
Aku membuat lubang lagi dan memasukan shadow golem kedalam sana. Kali ini banyaknya berbeda dengan sebelumnya.
Jika dibandingkan mungkin seperti 10 ml dengan 1 liter karena banyak sandera yang harus diselamatkan.
"Apa bisa aku membunuh mereka"(Lores) Aku merinding. Apa yang dibicarakan gadis ini?
"Aku ingin membunuh mereka. Aku akan bergabung jika aku bisa membunuh mereka"(Lores)
"Kamu benar-benar ingin membunuh semua mage disana? Nanti kamu akan diincar oleh menara sihir" "Aku tidak perduli"(Lores)
Ini sulit. Jika meminta aku untuk membunuh mereka semua itu tidak sulit. Tapi membiarkan Lores membunuh mereka itu beda cerita.
Dia cuma seorang mage apprentice yang hanya bisa menggunakan sihir tingkat 0.
Sihir seperti itu sulit untuk membunuh mage lain. Kecuali aku memberikannya senjata.
"Baiklah, kamu bisa membunuh mereka semua. Aku akan fokus menyelamatkan yang lain" "Terima kasih"(Lores) "Sekarang mundur!!"
Aku menaburkan debu antistone ditanah.
"Earth magic Stone wall" Tembok tanah keluar menutupi jalan dilapisi Antistone
Meski Wizard kembali bahkan membawa pemimpin menara sihir sulit menembus dinding ini.
Aku juga menutupi semua akses masuk dan keluar bahkan beberapa lubang Ventilasi untuk udara.
Meski kami tidak membunuh mereka, hanya butuh waktu 1 minggu mereka akan mati baik dehidrasi atau kekurangan oksigen.
"Sekarang kita masuk. Shadow portal" Bayangan membawa kita kedalam. Lores memperhatikan tempat ini.
Aku mengeluarkan Tombak batu dan Grimore yang aku buat sendiri. Meski kelihatan biasa saja. Ternyata sulit membuatnya bahkan Grimore ini rapuh dan mudah robek tidak seperti Grimore dari sistem.
"Mage yang tertusuk dengan tombak ini tidak akan bisa menggunakan mana jadi hati-hati.
Grimore ini berisi 12 sihir tingkat 1 masing-masing elemen ada 2. Kemungkinan mereka berada di tingkat senior jadi tetap didekatku"
Lores mengambil kedua benda itu "Terima kasih"(Lores) "Setelah kembali rajin berlatih nanti kuajarkan cara membuat benda ini"
"Ya, aku akan rajin berlatih"(Lores) Kami berdua berjalan. Ketempat dimana para sandera ditahan.
Seorang pria keluar dari lorong "Siapa kalian? Sialan-"(Pria itu) "Gravity magic push"
Aku menekannya kebawah, terus menekannya keatas, terus kekanan dan kekiri.
Membuat lubang dengan bentuk tubuhnya.
Lores berlari dan menusuk tombak batu ke pria itu.
"Ukhh... Kamu!!"(Pria itu) Pria itu mencekik leher Lores. Aku menekannya lebih keras hingga dia muntah darah.
Dan mati tertusuk tombak Lores. Lores jatuh sambil menatap pria itu.
__ADS_1
"Aqua cannon"(Wanita) "Push" Air tertahan karena sihir gravitasiku.
"Compress" Sihir air yang jangkauannya kebar jadi semakin kecil seperti keran air dipakaikan serang transparan.
"Pull" Air terdorong dengan cepat hingga mengenai Mage wanita yang menggunakannya dan membawa wanita itu menempel dinding.
Keadaanya seperti tertempel lem.
"Lores!!!" Lores sadar dan melihat wanita itu. Dia mencabut tombaknya dan pergi kewanita itu untuk membunuhnya.
Aku merasakan ada 2 orang di kanan dan kiri Lores "Earth magic earth wall" 2 dinding tanah muncul menutupi kedua lorong.
Ledakan pertama terdengar, aku melihat wanita itu sudah mati "Gravity magic Pull" Aku menarik lores. Bersamaan dengan kedua dinding hancur.
Pria dikiri dan wanita dikanan "Thunder spear"(Wanita) "Fire blast"(Pria) "Earth magic Iron wall" Bagian dinding besi dari lorong ini terkelupas dan menahan serangan itu.
Aku meletakkan Lores dilantai. Ledakan terjadi dan dinding besinya hancur. "Thunder bolt"(Wanita) "Fire ray"(Pria) "Ice magic Ice dessert"
Sekitarku jadi dingin dan es raksasa keluar menjadi perisai didepanku. Es raksasa itu hancur bersama dengan hilangnya sihir mereka.
"Aqua lance"(Lores) Tombak air keluar dengan kecepatan tinggi menusuk tubuh mage wanita. Tombaknya membeku. Mage pria teralihkan sejenak.
"Frost fang" belasan jarum es keluar dan menusuk-nusuk tubuhnya. Ledakan terjadi dibelakangku, dari lorong.
Seorang mage pria berotot muncul. Ada crystal api didadanya. Musuh yang menyebalkan muncul.
"Lores bunuh mereka, aku akan atasi yang dibelakang" "Ya"(Lores) Lores pergi kedepan dan aku kebelakang.
Angin mendorong api hingga mengenai mage itu sendiri. Meski didorong sihir gravitasi dia tidak bergerak.
"Explosion dust"(Pria berotot) Aku melihat ada percikan api disekitarku. Sialan!!!!
Ledakan terjadi tanpa henti.
Untung saja ada Armor golem. Golem ini membentuk bola yang melindungiku.
Pria itu muncul didepanku "Fire fist"(Pria berotot)
Tinju api raksasa menghantam golem. Semakin lama semakin kecil apinya tapi semakin panas temperaturnya.
"Wind magic little cyclone" Topan kecil berputar dijariku "Gravity magic Great push"
Dengan jariku aku menunjuk tubuh pria itu.
Dan tubuh pria itu berlubang. Aku memukul pria itu dengan staff yang kupakai. Membuatnya terdorong mundur.
Dari staff keluar cairan golem yang menempel di tubuhnya "Zero gravity" Aku mengangkat tubuh pria itu dengan mudah.
"Raise height, Great push" Aku membantingnya dengan mengerikan hingga membuat lantai jadi penyok.
Aku melakukannya 2 kali lagi "Fire ray"(Pria berotot) Laser merah keluar dari tangannya. Aku menghindarinya karena hal itu sihirku jadi terlepas.
__ADS_1
"Wind Cutter"(Lores) Pisau angin langsung memotong kedua tangan pria itu. Bagus lores
"Earth magic Earth bind" Lantai yang dia injak jadi lembek dan menenggelamkannya.
Aku langsung menggapai kristal sihir didadanya "Gravity magic Push" Sihirku mendorong tubuh pria itu hingga menghantam lantai.
Aku memperhatikan kristal sihir tingkat 3 ditanganku. Aku merasakan mana lain, dari belakangku.
Laba-laba besi dengan laras muncul dilangit-langit. Larasnya mengarah kearahku, ternyata tidak hanya satu tapi banyak.
Aku mengeluarkan Heksa golem yang langsung membentuk perisai. Tembakan beruntun terjadi tanpa henti.
Lores sudah menusuk pria berotot itu. Ada lagi yang datang. Astaga kenapa banyak sekali jumlah mereka.
Dari belakangku ada 4 mage semuanya laki-laki. Dan 2 eksperimen dengan laras panjang dipundaknya.
Aku mengeluarkan Heksa golem untuk membentuk perisai lain dibelakangku.
"Kita terjebak"(Lores) "Kan sudah kubilang akan berbahaya"
Ledakan beruntun terjadi dikedua sisi membuat kami terjebak disini. Itu kalau yang lain tapi sayangnya kalian melawan aku.
"Nature magic forest spear" Dari lantai keluar batang pohon yang menusuk-nusuk semua musuh disekitarku.
2 dari 4 mage memiliki kristal sihir diambil batang pohon. Ledakan terjadi karena golemnya hancur.
Eksperimen juga terbunuh. Tapi perasaanku masih tidak tenang. Lores berlari kearah para mage yang tertusuk.
"Earth magic Earth cage" Aku mengurung Lores dengan sihir bumi "Apa-apaan-"(Lores)
Tapi sesuatu itu lebih cepat hingga menghancurkan sedikit ujung sihirku dan menggores pipi Lores.
"Gravity magic pull" Aku menarik makhluk itu yang ternyata harimau kuning dengan cakar putih dan dijidatnya ada kristal sihir
Aku mengayunkan tongkatku. Golem yang ada ditongkatku memanjang dan berubah jadi rahang yang mengigit torso makhluk itu.
"Raise Height. Great push" Aku membantingnya kelantai dan membuat penyok dilantai.
Harimau itu membuka mulutnya. Kristal merah didahinya hancur dan laser api keluar kearahku.
Aku menahannya dengan Heksa golem. Cakarnya keluar hawa dingin dan mencakar cairan ditubuhnya. Hanya saja cairan itu tidak lepas.
Dia mengabaikan cairan itu dan melompat kearahku. Karena sangat cepat dia sudah muncul didepanku.
Mana ditubuhnya keluar, api, es, dan angin berontak dan membuat tubuhnya mengembang seperti balon.
"Compress" Aku langsung menggunakan sihir gravitasi untuk menekannya menjadi bulat seluruh tulang tubuhnya hancur.
"Earth magic Stone prison, Stell prison, earth prison" 3 sihir berturut-turut mengurung makhluk itu.
Sihirnya hancur memperlihatkan cahaya didalam. Sialan dia meledak!!!
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***