I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 24 Perampokan??


__ADS_3

"Baik kujelaskan rencananya. Pertama aku akan mendekati akademi dulu dan membuat lubang pada perisai di akademi, aku akan menyusupkan golem dan kita kembali"


"Itu saja? Bagaimana dengan putra mahkota?"(Carlice) "Kamu sendiri tahu kan jika ingin menyelamatkan putra mahkota tidak bisa gegabah"


"Tapi bukanya menyelamatkan putra mahkota tujuannya?"(Carlice) "Itu benar tapi tidak sekarang. Jika putra mahkota berhasil kabur darisana, menara sihir akan menghancurkan kerajaan. Lebih baik kamu percaya saja dengan rencanaku"


Carlice menghela nafas. "Baiklah, jadi kita akan berangkat?"(Carlice) "Besok kita akan berangkat, aku perlu menyempurnakan beberapa hal dulu"


"Baiklah aku tidak bisa memaksamu. Lebih baik aku permisi"(Carlice) Tindakan dia aneh. Bahkan raja yang notabennya adalah ayah putra mahkota tidak sampai seperti itu.


"Anehnya dia tidak terlihat seperti pengkhianat. Lebih baik hati-hati dulu padanya, dan jangan terlalu membeberkan rencana"(Sistem) Aku mengerti.


"Michel" "Ya tuan"(Michela) "Kamu urus bagian memasak untuk warga ya. Aku ada urusan" "Baik tuan"(Michela)


Aku kembali keatas dan Michela keluar. Aku ke bengkel kerja bagian atas. Ada 2 hal yang harus kuselesaikan. Pertama menyempurnakan shadow golem dengan Antistone.


Yang kedua membuat crystal portal untuk melarikan diri. Shadow golem tidak sulit untuk menyempurnakannya. Karena hanya butuh penyeimbang saat ditambahkan Antistone.


Masalahnya Crystal portal yang sulit. Pertama aku harus membuat sepasang untuk menghubungkan portal.


Yang kedua mana yang diperlukan, dengan manaku sangat sulit untuk melakukannya.


Dan crystal sihir yang kubuat tidak ada yang memiliki tingkat 3 keatas.


Terpaksa aku menggunakan crystal tingkat 4.


Membuatnya sangat sulit karena perlu banyak mana hanya untuk membuat satu rune.


Bahkan bisa setingkat sihir tingkat 0 dan perlu puluhan disini. Aku terus mengerjakan tanpa menyadari berapa lama waktu terlewati.


Pintu diketuk menyadarkanku, untung sudah setengah yang selesai "Tuan, aku bawakan makanan. Apa tuan mau makan?"(Michela)


Lebih baik aku istirahat sebentar, daripada memaksakan diri dan pingsan lagi.


"Aku datang"


Setelah makan aku melanjutkan kerjaanku, hingga Michela membuka pintu. Tapi aku tetap fokus mengerjakan hal ini.


Aku selesai!! Sudah berapa lama waktu berlalu? "Setelah makan malam sudah 6 jam"(Sistem)

__ADS_1


Lebih cepat dari dugaanku. Aku terkejut melihat Michela dilantai tertidur ditutupi sayapnya.


Aku menggendongnya dan membawanya ke kamar. Lebih baik aku tidur dulu, karena besok akan menjadi hal berat.


Bersamaan dengan cahaya matahari yang masuk kekamar. Aku membuka mata


"Sudah pagi" Michela masih tertidur nyenyak.


Aku keluar untuk mandi dan menyiapkan makanan untuk seluruh desa. Hari masih pagi banyak warga sudah berada dikebun dan di kandang memberi makan hewan ternak.


"Ayo sarapan dulu" Tidak menunggu lama semua orang datang dan kami makan bersama. Michela juga bangun dan membantu menyiapkan sarapan.


Aku ingin menjadikan ini kebiasaan didesa ini. Mungkin terdengar merepotkan dan melelahkan.


Tapi jika digunakan dengan tepat, hal ini bisa sangat menguntungkan seluruh desa. Jika seluruh desa makan bersama setiap harinya meski banyak bahan yang terpakai itu tidak akan sebanyak bahan yang dihabiskan untuk satu desa dengan hitungan perkeluarga.


Jadi sisa dari bahan makanan yang tersedia bisa dijual atau diekspor ke kerajaan lain dengan mudah.


Meski sebenarnya daerah ini masih bagian kota aku sudah menyebutnya dengan desa.


Selain tidak ada bangsawan yang perduli hal pada daerah ini juga agar para warga disini tidak sakit hati pada raja kerajaan ini.


Saat asik berjalan suara sapi terdengar.


"Hei tuan Brian, bagaimana kalau ku antar"(Josh) "Tidak perlu Josh, aku cuma ingin ke istana saja"


"Itu memakan waktu 1 jam jika berjalan dengan naik gerobakku cuma perlu 20 menit"(Josh)


Josh membawa gerobak yang ditarik sapi. Sebenarnya ini merupakan gerobak untuk menarik bahan makanan dari kebun.


"Baiklah jika kamu memaksa. Ayo Michela"


"Baik tuan"(Michela) Kami naik keatas gerobak, dan gerobak pun mulai berjalan.


"Kedatanganmu seperti keajaiban tuan Brian"(Josh) "Apa maksudmu Josh, tidak ada hal seperti itu. Lagipula aku belum bisa mempengaruhi seluruh kerajaan"


"Tidak, jangan merendah. Aku tidak pernah bisa memikirkan memiliki sapi dan bekerja dikebun sebelumnya. Bahkan jika hari ini bisa memasukan sesuatu kemulut saja aku sudah bersyukur"(Josh)


Aku mengerti tentang hal itu. Karena mati kelaparan merupakan kematian yang menyakitkan.

__ADS_1


"Berbeda dengan menara sihir yang tidak bisa melakukan apapun selama 6 bulan ini. Kamu hanya perlu 1 bulan untuk memastikan kami bisa bertahan hidup dan beberapa hari untuk memastikan seluruh ekonomi kami"(Josh)


"Lebih baik jangan terlalu memuji Josh. Sadar atau tidak, aku sudah menghancurkan ekonomi kalian. Jika kalian tetap mempertahankan makan bersama setiap harinya. Harga bahan makanan di tempat kalian akan sangat rendah. Ditambah karena tidak bisa menjual hal itu sangat sulit untuk mendapat uang"


"Untuk sekarang, kerajaan ini tidak perlu uang. Aku yakin meski hal itu terjadi, uang juga tidak terlalu penting lagi"(Josh)


"Aku cuma khawatir tidak tahu bagaimana jadinya nanti. Mungkin sudah sebaiknya memiliki kuda" "Untuk apa?"(Josh) "Transportasi. Untuk mengirim makanan"


Tidak terasa kami sudah memasuki pusat kota. Melihat barisan warga yang mengantri makanan membuat wajah Josh terlihat aneh.


"Ada apa?" "Apa selama ini..."(Josh) Josh kembali diam, aku tahu kenapa tapi aku juga tidak bicara.


Tidak butuh waktu lama sebelum mencapai Istana. Dan dihentikan oleh prajurit.


"Berhenti!!! Siapa kalian? Dan beraninya kalian memiliki sapi saat seluruh rakyat kelaparan"(Prajurit 1) "Turun dan serahkan sapi itu dan pergi!!!"(Parjurit 2)


"Apa begini prajurit kekaisaran?" "Apa urusanmu? Apa kamu tidak tahu kalau seluruh rakyat kelaparan. Dan beraninya kalian memiliki sapi, itu adalah pelanggaran serius. Kami bahkan berhak membunuh kalian dan mengambil sapi itu"(Prajurit 2)


Perampok berkedok prajurit kah? "Urusanku? Aku ingin menemui raja, dan lebih baik kalian sampaikan. Jangan sampai menyesal nanti"


"Hmpff... Serahkan dulu sapi itu baru--"(Prajurit 1) Percikan api membakar tembok dibelakang mereka serta rambut salah satu prajurit.


"Lebih baik sampaikan. Soalnya serangan berikutnya tidak akan meleset" Prajurit 2 langsung masuk kedalam.


Sedangkan prajurit 1 langsung menodongkan tombaknya.


"Tuan... Apa lebih baik kuberikan saja sapi ini?"(Josh) "Tidak!!! Sikap mereka ini keterlaluan, jika dibiarkan mereka akan merampok"


Tidak butuh waktu lama prajurit yang melapor kembali "Kamu dizinkan masuk"(Prajurit 2)


"Baiklah Josh kamu bisa kembali" "Mau kemana kamu? Serahkan sapi itu dulu"(Prajurit 1)


Aku menatap prajurit itu, tapi sudah dibisikan oleh prajurit 2 sebelum aku bertindak. Akhirnya prajurit itu hanya bisa menatap kesal Josh dan membiarkannya pergi.


"Michel, kamu antar Josh dan kembali !"


"Baik tuan" Michela kembali naik keatas gerobak dan kembali bersama Josh.


Aku langsung masuk kedalam istana tidak memperdulikan lagi seluruh prajurit menyebalkan itu

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2