I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 41 Kunjungan pangeran


__ADS_3

Melihat Lerry aku merasa aneh. Karena ular yang jadi ekornya hidup dengan biasa saja tanpa masalah.


Jujur saja ini sedikit tidak masuk akal. Untuk sementara biarkan saja, saat sudah jadi masalah baru aku akan menyingkirkannya.


Setelah memenangkan pertarungan dengan jiwa. Pengetahuan tentang elemen campuran juga didapatkan oleh mereka.


Lorianne bisa mengendalikan pasir dan membuat padai pasir dengan mudah, Lerry bisa membuat racun hanya dengan menyentuh air juga bisa mengendalikannya,


Olsen yang bisa membuat badai dan tornado dengan mudah, Untuk Delvern sering kuajari tentang mengendalikan alam dan tanaman.


Karena mereka aku belajar sedikit tentang elemen campuran yang mereka miliki.


Terutama elemen Olsen yang merupakan campuran angin dan petir.


Semua elemen itu cocok disegala medan dan juga bisa menguntungkanku.


Setelah mengurus mereka aku pergi ke gunung untuk melihat yang lainnya.


Aku cukup puas dengan mereka setelah berlatih hanya beberapa minggu mereka sudah sampai di junior tingkat 4 bahkan Lores sudah tingkat akhir.


Selain itu ternyata ada anak yang memiliki kecocokan tinggi dengan elemen ruang.


Itu adalah Clay. Sudah kuputuskan dia akan jadi divisi Archanist.


Ansir, Alstor, dan Birsha di divisi magic enginering, Drace dan Lores akan dibagian Alchemist,


Dugal dan sikembar Deva dan Desmo di divisi medis, Balor, Berly, dan Rienne akan berada di divisi pembangunan, Daeva berada di divisi Inteligen karena dia juga memiliki elemen kegelapan.


Aku bingung kenapa banyak yang memiliki elemen tingkat tinggi disini ya? Kayak gak ada harganya gitu.


"Karena kesulitannya berkembang. Kamu tahu sendirikan selain kamu kebanyakan para mage itu butuh Grimore yang menjelaskan tentang sihir dan mantranya. Jika tidak mereka akan meraba-raba dan membentuk sendiri sihir mereka"(Sistem)


"Tapi disini banyak sekali yang memiliki elemen tingkat tinggi. Deva dan Desmo saja memiliki elemen cahaya dan air, Birsha memiliki elemen es, Daeva memiliki elemen kegelapan, Alstor memiliki elemen gravitasi, Rienne memiliki elemen besi bahkan Balor memiliki elemen magma. Aku merasa mengambil murid tingkat tinggi daripada tingkat terendah"


Jujur saja mereka terlalu luar biasa untuk diabaikan. Seperti orang jenius tapi tidak mengenal buku.


Karena itu aku sering belajar dan mengajaru mereka juga agar bisa berkembang.


Aku sudah sampai di gunung, terlihat Balor yang sedang bermain dengan batu cair bersama Rienne diujung sana.

__ADS_1


"Guru"(Balor) Aku mendatangi mereka "Apa yang kalian lakukan?" "Membuat golem besi. Anda mengatakan kalau semakin kecil golem akan lebih berguna"(Rienne)


"Kamu bisa memanggilku Brian saja. Coba kulihat golemnya" Golem yang mereka buat berbentuk kumbang yang masih merah karena panas.


Kemampuan Balor dan Rienne memang cocok untuk hal ini. Keduanya memiliki kelemahan yang serupa, Rienne tidak bisa menggunakan sihirnya dengan maksimal tanpa besi yang ada disekitarnya.


Begitu juga dengan Balor untung saja mereka memiliki elemen kedua. Balor yang memiliki elemen api dan Rienne yang memiliki elemen bumi.


Meski bentuk kumbangnya sudah mirip tinggal ditambahi formula sihir untuk membuatnya bekerja.


Aku mengeluarkan pisau dan serbuk antistone.


"Rencananya untuk apa golem ini?" "Pertama mengintai"(Balor) "Mengintai ya. Berarti perlu sihir tingkat 0 shared vision"


Aku mengukir pola sederhana untuk sihir shared vision "Bagus juga jika bisa terbang dan meledakkan diri"(Rienne) "Meledakkan diri? Bukanya jadi terbuang golem ini?"(Balor)


"Tidak, itu ide bagus. Jika tertangkap golem ini bisa meledak selain melukai musuh juga menjaga rahasia. Kalau ada banyak bisa juga sebagai senjata rahasia untuk menghancurkan alat sihir"


"Benar itulah yang kumaksud"(Rienne) Meski aneh kenapa divisi pembangunan membuat golem sebenarnya ini cuma hobi mereka saja.


Karena pembuatan golem juga termasuk membangun bukan? Birsha datang.


"Itu bukan mainan. Ini golem"(Balor) "Golem kecil itu untuk apa? Lebih baik membantu membuat meriam sihir saja"(Birsha)


"Tidak ada hal yang tidak berguna. Justru ini cukup bagus juga" Aku menyelesaikan kumbangnya.


"Jika bukan karena guru yang mengajarkan teknik leburan kristal pasti kami tidak bisa membuatnya"(Balor)


Leburan kristal adalah teknik boros yang memasukkan mana pada bahan dasar golem ini bisa menghilangkan fungsi dari inti golem itu sendiri.


Atau dengan cara kedua yaitu Universe core teknik ini memasukkan puluhan inti sebesar kerikil agar golem bekerja.


Yang manapun dari teknik ini merupakan pemborosan luar biasa.


"Tidak masalah" "Sudahlah ikut aku!! Guru juga"(Birsha)


Ansir, dan Alstor sedang membuat puluhan meriam dengan beragam ukuran. Yang menarik ini, meriam tempel aku menyebutnya seperti itu.


Meriam ini berbentuk kotak yang didalamnya ada laras sepanjang 15 cm yang menembakkan laser dan peluru kecil.

__ADS_1


Nama resminya sih Secret cannon. Ini bisa dibuat bersama dinding untuk membentuk pertahanan.


Ada 5 tipe yang sudah selesai tipe cahaya, petir, api, es, angin, dan peluru.


Juga sudah ada 3 meriam sedang berukuran setengah meter dengan berat 4 kg.


Hanya baru ada tipe api dan petir. Beberapa alat perisai dan mana generator. Ini merupakan hal yang paling bagus menurutku.


Fungsinya sama seperti magic water. Alat ini menyerupai kain yang bisa ditempelkan dilengan.


Ada jarum tersembunyi didalamnya yang akan menyuntikkan mana cair pada tubuh.


Mana cair ini tidak sembarangan seperti magic water.


Untuk membuatnya perlu mana sebanyak sihir tingkat 6. Karena itu masih sedikit yang tersedia.


Saat memakai ini mage biasa bisa bertarung 6 hari tanpa henti selama mage itu masih dibawah tingkat 5.


"Bagaimana guru? Untuk alat perangnya kami belum selesai membentuknya"(Ansir) "Aku sudah cukup puas. Kita fokus saja pada pembuatan meriam sihir. Terutama Secret cannon ini cocok untuk digunakan dengan golem"


"Sudah kubilangkan untuk fokus membuat golem menengah dan besar"(Birsha) "Tidak juga. Mungkin golem kecil juga bisa digunakan sebagai amunisi"


"Aku mengerti maksud guru"(Rienne) "Guru bagaimana dengan pertahanan tempat ini?"(Alstor) "Untuk sekarang tidak perlu. Nanti akan menimbulkan kecurigaan pada kerajaan Boliverat. Baiklah lanjutkan pekerjaan kalian dan jangan lupa istirahat"


"Baik"(Balor) Aku berkeliling untuk memastikan mereka semua. Melihat crystal portal buatan Clay, melihat dan menguji obat buatan Lores dan Drace. Mengunjungi Dugal, Deva dan Desmo di divisi medis yang sedang mengurus orang-orang yang memiliki kristal sihir.


Berbincang dengan Carmil dan Addon serta mengajari mereka sedikit sebelum datang Daeva.


"Guru"(Daeva) "Ada apa?" "Pangeran datang. Bersamaan dengan utusan menara sihir tiba di kerajaan"(Daeva)


"Kamu bisa menjemputnya kan?" "Bisa"(Daeva) "Baguslah bawa mereka keruang tamu. Apa pangeran sendirian?"


"Tidak, pangeran berdua dengan wanita"(Daeva) "Baiklah bawa saja mereka ke ruang tamu. Aku akan menemuinya"


Pangeran kesini pasti menghindari utusan menara sihir. Yang dibawa pasti Tiffany.


Kedatangan menara sihir lebih cepat daripada yang kuperkirakan. Untung saja sudah kusiapkan pencegahan.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2