
Aku membeli banyak bahan makanan dan bibit dipasar. Aku juga membeli beberapa benda tertentu untuk membuat alat sihir.
Untung saja Black market disini memiliki kristal sihir sampai tingkat 5 jika di desa sebelumnya bisa pusing memikirkan untuk dapat kristal ini.
Aku ingin membuat sesuatu mungkin seperti rumah kaca ukuran kecil atau pot saja ya?
Yang jelas benda ini untuk menyuburkan tanah agar bisa ditanami tumbuhan.
Akhirnya aku memutuskan membuat benda yang kusebut Paradise field. Dengan sihir air tingkat 4 Water domain ditambah sihir tanah tingkat 3 earth control serta sihir cahaya tingkat 3 light santuary.
Akhirnya jadi setelah 5 jam berkutat dengan benda ini. Bentuknya seperti piringan dengan 5 lubang disekitarnya.
Aku membuat 4 benda ini dengan 4 inti crystal tingkat 1 sudah selesai. Yang terakhir aku menulis rune dengan kuas yang dan tinta yang diisi berbagai macam mana.
Formula ini membuat kubah kecil yang menutupi alat sihir ini. Agar mana didalamnya tidak keluar secara berlebihan.
Hal ini kugunakan agar mana didalam crystal tidak cepat habis. Tanpa sadar sudah malam, aku melihat Michela yang sudah menggosok mata.
"Tuan, ayo kita tidur"(Michela) "Sebentar. Tunggu sebentar ya" Akhirnya selesai.
Michela bangun dan menarik ku keranjang.
"Ya, ya ayo tidur" Michela naik keatas ranjang dan memelukku sebelum akhirnya tidur.
Aku yang malah tidak bisa tidur.
Pernah aku memesan kamar lain untuk Michela hanya saja setiap malam dia kembali kesini dan memelukku.
Apalagi sejak kejadian dimana dia hampir dilecehkan, tidak pernah sedikitpun Michela melepasku.
Sudahlah mau bagaimana lagi. Sekarang aku tinggal menggunakan sihir yang sudah disiapkan.
"Dark magic trance. Light magic linked"
Aku memejamkan mata. Dan tidur.
Aku membuka mata yang berada didalam ruang serba hitam.
Disini ada satu orang tua yang memakai piyama. Ya itulah raja kerajaan Boliverat.
Aku mendekatinya dan dia berbalik menatapku.
"Siapa kamu?"(Raja) "Saya hanyalah seorang mage yang mencari tempat tinggal"
"Ada perlu apa kamu denganku?"(Raja)
"Tidak banyak. Aku ini buronan dari menara sihir" "Terus?"(Raja) "Aku harap yang mulia mau memutus hubungan dengan menara sihir"
"Tidak mungkin aku melakukan itu. Rakyatku sedang sengsara dan hanya menara sihir yang bisa membantu"(Raja) "Tidak. Jika menunggu menara sihir selesai mau sekacau apa keadaan kerajaan mu?"
__ADS_1
"Tapi itu lebih baik daripada dibantu orang yang tidak dikenal"(Raja) "Bagaimana jika begini. Aku bisa membuat kristal sihir"
"Kamu sendiri tahu itu tidak mungkin. Apalagi mana ditanah kami sangat tipis"(Raja)
"Memang jika itu menara sihir. Tapi aku bisa melakukannya. Aku hanya meminta agar kerajaan anda tidak berhubungan lagi dengan menara sihir"
"Sudah kubilang itu tidak mungkin, anakku sedang belajar di akademi sihir"(Raja)
"Itu alasanmu? Apa kamu tidak tahu kalau anakmu akan dicuci otak dan menyerahkan kerajaanya pada menara sihir?"
"Apa maksudmu?"(Raja) "Untuk sekarang aku hanya bisa bicara tentang hal ini. Lagipula tidak buruk kan. Jika bekerja sama denganku. Aku akan mengatasi masalah kelaparan dan kamu cukup tidak perlu berhubungan dengan menara sihir"
"Tapi bagaimana dengan anakku?"(Raja) "Aku akan mengeluarkannya darisana nanti. Kamu tidak perlu menjawab sekarang. Besok aku akan tiba di kerajaanmu dan tinggal didaerah timur. Pasti kabar aku disana akan cepat terdengar olehmu saat itu kamu bisa membicarakan tentang ini lebih jelas"
penglihatan mulai kabur dan aku tidak bisa mendengar raja bicara apa. Lagipula aku sudah membicarakan yang perlu kubicarakan.
Aku membuka mata dan sudah pagi hari.
Michela masih tertidur sambil memelukku.
Jika tidak ada tanduk, sayap dan ekornya pasti dia merupakan gadis yang paling cantik.
Rambutnya yang pirang, bentuk badannya yang bagus mirip dengan artis yang biasa kulihat di TV. Hanya saja untuk matanya.
Agak unik menurutku. Pupil matanya berwarna biru yang terkadang terlihat listrik mengalir, bagian kanan memiliki warna mata emas dan kiri hitam legam.
Sejujurnya aku masih khawatir membawanya.
"ukhhh.. Tuan, selamat pagi"(Michela) "Selamat pagi Michela. Ayo bangun kita sarapan. Dan pergi dari penginapan ini"
"Kita mau kemana?"(Michela) "Ke kerajaan Boliverat" Kami keluar kamar dan sarapan dibawah. Setelah sarapan kami berpamitan.
"Maaf sudah merepotkan selama ini"
"Tidak, kami yang sudah banyak merepotkan dan maaf karena tidak bisa menjaga gadis ini"(Ibu pemilik penginapan) "Tidak masalah. Kami pamit, ayo Michel"
"Terima kasih selama ini Bibi"(Michela) "Hati-hati dijalan"(Ibu pemilik penginapan)
Dengan tongkat ditangan kanan dan Michela dikiriku kami berjalan menuju pengunungan tandus.
Setelah setengah jam seluruh tempat ini hanya berupa tanah tandus dan tidak ada tempat berteduh.
Aku menggunakan alat sihir yang bisa mengeluarkan angin yang berbentuk seperti kipas angin tanpa baling-baling.
Tidak sebesar dan setinggi kipas yang kugunakan dulu. Mungkin ini hanya untuk meja tapi anginnya jangan ditanya.
Sekarang aku dan Michela sedang duduk beralaskan tikar sambil makan dan bersantai karena perjalanan masih jauh.
Aku membuat sup untuk makan siang ini.
__ADS_1
Karena aku perlu latihan untuk memberi makan orang banyak nanti.
"Masakan tuan rasanya enak"(Michela) "Baguslah kalau kamu suka" Kami makan dengan senang.
"Hubunganmu dengan budakmu sangat dekat seperti ayah dan anak. Harusnya kan budakmu yang memasak bukan kamu"(Sistem)
"Memang kenapa? Terserah aku mau memperlakukan budakku seperti apa lagipula itu milikku kan"
"Aku merasa aneh saja kamu memperlakukan budakmu seperti itu"(Sistem) "Maaf saja kalau aku jauh lebih manusiawi daripada manusia didunia ini"
Michela sekarang masih dalam penyamaran. Baik tanduk, sayap, dan ekornya tidak terlihat
Kami melanjutkan perjalanan setelah makan.
Diperjalanan banyak binatang yang lewat seperti rusa, kijang, bahkan kadal raksasa.
Kebanyakan hanya muncul sebentar diperbatasan kerajaan Boliverat.
Semakin mendekati kerajaan Boliverat semakin sedikit binatang yang terlihat. Anak panah melesat entah darimana.
"Wind shield" Angin membentuk perisai didepanku dan menahan beberapa panah itu.
Panah yang dilepaskan memang kuat tapi hampir tidak terasa mana sama sekali.
Didepanku muncul 5 orang besar dan berotot.
"Tinggalkan gadis itu dan semua barang milikmu kalau mau hidup!!"(Pemimpin perampok)
"Bagaimana kalau kalian semua yang menyingkir jika tidak mau terluka"
"Sepertinya kamu memang cari mati"(Pemegang kapak) "Sudah bunuh saja"(Pemanah)
Pemanah langsung menarik panah. Tapi panah sihir milikku lebih cepat
"Wind arrow" Kepalanya terkena panah ku dan jatuh kebelakang dengan darah didahinya.
Aku tidak membunuhnya paling tidak dia hanya pingsan saja.
"Beraninya kamu"(Pemimpin perampok)
Michela langsung melesat maju, menghindari tebasan perampok itu dan meninjunya.
Pemimpin perampok itu terbang kebelakang.
Yang langsung membuat semuanya terdiam.
Aku tidak tahu kalau Michela sekuat itu.
Sedangkan orang yang diperhatikan hanya tersenyum saja. Benar-benar mengerikan
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***