
Setelah aku membunuh Malvia, seluruh pemilik menara sihir mundur dan semua pasukanku juga mundur untuk sementara.
Aku harus mengatur mereka dulu, terutama untuk mengurus yang terluka dan gugur meski tidak banyak.
Juga mencegah agar pasukanku tidak terlalu bersemangat dan akhirnya ceroboh dan meremehkan menara sihir.
Setelah hancurnya menara medis keadaan mulai berpihak padaku. Apalagi menara sihir yang terjatuh dalam keadaan yang sulit.
Aku akan mengakhiri perang ini dihari kedua atau ketiga. Lebih baik menyelesaikan ini semua dengan cepat.
Laporan tentang keadaan pasukan terus berdatangan, divisi medis dan logistik mulai kerepotan.
Aku juga harus mengecek banyak hal. Termasuk Michela yang terluka ringan, aku juga harus bersiap jika ada serangan mendadak lain dari menara sihir.
Akhirnya malam penuh dengan kesibukan dan ketegangan berakhir. Dan dipagi hari dimulai dengan munculnya puluhan magic ship dan 3 KOF dibelakangnya.
Pertempuran dimulai di kelima medan perang. Meski begitu tanda-tanda pemilik menara sihir belum muncul.
Kali ini aku akan turun tangan langsung dalam perang ini. Celah ruang terbuka diberbagai tempat.
Laser raksasa keluar dari sana dan menjatuhkan beberapa magic ship dan KOF.
Monarch juga mulai bergerak dan memborbadir sekitar.
Aku juga harus mulai bergerak "Space throne world Reflection" Aku muncul di lima medan perang sekaligus.
"Barrier" Barrier terbentuk didepan pasukkanku, menahan serangan dari monarch.
Puluhan bola api raksasa datang tanpa henti. Belasan Wizard diberbagai medan mulai menyerang dengan domain miliknya
Pasukanku juga tidak diam saja. Beragam sihir jarak jauh mulai ditembakkan oleh shooter ruller.
"Kalian semua maju. Aku akan melindungi kalian" Semua pejuang milikku maju dan menyerang mage ditanah.
Muridku mulai menyerang monarch yang langsung dihadang wizard dari sisi lawan
Keadaan semakin menegangkan baik dari sisiku maupun sisi sana.
Aku tidak bisa langsung turun tangan dalam perang ini. Aku cuma harus menunggu menara sihir lebih terdesak lagi.
Golem mulai runtuh satu persatu karena serangan sihir dari musuh. Celah ruang kembali terbuka mengirim golem lainnya.
Meriam sihir menembak tanpa henti membuat suara ledakan yang tidak ada habisnya.
__ADS_1
Kami terus mendorong pasukan menara sihir sampai didepan menara sihir. Monarch mulai menyerang secara langsung dan menggunakan semua yang mereka punya.
Jaring petir raksasa mulai keluar dan menghancurkan segalanya. Jika aku tidak menahan kebanyakan serangannya dengan Barrier setengah pasukanku akan hancur.
Semua muridku telah menyelesaikan pertarungan dan mulai langsung menyerang monarch.
Setelah setengah hari beberapa monarch jatuh dan hancur. Aku bingung apa mereka tidak mau keluar sama sekali? Setelah 2 jam akhirnya mereka mulai bergerak.
Semua pemilik menara sihir menyerang ku di medan perang kekaisaran Lucas.
"Akhirnya kalian muncul. Kupikir aku perlu meratakan semua menara milik kalian sebelum kalian bergerak"
"Diam dan matilah"(Geniviere) Ratusan pedang cahaya menyerangku tanpa ampun. Meski begitu dengan satu ayunan tanganku semuanya hilang
"Aku akan mengurus kalian semua"(Eliseo) Tanah runtuh membuat jurang besar. Beberapa pasukan milikku mulai mundur dan beberapa jatuh kedalamnya
"Mass teleport" Aku mengirim semua yang masih hidup ke dalam Space monarch. Soalnya ini akan jadi medan perangku.
Dari jurang yang tercipta itu keluar lava yang membara dan membentuk tsunami raksasa
Dari belakangku keluar ratusan tangan hitam yang langsung menahan tubuhku.
Dari atas kepalaku keluar ratusan pedang cahaya yang menyerangku. Aku tidak bisa mengatasi ini semua dengan masih mempertahankan sihir ini.
Aku menunjuk lava yang datang. Udara dingin berhembus dan semua lava itu membeku, sayangnya aku tidak sempat menahan pedang cahaya itu hingga aku terkena serangannya dan terdorong ke tanah.
Tanah yang menguburku jadi keras dan menahan seluruh tubuhku. Jika aku bukan Elder wizard serangan ini akan meremukkan tubuhku.
Tangan besi muncul diatas kepalaku yang ukurannya sangat besar. Aku menggunakan sihir alam dan akar keluar dari tubuhku.
Pohon raksasa keluar dan menghalangi serangan tangan raksasa itu. Hanya saja bukan cuma disana ratusan pohon lainnya keluar dan membuat tempat ini jadi hutan.
"Memang kamu pikir bisa sembunyi? Eclipse sword"(Geniviere) Pedang cahaya raksasa mengayun kebawah, dan dibagian bawah pedang bayangan raksasa langsung membelah hutan.
Ledakan besar terjadi yang langsung membuat seluruh hutan lenyap. Aku tahu kalau melawan mereka semua secara langsung sangat sulit.
Mata raksasa muncul dilangit yang langsung menatap kearahku "Disana!!"(Maverick)
Tanah berubah jadi ular yang langsung menelanku.
Dengan satu ayunan dariku ular tanah ini hancur berkeping-keping. Tapi itu membuat keadaanku lebih berbahaya lagi.
Ratusan peluru melesat kearahku secepat cahaya. Bahkan aku cuma sempat bertahan saja menahan serangan ini.
__ADS_1
"Twins. Stab"(Geniviere) Geniviere muncul didepan mataku dengan pedang cahaya yang menusuk kearahku.
Dipunggungku juga ada Geniviere hitam yang memegang pedang bayangan yang menusukku.
Aku menggunakan gelombang yang langsung membuat kedua Geniviere itu terpental saat mendekat.
Saat terpental dia sempat melempar ratusan bola cahaya dan kegelapan yang berubah jadi komet kearahku.
"World distorsion" Semua serangan itu berbelok saat mendekatiku dan membuat ledakan disegala tempat.
Petir langsung menyambar tubuhku dan badaipun terjadi bersamanya. Setiap air hujan yang turun tidak menyentuh tanah melainkan menyerang kearahku.
Bagian tanah berubah jadi lautan dan ular dari laut muncul dan menyerangku. Aku mulai kesulitan menahan ini semua apalagi Geniviere terus menyerangku dengan cahaya dan kegelapan secara beruntun.
Aku membuat ledakan besar semua yang terkena gelombangnya akan hancur tidak perduli apa itu awan, angin, udara, laut bahkan tanah.
Aku langsung melesat ke arah Geniviere "Kamu sangat menyebalkan" Petir berkumpul ditanganku dan hampir saja aku mengenainya.
Angin menabrakku dari atas membuatku jatuh kebawah dan membuat ledakan besar.
Tanah tiba-tiba lonsor kebawah menyeretku kedalam jurang.
Didalam jurang Geniviere menunggu didalam bayangan monster yang langsung menerkam kearahku.
Saat aku ingin melawan seluruh tubuhku ditahan oleh semua batu-batu itu. Petir turun dari atas dan menyambar tubuhku
Akhirnya aku cuma bisa bertahan dengan elemen ruangku dan ditelan monster hitam itu.
Serangan kegelapan menyerang perisaiku tanpa henti. Aku mengumpulkan cahaya diujung jariku
"Mighty Sun" Cahaya diujung jariku meledak membuat semua kegelapan hilang dan mendorong Geniviere mundur.
Semua cahaya ini berubah jadi api yang membentuk ular yang melilit tubuh Geniviere.
Tornado terjadi yang langsung menghilangkan semua seranganku.
Geniviere langsung melepaskan diri dan menyerangku "Eclipse meteor" Komet hitam mengarah kearahku sebelum meledak tiba-tiba.
Dan ratusan pedang cahaya langsung menyerang perisaiku. Sepertinya cuma sampai disini saja perjuanganmu.
Aku muncul dibelakang Geniviere dengan sekali ayunan tanganku kepala Geniviere terpisah dengan tubuhnya
Baiklah, tinggal mengurus yang lain.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***