
Aku sekarang berada di kamar dengan layar yang melihat keadaan akademi. Mencari putra mahkota sangat sulit disini.
Aku tidak tahu kamarnya dimana jadi hanya bisa menjadi bayangan di satu bagunan dekat portal.
Yang unik di tempat ini banyak sekali golem yang berkeliaran seperti penjaga. Untung saja golem milikku ditaburi debu antistone jadi tidak ketahuan.
Aku sempat melihat lukisan putra mahkota sebelumnya. Dia memiliki kulit sawo matang, dengan mata coklat dan rambut pirang seperti ayahnya.
Hanya saja mencarinya disini sangat sulit. Golem ini juga tidak bisa masuk kedalam portal.
Jadi yang bisa kulakukan menunggu malam hari seperti ini. Beberapa murid dan guru mulai keluar dari portal, aku mencari yang mana putra mahkota.
Setelah 10 menit mencari aku menemukannya. Putra mahkota dikelilingi beberapa murid baik laki-laki atau perempuan.
Akhirnya golem ini bisa menyatu dengan bayangan putra mahkota. Baiklah sekarang tinggal menunggu putra mahkota kembali kekamar.
Setelah beberapa jam akhirnya putra mahkota tidur. Baiklah ini saatnya
"Dark magic trance, Light magic linked"
Aku menutup mata dan tertidur.
Sekarang aku berada diruangan serba hitam, terlihat putra mahkota yang berjalan-jalan didalam kegelapan.
"Selamat malam, pangeran" Putra mahkota berbalik menghadapku "Siapa kamu? Kenapa mengurungku disini?"(Putra mahkota)
"Aku seorang mage yang kebetulan berada di kerajaan pangeran" "Aku tidak pernah mendengar ada mage sehebat ini didalam kerajaan. Kalau begitu ada urusan apa kamu denganku?"(Putra mahkota)
"Untuk menghubungimu dan mempertemukan kalian" Aku menjetikkan jariku.
Raja keluar dari dalam kegelapan.
"Ayahanda?!"(Putra mahkota) "Anakku"(Raja)
"Aku akan membiarkan reuni antara ayah dan anak ini. Aku akan menghubungi kalian besok"
Pandanganku mulai kabur dan aku terbangun.
Keadaan masih malam dan Michela masih tidur dengan nyenyak.
Biarkan saja raja yang menjelaskan tentangku pada putra mahkota, lebih baik aku kembali tidur.
__ADS_1
Setelah sarapan aku pergi ke istana dengan sihir. Menggunakan shadow portal aku muncul diruang tahta dimana raja sedang bicara dengan Carlice.
Untung saja aku masih didalam bayangan jadi tidak ketahuan
"Yang mulia, kemarin penyihir itu hanya memasukan cairan kedalam akademi. Aku tidak tahu kegunaanya apa. Jadi aku akan kembali kerumahnya hari ini"(Carlice)
"Itu tidak perlu. Dia sudah berhasil menghubungi putra mahkota"(Raja)
"Tapi bagaimana? Kemarin kami saja tidak masuk kedalam akademi"(Carlice)
"Itu yang aku tidak tahu. Yang jelas dia berhasil mempertemukan aku dengan putra mahkota lewat mimpi"(Raja) "Apa itu merupakan kebenaran atau cuma dibuat saja olehnya"(Carlice)
"Itu kebenaran, aku mencoba menanyakan beberapa hal yang hanya diketahui putra mahkota dan yang tidak. Dan aku yakin kalau itu memang putra mahkota yang asli"(Raja)
"Kalau begitu jika dia bekerja dibawah orang lain atau menyampaikan kabar ke orang lain kita tidak bisa menyelidikinya"(Carlice)
"Itulah yang kukhawatirkan. Dia tidak lemah bahkan bisa menghancurkan seluruh kerajaan ini jika dia mau"(Raja)
"Apa kita harus kerja sama dengannya. Jika kita minta bantuan menara sihir bukanya kita bisa mengatasinya"(Carlice)
"Masalahnya dia bisa membuat kristal sihir sendiri yang tidak bisa dilakukan menara sihir. Jika dia berkembang kita sebagai kerajaan yang berhubungan dengannya juga ikut berkembang"(Raja)
Aku keluar dari bayangan
"Tidak kusangka, yang mulia pintar juga. Sekarang harusnya yang mulia tahukan apa yang harus dipilih"
"Tapi tidak perduli bagaimana pertarungan dari pihak mu dan menara sihir kerajaan ini juga akan terkena dampaknya"(Carlice)
"Itu memang tidak terhindarkan. Bagimana begini saja. Selain kristal sihir, benda sihir bahkan senjata kami bisa berikan dengan mudah"
"Kita sudah berada dipihak yang sama sejak kemarin. Jadi ceritakan dulu bagaimana cara menyelamatkan putra mahkota dan memutuskan hubungan menara sihir"(Raja)
"Mudah. Dengan kematian putra mahkota"
"Katamu ingin menyelamatkan pangeran, kenapa malah ingin membunuh pangeran?"(Carlice)
"Dengarkan dulu. Aku sudah berhasil menyusup ke akademi. Dengan sedikit sihir dan mainan aku bisa menghancurkan satu kelas tempat putra mahkota itu berada. Dalam keadaan seperti itu aku bisa membawa putra mahkota. Itu adalah tugasku"
"Sisanya?"(Raja) "Anda tanyakan pada pihak menara sihir keadaan putra mahkota 1 bulan setelah kejadian. Pasti menara sihir akan menyembunyikan kabar itu, sambil menyembunyikan putra mahkota tentunya"
"Apa cara itu akan berhasil?"(Carlice) "Pasti berhasil. Sisanya hanya sedikit tekanan dan permintaan pengembalian putra mahkota. Setelah itu kalian bisa memutuskan kerja sama. Menara sihir tidak akan repot-repot mempertahankan kerajaan tidak menghasilkan seperti ini. Pasti menyetujui hal itu"
__ADS_1
Perkataan ku membuat mereka semua terdiam.
"Baiklah, aku akan bekerja sama sebaik mungkin"(Raja) "Serahkan soal putra mahkota kepadaku, semuanya akan berjalan lancar"
Hari itu perjanjian dengan raja mulai berjalan lancar. Tapi itu hanya dengan raja, aku tidak tahu dengan putra mahkota.
Karena perlu campur tangannya untuk membuat rencana ini berjalan tanpa membunuhnya.
Malamnya aku kembali menghubungi putra mahkota. Yang sedikit mengejutkan dia duduk menungguku.
"Kamu sudah datang"(Putra mahkota) "Maaf membuat anda menunggu pangeran"
Aku mengibaskan tangan, 2 sofa berhadapan muncul disana.
Aku duduk diatasnya dan putra mahkota diseberangku.
"Aku mendengar kamu ingin membawaku dari akademi. Aku ingin tahu alasan lebih jelas"(Putra mahkota) "Bukanya sudah jelas"
"Tidak, maksudku kenapa harus? Bukanya dengan di akademi aku bisa mempelajari banyak sihir dan membuat banyak mesin untuk keperluan perang"(Putra mahkota)
"Jika pangeran tetap di akademi, pangeran akan berpihak pada menara sihir"
"Bagaimana kamu yakin seperti itu?"(Putra mahkota)
"Karena dulu saya sempat belajar di akademi.
Menara sihir akan mencuci otak para murid yang berbakat dan menjadikan bahan para murid yang payah"
"Itu tidak mungkin"(Putra mahkota) "Kenapa tidak mungkin?" "Karena banyak orang yang berpengaruh diakademi"(Putra mahkota)
"Bukanya itu malah lebih jelas" "Apa jika kamu membawaku, aku tidak bisa menyelamatkan yang lain?"(Putra mahkota)
"Siapa yang ingin anda bawa?" "Tunanganku. Dia sudah 1 tahun lebih lama di akademi"(Putra mahkota) "Kalau begitu pangeran harus memastikan apa dia sudah dicuci otak atau belum. Aku juga meminta pangeran mengumpulkan teman anda. Dan para murid ditingkat terendah untuk dibawa"
"Kenapa?"(Putra mahkota) "Untuk dijadikan sekutu dan pasukanku tentunya" "Baiklah, aku hanya meminta agar kamu menjaga kerajaanku"(Putra mahkota) "Selama yang mulia tidak ingkar janji itu adalah hal yang mudah"
Pandangan mulai kabur dan aku bangun dari tidurku. Aku harus memastikan pergerakan putra mahkota dan ada kemungkinan dia berkhianat atau tidak sebelum memulai ini semua.
Aku tidak sabar untuk segera memulai rencana ini. Seterkerjut apa pihak menara sihir saat itu terjadi ya.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1