I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 70 Reuni guru dan murid


__ADS_3

"Rasakan akibat kesombongan kalian!!!"(Liana) Semua pohon raksasa itu menyerang dengan dahannya yang memanjang seperti tentakel yang langsung menyerangku.


Cahaya membentuk pedang didepanku "Aku tidak perduli akibat dari kesombonganku. Jika itu membawa petaka, aku akan menghajar petaka itu sendiri aku tidak pernah mundur dan lari dari apa yang akan menghadangku!!"


Pedang cahaya berubah jadi emas terang tapi cahaya masih berkumpul dipedang itu. Dahan pohon yang menyerangku terbelah setelah mendekati 200 meter.


"Karena aku percaya diri kalau aku bisa memotong semua rintangan yang menghalangiku!!!"


Aku mengayunkan pedang itu kesekitarku. Semua pohon disana langsung terbelah begitu juga daun yang ada baik ditanah yang menutupi seluruh tanah maupun yang ada dipohon.


Tebasan kedua membuat semuanya hancur menjadi serpihan kecil bahkan Liana juga terkena ratusan tebasan yang membentuk goresan diatas kulitnya


"Sialan!!!!"(Liana) tanah dikakiku berubah jadi rawa. Sulur dan lumut menutupi tubuhku, banyak bunga yang mengeluarkan racun disekitarku.


Dengan santainya aku menebaskan pedang cahaya yang kupegang lagi. Ledakan cahaya terjadi membuat semua tempat jadi putih.


Tenpat putih hilang menjadi kawah gunung berapi dengan danau lava mendidih dibawah dan disekitarnya ditutupi bebatuan terjal dan tinggi.


Liana kembali keukuran semula dan ditutupi bunga mawar merah yang dipenuhi duri berapi.


Tumbuhan di dalam kawah. Konsep yang aneh. Aku menunjuk Liana, lava yang mendidih dibawah tiba-tiba meletus tepat dibawah kaki Liana.


Dari bunga mawar itu keluar ratusan sulur berduri yang langsung menutupi seluruh tempat ini.


Dan menutupi seluruh kawah jadi kebun mawar. Kendalinya terhadap area memang lebih unggul dariku.


Tapi tidak ada yang bisa menandingiku dalam mengganti area. Seluruh gunung hilang berganti tanah lapang dengan awan gelap dan topan disekitar


"Apa kamu pikir dengan menguasai semua elemen kamu yang paling kuat?"(Liana)


Pohon raksasa kembali tumbuh, akar dan dahannya menancap ketanah dan membuat hutan raksasa.


Topan raksasa datang tapi tidak bisa menerbangkan satupun pohon disana.


Petir menggelegar dan menyambar seluruh hutan termasuk pohon yang paling besar.

__ADS_1


Semakin lama semakin besar petir yang turun sampai Liana tidak bisa melakukan apapun kecuali bertahan saja.


Seluruh tanah tiba-tiba retak dan runtuh. Karena pohon-pohon diatasnya saling mengait tidak ada lubang yang terbentuk.


Dari celah-celah retakan tanah keluar lava yang menyembur dan membentuk ular yang langsung menyerang pohon yang paling besar.


Topan juga membentuk ular raksasa dari awan juga keluar ular raksasa yang langsung menyerang pohon paling besar.


Dari pohon itu keluar dahan yang langsung menyerang setiap ular raksasa yang menakjubkan ular itu tidak bisa melakukan apapun dan hancur.


Tapi ular raksasa milikku kembali muncul dan menyerang pohon itu lagi. Aku mengibaskan tanganku dan mengeluarkan gelombang angin raksasa yang langsung menghancurkan pohon yang menghalanginya jadi serpihan begitu juga pohon raksasa itu.


Ular raksasa lainnya langsung menyerang pohon raksasa yang mulai rusak setengah.


Hingga benar-benar pohon itu hancur menyisakan buah besar atau sebuah biji.


Aku rasa Liana ada didalam sana. Semua ular yang menyerang pohon itu hancur saat ingin menyerang buah itu.


Apa itu merupakan usaha terakhir Liana? Dari buah itu keluar puluhan akar yang langsung menancap ketanah beberapa akar lainnya langsung menyerang kearahku.


Dengan kibasan tanganku semua akar yang menyerangku langsung hilang. Buah itu langsung jadi tanaman dan berubah jadi bunga raksasa.


"Dasar menyebalkan!!!"(Liana) Liana mengulurkan tangannya. Dan tangannya berubah jadi batang pohon yang menyerangku.


"Tidak tahu kapan harus menyerah ya?" Aku juga mengulurkan tangan dan membuat bola hitam disitu.


Semua batang yang menyerang kearahku jadi hitam sebelum lapuk dan hancur. Aku mengibaskan tanganku kearah bola hitam.


Dan bola hitam itu hancur menyebar dan langsung membuat semua tempat yang dilewatinya jadi hitam.


Bunga dikaki Liana kembali menutup, batang dan akar keluar dari tanah dan menutupi bunga itu


Batang dan akar yang terkena kegelapan langsung hancur begitu juga bunganya menyisakan Liana sendirian didalam ruangan hitam.


"Aku tidak percaya kamu mau bicara padanya"

__ADS_1


"Aku harus tahu alasannya meracuni ku sebelumnya"(Sistem) "Kamu diracuni?"


"Kalau tidak begitu siapa yang bisa membunuhku? Aku Great wizard ingat"(Sistem) "Masuk akal"


Seorang pria tua dengan jubah hitam berjenggot hitam memegang tongkat yang juga hitam muncul


Entah kenapa perawakannya seperti tokoh di film yang dulu sempat kutonton.


Pria tua itu maju menemui Liana


"Apa kamu pikir dengan mencari celah dipikiran dan dihatiku bisa melemahkanku?"(Liana)


"Sepertinya sudah lama ya Liana? Sepeninggalanku kalian semakin makmur ya, menguasai seluruh dataran yang ada dan menjadi penguasa dibalik penguasa"(Sistem)


"Diamlah !! Kamu sudah lama mati"(Liana)


"Benar karena itu aku bertanya padamu. Kenapa kamu meracuniku? Kenapa kalian membunuhku?"(Sistem)


"Bukanya jawaban karena hal itu sudah jelas? Selama ada kamu seluruh dunia berada di bawah kakimu. Kami cuma bisa menjadi bayanganmu saja kan?"(Liana)


"Jadi itu tanggapan kalian tentangku. Padahal aku selalu menggangap kalian anakku sendiri tapi apa yang kudapat ? Di khianati dan dibunuh? Terus bagaimana dengan eksperimen dengan manusia dan membuat pasukan dari homunculus? Kenapa kalian bisa berbuat hal sekeji itu?"(Sistem)


"Keji? Bukanya kamu yang mengajarkan itu semua pada kami? Bukanya itu yang kamu lakukan selama ini? Kami cuma mencontohnya darimu"(Liana)


Itu sedikit mengejutkan sih "Aku tidak memperdulikan mahkluk yang lain. Bukannya menggunakan mereka sebagai bahan untuk kekuataanku"(Sistem)


"Apa menurutmu itu berbeda? Memperbudak seluruh dataran ini juga adalah idemu kan? Kalau tidak kenapa kamu membangun 8 menara sihir?"(Liana)


"Jika itu menurutmu. Terserahlah, seperti pendapatku dulu. Kalian bisa melakukan apapun yang kalian mau hanya saja harus siap menerima konsekuensinya cepat atau lambat seluruh menara sihir yang ada akan runtuh seperti menara sihir milikmu ini. Karena kalian juga sudah mengkhianatiku, aku berhak untuk membalas dendam kan?"(Sistem)


Aku muncul dari dalam kegelapan tepat disamping pria tua itu "Kalian belum berkenalan dengan benar kan? Kenalkan dia ini murid terakhirku Brian yang akan menuntaskan pembalasan dendamku. Tidak menyangka? Sama aku juga. Memiliki murid terakhir setelah mati itu adalah hal yang tidak pernah bisa kusangka"(Sistem)


"Bukanya aku sudah bilang tidak perlu cara apa yang kamu gunakan aku tidak akan gentar"(Liana) "Benar juga. Jadi aku tidak perlu kamu lagi selamat tinggal"


Aku mengibaskan tanganku. Kegelapan berubah jadi gigi yang langsung mengoyak Liana tanpa ampun

__ADS_1


Hingga tidak ada yang tersisa darinya. Inilah akhir dari menara sihir Alchemist. Aku harus meningkatkan kekuataan ku dulu sebelum memulai perang dengan menara sihir yang lain


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2