I Reincarnation With Wizard System

I Reincarnation With Wizard System
Chapter 7 Kegagalan pertama


__ADS_3

Sehari dalam kelas ada 2 pelajaran, setelah makan siang pelajaran kedua dimulai. Aku hanya menatap pak Samon dengan bosan


Setelah 2 jam mengajar, sisanya dia membual.


Aku kelaparan sekarang. Aku sebenarnya penasaran untuk apa para murid dikelas ini yang notabennya tidak berguna, tetap belajar seperti ini.


Sistem cuman memperhatikanku


"Seluruh murid yang tidak bisa mencapai tingkat junior dalam 1 tahun akan dijadikan barang habis pakai"(Sistem)


Aku terkejut bukan main. Apa maksudnya barang habis pakai?


"Banyak. Seperti bahan untuk Eksperimen dan pembuatan senjata. Bisa juga sebagai budak untuk para penyihir senior"(Sistem)


"Untuk sekarang, aku masih tidak mengerti"


"Baik anak-anak sampai disini dulu. Kita bertemu lagi nanti. Jangan lupa bawa Magic water untuk pertemuan berikutnya"(Samon)


Samon pergi, anak-anak yang lain ikut keluar dan pergi. Aku juga berdiri dan pergi dari kelas mengikuti anak-anak.


Kantin untuk makan cukup jauh dari kelas.


Seluruh kantin terbuat dari batu hitam. Seluruhnya baik dinding sampai meja dan kursi.


Hanya peralatan makan yang terbuat dari kayu. Hanya seperti ini tidak ada buffet atau etalase kantin.


Aku memilih tempat duduk yang berada di sudut yang terasa gelap mencekam. Ya inilah tempat duduk Brian.


Diatas meja keluar portal kecil dan makanan muncul. Ada 3 piring satu mangkuk, ada kentang, salad, ayam setengah potong dan sup.


Paling tidak makanannya tidak terlalu buruk. Sehabis makan,semua anak-anak kembali kekelas.


Tidak menunggu lama seorang wanita masuk kedalam kelas.


Dia memakai jubah merah dan mengenakan kacamata. Anak-anak menyebutnya miss Shery.


Pelajaran yang dia bawakan tentang menggerakan benda mati dengan mana. Bisa dibilang memasukan mana pada benda dan menggerakkannya.


Ini adalah pelajaran dasar pembuatan golem.


Intinya kelas ini seperti sebelumnya. Pelajaran dasarnya 2 jam, sedikit tes, dan aku ditertawakan lagi, sisanya membual.


Shery ini merupakan mage senior dari menara sihir mesin. Pembuatan golem dan senjata sihir sudah menjadi hal biasa.


Aku mendengarkan dia membual sambil melihat-lihat toko.

__ADS_1


"Hei sistem" "Ada apa?"(Sistem) "Untuk membuka cabang sihir yang lain, apa aku hanya perlu mendengarkan dan belajar cabang itu?"


"Begitulah, belajar dengan buku atau mendengarkan pelajaran sudah cukup"(Sistem)


Aku punya 5 point setelah ditertawakan satu kelas. Cabang mesin sudah terbuka, ada beragam hal unik disini.


Seperti mantra dasar pergerakan mana, formula pengumpulan sihir, dan lain sebagainya.


Mungkin aku bisa membuat prajurit golem sendiri.


"Itu sulit. Golem itu dibuat harus dengan bahan yang baik. Tidak bisa sembarangan kalau tidak badannya akan rapuh dan mudah hancur. Yang kedua bahan itu harus terbiasa dan dipenuhi mana kalau tidak akan sulit beroperasi dan bergerak"(Sistem)


Aku menatap sistem yang sedang menjelaskan.


"Menurutku saja, apa kamu memang bisa membaca pikiran" "Tidak. Cuma kamu doang kok"(Sistem)


Kenapa tidak bilang daritadi? Setelah beberapa jam akhirnya pelajaran ini selesai. Ya menurut sistem ini sudah jam 7 malam.


Kebanyakan anak-anak kekantin dulu sebelum kembali ke asrama. Aku juga kekantin dulu untuk makan malam.


Setelah melewati portal dan muncul didepan asrama. Aku pergi ke perpustakaan bukannya kembali ke kandangku.


Aku perlu membaca lebih banyak buku. Setelah membuka pintu, ternyata cukup banyak orang.


Nyonya Claudia dengan gaun ungu miliknya memperhatikan ku. Apa karena keributan tadi pagi dia jadi berjaga disini?


Aku naik kelantai dua dan menemukan buku yang aku mau. Setelah selesai membaca aku bisa melihat mana emas dari dalam cahaya yang menyebar diudara.


Memperhatikan Claudia yang sibuk mengawasi membuatku merasa tidak enak.


Setelah mengembalikan buku, aku keluar dari perpustakaan.


Aku kembali kedalam kandangku saja.


"Apa kamu tidak mulai berlatih mengumpulkan mana?"(Sistem)


"Perlu ya?" "Tentu saja. Jika rutin berlatih maka jumlah mana akan terus bertambah"(Sistem)


"Baiklah" Aku menutup mata dan merasakan mana ungu yang masuk ketubuhku melalui pori-pori kulit. Saat aku menghirup nafas, banyak mana ungu itu yang langsung masuk melalui hidungku.


Aku bisa merasa setiap bagian tubuhku terisi sedikit demi sedikit. Meski begitu masih sangat jauh dari kata penuh.


Akhirnya semalaman aku mengumpulkan mana. Paginya aku bisa melihat mana emas yang juga memasuki tubuhku.


Aku terus mengumpulkan mana sampai jam 6 sebelum bersiap kembali kedalam kelas.

__ADS_1


Jam 7 kelas dimulai, wanita muda kira-kira berumuran 20 memasuki kelas.


Aku bisa melihat mana emas yang sangat banyak disekitar wanita itu. Bahkan daerah disekitarnya terlihat bersinar.


Hei. Apa aku juga terlihat seperti itu?


"Tidak untukmu aku sudah menahan mana agar tidak berkumpul disekitarmu"(Sistem)


Wanita itu bernama Heni dari menara sihir medis. Aku sempat berpikir dia dari menara sihir gerhana.


Heni datang tidak sendiri. Dia membawa kelinci kecil didalam kandang.


"Baik anak-anak seperti biasa kita akan belajar tentang mengobati luka sederhana...."(Heni)


Aku mendengarkan sebentar dan beragam skill terbuka di toko bagian medis. Bahkan disini banyak sihir untuk menyambungkan bagian yang putus, patah, dan mengobati penyakit dengan mana.


"Brian !! Daripada kamu melamun. Kemarilah dan tunjukan cara bagaimana menangani luka"(Heni)


Akhh sial!!! Layar kembali muncul dan aku dapat quest untuk gagal lagi. Kenapa harus aku? Apa sistem juga ingin membuat aku seperti badut?


Aku berjalan dengan lesu kedepan. Aku juga mendengar anak-anak berbisik tentang betapa payahnya aku dalam pelajaran ini.


"Baik, karena ini mengobati kamu tidak perlu menggunakan banyak mana. Yang penting hati-hati saat menyambungkan kulit, dan otot yang terpisah dengan mana"(Heni)


Heni mengeluarkan kelinci. Cahaya keluar dari jarinya seperti pisau laser. Dengan gerakan cepat, bagian di dekat kaki depan kelinci tersayat.


Aku mengeluarkan mana yang sangat sedikit dan memasukkannya kedalam luka kelinci.


Dengan perlahan menyambungkan kulit dan otot yang robek.


Dengan selambat mungkin sampai aku berkeringat. Karena sulit, jika aku berusaha agar lebih cepat kulit kelinci itu malah semakin robek.


Setelah beberapa jam aku berhasil, hanya bulu kelinci yang berwarna merah tidak ada luka lagi pada badannya.


"Tidak kusangka kamu luar biasa"(Heni)


"Hah? Aku tidak gagal?" "Kenapa gagal. Kamu cukup berbakat"(Heni)


Sial. Dan benar saja quest dari sistem gagal.


Untung saja tidak ada hukumannya. Tapi tetap saja ini kegagalan pertama ku.


Aku kembali ke bangku ku "apa kamu sengaja ya?"(Sistem) Hei aku tidak tahu kalau jadi seperti itu. Aku tidak mau membuat kelinci itu terluka lebih parah.


"Ayolah itu hanya kelinci. Dia itu cuma makanan"(Sistem) pokoknya aku tidak mau melukai kelinci itu lebih parah.

__ADS_1


Akhirnya aku malah sibuk bertengkar dengan sistem sampai jam makan siang.


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2