I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Part 85 Akhir dari era menara sihir (END)


__ADS_3

Saat aku kembali sudah seminggu berlalu. Menara sihir lainnya sudah rata dengan tanah.


Perang sudah lama berakhir. Aku pergi kemarkas terdekat disini dan langsung masuk kedalam kamarku.


"Tuan?! Tuan!!!!"(Michela) Aku kaget melihat Michela disini. Michela langsung memelukku dan menangis.


Aku cuma membalas pelukannya sambil mengelus rambutnya "Aku disini dan selamat jadi tidak perlu menangis lagi"


"Tapi, aku tidak bisa membantu. Aku tidak bisa melakukan apapun cuma bisa membiarkan tuan bertarung sendirian"(Michela)


"Kamu sudah membantuku. Banyak sekali bantuanmu yang tidak bisa kuhitung. Termasuk tetap disini dan mengkhawatirkanku"


"Tuan jangan pergi lagi"(Michela) "Tenang saja aku tidak akan pergi lagi" Kami berpelukan dalam diam sebelum


"Tuan berubah"(Michela) "Apanya?" "Tekanannya. Seperti..."(Michela) Michela mendorongku ke ranjang


"Tuan tunggu disini aku panggil yang lain!!"(Michela) "Tunggu Michel. Ini" "Diam!!! Tuan terluka jadi harus dirawat. Tunggu disini"


Secepat badai Michela pergi keluar dan membuat keributan besar. Saat-saat damaiku berakhir


"Tinggal satu lagi dan ini semua berakhir"(Sistem)


"Benar. Terima kasih 8 tahun ini" "Harusnya aku yang berterima kasih. Kerjamu sangat hebat dan cepat kupikir akan butuh waktu 20 tahun agar semuanya selesai"(Sistem)


"Setelah Sirha mati apa kamu akan pergi?"


"Ya, aku akan lenyap. Lagipula keinginan terakhirku sudah selesai"(Sistem)


"Sayang sekali kalau begitu" "Mungkin kamu ingin jadi Great Wizard? Cuma aku yang tahu cara untuk mencapainya"(Sistem)


"Tidak, aku akan menikmati kedamaian ini"


"Begitu ya. Sayang sekali kalau begitu"(Sistem)


"Lagipula sudah hampir 30 tahun setelah kamu mati. Dan tidak ada satupun dari mereka yang bisa jadi Great wizard. Apa iya alasannya cuma tidak ada kamu?"


"Tidak syarat untuk jadi Great wizard butuh lebih dari itu. Menurutmu dari semua muridku selain kamu siapa yang paling berpotensi menjadi Great wizard?"(Sistem)


"Eliseo atau Deon mungkin?" "Tidak yang benar Sirha"(Sistem) "Sirha yang paling cocok?" "Berbeda dengan Elder wizard kebawah untuk jadi Great wizard perlu cocok dengan 2 elemen tingkat tinggi waktu dan ruang"(Sistem)


"Jadi Sirha lah yang terdekat untuk menjadi Great wizard?" "Itu cuma syarat pertama. Selain itu harus sudah Elder Wizard, dan memiliki kecocokan dengan 6 elemen"(Sistem)


"Itu berarti" "Benar cuma kamu lah. Untukku menjadi Great wizard perlu waktu 300 tahun. Saat aku mengangkat murid-muridku aku sudah Elder Wizard saat itu jika bukan karena kecocokannya dengan elemen waktu aku juga tidak akan berhasil"(Sistem)


"Tapi kenapa cuma kecocokan dengan ruang dan waktu yang penting? Bukanya elemen dasar yang lain juga sulit"


"Inilah perbedaan pengalaman kita. Kecocokan seperti namanya ini bisa terjadi pada siapapun. Kecocokan dengan elemen bisa diatasi jika kamu hidup bertahun-tahun dengan elemen itu. Angin digunung, Air di laut, Api di dekat kawah berapi, Tanah didalam gua. Begitu juga dengan cahaya, dan kegelapan. Tapi bagaimana dengan ruang dan waktu?"(Sistem)

__ADS_1


"Ya, itu sulit" "Untuk ruang kamu perlu mengerti eksintensi dirimu. Kamulah yang harus paling mengerti dirimu dan kebanyakan orang tidak mengerti. Begitu juga waktu perlu menghabiskan berabad-abad untuk mengerti dan cocok dengan waktu itu sendiri. Karena itu kecocokan dengan waktu cuma ada 1 saja


selama dia masih hidup tidak akan ada lagi orang yang memiliki kecocokan dengan waktu"(Sistem)


"Begitu ya. Jika aku ingin mempelajari tentang waktu cukup dengan sedikit belajar dan aku menguasainya"


"Benar. Selain kamu tidak akan ada lagi yang bisa jadi Great wizard. Apa kamu tidak berubah pikiran?"(Sistem)


"Tidak. Menurutku aku sudah cukup kuat untuk sekarang tidak ada yang bisa mengancamku lagi. Aku tidak ingin menjadi yang terkuat didunia" "Baiklah kalau begitu"(Sistem)


Michela datang membawa Deva, Desmo, dan Dugal. Setelah menjelaskan apa yang terjadi baru keributan ini semua berakhir.


Setelah menara sihir runtuh, kami membuat Sky Island dimana jadi tempat aliran dari sihir itu sendiri.


Dan 5 Sky Island terbentuk. 5 pulau itu terdiri dari Elemen, Mesin, Archanist, Alchemist, dan medis.


Kelima pulau itu akan mengelilingi benua ini tanpa berpihak kepada kerajaan manapun.


Setelah itu ratusan sekolah mulai dibangun.


Sekolah dibagi jadi 2 satu Akademi dan sekolah biasa. Di sekolah biasa dimana orang yang tidak memiliki uang dan hanya ingin menuntut ilmu belajar.


Dan yang satu fokus pada sihir. Untuk belajar di akademi mereka perlu membayar. Bukan karena aku culas atau sejenisnya.


Karena sihir itu mahal selain butuh beragam ramuan, kristal sihir, golem dan sebagainya ini juga mencegah terjadinya perang.


Karena mereka memanfaatkan runtuhnya menara sihir untuk memulai perang kepada Terrais bahkan menyerang kami.


Akhirnya kerajaan itu disapu bersih tentu saja yang dimaksud disini prajurit dan seluruh pihak dari istana dan kerajaan itu diambil alih oleh Terrais.


Mendengar kabar ini kerajaan dan kekaisaran memilih mematuhi semua peraturan yang ada dan akhirnya kedamaianpun tercipta.


Semua Markas yang tersembunyi diubah jadi laboratorium untuk mempelajari banyak hal.


Dan akhirnya semua ini sudah selesai.


Hanya keberadaan dari Sirha saja yang jadi misteri dia kabur keluar ruang dan belum juga kutemukan.


Setelah setahun keadaan membaik aku menggelar pernikahan dengan Michela.


Awalnya aku sedikit ragu dan canggung mengingat Michela bekas budakku.


Tapi itu semua tidak penting. Aku memutuskan untuk hidup tenang bersama Michela di Sky Castle dan menetap disana.


Sesekali mengunjungi muridku atau kerajaan lain. Mulai bertani dan beternak. Serta bersenang-senang berdua dengan Michela kehidupan seperti inilah yang aku impikan.


Sambil terus memulihkan keadaanku, aku juga terus mencari keberadaan dari Sirha. Soalnya itu merupakan janjiku pada sistem.

__ADS_1


Meski aku tidak jadi Great wizard aku tetap mencatat apa yang diperlukan untuk mencapainya siapa tahu suatu hari nanti ada yang bisa kan.


10 tahun kemudian


Aku membuka ruang dan dihadapanku terlihat istana besar yang sedikit bobrok.


Selama 11 tahun aku mencarinya dan akhirnya aku menemukannya.


Sirha aku menemukan dirimu. Selain itu berbeda denganku sebelas tahun lalu.


Aku membuat berbagai senjata dengan benang mana. Jadi kali ini dia tidak akan lolos


"SIRHA KELUAR KAMU!!" "Brian? Kenapa bisa kamu menemukanku?"(Sirha) "Jangan banyak bicara. Mati!!"


Dengan satu ayunan tanganku istana itu terbelah jadi 2. Sirha keluar dari sana dan menatapku heran


"Bagaimana bisa?"(Sirha) "Ini adalah akhir dari kamu!!" Aku mengayunkan tanganku.


Dan satu lengan Sirha terpotong.


"Pedang mana. Aku harus pergi"(Sirha) Sirha membuka ruang dan pergi. Aku mengejarnya


Setelah puluhan kali kejar-kejaran.


Akhirnya Sirha tergeletak ditanah. Aku sendiri tidak tahu ini dimana. Lagipula ini sudah selesai


"Kenapa kamu sebegitunya ingin membunuhku? Aku sudah pergi dari dunia itu. Aku tidak menggangu mu lagi"(Sirha)


"Bisa dibilang ini karena permintaan seseorang" Benang-benang mana menyusun dunia hitam


"Dan dia ingin bertemu denganmu" Sistem keluar dan bicara dengan Sirha. Aku keluar dari dunia itu dan menunggu.


Setelah 1 jam kakek tua yang dulunya sistem muncul didepanku "Dendammu sudah terbalas kek?" "Sudah itu semua karenamu. Aku berterima kasih"(Sistem)


Seluruh tubuh kakek itu bersinar dan sedikit demi sedikit hancur tidak tersisa


"Terima kasih. Terima kasih selama ini, karena memberikanku kesempatan kedua untuk hidup, membawaku kedunia ini, mengenalkanku kepada sihir, pertemanan, dan cinta. Terima kasih atas segalanya"


Air mataku mengalir melihat setengah badan dari kakek itu hilang "Menangis tidak cocok untukmu. Aku juga meminta maaf memberikanmu beban berat selama ini dan tekanan tanpa henti. Karena itu habiskan hidup keduamu dengan bahagia, kamu pantas dapat hal itu karena melewatkan semuanya didunia tempat kamu lahir dulu. Jadi tersenyumlah dan selamat tinggal"(Kakek sistem)


Seluruh tubuh dari sistem hilang. Aku merasakan perasaan hampa didalam tubuhku dan merasa sedih sekarang. Juga sangat bersyukur. Bagaimanapun ini semua sudah berakhir jadi lebih baik aku kembali pulang dan menghabiskan waktu dengan Michela.


Dan berharap semoga kedamaian ini akan bertahan selamanya


*** TAMAT ***


Hore novel pertamaku sudah tamat terima kasih bagi kalian semua yang mengikuti, Like, dan Vote novel ini dan nantikan novel ku lainnya Sampai jumpa di novel berikutnya

__ADS_1


__ADS_2