
Perisai ruang berhasil kupasang meski menggunakan teleportasi dan merobek ruang sekalipun mereka tidak akan bisa masuk.
Sekarang coba lihat keadaan perang ini.
Para mage junior sudah terbantai, Mage senior terdesak karena serangan Sniper,
Para Grand magus terbunuh satu persatu karena serangan para muridku.
Dan Wizard terakhir sudah mati ditangan Michela. Wizard yang dibunuh Michela merupakan Wizard berelemen angin yang sebut saja keadaannya menyedihkan.
Apalagi metode domain milik Michela sedikit unik dan bisa dibilang baru. Michela memiliki 3 domain yang saling terpisah.
Petir, Kegelapan, dan cahaya saat menggunakan salah satu dari ketiga domain ini kedua elemen yang ada ditubuhnya menghilang baik tanduk ada salah satu dari sepasang sayapnya.
Karena Michela menggunakan elemen cahaya jadi butuh waktu lebih lama untuk membunuh wizard itu.
Jika Michela memilih elemen petir hasilnya akan berbeda. Tapi tetap saja merupakan hal unik.
Aku mengamati perang ini memperhatikan para prajurit bertarung. Mana didalam tubuh para prajurit hanya setara dengan mage apprentice.
Hanya saja mereka dengan mudah membunuh mage junior bahkan bisa setara dengan mage junior tingkat 3.
Apalagi dari segi stamina mereka lebih unggul. Jika diperhatikan cara mereka bertarung sedikit berbeda dengan mage.
Mereka mengalirkan mana didalam senjata mereka dan membiarkan elemen bercampur sendiri tergantung kecocokan mereka dengan elemen.
Dan anehnya gerakan mereka mengikuti aliran mana karena hal itu setiap mage yang terserang akan kehilangan kendali pada mana sementara yang membuat serangan berikutnya akan membuat mage terbunuh.
Hal itu lebih mengerikan dengan senapan pendek yang terus mereka genggam bersama dengan tombak dan pedang.
Tembakan dari senapan itu membuat ledakan pada sihir yang akan digunakan dan serangan jarak dekat mereka akan membunuhnya.
"Tuan... Bagaimana kemampuanku?"(Michela)
Tau-tau Michela sudah muncul dibelakangku.
"Kerja bagus hanya kurang pengalaman saja. Coba kamu pakai elemen petir pertarunganmu pasti akan lebih cepat berakhir"
"Aku mengerti. Apa sekarang aku bisa terus ikut bertarung disamping tuan?"(Michela)
__ADS_1
"Asal tetap berada didekatku ya" "Baik"(Michela)
Tidak makan waktu lama sebelum perang akhirnya berakhir. Para golem jadi tidak berguna karena mereka terbantai sebelum memasuki radius serangan.
Para Muridku mulai berkumpul, aku memperhatikan Clay.
"Bagaimana persiapannya?" "Space monarch sudah terhubung dengan seluruh akademi yang ada. Kita bisa berpindah dan menyerang kapanpun"(Clay)
"Bagaimana dengan golem dan dopelganger?" "Semua sudah siap untuk mengacau"(Clay) "Baguslah"
Dopelganger merupakan hasil Alchemist buatanku yang masih tidak sempurna. Ini merupakan hasil dari gabungan cloning dan homunculus.
Menggunakan bagian tubuh dari kita masing-masing untuk membuatnya meregenerasinya dengan sihir dan berkat untuk membentuk tubuhnya.
Hasilnya luar biasa tidak stabil meski berhasil terbentuk jadi lebih kacau. Benda itu hanya bisa menggunakan satu jenis elemen, tidak bisa berbicara dan rapuh serta berumur hanya 2 hari paling lama.
Meski terus dikurung didalam tabung yang berisi air kehidupan. Oh ya air itu aku buat dengan puluhan jenis herbal dan mana elemen alam.
Hanya bisa mempertahankannya saja jika keluar cuma bisa bertahan sehari saja. Jika mereka melawan wizard seluruh dopelganger itu akan hancur meski menyentuh pinggir domainnya saja. Tapi itu sudah cukup ditambah dengan 3 golem raksasa full senjata, 20 golem besar full senjata, dan 200 golem standar dengan senjata serta ribuan golem bunuh diri dan amunisi itu cukup untuk memporakporandakan seluruh akademi.
"Kalau begitu kita berangkat" Clay merobek ruang yang langsung terlihat pesawat raksasa yang berwarna hitam.
Tapi ini adalah salah satu kartu as milikku. Kami hanya menggunakan satu kemampuannya yaitu dimension link.
Dengan beragam penanda kami bisa keseluruh bagian benua dengan benda ini dengan mudah.
Kami berjalan menuju satu ruangan. Luas benda ini mencapai 3 km saking besarnya dan hanya full dengan formula ruang.
Tenaga yang dihabiskan untuk membuat ini sebanyak 20 golem raksasa dan 200 golem raksasa lainnya sebagai cadangan jika golem raksasa pertama hancur.
Dan semua golem itu berakhir hancur tanpa sisa karena dihajar badai ruang. Bahkan ini merupakan pesawat ketiga yang akhirnya berhasil.
Kami membuka portal tepat dipantai akademi menara Alchemist dikerajaan Whalesboar
Selain aku dan Michela ada 7 murid yang menyertaiku.
Birsha harus berjaga dimarkas, Daeva hanya muncul jika ada berita penting, Clay menjaga Space monarch, sikembar Deva dan Desmo menemani Birsha, Rienne dan Balor harus lembur dan sisanya berada disini.
"Dengar tangkap hidup-hidup semua orang yang didaftar jika bertemu tidak perduli apapun tingkat mereka dan keadaan mereka. Lores dan Carmil pergi ke kelas terendah dan bawa semua murid darisana. Alstor dan Addon pergi ke laboratorium dan ambil semua penelitian mereka, Ansir kelilingi seluruh pulau dan pasang barrier ball
__ADS_1
Drace pegang selalu transfer plate dan kirimkan secara berkala magic water
Dan Dugal pasang kristal portal untuk langsung menyelamatkan yang terluka.
Dan bertahan hiduplah apapun yang terjadi utamakan keselamatan daripada membunuh dan mari kita bersenang-senang. Space magic space ray"
Aku menunjuk kearah barrier dan langsung lubang terbentuk dan Barrier yang ada langsung hancur dengan cepat.
"Golem maju. Yang lain Bubar!!! Michela ayo"
"Baik tuan"(Michela) "Mengerti guru"(Yang lain)
Kami berpencar belasan senior mage juga berpencar kesegala arah menyerang semua muridku yang terpisah.
Getaran terjadi melihat 3 golem raksasa dengan puluhan meriam yang terus menembakkan laser memang mengerikan
Ada 2 mage senior yang terbang dengan cepat kearah kami. Aku menggunakan mana yang menyelimuti tanganku.
"Fire magic Terminated rays" Laser seukuran tangan melesat dan menembus badan mage senior yang mendekatiku.
Dan Mage senior satunya sudah jadi debu setelah terkena sambaran petir Michela.
Keduanya tidak ada didalam daftar jadi musnahkan saja.
Aku merasakan mana yang kukenal datang dengan cepat kearahku itu mana milik Grayson.
Sosoknya muncul didepan mata seorang wizard dengan elemen angin sungguh menyedihkan karena kami berdua dan dia sendirian.
"Gawat 2 wizard lagi. Aku harus minta-"(Grayson) Barrier ungu terbentuk menutupi seluruh pulau ini.
"Sayang sekali tapi tanpa izin dari kami kalian semua harus tinggal disini hidup atau mati"
Aku dan Michela membuka domain petir.
Karena ini domain gabungan aku serahkan aturannya pada Michela. Dia juga membuka domain angin miliknya hanya saja kalah jauh dengan domain gabungan milik kami.
Meski sama-sama tingkat menengah domain miliknya ditekan sampai seluas 50 meter saja. Michela kehilangan kedua sayapnya hanya saja tanduk dikepalanya jadi panjang berwarna biru dan mengeluarkan petir.
"Baik Michel mari bersenang-senang" "Ayo tuan"(Michela)
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***