
"maaf guru. Bukanya tanpa mana dan sihir kita jadi jauh lebih rentan. Apalagi semua kegiatan kita menggunakan sihir kan?"(Ansir)
"Aku tidak akan memberikan batasan sihir pada kalian. Semua anggota dari Magic ruller harus menggunakan baju yang kuberkati. Kalian bisa menggunakan sihir sederhana dengan itu tapi tidak bisa mengisi kembali mana jadi hati-hati"
"Bagaimana dengan Shadow golem guru, dan juga alat-alat sihir?"(Rienne) "Untuk shadow golem tidak ada masalah, selama tidak menggunakan sihir khusus tidak akan ketahuan. Sedangkan alata sihir buatan kita tidak bermasalah tapi untuk buatan menara sihir akan hancur bersama dengan wabah yang kusebarkan. Daeva bagaimana dengan undangan untuk para raja dan kaisar?"
"Para raja dan kaisar menyetujui rapat ini. Setelah 3 kerajaan hancur karena wabah yang dibuat menara sihir apalagi kerajaan Yarsh yang hancur tidak tersisa terkubur dengan tanah membuat banyak kerajaan yang keadaanya bergantung pada mana menyutujui hal ini"(Daeva)
"Baiklah antar jemputan untuk mereka. Katakan kami menjamin keamanan setiap utusan yang datang" "Aku mengerti guru"(Daeva)
"Baiklah kalian siapkan semua murid untuk pindah ke Space monarch. Rienne buatkan Purification generator, Addon urus Manaless Farm dan siapkan untuk dibagikan, yang lain pindahkan semua barang ke Space monarch yang baru" "Baik guru"(Semua murid) "Bubar!!"
Aku pergi ke taman Elysium dan melihat semua pohon dan tanaman yang bermekaran.
Taman Elysium bisa kubilang sebagai ukuran kecil dari dunia itu sendiri.
Disini dipisahkan jadi 5 kategori wilayah, ada gurun, savana, hutan, kutup, dan laut. Semua tanaman disini direkayasa agar bisa hidup di semua wilayah itu paling tidak seminggu.
Disini diisi para murid Alchemist dan Botani yang mengurus bagian tanaman. Ukuran Elysium itu tidak besar cuma 3 km sebesar Space monarch. Dibagian tengah ada menara alam. Menara ini mengontrol semua laju cuaca dan iklim di tempat ini.
Aku memeriksa bahan obat-obatan yang kubutuhkan. Semua obat-obat herbal yang kuambil merupakan racun yang berbahaya.
Satu tetes dari cairan ini bisa meracuni satu danau dan membuat semua yang meminumnya akan mati paling lama seminggu.
Aku menyapa beberapa anak-anak yang lewat dan berhenti dibagian hutan. Melihat Michela berdiri mengambil beberapa bunga yang cantik di semak-semak.
"Apa yang kamu lakukan disini?" "Tuan. Aku memetik beberapa bunga dan menikmati udara disini"(Michela)
Aku menghirup udara disini. Memang lebih segar dan damai bahkan lebih menenangkan daripada diluar
Angin bertiup menerbangkan beberapa daun. Michela menutup mata merasakan angin disini
"Bertemu tuan adalah berkah yang terbesar untukku. Semua kebebasan, kesenangan, teman bahkan duka bisa kurasakan bersama tuan"(Michela) "Aku bukan tuan yang baik. Aku membuat hidup kita semua dalam bahaya setiap saat. Terutama kamu, aku tidak mau kamu hidup hanya berpaku padaku"
"Tapi aku mau selalu disisi tuan"(Michela)
__ADS_1
"Michel, manusia tidak bisa hidup tanpa bersosialisasi. Kamu tidak hidup dalam kebebasan melainkan kandang besar. Suatu hari nanti kamu harus keluar dan melihat dunia ini"
"Tapi aku selalu ingin bersama tuan"(Michela)
"Aku mengerti, saat kamu ingin pergi katakan padaku ya"
Bunga tertiup angin dan menempel di rambut Michela. Aku mengambil bunga itu dan menyadari kalau aku terlalu dekat dengan wajah Michela,
"Ada bunga dirambutmu. Cocok kalau ditaruh disini" Aku menyelipkan bunga itu di antara kuping Michela.
Aku terkejut saat bibir Michela menempel dibibirku. Tangannya memeluk leherku menahanku agar tidak melepaskan diri.
Setelah beberapa lama Michela melepaskan ciuman itu "Tuan, apa tuan tahu seberapa aku mencintai tuan?"(Michela) Cinta? Apa itu?
Meski aku selalu bertindak dewasa sebenarnya aku hanya anak-anak yang belum mengerti tentang itu. Bahkan aku belum merasa perlu mencari wanita
"Michel. Aku menghargai perasaanmu itu, tapi lebih baik tidak dibicarakan sekarang ya. Aku harus menyelesaikan banyak hal dulu"
Aku pergi begitu saja seperti melarikan diri dari Michela. Gadis yang seperti adikku sendiri berani melakukan hal ini.
Aku bingung aku harus melakukan apa?
Paginya aku langsung pergi ke Sky Hall. Sky hall hanya merupakan gazebo raksasa yang kubuat untuk hal ini.
Dibagian dalam ada meja raksasa yang bundar dan bagian tengahnya kosong. Di bagian tengah disitulah tempatku berada.
Para raja mulai berdatangan, aku sedikit membungkukkan badan menyambut mereka.
Yang terakhir ketiga kaisar datang dan duduk di bangku paling besar dibagian depan.
"Aku Brian pemimpin dan pendiri Magic ruller.
Aku disini sebagai orang yang meminta diadakan rapat dengan kalian karena wabah Mana eater. Sebelum mulai diskusinya untuk para raja sebelum mengemukakan pendapat harap mengangkat papan didepan kalian. Baik kita mulai rapat ini. Memories"
Seluruh aula menghilang, kami muncul diatas langit di bagian bawah merupakan awal dari wabah ini kerajaan Margiv kerajaan yang hancur karena wabah dan merupakan kerajaan kecil di apit 2 sungai hingga tidak ketahuan sampai musnah.
__ADS_1
Aku melihat para raja disana memegang meja dengan erat takut terjatuh.
"Baiklah seperti kalian lihat dibawah sana merupakan kerajaan Margiv merupakan kerajaan pertama yang hancur karena mana eater"
Fokus berada pada 3 orang yang membawa tong besar masing-masing. Yang membuat semuanya jelas ini ulah menara sihir.
Saat tong itu dibuka ketiga orang itu langsung berlutut dan muntah dan mulai membiru hingga seluruh tubuh membiru dan mereka mati.
Penyebarannya cepat dimulai dari kapal-kapal disana yang menggunakan kristal sihir tenggelam satu demi satu, semua alat sihir rusak dan korban berjatuhan
Semua prajurit disana keadaanya sama buruknya, ditambah tiba-tiba kedua sungai pasang dan menenggelamkan penduduk yang tidak bisa melakukan apapun.
Dan dalam sekejap kerajaan itu runtuh dan tempat itu jadi danau raksasa yang menenggelamkan semua kerajaan disana
"Apa itu mungkin?"(Raja Rochlake) "Apa hubungannya wabah ini dengan kehancuran kerajaan karena bencana alam? Aku tahu wabah itu membuat semua penduduk disana tidak bisa melarikan diri tapi menggangap itu semua karena wabah bukannya terlalu terburu-buru?"(Raja Whalesboar)
"Perkataan raja Whalesboar tidak salah. Karena itu lebih baik lihat lagi dari dekat"
Tampilan kembali berubah. Kami berada dipinggir sungai kerajaan Margiv.
Waktu berhenti semua aktifitas berhenti. Aku berjalan menunjukkan bagian pinggir dari sungai.
"Coba lihat dibagian sini" Semua raja dan kaisar memperhatikan pinggir sungai. Ada dinding tinggi yang mencegah semua sungai meluap disana.
Tapi kali ini dinding ini memiliki retakan parah bahkan sekali tendang juga akan rubuh
"Baiklah bagaimana dengan yang disini"
Aku menunjuk tanah yang juga menampilkan retakan yang parah juga
"Kesimpulan kami tempat ini tenggelam bukan karena sungainya meluap. Melainkan tanahnya rubuh kedalam sehingga membuat air lebih tinggi dari tanah"
Keadaan kembali berjalan. Dan benar saja bahkan aku sedikit terkejut saat tiba-tiba dinding penahan hancur semua tanah terbelah dan air keluar darisana bahkan semua rumah rubuh berserta istana dan semuanya.
Kehancuran yang diperlihatkan lebih mengerikan daripada melihat dari atas.
__ADS_1
Membuat semua raja disana panik
**TO BE COUNTINUE....***