I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 50 Kerja sama terjalin


__ADS_3

Suasana jadi sedikit tegang meski begitu aku masih percaya diri kalau dia akan menerimanya.


"Perang dengan menara sihir hah? Apa hal itu mungkin?"(Ayah Birsha) "Mungkin atau tidak itu tidak akan jadi masalah kan? Lagipula kalian tidak akan dirugikan malah jika aku menang kalian akan untung"


"Benar juga, tidak perduli kamu menang atau tidak kami tetap diuntungkan. Tapi itu yang mencurigakan. Mana bisa kerja sama terjadi jika hanya satu pihak yang diuntungkan. Sebenarnya apa sungai elemen itu sampai kamu rela rugi untung mendapatkannya?"(Ayah Birsha)


"Anda salah. Sungai elemen itu tidak terlalu berharga yang berharga kalian. Tempat ini. Dan Birsha itu sendiri. Sungai elemen? Hanya bonus saja"


"Begitu ya. Jadi aku meminta menambahkan sesuatu seharusnya tidak sulit kan? Kamu tahu sendiri jika tanaman apapun akan sulit tumbuh dikeadaan seperti ini"(Ayah Birsha)


"Sedikit keterlaluan ya. Tapi tidak masalah akan kutepati" "Bagus. Ngomong-ngomong kita tidak berkenalan dengan baik. Aku Saron Blocold, dan itu istriku Iris"(Saron)


"Maaf karena tidak memperkenalkan diri sebelumnya"(Iris) "Tidak masalah. Jadi Birsha ayo kita pergi" "Baik guru. Ayah, Ibu saya pergi dulu"(Birsha)


"Apa tidak menginap saja? Perjalanan dalam cuaca seperti ini sangat berbahaya"(Iris)


"Masalahnya cuaca seperti ini tidak akan berhenti. Lagipula aku harus menemui beberapa orang tua lain. Jadi kami pamit"


Kami semua berdiri dan keluar terlihat wajah sedih dari Birsha. Saron dan Iris ikut mengantar sampai dipintu keluar.


Hanya saja melihat hujan es hitam yang terjadi membuat siapa pun sedikit ngeri.


Aku mengeluarkan puluhan Hexa golem yang langsung menyatu jadi atap yang lebar.


"Kami pamit dulu" "Hati-hati diperjalanan"(Iris)


"Aku akan kembali besok jadi bertahan hiduplah sampai besok"


"Memangnya kamu pikir bagaimana cara kami bertahan hah? Cuma besok meski sebulan kami masih bisa hidup"(Saron)


"Baguslah. Aku suka semangatmu" Kami berjalan kearah pesawat dengan atap Hexa golem.


Suara rentetan hujan seperti hujan peluru benar-benar mengganggu. Untungnya itu tidak berlangsung lama sebelum kami mencapai pesawat.


Pesawat mulai lepas landas dan terbang menuju kearah timur "Carmil, apa yang akan kamu lakukan setelah bertemu keluargamu?"


"Mengucap perpisahan mungkin. Berbeda dengan kalian yang memiliki keluarga yang menyayangi kalian. Keluargaku cukup kecewa denganku, apalagi setelah tahu aku masuk kelas terendah. Mereka tidak pernah mengirim surat lagi. Sepertinya mereja juga tahu aku akan melawan menara sihir"(Carmil)


"Kalau begitu kamu mau melakukan apa?"


"Entahlah. Aku hanya merasa perlu saja melihat mereka untuk terakhir kalinya"(Carmil)

__ADS_1


"Kalau begitu kita pergi ke Dawnshine dulu. Carmil ayo kita menemui keluargamu"


"Apa itu tidak masalah? Tidak ada yang bisa mengendalikan benda-"(Ansir)


Ledakan terjadi di sekitar pesawat. Ada serangan? Aku membuka radar deteksi dan melihat 4 orang mage terbang kearah sini.


Tidak ada waktu mengurus mereka. Aku membuka kumpulan formula dipesawat ini.


Yang pertama untuk menghindar dari kejaran mereka perlu adanya umpan.


Formula light magic fatamorgana ku aktifkan.


Bayangan kembaran pesawat muncul disampinh pesawat.


Selanjutnya formula Space magic space distortion. Formula ini membuat kami terbang didalam celah ruang.


Hanya saja dengan ketahanan benda ini cuma bisa beberapa detik saja tapi itu sudah cukup.


Setelah 5 detik kami keluar dari celah ruang dan sudah sampai di gunung Forthside.


Setelah mengaktifkan semacam pilot otomatis.


"Aktifkan setelah melihat masalah. Aku akan pergi sebentar. Dark magic shadow portal"


Bayangan menelan aku dan Carmil dan meneleportkan kami kebayangan penjaga di taman.


"Light magic dream flash" Aku menutup wajahnya dengan tangan sebelum tanganku bersinar dan dia tertidur.


"Darisini kamu sudah tahu jalan kan?" "Ya aku tahu"(Carmil) "Baiklah aku akan tetap disini jika kamu membutuhkan bantuan katakan 'kegelapan' dengan begitu aku akan datang"


"Baiklah aku permisi dulu"(Carmil) Carmil pergi lebih dalam ke taman memasuki sebuah rumah kecil disana.


Mungkin sebaiknya aku melihat keadaan dulu. Aku menggunakan Shadow portal dan berpindah kesebuah menara didalam bayangan penjaga.


Setelah membuat penjaga itu pingsan aku bisa melihat seluruh istana dari sini. Baiklah aku menunggu disini saja.


Setelah beberapa menit ledakan terjadi dan semua prajurit masuk kedalam istana. Ledakan berikutnya kembali terjadi dan terjadi lagi hingga membuat istana itu rubuh.


"Kegelapan"(Carmil) "Ada-ada aja masalah yang dia buat. Shadow portal" Bayangan menelanku dan aku muncul di belakang Carmil.


Ditengah-tengah ruang makan dimana atapnya sudah tidak ada.

__ADS_1


"Sudah puas kamu?" "hehe. Sudah. Ayo kita pergi guru"(Carmil) "Shadow portal"


Aku merasakan mana dalam jumlah besar kesini tapi kami sudah berpindah kembali didalam pesawat.


"Guru"(Ansir) "Ada masalah?" "tidak ada. Semuanya aman saja"(Ansir) "Baguslah. Dia yang membuat masalah" "Guru aku cuma emosi saja"(Carmil)


"Tapi meruntuhkan seluruh istana itu berlebihan" "Habis.. Mereka menyombongkan kekuatan lah, koneksi lah, aku pasti tertangkap lah. Kurubuhkan saja istana itu"(Carmil)


Aku cuma bisa menepuk jidat saja atas kelakuan Carmil tidak menunggu lama istana lain mulai terlihat.


Aku mendaratkan pesawat di pinggir ibukota.


"Kalian semua tunggu disini. Aku dan Ansir akan kembali. Beritahu kalau ada sesuatu lewat sini"


Setelah memberikan cube golem aku menggunakan portal bayangan bersama Ansir untuk menyusup kedalam istana.


Aku dan Ansir langsung muncul dibelakang dayang yang sedang mendorong kereta yang berisi beberapa nampan makanan.


Belum juga aku membuatnya pingsan, Ansir langsung memeluk wanita itu "Ibu"(Ansir) "Siapa... Ansir!!! Bagaimana kamu bisa kesini nak?"(Ibu Ansir)


"Ibu ayo kita pergi. Aku sudah menemukan tempat dimana kita bisa hidup tenang"(Ansir)


"Tapi bagaimana pendidikanmu? Kenapa kamu kabur?"(Ibu Ansir)


"Itu tidak penting. Aku tidak mau melihat ibu terus disiksa oleh permaisuri dan raja. Ayo kita pergi ketempat dimana kita bisa hidup dengan nyaman"


"Tidak bisa"(Ibu Ansir) "Kenapa?"(Ansir) "Aku harus melunaskan semua utangku pada raja karena telah menyelohkanmu nak. Kamu bisa menggapai mimpimu jika lulus darisana"(Ibu Ansir)


"Bu. Disana tidak ada kebahagiaan yang ada neraka. Jika aku tetap disana aku akan mati cepat atau lambat. Jadi kumohon bu ini satu-satunya permohonanku seumur hidup.


Ayo ikut aku bu"(Ansir)


"Tapi hutangku?"(Ibu Ansir) "Aku akan membayarnya. Aku tidak akan membiarkan apapun mengikat kalian lagi"


"Benarkah guru?"(Ansir) "Tentu saja. Jika kelak kamu ketahuan dengan alasan utang itu kamu bisa terjerat dengan kerajaan ini. Aku harus menghilangkan alasan semua itu"


"Terima kasih guru. Ibu sudah dengar kan? Ayo bu"(Ansir) "Baiklah. Aku tidak bisa menolak lagi melihat wajahmu sampai seperti ini"(Ibu Ansir)


Kami berteleport ke pesawat dan kembali ke kerajaan Boliverat. Semua urusan dengan muridku sudah kelar lebih baik mulai rencana kedua.


**TO BE COUNTINUE....***

__ADS_1


__ADS_2