crystal bisa ada"(Sistem)
"Jadi maksudmu jika memang mana ada didalam tanah seharusnya bagian manapun didunia ini pasti memiliki mana?"
"Seharusnya begitu. Hanya 2 hal yang menyebabkan mana berkurang. Yaitu tambang crystal tingkat tinggi atau sesuatu yang memblokir jalannya mana ke permukaan"(Sistem)
"Kalau seperti itu kenapa menara sihir tidak bisa menemukan crystal sihir?" "Berarti yang kedua. Ada yang menghalangi jalan mana untuk ke permukaan bisa jadi sebuah mineral langka atau bebatuan langka"(Sistem)
"Bukanya kalau begitu lebih aneh kenapa menara sihir tidak bisa tahu" "Tidak justru itu menjelaskan semuanya. Meski menara sihir hebat dalam segala jenis sihir mereka payah dalam mendeteksi mana jika tidak kamu pasti sudah mati"(Sistem)
Aku tidak bisa mengelak tentang itu. Mengingat trik bodoh dimana aku mengeluarkan sinar agar terhindar dari deteksi.
Yang mana aku sendiri bisa merasakan perbedaan mana yang ada.
"Kamu lebih peka pada mana selain memiliki Magic body kamu juga dari awal bukan asli orang dunia ini. Berbeda dengan mereka yang biasa hidup dengan mana"(Sistem)
"Jadi kesimpulannya ada sesuatu didalam tanah? Kalau begitu kenapa tidak ada magic crystal?" "Mungkin itu adalah sesuatu yang lebih hebat dari magic crystal. Itu adalah Antistone"
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1