Identitas

Identitas
Perubahan Syani


__ADS_3

ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin juga. maaf kalau diriku meminta banyak....😇😇


####


"Abannngggg...." teriak Syani histeris "Brengsek kauu...." dengan perasaan yang kacau Syani menyerang Jack dan yang lain tanpa ampun. dia memukul kepala Jack dengan Double Stick dan mengeluarkan pisaunya, Namun Jack berhasil menghindar dari duble stick milik Syani hanya pisau Syani yang berhasil mengenai paha Jack walupun cuma luka kecil. karna kekalutannya, gerakannya Syani menjadi kacau.


Teman-teman Syani yang melihat gelagat Syani yang aneh saat keluar dari Restoran membuat mereka khawatir dan menyusul Syani ke rumahnya setelah mereka pulang ke rumah mereka masing-masing terlebih dahulu.


Saat Faiz akan memasuki halaman rumah Syani namun diurungkannya karna melihat pintu depannya yang terbuka sedangkan lampu depannya mati membuat Faiz curiga.


"Persiapkan diri kalian. sepertinya Syani kedatangan tamu! " ujar Faiz ambigu sambil mencari sesuatu yang bisa dijadikan senjata darurat.


"Maksud lo apa Iz?" tanya Adibah bingung.


"Gue harap kecurigaan gue salah, tapi sepertinya tidak!" ucap Faiz setelah mendengar suara pecahan kaca dari dalam rumah.


Dengan cepat Faiz berlari kedalam rumah dan ikuti oleh teman-temannya di belakang.


"Dibah. lo tetap diluar, dan jangan lupa hubungi Polisi!" perinta Ello yang juga ikut kerumah Syani karna Ello selalu mengikuti Faiz kemapun dia pergi.


"Tapi_.."


"Lo gak mau Syani kacau kan?" potong Ello. Adibah mengerti apa yang di maksud Ello hanya diam mengangguk. "Cari tempat tempat untuk bersembunyi!" perintahnya lagi.


Adibah yang ditinggalkan diluar berusaha mencari tempat bersembunyi. dia hanya mengikuti apa yang di perintahkan Ello padanya karna apa yang dikatakan Ello memang benar. Syani akan kacau jika melihat Adibah dalam bahaya.


Syani yang sudah tidak bisa mengendalikan amarah dan kesedihannya menyerang tanpa arah tidak seperti Syani yang biasa yang selalu konsisten saat menyerang lawan, yang membuat lawannya bertekuk lutut.


" Töte den Mann. Der Mann ist seine Schwäche!!" ( bunuh pria itu. pria adalah kelemahannya!! ) seru Matheo yang sudah siuman dari pingsannya dan memperhatikan tingkah dan gerak Syani yang kacau saat melihat Benni yang terbaring dilantai, tidak seperti dia yang sudah membuat Matheo pingsan saat masih berdua dikamar.


" BERÜHREN SIE IHN NICHT !!!" ( JANGAN SENTUH DIA!!! ) teriak Syani yang semakin histeris lalu berlari ke arah Benni yang tidak bergerak.


Disaat saat yang sama Faiz masuk bersama Ello di belakangnya. mereka berdua kaget saat melihat Syani yang kacau dan kalut di depan seorang Pria yang tidak dikenalnya sedang tidak sadarkan diri dilntai kamar Syani.


Syani kaget dengan kedatangan Faiz dan Ello mudian dia mersa lega ada yang melindungi Benni.


"Faiz jaga abang gue!!" lirih Syani lega setelah dia merasakan nadi Benni yang masih bergerak walaupun lemah.


" Ich werde dir nie vergeben, wenn ihm etwas Schlimmes passiert!" ( Aku tidak akan pernah memaafkanmu jika sesuatu yang buruk terjadi padanya.) ujar Syani sambil menunjukan jarinya kearah Benni.

__ADS_1


" Ich muss mich nicht entschuldigen, Fräulein, was ich will, ist dein Tod." ( aku tidak perlu permintaan maafmu Nona, yang aku inginkan adalah kematianmu.)sarkas Matheo


"HAHAHAHAHA..... "Syani tertawa keras hingga terdengar ke telinga Adibah yang berada di luar.


"Syani..." gumam Adibah yang merinding saat mendengar tawa Syani yang aneh dan mengerikan.


Saat Jackob mencoba mendekati Benni, dengan cepat di hadang oleh Faiz dan langsung menendangnya. karna tubuh dan tenaganya tidak dilatih dari kecil hanya seperti senggolan kecil bagi Jackob yang bertubuh tinggi dan kekar dibanding Faiz.


"Ello..double stik gue di belakang pintu. pake itu!" ujar Syani dingin tanpa melirik Ello sedikit pun.


"Oke...jaga diri lo" jawab Ello sambil mengambil double stick standar yang di gantung di dinding belakang pintu.


Syani yang peka dengan keadaan sekelilingnya dengan cepat dia tau kalau Ello tidak tau cara menggunakan double stick. Syani memainkan double stich nya dengan lincah, dia bermaksud mengajari Ello kilat.


Ello yang tau kelebihannya yaitu mengikuti gerak yang cukup sekali lihat dia akan langsung mengingatnya.


" Faiz... tangkap!" seru Syani sambil melempar double sticknya yang berbahan dari besi kearah Faiz. kemudian ditangkap oleh Faiz dengan cepat.


BUAKKK..ARGHH....Syani mengerang kesakitan


"Brengsekkk.... gue gak suka kalo di serang saat belum siap, sialan..." gerutu Syani sambil mengambil kuda-kuda untuk menyerang.


Sedangkan Faiz dan Ello diserang oleh Jack dan Carl yang merupakan Dokter pribadi sekaligus sahabat Matheo yang selalu dibawa kemanapun Matheo pergi. Mereka yang memang notabene anak Karate dan Judo dan juga sering melakukan fight bersama Syani yang banyak memiliki kemampuan bela diri bisa mengimbangi Jack dan Carl.


Adibah yang hanya bersembunyi sambil menunggu Polisi datang merasa tidak berguna. tidak bisa membantu disaat temannya kesusahan membuatnya menjadi merasa bersalah.


Syani terus melayangkan pukulannya sambil sesekali melirik ke arang dua orang temannya yang ikut melawan Jack dan Carl


BUAKKK.... BRAKK...Aouugghh...Syani meringis. dia mulai kesal selalu diserang di saat dia lengah.


"so ist es, dass die Leute immer anrufen. Greife deinen Gegner an, wenn er unvorbereitet ist!!" ( jadi seperti ini yang selalu disebut orang, serang lawan saat dia lengah!!) sarkas Syani dingin.


"Syani...Syani...." panggil Benni lirih, namun masih bisa di dengar oleh Syani. dengan cepat Syani meninju dan menendang titik vital Matheo, Vinzent dan Jackob dan membuat mereka meringkuk menahan sakit, bersamaan dengan terdengarnya bunyi sirine Polisi yang saling bersahutan.


" Verdammt....." rutuk Matheo sambil kembali meninju dan menendang Syani yang lengah " Du hast diesmal überlebt, aber nicht das nächste Mal!" ( kamu selamat kali ini, tapi tidak di lain waktu! ) ancamnya kemudian keluar dari kamar Syani dengan cepat sambil menendang Benni di tempatnya yang terluka tembak.


"Arghhh....." rintih Benni lirih..


"BRENGSEKKK..KAU..!!" maki Syani lalu mengejar Benni yang semakin lemah.

__ADS_1


"Syani..." lirih Benni sambil memegang tangan Syani yang sudah ada di dekatnya.


Polisi masuk bersama Adibah yang tadi bersembunyi kaget melihat kondisi Benni yang terluka tembak.


Adibah maju dan mendekati Syani yang duduk bersimpuh di sebelah Benni sambil memeluk Syani dari belakang.


"Panggil Ambulance!!"teriak salah satu polisi "Kalian telusuri daerah sini!" ujarnya lagi.


"Abangg.... abang harus bertahan ya!" ucap Syani sambil memangku kepala Benni di pangkuannya dengan menahan isak tangis yang sudah siap melimpah.


"Abang...mminta maaf karna gak bbisa ... nnnepatin janji abang ke kkamu" ujar Benni terbata-bata sambil menatap Syani penuh rindu.


"Ngak...ngak..ngak..abang ngak boleh ngomong kayak gitu. Syani ngak mau ditinggal lagi. Syani mohon abang harus bertahan." ujar Syani yang mulai pecah suara tangisnya. sambil memeluk tubuh Benni yang ada di pangkuannya.


Dengan usaha besarnya Benni mengusap kepala Syani dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Abang kangen sama kamu dan abang harap kamu tetap menjadi dirimu sendiri, Syani yang hebat yang paling abang bang....ga....kan....."


Disaat kata-kata Benni berhenti di saat itu juga tangannya jatuh dari kepalanya Syani. dengan usaha terakhirnya Benni mengatakan rindunya pada Syani dan pesan terakhirnya.


"Abang.....abang jangan tidur, Syani kan masih mau ngomong sama ...." Syani yang sudah tercekat oleh air matanya tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya tangis dan air mata yang mengisyaratkan perasaannya.


Hanya suara tangis pilu Syani yang terdengar di ruangan yang tidak cukup besar itu.


Ambulance datang setelah Benni menghembuskan nafas terakhirnya. Syani yang tidak sanggup menahan kehilangan akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


Syani akhirnya tersadar setelah dia siuman dan pingsan beberapa kali, hingga akhirnya keluarga Adibah membawanya kerumah sakit dan Benni di kuburkan tanpa kehadiran Syani.


"Abang.....huuhuuhuu....aaaaaaaaaaaa........" teriak Syani dengan pilu begitu dia siuman sambil *** sprei rumah sakit.


Suara Syani yang menjerit pilu membuat perawat yang ada di sekitarnya ikut menagis melihat Syani yang kehilangan orang yang tulus menyayanginya.


****


1 bulan semenjak kepergian Benni. Syani sudah tidak seperti dirinya yang dulu, Syani lebih sering melamun dan marah tanpa sebab. Sampai-sampai Rapor kenaikan kelas milik Syani orang tua Adibah yang mengambilnya dengan nilai yang tetap di atas rata-rata seperti pesan terakhir Benni.


Hingga suatu hari seorang Polisi datang mencarinya menayai perihal masalahnya dengan pria yang bernama Matheo hingga kematiannya Benni.


.......

__ADS_1


maaf typo....


__ADS_2