I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 74 Kematian kedua orang tuaku


__ADS_3

"AGLER!!! AMBER!!! JANGAN BERANI KALIAN MELAKUKANYA!!! ATAU KAMU AKAN MENYESAL!!"


Agler dan Amber berada di belakang kedua orang tuaku "Karena itu menyerahlah dan mereka akan tetap hidup"(Agler)


"AGLER!!!" Aku langsung melesat kearah mereka. Puluhan meriam raksasa langsung mengeluarkan sihir api raksasa kearahku


"MINGGIR!!!!" Aku mengibaskan tanganku dan semua meriam itu hancur bersama semua mage didekatnya. Semuanya tersapu kelaut dan tidak ada yang utuh.


Agler dan Amber mulai terbang keatas. Mereka berdua diatas Magic ship dan akan pergi


"Jangan berani kalian!!" "Diam!!! Atau kepala ayahmu akan lepas"(Agler) "Nak kenapa kalian seperti ini?"(Ayah) "Ini ibu dan ayah mu nak kenapa kalian memperlakukan kami seperti ini? Padahal kami telah membesarkan kalian"(Ibu) "Diam!!! Yang mengurus kami adalah menara sihir kalian cuma orang yang ingin memanfaatkan kami. Nyawa kalian berada di tangan Brian jika dia mau menyerah kalian akan tetap hidup"(Amber)


"Nak tolong kami nak. Ingat apa yang kami lakukan untukmu selama ini"(Ayah) "Kalian saudara. Kita ini keluarga kumohon jangan seperti ini"(Ibu) "Menyerahlah dan minum ini!"(Agler)


Agler melempar botol padaku. Botol itu melayang sebelum mendarat dengan perlahan didepanku


Apa itu racun? Orang tuaku meski wajahnya sama sifatnya berbeda. Tapi tetap saja aku tidak mau melihat mereka mati


Aku memegang botol itu dan berpikir. Haruskah aku minum? Tapi bagaimana jika ini semua hanya sia-sia?


"Agler ingat akulah yang mengirim kalian ke akademi, semua yang kamu punya berkat aku"(Ayah) "Diam!!"(Agler) "Jangan sombong dan melupakan jasa kami"(Ayah) "Diam!!!"(Agler) "Paling tidak Ingatlah akulah Ayahmu" "DIAM!!!! MATI SAJA KAMU PRIA TIDAK TAHU DIRI"(Agler)


Semua terasa melambat saat aku melihat kepala ayah terlepas dari lehernya. Darahnya menciprat ke segala arah dan aku masih tidak sadar hingga akhirnya aku.... "AYAH!!!"


"Apa yang kamu lakukan bodoh!"(Amber) Aku berlari menangkap tubuh ayah tanpa kepala


"Sudahlah lagipula dia sudah mati. Jika yang ini dibuang tidak masalah kan?"(Amber)


"AMBER JANGAN-" Tubuh ibu jatuh kearahku. Bagian dada dan perutnya berlubang membuatku terdiam dan Shock.


Aku menggunakan mana untuk menarik tubuh ibu dan membaringkannya disamping tubuh ayah.


Agler dan Amber sudah pergi, aku cuma diam menatap kedua tubuh yang tidak bernyawa itu


"Brian?"(Sistem) "Kenapa? Kenapa? KENAPA!!! Kenapa kamu tidak mengatakannya?" "Karena mereka bukan orang tuamu"(Sistem) "MEREKA ORANG TUAKU!!!" Karena emosi aku meninju Monarch dibawahku.


Ledakan terjadi hingga kedasar "Mereka bukan orang tuamu. Mereka orang tua Brian Sanders"(Sistem) "AKU BRIAN SANDERS! SELAMA AKU MASIH BRIAN MEREKA ORANG TUAKU!!" Aku menghentakkan kakiku dan membuat retakan yang membelah monarch ini

__ADS_1


"Yang tidak kumiliki adalah saudara. Jadi harusnya mereka tidak perlu ada kan?" "Tunggu Brian!! Kamu sedang tenggelam dalam amarah"(Sistem)


"Benar, seharusnya aku sebatang kara saja kan? Tidak perlu merasakan sakit seperti ini?"


Aku terbang mengejar magic ship yang dinaiki Agler dan Amber.


Secepat apa sih mereka? Bahkan tidak perlu satu menit kapalnya sudah terlihat. Aku langsung melubangi bagian depan dengan tinjuku membuat kapal itu jatuh.


Aku langsung terbang kearah Agler dan Amber. Aku langsung mencengkeram kepala mereka berdua dan membawanya ke tubuh ibu dan ayah.


Dari atas aku lempar keduanya kebawah hingga membuat ledakan kedua kaki mereka patah disana


Aku mendarat dan mendatangi mereka "Sudah kubilang kan kalian akan menyesal"


"Setelah mendapatkan kami dan membunuh kami memang apa yang akan kamu dapat?"(Agler)


"Dan ini bukan akhir. Semuanya yang berhubungan denganmu akan musnah baik teman-temanmu bahkan semua kerajaan itu. Kamulah penyebab semua ini!"(Amber)


"Jika kamu diam dan patuh semua kejadian ini tidak akan terjadi"(Agler) Aku mencengkeram 2 kepala mereka dan mengangkatnya


"Kalian tidak akan menyesal dengan mudah kan? Aku akan tunjukkan apa yang kurasakan!"


Setelah sinar itu hilang, aku kembali melemparkan mereka berdua ke tubuh orang tua ku


"Ayah? Ibu? Aku.. Yang....."(Amber) Agler hanya shock saja berbeda dengan Amber yang seperti merasa akan gila


Aku menarik rambut Agler "Kau tidak menyesal?" "Tunggu Brian kita ini saudara kan? Kami keluargamu yang tersisa kan?"(Agler)


"Apa kamu pikir aku perduli?" "Kumohon Brian jangan bunuh aku. Aku ini saudaramu, tadi aku di cuci otak. Aku tidak tahu apa yang sudah kulakukan"(Agler)


"Kamu juga tidak perduli kan?" "Brian!! BRIAN TUNGGU DULU"(Agler) "Berapa lama kamu ingin membunuh ayah? Sepertinya memang seperti itu ya? Harusnya tidak masalah kan aku membunuhmu?"


Aku melepas tanganku, dan Agler berusaha merangkak menjauh. Dengan mudah aku menangkap kepalanya


"Arghhh... Kumohon Brian jangan"(Agler) "Bukanya kamu harus membayarnya? Nyawa dibalas nyawa?" Aku mengangkat tubuhnya.


Kedua tangannya berusaha melepas tanganku "Kumohon Brian"(Agler) "Sekarang kamu terlihat jadi pengemis ya?"

__ADS_1


Aku memegang tangan kanan Agler "Dengan tangan ini kamu memengal kepala ayah. Harusnya kamu tidak masalah kan aku melepasnya?" "Jangan!!! Arghhh.."(Agler)


Aku menarik tangan itu sampai putus "Tersisa kepalamu" "Kumohon jangan Brian.."(Agler)


"Selamat tinggal kakak" "JANGAN!!! ARGHH...." Darah keluar dari hidung, mata dan mulutnya.


Kepala Agler meledak. Tubuh tanpa kepalanya jatuh kebawah "Kakak?!"(Amber)


"Ada satu lagi ya" "Jangan kak. Kumohon jangan"(Amber) "Jangan apa?"


"Jangan bunuh aku kak"(Amber) "Untung saja kamu perempuan" "Kumohon kak biarkan aku hidup. Aku akan menuruti semua kemauan kakak, aku akan-"(Amber) Laser keluar dari tanganku melubangi tubuh Amber yang langsung membuatnya mati.


Aku menatap ke langit. Meski seperti ini Monarch ini masih berjalan ya?


"Guru"(Alstor) Melihat semua mayat yang ada disampingku semuanya terdiam


"Hancurkan semua ini jangan ada yang tersisa!!" Aku langsung membuka portal tanpa menunggu mereka menjawab


Aku keluar di Sky Castle tempat dimana aku menenangkan diri. Melihat istana putih didepanku dengan banyaknya pasien disana membuatku menghela nafas.


Aku bergerak ke ujung pulau ini. Sky Castle dibangun diatas pulau buatan yang dibuat dari Antistone jadi tanah disini warnanya hitam.


Karena itu kastil disana dibuat dengan warna putih. Meski begitu ada satu pohon besar diujung pulau ini.


Pohon ini tempatku bersantai sekarang. Berbeda dengan dulu dimana aku selalu tegang sekarang aku sering menghabiskan waktu disini.


Sambil memandangi lautan awan yang indah itu, terkadang bisa melihat dataran dibawah.


Apa hidup memang setidak berharga ini ya?


Bahkan aku sekarang hampir tidak mengerti lagi tujuan aku hidup. Apa tidak bisa aku tetap seperti ini saja?


Meski aku tegar, aku cuma anak biasa yang berumur 16 tahun. Saat dimana aku terkadang ingin di perhatikan. Saat dimana aku butuh keluarga.


"Tuan? Tuan ada disini lagi?"(Michela) Melihat Michela yang selalu ada disampingku saat aku butuh benar-benar merupakan obat untukku


Aku cuma tersenyum melihat Michela meski airmata ini tetap mengalir

__ADS_1


*** TO BE COUNTINUE... ****


__ADS_2