
Sekarang kami dimeja makan yang tersedia sup hangat untuk kami. Birsha dan ibunya terus berbicara berdua.
"Terima kasih sudah mengantar anakku pulang"(Ayah Birsha) "Sepertinya anda salah paham. Aku tidak mengantar anakmu pulang"
"Terus apa maumu?"(Ayah Birsha) Birsha menyentuh tangan ayahnya dan membuatnya menoleh kearah Birsha.
"Ayah. Ayo kita tinggalkan tempat ini, tidak ada harapan jika terus bertahan disini. Kerajaan Glaise juga tidak perduli dengan perbatasan ini"(Birsha) "Kamu tau kalau itu tidak mungkin kan"(Ayah Birsha)
"Birsha dengar kita bertahan disini untuk warga yang tidak bisa pergi kemanapun. Sejak tahun lalu kerajaan melarang semua warga untuk meninggalkan kerajaan sejak cuaca mulai sangat buruk"(Ibu Birsha)
"Jadi karena badai salju tidak berkesudahan. Tapi tadi kami aman-" Suara rentetan peluru terdengar. Tunggu dulu memang ada senjata api selain meriam didunia ini?
"Apa ada serangan?" Aku langsung berdiri tapi melihat kedua pasangan yang menampakan muka maklum membuatku jadi malu
"Itulah yang dimaksud Ice strom"(Ayah Birsha) "Ice strom?" Kenapa cuma aku disini yang bingung ya?
"Ice strom merupakan keadaan unik dari pengaruh tebing Darshon yang mengeluarkan elemen air dan kegelapan secara bersamaan yang membuat hujan es hitam tanpa henti"(Sistem) Apa hubungannya?
"Kalau memang tempat ini seburuk itu kenapa kalian tidak pergi? Apa karena pengaruh kerajaan Holice?"
"Itu karena kerajaan Glaise ingin kita menjaga tempat ini atau memang ingin menyingkirkan kita. Sejak pemindahan kita kesini mereka tidak pernah mengirimkan bala bantuan sedikitpun hingga terpaksa kami meminta persediaan langsung ke ibukota"(Birsha)
"Tapi karena pengaruh cuaca yang semakin lama semakin buruk hingga sulit untuk berpergian ditambah ibukota juga mulai terkena krisis juga"(Ayah Birsha)
"Menara sihir hanya membantu beberapa kelompok saja yang akhirnya menimbulkan perselisihan"(Ibu Birsha)
"Jadi menara sihir ingin meruntuhkan kerajaan? Ternyata belum semua kerajaan dikuasai ya"
"Boliverat bagaimana? Tidak semua wilayah aman dan tentram bisa dibilang banyak kerajaan yang rusak karena pengaruh cuaca juga. Jadi menara sihir membantu kerajaan-kerajaan itu dengan syarat tertentu"(Sistem)
"Apa ayah dan ibu mau mati ditempat seperti ini? Apa tidak ingin keluar saja dari kerajaan ini?"(Birsha)
"Tidak bisa Birsha. Kita tidak bisa menyerahkan benteng ini pada Holice. Jika perang terjadi bukan cuma kerajaan yang menderita bahkan semua penduduk juga"(Ayah Birsha)
Aku jadi binggung. Perang? Bukanya sejak menara sihir berdiri perang sudah berakhir?
__ADS_1
"Sepertinya itu pengaruh menara sihir"(Sistem) Kenapa begitu? Bukanya itu sudah tidak sesuai dengan tujuan berdirinya menara sihir?
"Seharusnya begitu. Jika memang mereka benar-benar ingin menguasai seluruh tanah yang ada. Raja dan kekerajaan disekitar akan jadi penghalang besar"(Sistem)
Aku mengerti. Karena itu mereka dengan susah payah menghilangkan para anak berpotensi, itu juga alasan mereka memaksa produk mereka jadi satu-satunya produk legal,
Dan itu juga alasan mereka membantu kerajaan lain tanpa pamrih.
Jika mereka ingin menyatukan seluruh tanah ini cara terbaik memang dengan kekuataan mutlak tapi itu tidak menjamin segalanya.
Tapi dengan penguasaan mutlak meski mereka tidak mendeklarasikan kalau ini tanah mereka. Pada dasarnya ini sudah jadi tanah mereka.
Cara termudah untuk melalui semua ini cuma satu yaitu krisis dengan adanya krisis menara sihir akan membantu dengan menawarkan beberapa syarat.
Setelah membantu kerajaan yang ditolong mau tidak mau hanya bisa patuh pada menara sihir jika tidak ingin hancur.
Jadi ada 2 alasan kenapa kerajaan ini diambang kehancuran yang pertama raja dan kerajaan ini menolak dikendalikan menara sihir.
Karena itu mereka membuat kelompok untuk menghancurkannya dan yang kedua karena keadaan alam disini.
"Kenapa tempat ini dalam keadaan buruk? Aku yakin kerajaan bukanlah alasannya kan?"
Ayah dan Ibu Birsha menunjukan ekspersi kesal bercampur kecewa diwajah mereka.
Aku yakin kerajaan bukanlah alasan karena satu hal jika memang kerajaan Holice memiliki niat untuk perang harusnya tebing Darshon merupakan titik penting bisa dibilang sebagai simpul penghubung kedua kerajaan itu.
Kalau raja tidak bodoh pasti akan berusaha mempertahankannya sebisa mungkin. Bahkan memberikan gelar Baron pada penjaga perbatasan saja merupakan keanehan itu sendiri.
Aku yakin konflik internal bukanlah alasannya
"Karena kita menolak bantuan menara sihir"(Ayah Birsha) "Ayah menolak mereka? Kenapa?"(Birsha)
"Karena mereka ingin seluruh tempat ini. Mereka ingin kita menyerahkan tempat ini secara sukarela dan mereka akan memindahkan kita ke ibukota"(Ayah Birsha)
"Darshon!!!" "Kenapa dengan tebing Darshon guru?"(Birsha) "Tebing itulah penyebabnya. Karena 2 elemen yang berlimpah disana terbentuknya kristal campuran bukan tidak mungkin terjadi"
__ADS_1
"Apa benar ayah?"(Birsha) "itu benar. Tebing itu bukan cuma memiliki tambang kristal campuran bahkan memiliki sungai elemen didalamnya"(Ayah Birsha)
"Sungai elemen itu cuma istilah saja. Tepatnya merupakan sungai mana dimana mana berkumpul dalam satu aliran panjang bahkan sampai terlihat oleh mata. Aku yakin tambang tingkat 6 ada disana"(Sistem)
"Jadi alasan kalian menolak menara sihir karena sumber daya itu?" "Bukan. Sejujurnya sumber daya itu lebih seperti malapetaka daripada kutukan. Yang membuatku menolak karena mereka akan menghancurkan seluruh dataran ini untuk mengambil sumber daya itu"(Ayah Birsha)
"Aku mengerti. Bagaimana jika kuberi jalan keluar, cukup kerja sama dengan kami saja"
"Aku menolak"(Ayah Birsha)
"Jangan buru-buru. Karena kalian belum mendengar apa rencana kami. Kuberi tahu dulu, aku tidak akan menambang atau merusak tebing Darshon"
"Jadi apa yang kamu mau?"(Ayah Birsha) "Aku akan membuat tambang buatan. Dengan sungai elemen disana aku bisa membuat 5-7 tambang kristal sihir dan 2 tambang kristal campuran. Jika kamu setuju, jangankan keadaan tempat ini membangun kerajaan baru disini jadi hal mudah"
"Bagaimana dengan kerajaan?"(Ibu Birsha)
"Baik Glaise maupun Holice bukan masalah aku juga akan mendukung dengan senjata sihir untuk seluruh wilayah ini. Bagaimana?"
"Menara sihir? Ingat kita sudah menyinggung menara sihir"(Ayah Birsha) "Itu bukan masalah. Mungkin kita harus mulai dari perkenalan dulu aku Brian... Cukup panggil aku Brian saja. Aku tidak kami termasuk Birsha juga adalah kelompok yang akan menghancurkan menara sihir"
Ayah Birsha menggebrak meja "Jangan bercanda. Semua orang tahu bahkan anak balita juga kalau kekuatan menara sihir itu mutlak bahkan 3 kekaisaran saja tidak berani berpikir bisa menyentuh mereka sedangkan kamu siapa? Berani bertarung melawan mereka bahkan sampai melibatkan putriku"(Ayah Birsha)
"Tentu aku tahu aku siapa. Aku juga tahu siapa yang kulawan begitu juga konsekuensinnya tapi aku juga yakin aku bisa menang karena ya... Semua yang menara sihir bisa aku lebih baik dari mereka"
Wajah Ayah Birsha menjadi seram aku yakin dia marah karena putrinya bergabung dengan hal berbahaya seperti itu.
Birsha membisikan sesuatu pada ayahnya
"Benarkah?"(Ayah Birsha) "Itu benar"(Birsha)
"Aku yakin tujuanmu bukan cuma sumber daya kan?"(Ayah Birsha)
"Tentu saja. Aku ingin kamu mendukung atau paling tidak bersikap netral jika sudah saatnya aku akan memulai perang dengan menara sihir secara langsung"
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1