
Perjalanan hanya memakan waktu beberapa menit sampai tidak terasa kalau sudah sampai.
Ternyata gunung Forthside ini benar-benar luas sampai sulit mencarinya. Desa Forlind cukup sulit dicari setelah beberapa menit mencari disekitar gunung.
Akhirnya kami menemukan desa yang dimaksud. Desa kecil yang masih diselimuti hutan disekitarnya, bahkan pagar desa terbuat dari kayu.
Aku mendaratkan pesawat di kaki gunung dan kami berjalan menuju desa. Saat memasuki desa, ternyata tidak ada anak-anak disini.
"Semua anak yang ada didesa ini sudah dibawa oleh menara sihir sejak 5 tahun yang lalu, saat itu aku juga dibawa karena berada di sekitar desa saat itu. Tapi rumahku cukup dalam berada dihutan"(Addon)
Benar saja kami hanya melewati desanya saja. Beberapa penduduk disana sempat mengawasi kami sebentar setelah kami keluar dari desa tidak ada lagi yang tertarik pada kami.
Kami berjalan sampai disebuah gubug reyot yang bagian depannya cukup rusak.
"Ibu? Ibu ada didalam kan?"(Addon)
Addon masuk kedalam rumah, setelah diperhatikan kondisi rumah ini memang cukup buruk tapi sebenarnya cukup kokoh.
Bagian depan yang rubuh karena terbuat dari kayu itu juga karena sudah lapuk sedangkan bagian dalam terbuat dari batu dan masih dibilang cukup bagus.
Aku masuk kedalam rumah dan memperhatikan Addon yang sedang memegang tangan wanita kurus bertanduk yang berbaring diatas ranjang.
"Bu, ayo ikut aku bu. Aku sudah menemukan tempat dimana kita tidak perlu takut sama pandangan orang lain. Tempat dimana ibu bisa sehat dan tempat dimana kita bisa bahagia"(Addon) "Kenapa kamu pergi dari akademi? Kamu sendiri tahu hanya dengan lulus darisana kamu bisa memiliki masa depan"(Ibu Addon)
"Disana bukan tempat untukku bu. Jika aku memang hanya memiliki masa depan disana aku akan tetap pergi karena aku tidak mau hanya aku sendiri yang memiliki masa depan disana"(Addon) "Jika kamu pergi bagaimana nanti kamu bisa hidup di masa depan nak"(Ibu Addon)
"Ibu, kalau aku tidak pergi aku juga tidak punya masa depan. Yang penting aku membawa seseorang yang bisa menyembuhkan ibu. Guru tolong"(Addon)
"Aku mengerti" Mana didalam tubuh ibu Addon tidak sekacau yang kuperkirakan. Meski tidak sekacau itu tapi tetap saja berbahaya.
Mana didalam tubuhnya jadi penyakit, untuk mengatasi penyakitnya aku harus mengurus beberapa organ ditubuhnya dulu yang mulai rusak.
"Beri aku ruang. Selain Addon kalian tunggu diluar" "Mengerti guru"(Ansir,Clay Birsha,Carmil) Mereka akhirnya pergi.
"Aku butuh bantuanmu karena mana milikmu sama seperti milik ibumu. Aku tidak memiliki pilihan lain selain mengambil mana dari tubuh ibumu dulu sebelum memulai pengobatan"
"Aku mengerti guru"(Addon) Addon dia memiliki mana angin dan air sama seperti ibunya.
__ADS_1
Jadi dia cocok untuk menyimpan mana milik ibunya, karena aku perlu waktu mengobati seluruh organ di tubuh ibunya dulu.
Aku, Addon, dan Ibu Addon berpegangan tangan. Aku mengalirkan mana ibunya kearah Addon dan langsung diserapnya.
Setelah itu aku mengobati ibu Addon dengan elemen cahaya. Karena tubuhnya dirusak oleh elemen air menggunakan elemen itu akan semakin merusak tubuhnya.
Ada beberapa luka dalam juga yang dialami Ibu Addon, sepertinya merupakan bekas luka saat melarikan diri dari laboratorium.
Seharusnya ibu Addon berasal dari laboratorium di gunung Forthside kan? Bagaimana dia bisa melarikan diri? Jangankan saat terluka bahkan saat sehatpun aku tidak yakin bisa kabur dari laboratorium.
Kemungkinan ibu Addon dibuang oleh laboratorium. Seharusnya keadaan saat itu sedang sangat tidak stabil tapi kenapa bisa tetap hidup sampai sekarang?
Sambil kepalaku memikirkan beberapa hal pengobatan ibu Addon berjalan lancar untung saja hanya karena mana saja penyakit yang dimilikinya jika ada penyakit lain pasti sudah lama dia meninggal.
Aku mengembalikan mana miliknya yang ada di Addon meski sudah lumayan membaik perlu beberapa hal lagi sampai bisa hidup normal.
Setelah membantu dengan penyesuaian mana akhirnya keadaan mulai benar-benar terkendali. Hanya perlu beberapa makanan bernutrisi dan istirahat yang cukup maka ibu Addon bisa dinyatakan sembuh sepenuhnya.
"Addon" "Ya guru"(Addon) "Bujuklah ibumu agar mau ikut. Meski aku mengizinkan kamu untuk membawa ibumu tapi itu jika kemauan dari ibumu juga. Aku tidak mau disamakan seperti menara sihir yang mengambil orang dan menculiknya sesuka hati"
"Guru. Guru bisa masak kan?"(Carmil)
"Kenapa?" "Kami lapar dan tidak ada satupun dari kami yang bisa masak"(Birsha)
"Kebiasaan di manja sih. Setelah kembali kalian semua harus bisa mengurus diri sendiri. Untuk sekarang biarkan aku yang masak"
Kami memasak makanan dengan api unggun.
Setelah makanan matang Addon dan ibunya keluar.
Sepertinya Addon bisa membujuk ibunya.
Setelah makan kami pergi menjemput ayah Clay.
Yang tidak butuh waktu lama memutuskan untuk ikut. Keadaannya cukup buruk sebenarnya.
Ayah angkat Clay hidup sebagai penebang kayu seumur hidupnya setelah kehilangan istrinya.
__ADS_1
Dan saat itu dia menemukan Clay yang masih kecil dan diangkatnya menjadi anak. Clay dan ayahnya hidup bersama seadaanya sebelum menara sihir datang dan membawa paksa Clay bersama beberapa anak dari desa itu juga.
Berikutnya kekerajaan Glaise. Tidak sulit untuk kesana hanya saja didalam perjalan aku menembus tabir peringatan.
Aku tidak percaya aku akan seceroboh itu.
Beberapa mage terlihat terbang mendekati ku.
Karena keadaan yang bersalju serta dinginnya udara disini mereka tidak sempat memperhatikan kami.
Aku menggunakan mode kamuflase sebelum bertabrakan mereka tidak akan melihat kami sama sekali.
Langit jadi hitam dan badai salju menerpa. Padahal ini belum malam.
"Kita sudah dekat. Kita sampai didataran Blackcoll"(Birsha)
Tidak menunggu lama kami sampai di sebuah desa ditepi tebing dengan benteng besar berdiri.
Kami keluar dari pesawat setelah memakai tudung yang hangat. Keadaan di benteng ini cukup parah hampir tidak ada prajurit biasa yang terlihat.
Begitu juga desanya yang kebanyakan rumahnya sudah kosong. Kami berjalan menuju benteng, gerakan kami jadi sangat lambat karena salju yang tebal.
Di benteng ada 2 penjaga yang menatap kami. Birsha maju berbicara dan menunjukan sesuatu sebelum diizinkan masuk kedalam.
Tadinya aku ingin melepas tudung ini. Tapi kuurungkan niatku karena disini sama aja dinginnya.
"Birsha?"(Pria) "Birsha kaukah itu?"(Wanita)
"Ibu, Ayah"(Birsha) Birsha berpelukan dengan 2 orang itu.
Keduanya memakai mantel yang tebal, pria disebelahnya juga memakai zirah baja dan membawa 2 pedang.
Sedangkan yang wanita memakai mantle biru dan memiliki mana seorang senior mage.
Sepertinya dia seorang mage. Tapi aku tidak tahu apa mereka pihak menara sihir atau tidak.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1