
Aku selesai. Lingkaran dengan formula sihir berhasil kubuat, sebenarnya aku masih takut jika ada kecelakaan. Karena itu aku membuat ini.
Jika Lorianne kalah dan mati dengan formula ini aku akan menghancurkan tubuhmu secara langsung.
"Apa kamu siap?" Lorianne menatap dari kejauhan sambil memeluk Lerry.
"Ibu pergi dulu"(Lorianne) "Ibu... Hati-hati"(Lerry) "Ya"(Lorianne)
Lorianne berjalan ketengah lingkaran.
"Aku mulai. Space magic disorted space" Ruang mulai terdistorsi mengurung Lorianne sendirian.
"Light magic soul arena" Tanganku bersinar dan cahaya menyinari tempat Lorianne.
Dan Lorianne jatuh tidak sadarkan diri.
"Linked, apa kamu mendengarku Lorianne?"
"Ya aku dengar"(Lorianne) "Bagaimana medan disana?" "Gurun pasir dengan angin kencang"(Lorianne)
"Cukup sulit. Dengar Lorianne kamu akan bertarung dengan harimau itu disana sampai salah satu dari kalian mati. Aku tidak bisa membantu banyak, aku cuma bisa menyerang sekali dan mengurangi kemampuannya sedikit jadi manfaatkan hal itu"
"Ya aku mengerti"(Lorianne) "Hubungi aku jika butuh bantuan" "Ya, Harimaunya muncul"(Lorianne) "Apa kamu tidak mau membantunya langsung?"(Sistem)
"Tidak, jika aku melakukan hal itu Harimau itu akan sadar dan berusaha menghindari pertarungan. Jika itu terjadi, harimau itu bisa menyerang jiwa Lorianne secara langsung dan membunuhnya dengan cepat"
"Aku mengerti"(Sistem) Karena aku masih terhubung dengan Lorianne aku bisa mendengar pertarungannya disana.
Jelas sekali keadannya buruk. Aku juga bisa mendengar beberapa mantra yang Lorianne gunakan.
Bahkan beberapa aku cuma tahu kalau Lorianne menguasainya tapi tidak pernah menggunakannya.
Tanpa terasa matahari mulai terbenam. Semua yang melihat kecuali keluarga Lorianne sudah pergi.
Lores datang padaku "Apa ibu baik-baik saja?"(Lores) "Aku kurang tahu. Yang jelas ibumu berjuang keras disana agar tidak kalah"
"Baiklah, apa kamu akan istirahat?"(Lores)
"Tidak, kamu istirahat dulu dengan Lerry aku tidak boleh meninggalkan tempat ini"
"Baiklah, aku pergi dulu"(Lores) Lores membawa Lerry yang masih menatap Ibunya.
Aku tidak tahu akan memakan waktu berapa lama.
Aku harap Lorianne akan berhasil. Tidak terasa matahari kembali terbit, pertarungan Lorianne terus berlanjut tanpa berhenti sedikit pun.
__ADS_1
Aku makin merasa khawatir padanya.
"Tolong bantu aku"(Lorianne) "Katakan apa yang kamu butuhkan?" "Tahan gerakannya sebentar. Dia terlalu cepat"(Lorianne)
"Baiklah, Spirit seal" Cahaya keluar dari tanganku masuk ke kepala Lorianne.
Suara pertarungan langsung terhenti. Beberapa menit ini terasa seperti beberapa tahun.
Lores datang bersama Lerry memperhatikanku "Bagaimana ibu?"(Lores)
"diamlah sebentar ibumu berada di saat penentuan"
Kami semua diam menunggu. Sepertinya Lorianne berhasil aku bisa melihat kulit harimau yang ditubuhnya mulai menyatu dan menghilang menyisakan bulu-bulu tipis dibeberapa bagian tubuhnya.
Mata Lorianne mulai terlihat wajar meski pupilnya tetap kuning dengan garis vertikal.
Setelah menunggu dalam diam Lorianne bangun sambil memegang kepalanya.
"Ibu"(Lores) "Jangan!!! Tunggu sebentar dulu"
Lores jadi diam dan menatap ibunya.
Tidak lama menunggu Lorianne menangis.
Ya, itu benar-benar dia. Meski tidak pernah bercerita aku tahu kalau dia tertekan. Belajar tentang sihir menguasai bagaimana bertarung dan mempertaruhkan nyawa.
"Ini ibu kan?"(Lores) "Ya sayang, ini ibumu. Aku berhasil"(Lorianne) Lores memeluk ibumunya dan menangis. Lerry juga memeluk mereka berdua.
Meski berat tapi ini baru permulaan. Karena masih ada 3 lagi yang harus melaluinya.
Aku lelah, mungkin aku harus tidur dulu.
***
Setelahnya Olsen melakukan pertarungan dan berhasil menang. Selanjutnya Delvent yang juga berhasil.
Sekarang giliran Lerry yang kali ini membuatku khawatir. Karena baik mental maupun fisik tidak cukup kuat meski sekarang sudah senior mage.
Yang lucunya umur Lerry baru 13 tahun bahkan lebih muda dariku yang 16 tahun kali ini.
Aku tidak tahu gimana terkejutnya murid akademi sihir jika tahu tentang ini. Sebenarnya aku ingin Lerry menunda ini lebih lama hanya saja tubuhnya sudah mencapai batas.
Bahkan Lerry sering bermimpi buruk dan sesekali hilang kesadaran. Jika dibiarkan saja akan sulit.
Lerry sudah memulai pertarungan dengan jiwa ular itu. Lores dan Lorianne sangat khawatir sampai memaksakan diri untuk menemaniku dan Lerry.
__ADS_1
Meski hal itu tidak terlalu berguna juga.
Pertarungan Lerry sudah 24 jam penuh, dan belum ada tanda-tanda berakhir.
Aku ingin ikut campur karena khawatir soalnya jika dibiarkan bukan cuma jiwanya yang terluka.
Bisa hilang kewarasannya jika pertarungan ini terus berlanjut. Matahari sudah mulai terbenam tapi kekhawatiranku tidak hilang.
"Bagaimana keadaanmu?" "Aku sulit melawannya. Tolong..."(Lerry) "Baik dengarkan Lerry aku akan menolong menahan gerakannya sementara. Gunakan hal itu untuk langsung membunuhnya"
"Ya, cepatlah tolong aku"(Lerry) "Spirit seal" Cahaya memasuki kepala Lerry, meski sebentar aku melihat tubuh Lerry kejang.
Aku harap tidak ada masalah. Pertarungan Lerry masih berlanjut sampai pagi hari yang membuatku semakin stress.
Aku terus menghubunginya hanya saja dia tidak menjawab dan tidak ada suara dari sana.
Aku bahkan sudah bersiap untuk menghancurkan tubuhnya jika sampai siang nanti dia tidak menjawabku.
"Aku mau bertanya"(Lerry) Akhirnya "Ada apa Lerry? Kamu berhasil kan?" Diam tidak ada jawaban hanya kesunyian saja yang kudengar.
"Lerry? Apa gagal? Sepertinya aku harus menghancurkan tubuh itu" "Jangan!!!"(Lorianne&Lores) "Bisa saja anakmu sudah mati"
"Tunggu sebentar. Kumohon"(Lorianne) "Apa aku harus membunuhnya?"(Lerry) Masih hidup ternyata. Tunggu dulu tadi dia bilang apa?
"Kenapa kamu tidak membunuhnya?" "Dia bilang tidak ingin mati"(Lerry) Astaga apa dia bodoh atau bagaimana?
Bagaimanapun juga itukan tubuhmu, jika tidak membuang jiwanya kalian hanya bisa saling bergantian. Apalagi kalian makhluk yang berbeda.
"Mungkin saja bisa"(Sistem) "Apa lagi maksudmu?" "Mengingat tubuh Lerry memiliki 2 tubuh"(Sistem) "Entahlah aku rasa tidak bisa. Soalnya bagian itu harus dibuang kan"
"Mungkin bisa dicoba dulu. Jika nanti memang sudah sulit bisa kita pisahkan nanti"(Sistem) Hal ini membuatku bimbang.
"Jadi mau mu gimana? Apa isi diskusi kalian?" "Ular ini akan tetap jadi ekorku"(Lerry)
"Itu bukan solusi lo" "Bagaimana jika kamu cari jalan lain?"(Lerry)
"Bukan berarti tidak ada sih. Untuk sementara kamu bisa bertahan, aku akan berusaha mencari ular lain untuk menyambungkan kedua jiwa ular itu. Tapi dalam waktu sementara ini tubuhmu mungkin akan sering bermasalah. Bagaimana?"
"Untuk sementara sepertinya tidak masalah"(Lerry) Ada-ada saja nih bocah. Bikin kerjaan makin pusing aja.
Lerry bangun dan aku menghilangkan Barrier itu. Untuk sementara masalah ini cukup sampai disini. Lebih baik aku memikirkan pembagian tugas yang lain dan penempatan mereka.
Dan baru rencana berikutnya bisa dijalankan.
Lagipula perlu banyak waktu untuk menyusun dan mempersiapkan pasukan kan.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***