Identitas

Identitas
Melepas Topeng 2...


__ADS_3

Adibah celingukan mencari Syani, sahabatnya yang tiba-tiba hilang.Dia meras cemas saat melihat perampok itu berkelahi dengan seseorang.


postur tubuh orang itu mirip Syani temennya. Namun dia menepis kemungkinan itu,karna Syani anak yang lugu dan polos tidak mungkin dia beradu pukulan dan tendangan dengan perampok pria tersebut.


Namun setelah beberapa saat Adibah kaget, saat mendengar suara orang tersebut.


"Syani....."gumam Adibah tak percaya."tidak mungkin itu lo."batinnya.


"* Du redest zu viel*...!!" ucap Syani sinis dengan menggunakan bahasa asing yang tidak di mengerti oleh Adibah.


Adibah juga menguasai beberapa bahasa asing,tapi dia tidak tau bahasa apa yang sedang di ucapkan oleh Syani sekarang.


Dia hanya bisa berharap dan berdo'a supaya temennya tidak apa-apa.


*****


"Du redest zu viel..!!" ucap Syani sinis."* Sie sprechen jetzt mit dem kleinen Mädchen des Meisters, was du nicht schüchtern bist*..??"


(anda sekarang ini bicara dengan gadis kecil tuan, apa anda tidak malu?)balas Syani mengejek.


Karena amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun,perampok tersebut mengambil senjata di balik pinggangnya.


Syani kaget, dia tidak menduga dengan hal tersebut.Tapi dengan IQ dan EQ nya tinggi,Dengan mudah Syani mengambil tindakan.

__ADS_1


Syani melayang pukulan uppercut dan sideswipenya,dua dari tiga perampok yang tersisa berhasil Syani taklukan.Namun sayang, satu dari perampok tersebut akhirnya kabur.


Dia tidak menduga akan mendapatkan rintangan yang tak terduga.


padahal mereka sudah mengamati BANK tersebut selama 6 bulan. Tapi mereka gagal hanya karena seorang gadis kecil yang tidak pernah mereka lihat.


****


Setelah beberapa menit Polisi datang dengan senjata lengkapnya.mereka mengintrogasi Security dan Banker tersebut.


Namun saat Polisi menanyakan siapa orang yang sudah menaklukan para perampok,mereka hanya menggeleng.Karna mereka sudah tidak melihat Syani.


Pekerjaan mereka kembali dilanjutkan dengan pengawasan dua orang polisi.


Sebenarnya saat keluar dari toko baju tadi Syani sudah melaporkan rencana perampokan tadi ke Polisi.


Hanya karena suara pelapor terdengar seorang gadis kecil, jadi mereka memilih tidak mempercayainya.Saat seorang Security yang membuat laporan barulah mereka percaya.


"Kenapa Dibah lama banget sihhh....."gerutu Syani sambil menyedot minumannya.


"Gue di belakang lo."seru Adibah yang dengan tiba-tiba saja sudah ada di belakang Syani."lo ngak papa kan?" tanya Adibah khawatir sambil memutar-mutar badan Syani untuk melihat kondisinya.


"Gue ngak papa kok." jawab Syani sambil memegang bahu Adibah dan membawanya duduk di depan Syani.

__ADS_1


"maaf....gue menipu lo dengan penampilan lugu gue"


"sejak kapan lo bisa bela diri ?"tanya Adibah sambil menyilangkan kedua tangannya didada.


"gue sudah di bekali ilmu beladiri saat umur 4 tahun,tapi saat gue umur 10 tahun,ibu menghentikan pendidikan ilmu beladiri gue.Beliau takut kalau gue menjadi tomboy. karna gue keukeh....gue tetap melanjutkannya walau main kucing- kucingan sama ibu.."jelas Syani


plok...plok...plok... Adibah bertepuk tangan sambil mengancungkan kedua jempolnya.


"HEBAT.....Gue salut sama lo."puji Adibah


"Biasa aja kali" jawab Syani.


"Trus bahasa yang lo pake tadi, itu bahasa apa?"Tanya Adibah


"Bahasa Jerman...kenapa? bukannya lo juga bisa Bahasa Asing?"Tanya Syani balik


"gue cuma bisa 2 bahasa,3 bahasa sama Indonesia..."


"Bahasa Indonesia mahhh...wajib bego.."seru Syani sambil tertawa."oya.lo udah jadi ambil uangnya?"


"udah..."Angguk Adibah..


......

__ADS_1


__ADS_2