
Setelah mengembil voting selain Lorianne dan Lerry yang memilih bertarung sendiri.
Dari 7 orang yang digabung dengan hewan 3 memilih kuoperasi saja.
Salah satunya wanita. Wanita yang digabung dengan elang, 2 pria yang masing-masing digabung dengan cakar beruang dan serigala.
Yang lain selain ibu dan adik Lores yang digabung dengan ular, 1 digabung dengan burung unta yang membuat kakinya panjang, dan satu lagi digabung dengan kijang yang membuatnya memiliki tanduk besar.
Aku memulai operasi sedangkan yang lain sudah kubebaskan sementara. Michela membawa mereka mengenalkan dengan penduduk. Penting menunjukan bentuk asli mereka karena jika perang meletus ditempat ini mereka tidak bisa bertarung tanpa menunjukkan wujud asli mereka.
Sebelum memulai operasi aku membuat tangan palsu dulu karena kedua pria tadi digabungkan bagian tangan mereka.
Jika tidak ada tangan palsu mereka akan cacat. Operasi berjalan seharian, dan sukses.
Tangan imitasi yang kubuat juga berjalan baik.
Meski pembuatannya sedikit terburu-buru untung saja aku memiliki kelima elemen dan elemen alam. Jadi urusan daging dan organ aku bisa mengerjakannya.
Setelah itu aku mengajari mereka sihir bagi yang memilih bertarung dengan kepribadian lain ditubuh mereka juga kepada manusia yang digabung kristal sihir.
Aku agak iri melihat para manusia dengan kristal sihir sudah dibilang ditingkat penyihir junior mungkin karena mana yang ada didalam kristal sihir.
Setelah mempelajari berbagai teknik, sihir, dan elemen mereka semua sudah menguasai dasarnya. Ini jadi lebih mudah.
Hanya saja banyak yang memiliki elemen campuran. Keempat manusia yang digabung dengan binatang memilikinya.
Lorianne memiliki elemen gurun, Lerry memiliki elemen racun, dan kedua yang tersisa memiliki elemen alam dan badai.
Aku tidak memiliki cukup pengetahuan tentang elemen itu. Bahkan sistem juga tidak begitu tau. Terpaksa mereka harus menyadari sendiri tentang elemen itu.
Setelah 5 hari mereka sudah cukup kuat hanya saja Lorianne menggila. Kepribadian macan mengambil alih tubuhnya, dan mencakar Lerry hampir membunuhnya.
Aku menggunakan sihir gravitasi untuk menahannya ketanah.
"Light magic spirit jail" Tanganku bersinar menerangi muka Lorianne dan seketika Lorianne pingsan.
Waktunya tidak banyak. Tapi kuakui bakat mereka jadi luar biasa sejak dieksperimenkan oleh menara sihir.
Kecepatan mengumpulkan mana juga luar biasa bahkan mereka semua sudah sampai di tingkat junior akhir.
Aku juga sering bertarung dengan mereka karena yang mereka butuhkan pengalaman.
Semua cukup mudah hingga terasa terlalu lancar.
Hari keenam hal yang kutakutkan terjadi wanita yang kuoperasi meninggal karena gagal organ dan 2 pria akan menyusul cepat atau lambat.
Karena hati dan lambung mereka sudah membusuk. Aku tidak bisa membuang bagian itu karena pembusukannya yang luar biasa cepat.
__ADS_1
Akhirnya aku membakar mayat wanita itu. Aku tidak bisa menguburkannya karena khawatir ketahuan warga.
Soalnya ada rumor kalau aku menculik mereka sebagai eksperimen. Aku juga tidak bisa menceritakan kenyataannya. Karena bisa saja ketahuan oleh pihak menara sihir.
Untung saja keadaan diakademi sesuai rencanaku. Meski mereka sudah dicuci otak mereka masih memiliki insting bertahan hidup.
Sudah 7 orang yang mati ditangan Erish ini membuat mereka takut memberikan Informasi sehingga Erish mulai bergerak sendiri.
Mental dia juga terganggu karena terus curiga dan merasa waspada setiap waktu sampai hanya tidur 3 kali dalam waktu seminggu ini.
Hari ini adalah hari pertemuan dengan seluruh akademi yang ada. Sepertinya untuk membicarakan masalah penanggulangan terhadap seranganku nanti.
"Light magic shared vision" Layar muncul menampilkan suasana kantor Erish yang sangat kacau.
Banyak bekas darah dilantai bahkan sudah membusuk. Erish sudah memakai jubah miliknya. Jubah perak dengan lambang menara dan gigi roda disekitarnya itu lambang menara sihir mesin.
Erish keluar dari kantor dan memasuki portal. Tidak ada siapapun yang mendekatinya. Erish juga waspada dengan semua orang sebelum terbang ke Utara.
Perjalanan memakan waktu setengah jam sebelum Erish mendarat di kerajaan lain
"Itu kerajaan Whalesboar kerajaan yang terkenal karena angkatan lautnya dulu"(Sistem)
Erish berjalan menuju sisi lain pantai dimana ada pulau kecil yang terdapat akademi disana. Akademi ini memiliki lambang menara dengan pohon yang tumbuh disekitarnya.
"Akademi milik menara sihir Alchemist"
"Aku akan menghancurkan akademi itu nanti"
Erish terus berjalan meski menginjak air.
Enaknya jadi wizard nanti aku juga bisa.
Darisini mungkin terlihat seperti jalan diatas air padahal tidak begitu.
Dia membentuk pijakan dari mana menggunakan Domain miliknya. Tapi aku bingung kenapa dia memilih jalan kaki tidak terbang.
Tidak ada yang bisa menghalanginya bahkan ombak raksasa terbelah sebelum mencapai 10 meter didepannya.
Akhirnya dia sampai dipulau juga. Erish menatap sekitar dengan tidak tenang.
"Siapasih kamu? Kenapa terus mengikutiku? Dengar ya meski kamu hebat sekalipun tidak akan bisa masuk keruang pertemuan"(Erish)
"Apa maksud ucapan anda Erish? Anda menghina saya?"(Wanita) Wanita muncul dari dalam laut menatap Erish.
Dia setara dengan Erish sama-sama Wizard
"Tidak bukan begitu Ashri, Ada yang membututiku sejak penyerangan diakademiku"(Erish)
__ADS_1
"Jadi sekarang kamu menghinaku karena tidak menyadarinya? Dengar Erish kamu itu sudah gila lihat saja bajumu sudah usang dan badanmu bau. Sudah berapa lama kamu tidak mandi? Memalukan saja. Cepatlah nanti kita terlambat"(Ashri)
Wanita itu pergi lebih dulu meninggalkan Erish. Setelah beberapa menit Erish maju juga kedalam akademi.
Ada barier lagi yang memisahkan akademi dengan pantai. Hingga bangunan akademi terlihat.
Ada portal emas didepan gerbang. Erish langsung masuk kedalam, beberapa detik kemudian.
Erish sampai dilorong. Ada cahaya yang menyinari tubuh Erish.
"Hebat sekali kamu bisa sampai disini tapi sayangnya kamu harus tetap menunggu disini"(Erish)
Ngomong apa dia? Cahaya hilang sirna juga wajah sombong Erish "Apa kalian tidak menyadari ada sesuatu yang membututiku?"(Erish)
Tidak lama kemudian keluar 2 orang yang menggunakan jubah perak dan memeriksa kristal didalam dinding.
"Tapi tidak ada masalah dengan alat ini tuan"(Pria) Salah satu dari orang itu bicara.
Erish mendecih dan terus berjalan.
"Dasar tidak berguna"(Erish) Diujung lorong ada pintu raksasa yang berwarna hijau.
Erish mendorong pintu itu.
Didalam ada 8 orang sedang duduk. Menatap Erish.
"Aku tidak berbohong tentang bau ditubuhnya"(Ashri) "Kenapa kamu tidak mandi dulu? Erish"(Wanita dengan jubah ungu)
"Ada hal lain yang lebih penting. Ada penyusup disini!"(Erish) Mendengar perkataan Erish mereka tertawa.
"Sudah kubilang juga kalau dia jadi gila"(Ashri) "Mungkin karena stress akibat penyerangan akademi miliknya"(Wanita dengan jubah merah) "Diamlah Wendi. Aku serius. Aku terus diikuti tanpa henti meski kekamar mandi. Dia mengawasi semua gerak gerikku dan mempermainkanku"(Erish)
"Kali ini kamu agak keterlaluan Erish. Apa kamu pikir alat buatanku jauh lebih sampah dari buatanmu? Hingga bisa kamu rendahkan"(Pria dengan jubah perak)
"Aku serius. Lebih baik hubungi wizard dari menara gerhana dulu untuk lebih jelasnya. Sepertinya dia menggunakan sihir kegelapan"(Erish)
Apa ini tidak masalah? "Tidak masalah. Meski orang dari gerhana bisa membuktikannya tapi dia tidak bisa mengambilnya. Sayang sekali tidak ada orang dari menara gerhana disana. Padahal masalah ini bisa diselesaikan dengan elemen cahaya atau kegelapan"(Sistem)
"Tapi itu sama sulitnya dengan mengeluarkan golem ku kan?" "Golem mu tidak bisa diambil kalau bisapun hanya berupa cairan"(Sistem)
Benar juga.
"Baik kalau itu maumu. Tapi bayaran dan cacian yang dia berikan kamu harus tanggung sendiri ya"(Pria dengan jubah coklat) Dia mengeluarkan kristal.
Ada bayangan seorang pria disana. Setelah berbicara sebentar bayangan pria itu hilang.
Mungkin lebih baik lakukan rencanaku sekarang.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***