I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Chapter 17 Michela


__ADS_3

Gadis itu menatapku dengan tatapan yang seperti curiga? Entahlah terlalu aneh melihat kedua matanya.


Karena saat didalam Aquarium dia memejamkan mata aku tidak melihat matanya sebelumnya apalagi pasti warnanya berbeda setelah diambil kedua mana kegelapan dan cahaya darinya.


Matanya abu-abu dengan pupil biru terang dan terkadang ada listrik yang terlihat didalam pupil itu.


"Jadi aku sekarang budak"(Gadis itu) "Begitulah, aku tahu kamu kecewa tapi aku tidak punya pilihan lain"


Anehnya gadis itu seakan tidak perduli dan seolah memperhatikan sayapnya. Membuatku jadi semakin bingung.


"Ada apa?" "Sayapku, tidak mau bergerak"(Gadis itu) Oh benar juga, aku sendiri tidak tahu kenapa sayapnya seperti itu.


"Itu karena mana cahaya dan kegelapan yang kamu ambil"(Sistem) Benarkah? "Kedua pasang sayap itu sumbernya. Aku pikir sayap itu dipasangkan kedalam tubuhnya untuk memasukan kedua mana tingkat tinggi sekaligus. Mungkin itu sayap dari Bright eagle dan Void bat"(Sistem)


Begitu ya. Apa bisa dia menggunakan sayap itu lagi? "Tentu saja bisa. Asal memasukan kembali kedua mana itu kedalam tubuhnya lagi"(Sistem)


Berarti tidak berguna dong. Jika kedua mana dimasukan lagi, tubuhnya akan kembali ke keadaan awal kan?


"Tentu saja tidak, jika kamu memasukan mana kedalam tubuhnya sedikit demi sedikit sambil menunggu tubuhnya beradaptasi mungkin cuma butuh beberapa minggu dan bulan untuk menguasai ketiga mana itu dengan mudah"(Sistem)


Untung saja seperti itu. Aku agak bersalah mengambil sayapnya.


Aku memegang bahunya "Maaf aku terpaksa mengambil kemampuan terbangmu untuk sementara"


"Jadi aku tidak bisa terbang lagi?"(Gadis itu)


"Tentu saja tidak. Jika kamu mau, tidak butuh waktu lama untuk bisa terbang lagi"


Anehnya wajah gadis itu malah seperti ketakutan.


"Apa aku akan dieksperimenkan lagi?"(Gadis itu)


Sekarang aku tahu alasannya. Menara sihir memang biadab, aku tidak tahu berapa banyak lagi orang yang dirusak seperti ini.


"Tidak, kamu cukup berlatih beberapa sihir denganku. Dan kamu akan segera bisa terbang lagi" "Benarkah? Tidak sakit?"(Gadis itu) "Tidak ada lagi rasa sakit. Aku berjanji"


Wajah cerah terlihat dari gadis itu.

__ADS_1


"Ayo kita makan dulu. Tunggu sebentar ya, akan aku ambilkan"


Aku berdiri dan mengambil makanan yang kupesan dibawah dan kembali membawanya keatas.


"Kemari" Gadis itu berdiri dan menghampiriku


"Kamu bisa makan?" Gadis itu hanya fokus melihat sup, roti, dan daging di atas nampan.


"Kalau begitu makanlah" Gadis itu langsung mengambil nampan ditanganku. Dan naik kembali keatas ranjang dan makan dengan tergesa-gesa disana.


"Gak, ada yang akan merebutnya kok. Makan pelan-pelan saja" Gadis itu mengganguk dan tetap makan.


Tidak butuh waktu lama semua makanan itu habis.


"Sudah kenyang?" "Sudah. Tuan ingin aku melakukan apa?"(Gadis itu) Aku tercengang.


Apa maksudnya hal itu?


"Kenapa kamu berpikir aku akan memintamu melakukan sesuatu?" "Karena aku budak, dan tuan baik padaku"(Gadis itu)


"Dengar ya, kamu tidak perlu melakukan sesuatu karena aku menyuruh atau memintamu. Kamu juga tidak perlu melakukan sesuatu karena orang baik padamu. Tubuhmu itu milikmu dan apapun yang kamu lakukan itu hak mu. Jangan sampai kamu tidak melakukan apa yang kamu mau karena aku dan melakukan apapun yang kuminta meski kamu tidak suka karenaku juga"


Gadis itu malah seperti bingung "Tapi kan aku milik tuan. Orang-orang juga berkata kalau aku diperlakukan dengan baik aku harus menurutinya"(Gadis itu)


Ok, dunia ini dan semua isinya memang gila


"Dengar ya, orang yang memperlakukan kamu dengan baik dan meminta imbalan karena hal itu adalah orang jahat yang suka menipu dan menyiksa jika ada orang yang melakukan hal itu lebih baik kamu jangan mendekat pada orang seperti itu. Mengerti?"


Gadis itu mengganguk "Dan aku bukan orang jahat jadi aku tidak akan menyuruhmu melakukan hal yang tidak mau kamu lakukan.


Jadi jika kamu tidak suka, bilang tidak. Mengerti?"


Gadis itu kembali mengganguk "Ya aku mengerti. Tuan"(Gadis itu) "Jadi siapa namamu?" "Apa itu? Sejenis makanan?"(Gadis itu)


"Kamu tidak tahu apa itu nama?" Gadis itu menggelengkan kepala. Ada perlakuan tidak manusiawi seperti ini?


Bahkan kedudukannya lebih rendah daripada binatang peliharaan. "Berarti dari bayi, anak itu sudah jadi bahan eksperimen. Jadi dia sengaja tidak diberikan pengetahuan dasar tentang kehidupan"(Sistem)

__ADS_1


"Nama itu adalah sebutan yang digunakan orang lain untuk memanggil kita"


"Oh itu. Aku punya nama"(Gadis itu)


"Baik, siapa namamu?" "Chimera gagal 404"(Gadis itu) Tega.. Hanya kata itu yang terlintas dikepalaku mendengar menara sihir memanggil dia.


"Ingat ya, buang nama itu dari kepalamu. Aku akan memberikanmu nama" "Aku dapat nama baru?"(Gadis itu) Aku memperhatikan sayapnya. Ingin kuberi nama Angel tapi aku merasa itu tidak cocok. Yang mirip.


"Michela. Itu namamu sekarang" "Michela? Itu namaku?"(Michela) "Ya, jadi Michela perkenalkan namaku Brian" "Baik tuan Brian"(Michela)


Aku memutuskan untuk tinggal beberapa hari atau minggu lagi. Paling tidak Michela harus terbiasa pada lingkungan dan juga aku ingin mengembalikan sayapnya.


Selama beberapa hari aku mengajari beberapa hal pada Michela seperti membaca, menulis, berhitung, mana flows, beberapa sihir tingkat rendah, dan puluhan pengetahuan lainnya.


Aku tidak nyaman melihat orang dibawahku memiliki keadaan seperti ini. Aku juga sempat pergi ke kerajaan Boliverat.


Kerajaan itu hanya terdiri dari satu kota. Dan keadaannya cukup mengkhawatirkan. Alam disana tidak cocok untuk bertani.


Tanpa alat sihir tidak mungkin merubah hal itu. Yang lebih parah mana disana terlampau rendah, hampir tidak mungkin memulihkan mana jika disana.


Seolah belum cukup buruk dengan adanya bandit disekitarnya tidak ada pedagang yang mau datang kesana.


Hal itu membuat mata uang hampir tidak berguna disana. Bisa dibilang uang disana banyak tapi mereka semua kelaparan.


Satu-satunya yang bisa tumbuh didaerah sana adalah buah beracun dengan nama pohon Rufoit.


Buahnya membuat muntah-muntah selama beberapa hari dan pohonnya dipenuhi duri yang juga beracun.


Kebun buah hanya ada didalam istana dan hanya cukup untuk di pusat kota. Tambang yang ada disekitar juga ditinggalkan karena dipenuhi beberapa monster.


Banyak warga yang mati kelaparan disana karena sulitnya untuk bertahan hidup. Apalagi banyak orang gila yang berubah jadi kanibal demi bisa tetap hidup.


Yang paling aneh. Menara sihir mulai bergerak untuk menjalin hubungan dengan kerajaan itu, dan mulai membagikan makanan.


Serta membuka ladang dan kebun dengan benda sihir setelah menara sihir tidak perduli selama 20 tahun dan kerajaan disekitar tidak mau berhubungan lagi dengan kerajaan Boliverat. Hal ini sangat mencurigakan dan perlu diselidiki.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2