Identitas

Identitas
Bab.11


__ADS_3

Maaf klo banyak typo... buat Reader tersayang...tolong dukungannya... like and komentarnya jga trus kasih bintang juga...banyak maunya..😆😆😆 selamat membaca!!!


BISMILLAHIROHMANIRROHIM...


Syani dan Adibah terus menyusuri gang-gang yang ada untuk menghindari preman tersebut.


"Mau kemana cantik..??"goda si preman sambil memegang tangan Adibah dan membelai tangan dan pipi mulus Adibah.


Adibah yang sudah takut semakin ketakutan hingga badanya gemetar.Syani yang melihat itu menjadi sedih dan geram.


"Sebelum gue benar-benar marah,mending lo lepasin tangan lo dari tubuh teman gue!" ucap Syani lantang tanpa melihat lawan bicaranya.


"wahh...wah..wah..ternyata si bule bisa ngomong bahasa kita bro."ujar si preman yang lain.sambil mendekati Syani."masih perawan gak nih?"


"gak perawan pun gak masalah,belum pernah nyoba yang bule gue.."membelai bibir Syani.Syani cuma diam.


"Gue masih perawan..." jawabnya "kalau lo mau nyobain gue,boleh-boleh aja.asal lo bisa puasin gue.tapi sebelum itu lepasin teman gue dulu."tantang Syani.


"Nantangin gue lo??"


"Iya. dan juga,gue pengen tau nama lo. supaya gue bisa desahin nama lo pas lagi main!"Ucap Syani frontal.


Adibah kaget dengan ucapan Syani yang frontal.Syani yang sudah terpancing amarahnya mulai membuka baju seragam dan hanya menyisakan tank top sebagai dalaman Syani.

__ADS_1


"Syani..."Gumam Adibah sambil melihat Syani kemudian menggelengkan kepalanya "jangan!!"Ucapnya lagi.bukannya takut, Syani malah tersenyum melihat Adibah lalu mengedipkan sebelah matanya untuk menghibur Adibah yang mati ketakutan.


Karna sudah di bakar nafsu sejak melihat mereka di pemukiman kumuh,mereka jadi tidak waras dan menyebutkan nama mereka masing.


"gue Remon,yang rambut cepak Zaki,bule nyasar Bimo trus yang terakhir Hendri...!" ujar si preman mengenalkan dirinya.


Syani terkekeh mendengarnya.kemudian Syani mendekati si preman yang mengaku bernama Remon.


"Lo mau handjoob atau blowjoob dulu??" tawar Syani. "tapi sebelum itu,tolong dong di lepas tangannya teman gue!!"ujar syani dengan tangan yang sudah mengepal,siap melepaskan pukulannya.


Karena merasa tertarik dengan tawaran Syani,merekapun melepaskan Adibah. Adibah mendekati Syani


"Adibah sini.lo berdiri di belakang,tapi jangan terlalu dekat sama gue.lo tau kan maksud gue?"ucap Syani dengan seringainya.Adibah pun mengerti dan menuruti perkataan Syani.


"Handjoob atau blowjoob dulu?"tanya Syani lagi.


"Gue duluan.kan gue disini ketuanya!"ujar Remon yang mengaku dirinya ketua preman.kemudian dia mendekati Syani dengan senang tanpa tau kalau dia dalam bahaya."gue mau nyoba handjoob nya duluan,gue mau ngerasain belaian tangan seorang gadis bule."ujarnya sambil membukan resleting celananya.


Buukkk....braakk...Syani melancarkan serangannya dengan memukul rahang Remon.Remon jatuh tersungkur di tumpukan barang tek berguna.Teman-temannya kaget saat melihat Remon yang sudah ada di tanah. Mereka mengejar Remon dan membantunya berdiri.teman-temannya geram dan marah.saat mereka akan mendekati Syani,Ramon mengangkat tangannya sebelah akan dia mengisyaratkan upaya temannya mundur.


Dengan sekali pukul sudah cukup membuat rahang Remon bergeser.dia menggerakkan rahangnya supaya normal kembali.


"BRENGSEK....!!"seru Remon.dia tidak menyangka akan mendapatkan pukulan dari seorang gadis kecil. padahal selama ini dia selalu di takuti dimanapun."Jadi ini handjoobnya?? hebat juga lo!"Ucap Remon sinis seakan mendapat lawan.

__ADS_1


"Gue harap lo pergi dari sini.cukup satu pukulan saja...gue kasian, ntar mak lo susah nyari uang berobat ke RS"ujar Syani yang membuat Remon dan teman-temannya semakin geram.


Remon langsung berdiri dan menendang Syani.namun sebelum tendangannya sampai Syani lebih dulu memasang kuda-kuda bertahan.Remon semakin marah karna tidak bisa menjatuhkan Syani.


Syani bembalas dengan tendangan samping kemudian dia melompat dan memegang serta menahan kepala Remon dan memukul kepala Remon dengan lutut.


Remon tersungkur dan hidungnya berdarah. Teman-teman Remon tak tinggal diam. mereka menyerang Syani bertubi-tubi.Syani yang kewalahan akhirnya mengambil jalan singkat.Syani memukul dan menendang mereka tepat di dada.Mereka terjatuh dan pingsan.Syani menahan kekuatan tendangannya agar tidak berakibat fatal yang berakibat kematian.


Remon yang masih sadar hanya melihat Gerakan Syani yang seperti menari-nari membuatnya bergidik ngeri seakan tak percaya seorang gadis kecil bisa mengalahkanya hanya dengan beberapa tendangan.Biasanya mereka sangat ditakuti tapi sekarang dia yang takut.


Syani menoleh ke arah Remon lalu mendekatinya. dia menarik dagu Remon keatas kemudian menjepitnya dengan dua jari.


"Lo..jangan pernah ganggu gue atau teman gue atau siapapun...lo seharus nya saling membantu bukan mengganggu... ngerti lo??" ujar Syani penuh penekanan dan di anggukinya.Syani kemudian berdiri dan mengambil serta memakai baju seragamnya kembali.


"Ayo Dibah...!!"seru Syani kemudian menggandeng tangan Adibah.Dan meninggalkan Remon bersama teman-temannya yang masih pingsan.


.........


"Gak sakit??"Tanya Adibah sambil memegang pipi Syani yang lebam karna mendapat beberapa pukulan.


"Gak...kalo cuman sekedar lebam sih,udah biasa. dulu pernah lebih parah dari ini." ujar Syani yang membuat Adibah melongo.


Syani dan Adibah melanjutkan tugas mereka mencari bahan untuk membuat makalah yang sempat terhenti karna Remon dan teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2