
Tanpa terasa sudah satu minggu aku disini. Sejak hari keempat aku sering dikeluarkan dari kelas.
Bahkan Bu Heni juga memperlakukan aku seperti itu. Bu Shery bahkan lebih parah, saat dia masuk hal pertama yang dia lakukan.
Mengusirku, aku dikenal sebagai anak sampah pembuat kerusuhan dikelas. Karena aku tidak mengajak anak yang lain berbicara tidak ada yang memperdulikanku.
Aku sudah menguasai semua elemen dasar, dan 3 elemen tingkat tinggi. Untuk yang campuran aku belum bisa menemukannya.
1 Elemen tingkat tinggi yang ada hanya elemen Gravitasi. Elemen ini tidak hanya meringankan dan memberatkan benda.
Ini juga bisa mendorong, menarik, membuat domain. Tergantung kegunaannya bisa melakukan banyak hal, bahkan ini bisa dikombinasikan dengan elemen dasar.
Jam makan siang tiba, dan melihat menu makanan yang sama selama satu minggu membuatku tidak nafsu makan.
Untung saja rasanya tidak buruk. Tiba-tiba muncul 4 anak-anak, gaya dan tampangnya seperti preman.
2 anak beroto berjalan dibelakang dan 2 lagi biasa saja tapi sepertinya mereka yang ditakuti. Bahkan mereka tidak memakai jaket mereka, hanya melampirkannya di bahu.
Jalan bergaya yang sombong dan terkadang menendang anak yang sedang berjalan melewatinya bahkan memukul yang duduk diam.
Bener-bener keterlaluan. Dan yang lebih parah mereka mendekatiku yang membuat lebih banyak anak-anak menyingkir.
Aku baru menyadari kalau salah satu dari 2 anak yang didepan memakai kacamata hitam.
"Coba lihat disini. Brian, sekarang namamu terkenal karena jarang mengerjakan tugas"(Anak berkacamata hitam)
Aku mengacuhkan mereka dan melanjutkan makan.
"Kalau diajak ngomong ya. Jawab..."(Anak berkacamata hitam) Dengan kasarnya anak itu menekan kepalaku kedalam kentang kukus yang sedang kumakan.
Anak kurang ajar. Mereka pergi meninggalkanku sambil tertawa.
"Kalau saja Ryot itu bukan cucu kepala akademi pasti keadaannya tidak jauh dari kita"(Anak laki-laki 1)
"Aku ingin menghajar dia untuk membuktikan betapa tidak bergunanya dia"(Anak laki-laki 2)
Cucu kepala akademi? Cara untuk keluar sudah ku dapatkan.
"Baguslah dia memang harus dihajar. Aku akan berikan kamu misi"(Sistem)
~Hajar cucu kepala sekolah dan permalukan dia
Reward: Dark cape
__ADS_1
Hukuman: Jadi pecundang dan target pembullyan
Aku membersihkan semua kentang yang menempel dimukaku dan melemparnya kearah anak yang memakai kacamata hitam.
"Siapa yang berani melakukan itu?"(Ryot)
"Aku. Anak yang mengandalkan pintu belakang aja kok sombong"
"Kamu!!!"(Ryot) "Mau menyuruh anak buahmu mengeroyokku? Silahkan!! Aku anak paling payah di kelas terendah. Dengan mengeroyokku berarti memandang tinggi diriku"
"Baik. Kalau berani selesai pelajaran kita bertarung didepan asrama. Yang kalah jadi budak yang menang bagaiman?"(Ryot)
"Tidak, aku takut kamu akan mengemis pada kakekmu karena takut" "Siapa yang takut"(Ryot) "Kalau begitu buktikan dengan nama lengkapmu katakan kalau kamu akan datang dan bertarung sendirian melawanku dan menjunjung tinggi keadilan dalam pertarungan"
"Baik. Aku Ryot Lavergaf menantang Brian Sanders dalam pertarungan adil tanpa melibatkan siapapun"(Ryot) "Baiklah, aku akan membuktikan keberanianmu nanti"
Aku meninggalkan Ryot begitu saja. Dalam sekejap anak-anak yang lain berisik karena aku tidak mengucap sumpah yang sama bisa saja aku melarikan diri dan mempermalukannya.
"Jika kamu tidak datang, aku akan meminta kakek membunuhmu"(Ryot) "Ah.. aku tidak mau mengurusi cucu manja sepertimu"
Aku bisa mendengar dia marah-marah. Biarlah itu bukan urusanku. Aku kembali kekelas dan menunggu waktu pelajaran berakhir.
Bu Heni meminta aku meminta maaf pada Ryot agar masalah tidak membesar. Tentu saja aku menolak, ada jalan untuk pergi darisini kok ditolak.
Akhirnya tiba. Begitu aku keluar portal, anak itu sudah menunggu didepan portal. Mungkin dia takut aku kabur kali.
"Kamu sudah menghinaku. Rasakan ini Fire ball"(Ryot) Bola api terbentuk ditangannya.
Shadow hole. Ini adalah sihir tingkat 0 versi sederhana dari darkness trap.
Bayangan dikakinya menjadi lubang yang menghisap salah satu kakinya. Hal ini tidak langsung terjadi jadi dia tidak akan sadar.
Benar saja saat akan bergerak kedepan, dengan kaki yang masih tertahan. Dia jatuh, bola api itu meledak didepan kepalanya saat menyentuh tanah membuatnya terpental.
"Aku belum bergerak dan kamu sudah jatuh?"
"Kamu!!! Sialan"(Ryot) Dengan kedua tanganya dia ingin bangun.
Tapi salah satu tanganya tertarik shadow hole hingga dia kembali mencium tanah.
"Baik-baik aku maafkan. Jangan bersudjud sambil menghantam tanah seperti itu"
Seluruh anak yang menonton tertawa mendengarnya.
__ADS_1
"Kamu jangan sombong, aku cuma kepleset. Sekarang mati kamu. Fire blast"(Ryot)
Belum juga api keluar dari tangannya, dia kembali jatuh karena shadow hole. Sihirnya terganggu dan dia muntah darah.
Dan pingsan, benar-benar menyedihkan.
"Apa dia jatuh lagi dan pingsan. Aku tidak tahu kalau cucu kepala akademi seorang badut seperti ini"
Aku berjalan meninggalkan mereka semua.
Para penjaga dari anak itu kembali heboh menolong Ryot.
Dan aku kembali ke kandang milikku Menunggu keributan yang akan terjadi besok.
***
Keesokan harinya setelah bangun tidur aku diseret ke dalam portal perak. Keluar dari sana langsung melihat kepala akademi dengan jenggot hitamnya duduk dengan sombong di sofa empuk miliknya.
"Apa kamu tahu alasan kamu disini?"(Kepala akademi) "Melihat Ryot jatuh?" "Sembarangan!! Kamu mempermalukan keluarga Lavergraf. Dengan menghina cucuku dan mempermalukannya"(Kepala akademi)
"Menghina cucumu? Bukanya anda sendiri tahu kalau aku ini Below mage dengan kata lain sampah terendah diantara sampah, dan cucumu kalah oleh sampah ini bahkan sebelum sampah ini bergerak"
"Kamu benar-benar berani. Memangnya kamu pikir aku tidak bisa mengeluarkanmu?"(Kepala akademi)
"Keluarkan saja. Aku tidak sudi belajar di tempat penuh deskriminasi seperti ini. Bahkan kepala akademi saja masuk lewat pintu belakang"
"Hei apa tidak apa-apa memprovokasi dia seperti itu?"(Sistem) Tidak masalah. Semua anak sudah tahu aku dipanggil kesini, jika aku tidak keluar hidup-hidup pasti kepala akademi ini bermasalah.
Dia tidak punya jalan lain selain mengeluarkan ku dari akademi ini
"Apa kamu tahu kalau kata-kata mu itu bisa membuatmu terbunuh?"(Kepala akademi)
"Silahkan saja. Bunuh aku dan teriakan ke seluruh akademi ini. 'Jika ada yang melihat cucuku jatuh nasibnya sama seperti sampah ini!!' Itukan yang kamu mau?"
Kepala akademi dengan cepat mengambil amplop dan melemparnya ke wajahku.
"Kamu dikeluarkan!!! Dan lihat saja, aku akan mengirim surat ke keluargamu"(Kepala akademi)
"Terserah, aku juga tinggal bilang. Karena melihat cucumu mencium tanah aku dikeluarkan"
"Kamu!!.... Hati-hati, tidak banyak yang selamat setelah keluar sembarangan dari sini"(Kepala akademi) "Itu lebih baik daripada mati di akademi"
"Lihat dia. Bahkan berani mengancam terang-terangan seperti itu"(Sistem) "Sudahlah yang penting misi selesai"
__ADS_1
Aku mendapatkan pemberitahuan misi selesai. Baiklah sekarang tinggal bagaimana caranya keluar dan bertahan hidup darisini.
**TO BE COUNTINUE...***