I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 59 Mengurus rampasan perang


__ADS_3

Kami kembali ke gunung sudah saatnya memindahkan markas karena keributan yang kami lakukan pasti akan membuat pencarian menara sihir akan semakin sengit.


Untuk sekarang kami berniat membangun markas didaerah gurun yang masih jauh dari wilayah kerajaan Terrais.


Aku memperhatikan para target. Disebuah ruangan dengan besar 200 meter 100 orang lebih berada disana.


Meski aku cuma memperhatikan mereka dari golem. Formula yang tertulis di dinding bersinar terang dan semua orang disana tertelan dalam cahaya.


"Daeva" "ya guru"(Daeva) "kirimkan surat pemberitahuan kepada semua bangsawan yang tertulis disini. Aku akan mendatangi mereka satu persatu" "Baiklah guru"(Daeva)


Ada 3 orang yang membuatku kepikiran. 3 orang ini merupakan anak dari raja Whalesboar. Aku bingung berani para menara sihir memperlakukan keturunan kerajaan seperti ini.


Ketiga orang ini 2 diantaranya laki-laki dan satunya perempuan. Mereka bernama


Pangeran Wallsher dan pangeran Borand


Serta putri Diana, ketiga orang ini adalah pewaris kerajaan Whalesboar dengan menguasai ketiganya bisa berarti menara sihir memang ingin menguasai kerajaan Whalesboar seutuhnya.


Aku sengaja meninggalkan mereka tanpa di bersihkan dari efek cuci otak. Juga beberapa kristal perekam sebagai bukti jika menara sihir melakukan cuci otak.


Tapi itu saja tidak cukup "Dark magic copy memory" Kegelapan menyelimuti ketiganya dan aku melihat semua memorinya yang sukses membuatku kembali marah pada perlakuan menara sihir.


Sudah 3 tahun mereka bertiga di cuci otak. Tidak ada ingatan apapun sebelumnya seolah-olah memang tidak pernah ada.


Yang mengerikan selama 3 tahun ini mereka melakukan beberapa eksperimen kepada para mage senior yang sudah 3 tahun tidak mencapai Grand magus.


Eksperimen itu memiliki kemungkinan 60% berhasil itu juga tergantung dari keadaan tubuh dan kesiapan para korban.


Tahun ini ada 10 yang berhasil dari 15 orang mage senior yang sayangnya semuanya sudah mati.


Yang menyebalkan ada 10 target yang terbunuh sejauh yang ada di ingatan.


Ini menyebalkan, apalagi jasadnya sudah musnah untuk dibuat jadi homunculus.


Yang sekali lagi homunculus itu sudah musnah juga. Ini benar-benar membuatku frustasi.


"Daeva. Kamu bisa mendengarku?" "Ada apa guru"(Daeva) Daeva keluar dari bayanganku

__ADS_1


"Berikan surat ini pada bangsawan di daftar ini"


Aku memberikan surat pada Daeva lagi "Bukanya tadi sudah guru?"(Daeva) "Didaftar itu merupakan korban menara sihir yang bahkan jasadnya tidak tersisa"


"Itu.. Mengerikan. Tapi bagaimana jika mereka tidak percaya?"(Daeva) "Aku akan bawa buktinya saat aku kesana. Sekarang aku ada urusan sampaikan saja hal itu"


"Aku mengerti guru"(Daeva) Daeva kembali pergi. Sekarang aku buat kristal memori dulu.


Semoga saja ini tidak membawa masalah padaku.


Sambil berjalan aku bertemu Balor "Guru"(Balor) "Ah. Bagus aku baru saja ingin bertemu kamu. Bagaimana perkembangan pembangunan markas?"


"Untuk daerah Terrais sudah siap terdiri dari 2 bangunan utama dan 10 bangunan pendamping. Terletak didalam tanah dan ditutupi Antistone seharusnya tidak akan terdeteksi. Untuk daerah 3 kekaisaran ada masalah sehingga tertunda beberapa hari dan Untuk didaerah lautan kerajaan Whalesboar sudah selesai untuk pondasinya"(Balor)


"Baguslah. Aku sempat melihat adanya putri dari kerajaan Dawnshine di dalam ruang sementara setelah dapat persetujuan dari kerajaan itu kita akan membangun di daerah Latus field"


"Apa guru yakin raja akan memberikannya?"(Balor) "Entahlah. Mungkin tidak atau bisa jadi malah akan senang hati menawarkannya"


Latus Field merupakan padang neraka karena terdapat Fire Weasel disana. Fire Weasel merupakan binatang mutan yang tadinya hidup di kerajaan Helflis tepatnya di gunung berapi Seator di hutan Forell.


Setelah beberapa tahun lalu mereka muncul berkelompok disana di Latus field. Tempat itu merupakan tempat dimana gandum tumbuh subur.


Tanah itu jadi tanah terlantar dimana setiap tahun terjadi kebakaran. Kerajaan itu juga tidak bisa melakukan apapun untuk mengatasi hal itu.


Menara sihir hanya melakukan penyegelan tempat itu agar para Fire Weasel itu tidak meninggalkan area itu.


Setelah berpisah dengan Balor aku memasuki ruang sementara. Diruangan ini para target kerajaan yang diminta akan ditaruh disini dulu.


Mereka tidak ku lepaskan dari cuci otak sebagai bukti saja agar para kerajaan percaya.


Aku berhenti melihat Ansir berdiri menatap ruangan tempat target dari Dawnshine berada.


"Kamu mengenalnya?" "Guru.. Dia sama sepertiku tapi mendapat perlakuan berbeda dariku. Ibunya dulu juga dayang raja, setelah dibuktikan memiliki bakat dalam mengendalikan sihir dia masuk akademi sihir"(Ansir)


"Begitukah?" "Ya, berkat dia sekarang ibunya sudah jadi selir raja. Aku selalu dihina olehnya saat dia menyombongkan diri akan masuk ke akademi di Dawnshine sehingga aku mencari akademi yang ingin menerimaku"(Ansir)


"Jadi itulah alasan kamu berada di akademi Rochlake bukan Dawnshine" "Begitulah. Tapi lihat dia sekarang. Tidak berdaya, lemah, menyedihkan bahkan jika aku mau aku bisa membunuhnya"(Ansir)

__ADS_1


Yang berada didalam adalah putri keempat dari kerajaan itu. Aku juga dapat beberapa kabar tentang semua keturunan kerajaan itu.


"Jadi kamu ingin membunuhnya?" "Bukannya itu terlalu mudah? Aku ingin menatap dia dengan pandangan penghinaan sama seperti yang aku dapatkan dulu"(Ansir)


"Aku mengerti 2 hari lagi kamu ikut aku menghadap raja Dawnshine" "Terima kasih guru"(Ansir)


Aku sampai ditempat dimana ketiga keturunan Whalesboar terkurung.


"Dark magic Shadow Message"


Aku juga melihat wajah raja secara langsung.


Raja itu duduk diatas singgasana sambil ditemani 7 orang yang duduk didepannya dengan beragam kertas mereka pegang.


Sepertinya raja sedang rapat. Tapi saat menatap kearah kakinya tiba-tiba raja itu berdiri dan berteriak.


"Bawa anak-anakku kesini!!!"(Raja) Dalam sekejap seluruh ruangan kacau para orang disana juga berdiri hanya saling menatap dengan binggung.


"Baiklah saatnya aku masuk. Shadow portal"


Aku muncul didepan pintu masuk yang langsung menarik perhatian terutama beberapa orang disana.


Begitu mereka melihat siapa yang kuikat mereka langsung histeris "Penjaga!!! Cepat kesini! Pangeran dan putri disandera"(Pria 1)


Pria lain langsung mengeluarkan pedang dan menusukkannya kedepan. Pedang angin melesat dengan cepat kearahku.


"Space magic barrier" Aku menghentakkan tongkatku dan pelindung tidak terlihat tercipta.


"Salam yang mulia" "Siapa kamu? Kenapa anakku ditangan kamu?"(Raja)


"Tidak perlu berpura-pura yang mulia. Kamu tahu siapa aku begitu juga dengan beberapa dari kalian. Juga alasan kenapa mereka ditanganku"


Benar selain kedua orang yang menunjukkan permusuhan yang lainnya diam meski ikut berdiri.


Karena mereka telah mengirim permintaan padaku.


"Meski yang mulia tidak mengirim permintaan padaku aku tetap menyelamatkan mereka karena mengingat mereka keluarga raja"

__ADS_1


"Katakan saja apa maumu!!"(Raja) Aku tersenyum saatnya negoisasi.


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2