I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 52 Kedatangan Mage menara sihir


__ADS_3

Melihat para prajurit yang tersisa musnah memunculkan beragam emosi dimata Saron.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya pertarungan kalian dengan menara sihir"(Saron)


"Sebentar lagi juga tahu" Aku meninggalkan Saron yang kebingungan dan turun kebawah.


Aku merasakan 2 mage yang dengan cepat terbang kesini.


Satu mage senior dan yang satunya Grand magus. Jika cuma mage senior aku percaya diri bisa membunuh nya kurang dari semenit tapi ada mage Grand magus ini yang menyebalkan.


Aku menaruh sebuah meja radar dulu disini.


Setelah hari ini tempat ini akan sering diserang menara sihir. Berikutnya membuat portal teleportasi dan Magic sirine.


Magic sirine tidak akan mengeluarkan suara disini melainkan mengeluarkan suara nanti di gunung markas.


"Brian!! Apa maksud dari perkataanmu tadi? Itu hal penting dan sangat berbahaya bagi seluruh tempat ini"(Saron) "Ikut keluar dan lihat sendiri!!"


Kami keluar dan tidak lama 2 mage tadi tiba dan berdiri dilangit.


"Saron!!! Kami sudah memberikan kesempatan kenapa kamu tidak menghargainya dan malah menghina kami"(Grand magus)


"Inikah maksudmu?"(Saron) "Benar. Maaf sekarang kita berada dikapal yang sama"


"Tidak masalah. Aku percaya padamu. Aku tidak akan tunduk pada menara sihir!!! Makhluk seperti kalian harusnya musnah saja"(Saron)


"Kurang ajar. Destruction wave"(Mage senior)


Mage senior mengayunkan tangannya dan gelombang udara menyerang kearah kami.


"Space magic Vakuum space" Aku membuat ruang hampa yang langsung mengurung gelombang itu dan hilang bersamanya.


"Kalian para menara sihir begitu sombong ya"


Aku terbang ke langit dan menatap mereka secara langsung.


"Kamu!!! Yang menjatuhkan KOF13"(Grand magus) "Benar sekali dan maaf hadiahnya adalah mati. Wind magic Cyclone"


Kedua mage itu terpental ketanah


"Akan kuhancurkan benteng itu. Earthquake wave"(Mage senior)


Mage itu meletakkan kedua tangannya ditanah dan membuat getaran dashyat yang menghancurkan seluruh tanah kearah benteng.


Aku mendarat dengan cepat ketanah hingga membuat ledakan "Earth magic earth split"


Bersama dengan hentakan kakiku tanah terbelah dan jurang terbentuk gelombang buatannya tidak sampai kesisi ini


"Thunder dragon"(Grandmagus) Naga petir raksasa muncul dan menyerangku


"Gravity magic Push" Dengan ledakan gravitasiku naga itu hancur.


Gelombang angin mengenai perutku dan melukai organ dalamku. Sejak kapan?


"Death wave"(Mage senior) "Thunder net"(Grand magus)


"Space magic space barier" Aku mengeluarkan tongkat dan menghantamkannya ketanah.

__ADS_1


Penghalang tidak terlihat terbentuk menghalangi serangan itu. Aku memuntahkan darah, meski terlihat sepele sepertinya aku pendarahan dalam.


"Aku akan berikan bantuan dan juga misi.


Bantuan ini akan mengobati seluruh lukamu sementara selama pertarungan setelah pertarungannya selesai lukamu akan ditumpuk jadi berhati-hatilah"(Sistem)


~Menangkan pertarungan bunuh kedua mage dan pertahankan seluruh benteng


Reward: Fordibben magic


Penalty: Death ☠


Seluruh luka didalam tubuhku sembuh. Kalau semua luka akan saling menumpuk lebih baik jangan menimbun banyak luka lagi.


Hanya saja melawan keduanya sulit. Mungkin bisa jika kupisahkan, masalahnya tidak ada celah untuk melakukan itu.


Lebih baik menggila saja. Aku mengeluarkan Armor golem yang langsung menyelimutiku, dan satu lagi Armor fighter.


Yang juga langsung menyelimuti tubuhku dengan batu dan salju. Lebih baik menyiapkan pertahanan ganda.


Aku menghilangkan barrier. Dan petir sudah menyerangku "Gravity magic push" Seolah seperti deja vu.


Serangan gelombang mengenai badanku lagi


Untung saja aku menggunakan pertahanan berlapis.


Tapi maaf saja jika aku berlebihan


"Earth magic earth warth" Tanah meledak batu dan tanah terbelah dan terpental ke segala arah.


"Ice magic Ice spear" tombak es muncul disampingku. Dengan tongkatku aku menghancurkannya dan melesatkan kesegala arah.


Sebuah gelombang menghancurkan seluruh seranganku. Disanalah mage senior berada. Aku langsung melesat kesana.


Grand magus muncul didepan mataku dengan tangan yang diselimuti petir


"Thunder bolt"(Grand magus)


Petir keluar dari tangannya menyambar kearahku dan mengenai pertahanan milikku.


"Wind magic Tornado furry"


Tornado raksasa tercipta disekitarku.


"Wind cut" Ratusan pedang angin melesat kearah kedua mage itu.


Beberapa pedang angin hancur karena serangan gelombang dan Grand magus berhasil menghancurkan beberapa dengan serangan petirnya.


Mage senior muncul di bagian bawahku dan menghancurkan tornado yang kubuat. Aku langsung melesat turun.


"Gravity magic raise height, Push" Dia tertekan ketanah hingga membuat tanah hancur dan retak.


Aku akan memukulnya dengan tongkat yang kupegang. Jangan remehkan tongkat ini, karena ada golem ditongkat ini yang bisa membuat tongkat ini sekeras besi.


Tanah dibawahnya hancur, dan dia langsung menyentuh tubuh pertahanan dari tanah


"Deathly wave"(Mage senior)

__ADS_1


Tubuh dari tanah ini langsung hancur bahkan serangan gelombangnya saja sampai mengenai armor golem yang melapisi tubuhku.


Aku mengayunkan tongkatku, yang sayangnya berhasil dihindarinya


"Light magic Gold hand"


Tanganku bersinar emas dan mengarah kewajahnya. Belum juga seranganku sampai dia menggunakan ledakan gelombang yang membuatnya mundur.


Petir juga menyambar dari atas. Tangan emas ku bersinar dan membuat bola cahaya raksasa


"Light spectrum" Belasan laser menyebar kesegala arah 1 mengenai petir yang datang dan sisanya menyerang mage senior dan Grand magus.


Satu demi satu laser hancur tapi ini sudah cukup untuk menjebak mereka


"Dark magic shadow trap"


Tongkatku menyentuh bayanganku, dan akh memasang perangkap dikaki Mage senior.


"Akhh... Sejak kapan?"(Mage senior)


"Bagus Dark clone" 4 bayangan terbentuk dari bayanganku dan berpisah menyerang kedua orang itu.


"Dark ego. Light magic fatamorgana" Satu bayangan lagi muncul dibelakangku dengan sihir cahaya bayangan kali ini menyerupaiku.


Aku yang kedua pergi kearah grand magus dan aku langsung melesat kearah mage senior


"Dark magic dark spear" Tombak hitam muncul ditanganku, aku langsung menancapkannya kebayanganku.


Tombak itu muncul disalah satu bayangan yang menyerang Mage senior dan menusuk tubuhnya.


"Shadow portal, Dark fang" Aku masuk ke bayangan dan muncul dibelakang mage senior bersama dengan bayangannya yang berubah jadi rahang yang mengigit tubuhnya.


Aku menekan tubuhnya ketanah


"Thunder magic Sky burrial" Petir raksasa langsung menyambar tubuh aku dan dia yang berada ditanah.


Aku melemparnya keatas dan membuat ratusan petir menyambar tubuhnya hingga jadi abu.


"Thunder sphere, wave magic wave canon"


Bola petir terbentuk didepanku, aku menggunakan meriam gelombang dan membuatnya jadi luar biasa cepat.


Bola petir itu meledak membuat seluruh langit dipenuhi listrik. Aku yang satu lagi membuat tangan dari kegelapan raksasa dan memukul Grand magus kebawah.


Dia melesat dengan cepat langsung ketanah


"Nature magic forest spike" Dari tanah dibawahnya ratusan batang pohon keluar dan menusuk-nusuk tubuhnya hingga keatas.


"Inilah akhirnya. Space magic dimensional Cut" Pedang ruang langsung membelah tubuhnya jadi 2 bahkan tanah dibawah kakinya juga terbelah.


Aku tidak tahu sejauh apa. Tapi sudah kupastikan dia terbunuh, lebih baik cepat kembali sebelum.... Aku memuntahkan darah, rasa sakit yang mengerikan terasa didalam tubuhku.


Apa aku terluka lagi saat bertarung? Yang jelas aku harus kembali dulu. Dark magic shadow portal.


Aku membuka portal dari bayanganku dan kembali ke rumahku dulu.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2