I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 54 Persiapan untuk ke tingkat wizard


__ADS_3

Setelah mengatur para murid aku kembali ke rumah dan menyiapkan segalanya untuk masuk ke tingkat wizard.


Kebanyakan mage saat memasuki tingkat wizard menggunakan elemen yang paling cocok dengan mereka sebagai pondasi domain.


Tapi aku tidak bisa selain aku cocok dengan semua elemen, aku tidak bisa memilih satupun dari elemen itu untuk jadi pondasi.


Pertama kalinya aku binggung seperti- "Tuan"(Michela) "Michela?! Ada apa? Kamu mengejutkanku"


"Apa tuan sedang sibuk? Ini tidak penting kok, bisa nanti saja"(Michela) Perasaan ku mengatakan ada yang salah.


Kebanyakan pria akan mengabaikan hal ini dan akan jadi masalah nanti karena itu sebaiknya aku tunda dulu


"Aku tidak sibuk ko. Cuma melihat stok kristal sihir saja. Jadi kenapa kamu mencariku?"


"Itu..... Apa tuan mau pergi lagi?"(Michela)


"Iya, tapi tidak sekarang sekitar 3 bulan atau lebih. Memang kenapa?" "Apa aku bisa ikut?"(Michela)


Kekuatan Michela mungkin memang bisa membantu, tapi membawa wanita seperti dia (Abaikan para murid yang wanita) akan membahayakannya.


Aku takut sesuatu terjadi pada Michela (Abaikan murid wanita lain yang juga sering terluka)


"Aku tahu kamu ingin ikut. Tapi ini berbahaya bukan cuma untukmu tapi juga untukku, aku takut itu akan menyakitimu baik dari fisik ataupun mental"


"Tapi tuan. Aku tidak mau melihat kejadian kemarin terulang. Aku tidak mau tuan terluka lagi, jika tuan sampai tidak ada aku..."(Michela)


Benar kejadian kemarinlah alasannya. Aku berdiri dan mendekati Michela yang langsung dipeluk oleh Michela.


"Aku tidak mau sendirian lagi... Hanya tuan yang... Aku tidak mau ditinggal lagi"(Michela)


"Dengar Michel..." Aku merasakan bajuku basah.


Aku tidak jadi mendorongnya, aku malah memeluknya lebih erat. Terkadang kesunyian dan pelukan seperti ini lebih berarti dari kata-kata kosong.

__ADS_1


Terkadang hanya kesendirian dan kesunyian yang bisa menenangkan hati. Hal itu tidak akan pernah kudapatkan lagi.


Meski aku terlihat tegar dan bisa menerima ini semua dengan mudah sebenarnya aku juga takut, khawatir, kesepian dan curiga juga.


Jadi aku tahu perasaan Michela dengan baik.


Setelah beberapa lama Michela menangis akhirnya Michela berhenti.


Aku mendorongnya agar bisa ku lihat wajahnya.


"Dengar Michela. Aku tahu kamu takut tapi ini harus kulakukan bukan cuma untukku atau dendamku tapi ini juga untukmu. Menara itu harus rubuh agar orang-orang seperti kamu tidak menderita lagi. Tidak ada lagi orang yang diperlakukan tidak adil seperti mu


Meski sulit, berat, dan menyakitkan itu semua harus kulakukan. Mengerti"


Michela menggangukkan kepalanya "Aku mengerti. Tapi biarkan aku ikut"(Michela)


Apanya yang mengerti? Ini malah semakin membuatku stress


"Baiklah aku akan mengajakmu jika kamu bisa mencapai tingkat wizard dalam wakty sebelum keberangkatan. Jika tidak patuh tinggal disini"


"Baik. Tuan memang yang paling pengertian. Padahal lebih baik jika tuan seperti majikan lain yang memperlakukan budaknya"(Michela)


"Aku tidak bisa melakukan hal mengerikan seperti itu Michel" "Itulah yang membuatku menyukaimu tuan. Aku akan menyiapkan makan malam dulu. Jangan lupa istirahat tuan"(Michela)


Michela pergi keluar dan aku bisa kembalu fokus "Sebenarnya apa yang diperlukan untuk menjadi wizard selain mana?"


"Mana merupakan faktor penting untuk jadi wizard. Saat kamu ingin naik tingkat akan butuh mana sebanyak 100X dari jumlah mana didalam tubuhmu. Itu batu faktor pertama yang kedua adalah mengeluarkan mana ke sekitar yang terakhir menetapkan aturan didalam domain itu"(Sistem)


"Rumit bahkan dengan mendengarnya saja sudah membuat aku pusing" "begitulah. Mage baru dikatakan menjadi wizard setelah memiliki domain seluas 5 meter tentu saja domain itu sudah lengkap dengan aturan didalamnya"(Sistem)


"Sebenarnya apa yang dimaksud aturan?"


"Kan aku sudah pernah menyebutkan kalau didalam domain semuanya akan mengikuti keinginan pemilik domain. Untuk hal itu kamu harus membuat aturannya dulu. Syarat membuat aturan yang pertama aturan itu harus berdasarkan karekteristik elemen yang kamu miliki misalnya jika elemen kamu kegelapan kamu harus membuat aturan yang serupa"(Sistem)

__ADS_1


"Bukanya kalau didalam domain semuanya diatur pemilik domain?" "Tidak persis seperti itu. Misalnya tadi domain kegelapan kamu tidak bisa membuat orang yang masuk kewilayahmu terbakar tapi kamu bisa membuat orang yang diwilayahmu buta.


Bahkan meski elemennya api atau cahaya hal ini bisa tidak berguna selama lawan lebih lemah dari kamu"(Sistem)


"Ah aku mengerti. Tapi bagaimana caranya?"


"Yang pertama kamu perlu kontrol mana yang luar biasa dengan mengeluarkan mana dari tubuh dan kamu harus terus bertahan sampai mana kamu kembali terisi, kebanyakan wizard lain mengubah mananya jadi elemen agar lebih mudah"(Sistem)


"Jadi itulah yang disebut pondasi?" "Ya. Biasanya kebanyakan mage menumpuk elemen demi elemen hingga bisa berhasil membentuk domain. Keunggulannya aturan dari domain ini akan langsung tercipta berdasarkan hubungan elemen pembangunannya selain itu setiap sihir yang akan digunakan akan bisa digunakan secara instan"(Sistem)


"Apa kelemahannya?" "Kesulitannya tidak bisanya mengendalikan aturan itu sendiri, dan cepat atau lambat akan berubah jadi wilayah tersendiri selama mage itu masih hidup. Kamu tidak bisa menggunakan metode ini, karena akan menciptakan ruang sendiri jika itu terjadi ruang akan saling menumpuk dan melipat dan membunuhmu"(Sistem)


"Bagaimana dengan yang kedua?" "Yang kedua jauh lebih sulit dan lama. Setelah berhasil mengeluarkan mana dari tubuh mage harus mengkompress mana dengan cara apapun seperti membuat spiral dan terus dibungkus sampai benar-benar padat"(Sistem)


"Apa ada cara ketiga?" "Ada. Cara ini lebih mudah kelemahanya hanya aturan didalam domain harus kamu buat setiap kali menggunakannya secara luas. Keunggulannya kamu bisa mudah mengkompress mana maupun domain sehingga serangan kamu bisa jauh lebih kuat dalam serangannya"(Sistem)


"Apa yang harus kulakukan?" "sama seperti umumnya mengeluarkan mana dan mengkompressnya pada kulit. Setiap 1 cm tebal mana yang menambah setara


dengan domain sebesar 5 meter"(Sistem)


"Aku mengerti lebih baik kucoba saja" Aku mengeluarkan seluruh mana didalam tubuh dan mengendalikannya agar melapisi tanganku. Ternyata hal ini sangat sulit, seperti menyusun batu.


Setelah kegagalan 5 kali aku berhasil hanya saja belubang-lubang seperti baju compang camping "Gagal!! Lakukan lagi!"(Sistem)


"Hah? Kenapa?" "Tidak boleh ada yang bolong kalau begitu untuk apa di kompress?"(Sistem)


Aku terus melakukan hal ini beberapa kali mana yang berhasil malah rusak dan buyar sehingga harus dimulai dari awal.


Suara ketukan pintu terdengar. Dan Michela masuk membawa makanan "Tuan silahkan dimakan"(Michela) "Aku akan makan nanti letakkan saja dulu disana" "Tuan jangan memaksakan diri"(Michela) "Aku mengerti"


Setelah Michela pergi aku melanjutkan latihanku.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2