
Erish dan yang lain saling tatap menatap.
Aku mengenal seseorang disana.
Pria tua dengan janggut hitam, ternyata dia sudah Wizard ya.
Kenapa saat itu aku berhasil lolos ya? Apa mereka memang sepayah itu? "Kamu sadar juga kan tentang itu"(Sistem) "Saat itu aku panik dan belum seahli sekarang mendeteksi mana. Mana kutahu kalau dia itu wizard"
Seorang pria membuka pintu. Pria ini memakai jubah hitam dengan sedikit garis putih dipinggirnya.
Saat masuk fokus utama pria itu ada pada Erish. Sebelum menatap pria dengan jubah coklat.
Aku memerintahkan shadow golem agar membelah diri dan menyatu kesemua Wizard disana. Termasuk pria itu.
"Ada apa Max?"(Pria berjubah hitam) "Menurut Erish ada penyusup disini yang menggunakan sihir kegelapan. Bisa kamu cari tahu Vartur?"(Max) "Tentu, Dark detection"(Vartur)
Kegelapan menutupi satu tangannya. Aku kenal sihir itu. Sihir tingkat 3 yang berguna mendetektesi sekitar bedasarkan kandungan yang didalamnya.
Sihir ini menggunakan mana yang bervariasi tergantung luas dan kandungan benda yang dicari.
Misalnya mencari sesuatu dengan kandungan daging. Maka semua yang memiliki daging disekitar akan terlihat, dan memakan mana setengah dari sihir tingkat 3 lainnya.
Tapi jika kandungan yang dicari lebih rinci seperti air. Semuanya akan terdeteksi dan memakan mana 2X lebih banyak dari sihir tingkat 3 lainnya.
Pria itu menunjukkan wajah terkejut.
"Siapa kalian? Keluar dan tunjukkan diri!!"(Vartur)
Kupikir akan ada pertunjukkan bagus. Ternyata efeknya sama saja dengan kepekaan Erish.
"Tidak sama. Karena banyak golem yang dikeluarkan pasti dia akan kebingungan melihat sesuatu sebanyak itu muncul disatu ruangan"(Sistem) Aku tahu tentang itu. Tapi tetap saja aku kecewa padanya.
"Benarkan apa kubilang?"(Erish) "Bisa kau tarik keluar?"(Max) "Tidak. Mereka tidak hanya satu, bahkan jumlah mereka lebih banyak daripada kalian"(Vartur)
"Tidak mungkin"(Ashri) "Benar tidak mungkin orang sebanyak itu lolos dari deteksi kami semua"(Wendi) "Bagaimana kalau bukan orang? Melainkan alat sihir"(Pria dengan jubah perak) "Bisa jadi. Jadi katakan saja dimana mereka, mungkin ada yang menggunakan alat sihir untuk menyusup dipertemuan ini"(Pria berjanggut hitam)
"Baiklah. Pertama ada di rak sebelah sana"(Vartur) Saat aku tahu dia menggunakan sihir aku sengaja memindahkan golem ke bayangan setiap benda yang menempel ditanah.
__ADS_1
Hal ini untuk menutupi kecurigaan mereka dan mengelabui Vartur itu. Mereka akhirnya berkeliling. Aku menyatukan golem dengan bayangan mereka yang mendekat.
Aku sengaja melakukan hal ini agar Vartur itu fokus pada setiap objek yang sempat dilihatnya.
"Tidak ada apa-apa"(Arshi) "Disini juga tidak ada"(Max) "Disini juga tidak ada"(Wendie) "Apa kamu yakin tidak salah? Tidak ada apa-apa disini"(Pria berjanggut hitam)
"Sekarang sudah tidak ada"(Vartur) "Hah!!???"(Semua orang) "Baiklah semua sudah aman. Aku pamit pergi dulu"(Vartur)
Vartur pergi membuat semua wajah wizard disana kecuali Erish jadi suram.
"Jadi kita dikerjai daritadi?"(Wendie) "Jangan sembaragan! Vartur tidak akan mempermainkan kita!"(Max) "Kalau begitu untuk apa itu tadi?"(Ashri) "Belum berakhir!! Mereka masih disini!"(Erish)
"Sudahlah kita tidak ada waktu menanggapi ketakutan kalian. Lebih baik mulai saja rapat ini"(Wanita berjubah ungu) "Letty benar. Kita mulai saja"(Pria dengan jubah hijau)
Erish masih bertengkar dengan mereka. Alasan yang dia pakai agar informasi tidak bocor.
Aku membuka Shared vision yang lain. Yang berada di Vartur. Vartur masih berkeliling di kerajaan Whalesboar.
"Seperti ada yang menatapku?"(Vartur) Vartur menatap sekitar tapi tidak ada yang memperhatikannya.
Seperti yang kuharapkan dari penyihir gerhana. Aku menghidupkan mode merekam dan kembali ketempat rapat.
"pftt... Pengamat? Penguntit, iya"(Sistem)
"Diamlah aku sedang fokus" Akhirnya mereka memulai rapat dengan ditutupi bola kedap suara yang tidak ada gunanya.
"Baiklah seperti yang kalian ketahui kalau laboratorium di gunung Forthside telah hancur. Ada dugaan kalau pelaku yang melakukan itu sama seperti pelaku yang merusak akademi dibawah pengawasan Erish"(Pria dengan jubah hijau)
"Apa kalian dapat petunjuk apapun tentang pelakunya? Grayson"(Max) "Sayangnya tidak. Dia menghancurkan semuanya termasuk kristal pengawas bahkan jenis yang kecil"(Grayson)
"Kalau begitu bagaimana denganmu? Erish"(Max) "Aku juga tidak dapat apapun. Dia menyerang menggunakan golem raksasa yang terbuat dari batu dan pohon"(Erish)
"Pohon? Mungkin memang orang yang sama. Karena ditemukan batang tanaman didalam reruntuhan lab. Mungkin itu jenis sihirnya"(Grayson)
"Aku pikir ini merupakan tidakan organisasi tertentu"(Erish) "Oh.. Kalau begitu katakan alasanmu"(Pria berjanggut hitam)
"Menurut penyihir yang berhadapan langsung dengan golem itu. Golem itu mengeluarkan sihir dengan berbagai elemen tanpa henti bisa jadi ada 3 atau lebih orang didalamnya"(Erish)
__ADS_1
"Bukanya saat itu kamu menghancurkan golem itu langsung. Apa tidak ada mayat yang kamu temukan?"(Wendi)
"Tidak ada yang kutemukan hanya pecahan kristal ini"(Erish) Erish mengeluarkan pecahan kristal yang kugunakan untuk transportasi.
Tidak tertinggal kordinat untuk kesini kan? "Seharusnya tidak. Setelah kristal portal hancur seluruh dimensi yang menghubungkan kristal juga hancur. Kecuali memiliki kecocokan dengan elemen waktu untuk mengintip masa lalu atau mengembalikan kristal seperti sebelum kamu gunakan tidak ada yang bisa menyelesaikan hal itu"(Sistem)
"Kamu tidak berguna seperti biasa"(Ashri)
"Tapi ada informasi lain yang kudapat. Yang membuatku yakin didalam golem itu tidak hanya satu orang. Karena sihir yang mereka gunakan itu Gravitasi, alam, bumi, api dan air.
Tidak mungkin satu orang bisa menggunakan itu semua"(Erish)
"Bisa saja dia menggunakan alat sihir seperti grimore. Mengingat dia bertarung menggunakan golem"(Pria dengan jubah perak)
"perkataan Eron masuk akal. Tapi ada yang membingungkan seperti apa tujuannya? Dan siapa mereka? Kami memiliki semua daftar orang yang memiliki kemungkinan menjadi mage sampai berpotensi jadi mage.
Tapi 2 orang dengan elemen tingkat tinggi dan campuran bisa tidak diketahui"(Grayson)
"Sepertinya kita butuh meningkatkan seleksi lagi. Lebih baik menyimpan banyak sampah yang mungkin terdapat berlian disana daripada menyesal"(Pria berjanggut hitam)
"Aku setuju dengan pak Cashel. Meski mereka tidak terlalu berguna. Paling tidak mereka bisa jadi bahan lain"(Grayson)
"Ada 1 hal yang ingin kuusulkan"(Erish)
"Apa itu?"(Ashri) "Kerajaan Boliverat. Lebih baik diselidiki lebih lanjut"(Erish)
"Kenapa harus menyelidiki kerajaan tidak berguna seperti itu? Tidak dihancurkan saja seharusnya mereka berterima kasih"(Letty)
"Masalahnya dari sanalah semua berawal. hilangnya Tiffany adalah awal kejadian itu sebelum serangan orang itu. Dan 2 ledakan beruntun terjadi didalam akademi dan putra mahkota kerajaan itu terbunuh saat itu. Itu terlalu aneh untuk dibilang kebetulan"(Erish)
"Ada benarnya juga. Hanya saja untuk kesana lagi perlu mengurus alat sihir lagi kan. Bagaimana Vandolf?"(Grayson)
"Aku sudah buang banyak biaya untuk mengurus hal itu. Yang bahkan tidak membawa perubahan sedikitpun. Kenapa kita tidak paksa dan rampas saja sih?"(Vandolf)
"Untuk sekarang kita cukup menekan saja. Jika memang tidak ada yang aneh cukup tinggalkan saja kerajaan kecil itu nanti hanchr sendiri"(Letty)
"Baiklah, hasil dari rapat ini menurunkan standar seleksi dan penyelidikan lebih lanjut tentang kerajaan Boliverat. Baiklah kalau begitu rapat ini kita tutup. Saya harap mau organisasi atau perorangan kelompok yang mengancam menara sihir bisa dimusnahkan"(Grayson)
__ADS_1
Aku menutup layar. Sesuai dugaanku. Dengab kejadian serangan 2 kali bahkan salah satu fasilitasnya hancur tentu saja penyelidikan terkait akan dilakukan. Tapi tidak kusangka Erish pandai juga menangkap jejak yang kutinggalkan. Lebih baik aku menghubungi putra mahkota dan raja malam ini.
**TO BE COUNTINUE...***