
Dengan portal aku muncul di kaki gunung. Disana terdapat 25 orang salah satunya putra mahkota.
"Kamu berhasil selamat?"(Putra mahkota)
"Itu tidak sulit meski mereka guru akademi ternyata cukup lemah"
"Jika mereka kamu sebut lemah terus kami apa? Ayam? Tapi kamu tidak apa-apa kan? Soalnya karena hilangnya Tiffany seluruh akademi memasuki status siaga"(Putra mahkota)
"Itu tidak ada masalah" Aku memperhatikan anak gendut yang ada dipojok.
"Apa kamu Balor?" "Ah, apa anda yang..."(Balor)
"Ya itu benar, saya yang menghubungimu lewat pangeran" "Aku merasa berterima kasih karena telah membawaku. Tapi sepertinya aku tidak bisa membantu apapun"(Balor)
"Tidak ada yang tahu dan pantas menilai itu.
Seluruh manusia memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Jadi setiap manusia pasti bisa membantu asal bidangnya tepat"
"Begitu ya"(Balor) "Jadi perkenalkan seluruh temanmu" Dari 25 orang yang disini. 10 orang sudah memihak putra mahkota berarti sisanya calon pasukanku.
Dari 15 orang 8 merupakan perempuan sisanya laki-laki. Aku yakin mereka berteman dekat karena dipilih Balor.
Orang seperti Balor tidak akan mengajak orang yang dia benci
Selain Balor yang sedikit gemuk, ada anak yang memakai kacamata, Ada juga yang sedikit pucat, ada yang berotot tapi hanya dikedua lengannya saja, ada yang berkulit hitam, ada yang kurus sekali sampai tulang lengannya terlihat, dan yang terakhir terlihat cukup normal jika tidak melihat 2 tanduk kecil dikepalanya.
"Ini Ansir (Anak dengan kacamata), yang ini Drace (Anak pucat), dia Alstor (Anak dengan tangnnya yang berotot), yang berkulit gelap Dugal, yang kurus Clay, dan yang terakhir Addon (Anak dengan tanduk)"(Balor)
Meski terlihat buruk sebenarnya mereka memiliki potensi yang berbeda. Ansir merupakan anak pandai dan cocok untuk jadi magic enginer, Drace cocok dalam Alchemist meski sepertinya hasilnya akan sedikit buruk, Alstor merupakan anak dengan 2 mana didalam tubuhnya Gravitasi dan bumi sepertinya hasil eksperimen Alchemist pada tangannya, Dugal adalah anak yang memiliki elemen ganda juga yaitu kegelapan dan air, Clay salah satu anak spesial tapi aku tidak tahu dibagian mana, dan yang terakhir Addon ada darah hewan yang mengalir ditubuhnya.
Mereka semua anak yang unik dan bermasalah. Dan untuk yang perempuan tidak ada masalah pada fisik mereka.
__ADS_1
Hanya saja terlihat kalau mereka semua Below mage. Ada 2 anak kembar dengan rambut pirang, 2 rambut merah, 3 rambut hitam, dan yang terakhir berambut coklat.
Kedua anak kembar sangat mirip, salah satu dari gadis berambut merah memakai kaca mata, salah satu dari gadis berambut hitam berkuncir dua, yang satunya lebih gemuk dari yang lain.
Melihat aku memperhatikan para gadis Balor langsung mengenalkan mereka.
"Yang kembar Deva dan Desmo (Kembar pirang) Birsha yang memakai kaca mata, Carmil yang disebelahnya (Rambut merah lainnya), Yang berkuncir dua adalah Berly, yang sedikit berisi Rienne, dan dia Daeva (Rambut hitam terakhir), dan yang terakhir Lores"(Balor)
Baiklah aku sudah tahu semua nama mereka.
"Maaf, apa aku boleh kembali ke istana?"(Putra mahkota) "Tidak!!!"
"Kenapa?"(Putra mahkota) "Karena menara sihir pasti akan mengecek kesana. Terlalu berbahaya" "Jadi kamu ingin menjadikanku sandera?"(Putra mahkota)
"Kamu salah paham. Ada sebuah mansion disebelah rumah Carlice madice. Tempat itu sudah lama kosong, kamu bisa pergi kesana"
"Carlice? Tapi jika aku tidak kembali ke istana bagaimana caranya aku mewarisi kerajaan ini?"(Putra mahkota) "Satu hal yang harus diingat pangeran. Bahwa anda sudah mati.
Jadi buat nama baru dan wajah baru, sisanya akan diurus yang mulia"
"Aku mengerti, jadi aku pergi dulu"(Putra mahkota) Putra mahkota pergi dengan rombongannya tanpa mengenalkan satupun kepadaku.
Aku juga tidak begitu perduli. Hanya saja berapa banyak dari mereka yang akan tinggal? Inilah yang jadi masalah.
"Baiklah aku ingin bertanya kepada kalian semua yang ada disini. Apa ada salah satu dari kalian yang ingin kembali?"
"Aku tidak. Lagipula aku dibuang oleh keluargaku"(Balor) "Aku malah dijual pada menara sihir"(Alstor)
Setelahnya mereka semua menceritakan keadaan mereka.
Balor yang dibuang karena tidak berguna dan diambil oleh menara sihir, Alstor yang gagal dalam eksperimen khusus hingga jadi cacat, Dugal merupakan bekas budak perang yang sebatang kara, Ansir anak bangsawan terbuang yang terlahir karena ibunya dayang, Drace yang tubuhnya memiliki penyakit khusus dimana darahnya beracun, Addon anak yang lahir dari Chimera, dan Clay anak yang lahir dari homunculus sehingga tubuhnya lebih lemah.
__ADS_1
Para gadis juga memiliki masalah tersendiri yang jelas ini cukup menguntungkan untukku.
"Baiklah, aku mengerti keadaan kalian dan penderitaan kalian. Karena aku dulu juga murid akademi dan Below mage juga"
"Itu tidak mungkin"(Ansir) "Benar seorang below mage tidak bisa menggunakan banyak mana"(Drace) "Itu sebelum aku menguasai sebuah teknik mengumpulkan mana khusus.
Tapi sebelum aku beritahu, aku akan menanyakan siapa yang ingin pergi kupersilahkan"
Mereka semua diam. Aku tahu sebuah teknik mengumpulkan mana yang bisa mengubah keadaan Below mage itu sangat penting.
"Baik aku peringatkan dulu. Aku memiliki permusuhan dengan menara sihir bukan salah satu tapi semuanya. Kalian tahukan apa yang bisa saja terjadi"
Kali ini mereka sedikit bergetar tapi tidak goyah
"Kalian mungkin merasa senang bisa keluar dari akademi. Padahal mustahil kalian bisa keluar dari sana"
"Boleh tau kenapa?"(Ansir) "Karena kalian semua adalah bahan. Pernahkah kalian berpikir kemana semua murid kelas rendah selama ini? Apa mereka pulang? Apa mereka semua bisa pulang? Bukanya jawabannya jelas"
"Jadi maksudnya"(Ansir) "Benar akademi adalah tempat membuat pasukan yang berbakat dan hebat akan dicuci otak dan yang lemah akan dijadikan eksperimen untuk jadi alat"
Mereka semua syok dan jatuh terduduk
"Sejak awal setelah masuk ke akademi tidak ada lagi yang selamat. Yang tetap hidup akan jadi budak menara dan yang lemah akan jadi alat-"
"Tuan Makan siang sudah siap. Mau kubawakan kesini?"(Michela) Michela muncul dari mulut gua.
"Michela kemari sebentar" Michela datang
"Ada apa tuan?"(Michela) "Gadis disampingku merupakan eksperimen yang gagal dari menara sihir. Michela tunjukkan wujud aslimu"
"Apa tidak apa-apa tuan?"(Michela) "percaya saja padaku" Michela kembali kebentuk aslinya membuat semua yang ada disana terkejut dan takut hanya satu orang yang tidak
__ADS_1
"Bagaimana bisa?"(Addon) "Kalian pasti bisa merasakan mana kacau didalam tubuhnya. Dengan teknik itu mana sekacau ini yang membahayakan tubuhnya bisa diatasi apalagi cuma masalah kecil seperti below mage. Aku tidak memaksa kalian karena ini mempertaruhkan nyawa jadi pilihan ada ditangan kalian"
**TO BE COUNTINUE...***